
"Alhamdulillah, kalau Anak Umi bisa bahagiakan kamu, Neng." Sahut Umi Sarah.
"Alhamdulillah, Umi, Khalisa bahagia lahir batin, mau susah atau senang, Khalisa selalu mendampingi Kak Desta." Sahut Khalisa.
☀☀☀☀
Waktu maghrib dan isya pun telah lewat, mereka semua sudah menjalankan ibadah salat Maghrib dan Isya. Mereka berkumpul lagi, untuk makan malam bersama, hokben yang telah Desta pesan. Kebersamaan mereka semua, membuat Khalisa bahagia.
"Desta, kan punya Dewa gak kemakan nih, hokbennya, buat Mba aja yah, kalau malam suka lapar!" minta Mba Mirna.
"Iya Mba, silakan!" sahut Desta tersenyum.
"Makasih Desta!" sahut Mba Mirna.
"Kamu mah, emang tukang makan, kan bisa buat besok Mir, sarapan Dewa!" sahut Bunda Maryam.
"Kalau sampai besok, makanannya gak enak Mba, iya kan Des?" tanya Mba Mirna.
"Iya, makan aja Mba, kalau sampai besok gak enak, kalau besok beda lagi nanti!" sahut Desta.
Desta melihat Khalisa makan dengan lahapnya. Gak seperti biasanya Khalisa makan dengan lahapnya. Tadi pagi dan siang tadi, Khalisa pun lahap makannya.
"Sayang, tumben makan kamu banyak?" tanya Desta.
"Lapar sayang!" sahut Khalisa.
"Bagus dong Desta, kan di dalam perut Khalisa ada nyawa dua orang!" sahut Umi Sarah.
"Enggak, aku heran aja, dari pagi makannya banyak banget!" sahut Desta.
"Terus gak boleh? aku makan banyak gak boleh?" tanya Khalisa.
"Boleh sayang, masa gak boleh sih, aku cuma heran aja, aku senang kok kamu makan banyak!" sahut Desta.
"Bawaannya lapar aku sayang, ini aja kurang!" sahut Khalisa.
"Hah? serius?" tanya Desta.
"Ini aja Lis, punya Dewa!" sahut Mba Mirna.
"Enggak Mba, itu kan emang jatah buat Dewa, buat Mba aja!" sahut Khalisa.
"Nak, jangan terlalu banyak, kasih jeda, kalau kamu makan terus-menerus, nanti begah lho!" sahut Bunda Maryam.
"Cemilan aja Neng, Umi punya cemilan, buat kamu ngemil aja kalau lapar!" sahut Umi Sarah.
"Cemilan juga banyak kok Umi, di lemari dapur." Sahut Khalisa.
"Oh, ada? ya sudah, bagus kalau gitu, harus ada, biar kalau lapar bisa makan! Umi dulu hamilin Desta sama, kalau malam suka lapar bawaanya." Sahut Umi Sarah.
__ADS_1
"Oh, dulu Desta gitu ya Mi? berarti Anak Desta, sama kaya Desta nanti!" sahut Desta.
"Harus dong, cantiknya kaya Ibunya, baiknya kaya kamu!" sahut Khalisa.
"Iya, dong!" sahut Desta.
☀☀☀☀
Semua telah selesai makan. Mereka melanjutkan kembali memasak untuk hajatan besok. Khalisa sampai tertidur di dapur karena ngantuk. Sedangkan Desta di kamar sedang menonton televisi.
"Besan, Khalisa ketiduran." Sahut Umi Sarah.
"Lah, iya, aduh kasihan banget Khalisa, Khalisa, bangun Khalisa!" colek Bunda Maryam.
"Kasihan Mba di bangunin!" sahut Mba Mirna.
"Di sini malah kasihan, mana kena asap kasihan!" sahut Bunda Maryam.
"Khalisa, bangun! tidur kamar gih! kamu istirahat aja!" sahut Bunda Maryam.
"Mmm... Astaghfirullah, maaf, maaf, Khalisa ngantuk banget!" sahut Khalisa.
"Tidur kamar gih Nak! udah kamu istirahat! biar Bunda, Umi, sama Mba Mirna yang beresin semua, pokoknya kamu tenang aja beres!" sahut Bunda Maryam.
"Iya Neng, istirahat sana! pokoknya beres deh, kamu lagi hamil, jangan capek-capek!" minta Umi Sarah.
"Iya Khalisa, istirahat gih!" minta Mba Mirna.
"Iya, sana!" sahut Umi Sarah.
☀☀☀☀
Khalisa menuju kamarnya. Khalisa melihat Desta melihat Khalisa tersenyum sambil tiduran. Desta bangun sambil menarik tangan Khalisa dan menumpukkan bantal, untuk Khalisa bersandar.
"Sayang, capek banget mukanya, hmm..." sahut Desta dengan senyuman.
"Ngantuk sayang, pas sampai sini hilang ngantuknya!" sahut Khalisa.
"Kamu kangen sama aku itu, namanya, kamu mau bobo apa mau sandaran dulu?" tanya Desta.
"Sandaran aja dulu sayang, hilang ngantuknya." Sahut Khalisa.