
Saat pagi tiba, Khalisa dan Desta salat berjamaah bersama. Usia kandungan Khalisa menjalani tujuh bulan, meskipun hamil besar, Khalisa tetap melayani suaminya dengan baik. Ternyata hari ini hari Weekend, Khalisa sudah tidak bisa berdiri atau gerak terlalu lama.
"Sayang kamu mau ngapain?" tanya Desta.
"Ngambilin baju kerja kamu!" sahut Khalisa.
"Astaghfirullah, sayang, kamu lupa, ini hari apa? ini Weekend sayang!" sahut Desta mendekati Khalisa dan memeluk Khalisa.
"Astaghfirullah, Weekend ya Kak? aku lupa!" sahut Khalisa.
"Istri aku mikirin apa sih? hmmm," sahut Desta.
"Kok aku bisa lupaan gini sih sayang, aku gak mikirin apa-apa." Sahut Khalisa.
"Iya, gak apa-apa sayang, sini aku mau ngomong sama si kembar aku!" minta Desta.
"Ini, si kembar ingin di manja katanya sayang," sahut Khalisa.
"Assalamu'alaikum, Dedek kembar Papah, kalian mau di manja sama Papah yah? mmmuuacchh, kalian lagi apa sayang? Papah kangen sama kalian, Papah menunggu kehadiran kalian, bikin Mamah kuat dan sehat ya sayang, jangan nakal-nakal, kasihan Mamahnya." Sahut Desta menciumi perut Khalisa.
"Sayang, Alhamdulillah, Dedeknya ngerti sayang, aku itu, gak merasakan capek, lelah atau malas, rasanya aku ingin gerak terus sayang, cuma jalan aja, harus pelan-pelan." Sahut Khalisa.
"Alhamdulillah, Dedeknya seperti Kakaknya ya sayang, cuma Kakaknya lebih dulu pergi, meskipun kita pisah sama Kakak, kita bakal selalu ingat ya sayang." Sahut Desta.
"Dia juga pasti bahagia Yang, udah di surga, kita akan selalu ingat dan mendoakan dia ya sayang." Sahut Desta.
"Iya sayang." Sahut Desta.
"Kita sarapan yuk sayang, aku udah buatin kamu nasi goreng spesial ala Khalisa." Sahut Khalisa tersenyum.
"Ayo, sayang! pelan-pelan aja turun tangganya yah, aku gak mau sampai kamu kenapa-kenapa!" sahut Desta.
"Iya, sayang." Sahut Khalisa memegang tangan Desta sambil turun tangga.
"Apa kita mau di bawah aja kamarnya, supaya kamu gak naik-turun tangga!" saran Desta.
"Gak apa-apa sayang, biar aku gerak, aku juga gak mau manja, aku udah nyaman di atas!" sahut Khalisa.
"Benar, gak apa-apa yah, kalau mau turun, gak ada aku, minta tolong Bi Aning ya sayang!" minta Desta.
"Iya sayang." Sahut Khalisa.
☀☀☀☀
Desta dan Khalisa makan bersama di meja makan, Khalisa meminta Desta untuk mencari asinan buah-buahan, karena Khalisa ingin banget makan itu.
"Sayang, aku gak nafsu!" sahut Khalisa.
"Kok gitu sayang? makan ah, biar keisi perut kamu!" minta Desta.
__ADS_1
"Enek sayang, mual lagi! sayang kayanya aku ngidam sekarang deh, aneh yah, masa udah tujuh bulan, baru ngidam, kemarin-kemarin gak ngidam apa-apa." Sahut Khalisa.
"Kamu ngidam apa sayang? nanti aku cariin!" minta Desta.
"Asinan buah! aku mau sayang!" minta Khalisa.
"Asinan buah? aku pesan di go-food aja ya sayang, soalnya agak susah nyarinya!" saran Desta.
"Gak mau go-food! aku maunya kamu sendiri yang cari! kalau kamu pesan go-food, aku gak akan makan!" minta Khalisa.
"Ha-ha-ha, iya, iya, istriku, aku cari yah," sahut Desta.
"Kalau gak dapat jangan pulang! pokoknya harus dapat!" minta Khalisa.
"Siap istriku! nanti yah, habis makan!" sahut Desta.
"Iya sayang, makasih yah!" sahut Khalisa tersenyum.
"Bi Aning, makan dulu sini!" minta Khalisa.
"Iya Neng, Bibi masih kenyang banget, tadi Bibi makan kue pisang lewat, tapi nanti akan Bibi makan kok!" sahut Bi Aning.
"Oh, gitu? buat Pak Jamal Bi!" sahut Desta.
"Pak Jamal juga gak mau Den, masih kenyang." Sahut Bi Aning.
"Oh, ya udah, tapi kalau mau, nanti ambilin aja ya Bi! Bi, di sini tukang asinan buah di mana yah? Khalisa baru ngidam sekarang!" sahut Desta.
"Gak mau Bi Aning, kamu aja aku bilang! aku mau kamu yang cari!" minta Khalisa cemberut.
"Iya sayang, aku cuma nanya aja alamatnya kok." Sahut Desta.
"Sabar ya Den Desta, wanita kalau ngidam memang suka aneh-aneh, tapi kok Neng tujuh bulan baru ngidam yah? kemarin-kemarin Neng, gak ngidam apa-apa yah!" sahut Bi Aning.
"Gak tahu Bi, aku juga, aku lagi ingin banget asinan buah, uuhh, enak banget!" sahut Khalisa.
"Iya sayang, aku akan cari buat kamu! sampai ke ujung dunia aku cari, untuk istri tercinta aku!" sahut Desta tersenyum.
"Makasih ya sayang." Sahut Khalisa.
☀☀☀☀
Setelah selesai makan, Desta ganti baju dan siap-siap berangkat untuk mencari asinan buah. Desta pamit pada Khalisa.
"Sayang, aku berangkat yah, aku pasti ketemu, buat kamu! Dedek, Papah berangkat yah, doain Papah, biar dapat Asinan buat Mamah! jaga Mamah ya sayang! mmmuuacchh..." Sahut Desta mencium kening Khalisa dan perut Khalisa.
"Hati-hati ya sayang!" sahut Khalisa.
"Iya sayang, Assalamu'alaikum." Salam Desta.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam." Sahut Khalisa.
"Mau diantar gak Den!" tawar Bang Joni.
"Gak usah Bang, saya aja!" sahut Desta tersenyum dan masuk mobil, Pak Jamal membuka gembok gerbang rumah.
Sampai dua jam, Desta mencari-cari tapi belum menemukan tukang Asinan buah. Sampai Desta pusing dan menghubungi Uminya dan bertanya pada Uminya.
"Assalamu'alaikum, Umi, Umi sibuk gak?" tanya Desta.
"Wa'alaikumsalam, enggak Nak, ada apa?" tanya Umi Sarah.
"Khalisa ngidam Umi, mau Asinan buah, Desta udah dua jam gak ketemu-temu, Umi tahu gak tempat jualan asinan?" tanya Desta.
"Khalisa ngidam? kok baru ngidam sih, padahal usia dia udah tujuh bulan lho, ya udah, ntar Umi share alamatnya!" sahut Umi Sarah.
"Cepat ya Umi, Desta pusing carinya!" minta Desta.
"Kenapa gak go-food sih?" tanya Umi Sarah.
"Khalisa maunya Desta yang cari! untung Desta libur!" sahut Desta.
"Ya udah, yang sabar, namanya istri lagi ngidam, ya udah, matikan! Umi kirim nih!" minta Umi Sarah.
"Oke Mi! Assalamu'alaikum." Salam Desta.
"Wa'alaikumsalam." Jawab salam Umi Sarah.
Aneh ih, ngidam usia di tujuh bulan, biarinlah yang penting Desta senang dan bahagia, aku juga bahagia punya cucu kembar.
☀☀☀☀
Umi mengirim alamat ke Desta. Desta langsung mencarinya dengan semangat. Kata Umi itu tempat asinan paling enak.
"Kenapa Umi?" tanya Abi Mahmud.
"Khalisa ngidam Bi, minta asinan buah, Desta nyari-nyari gak ketemu, mangkanya telepon Umi!" sahut Umi Sarah.
"Kok ngidam udah usia tujuh bulan yah?" tanya Abi Mahmud.
"Baru ngerasain sekarang kali Bi, biarinlah, yang penting Umi bahagia banget, punya cucu kembar." Sahut Umi Sarah tersenyum.
"Oh, iya Mi, kapan mau selamatan tujuh bulanan Khalisa?" tanya Abi Mahmud.
"Oh, iya, ya Bi, anak dua itu bukan ingatin!" sahut Umi Sarah.
Bersambung...
__ADS_1
Terima Kasih readersku dan teman-teman yang sudab mau menunggu cerita Ta'aruf Cinta Season duanya telah kembali lagi. Semoga di season dua ini makin seru dan bisa menghibur ya🥰🥰🥰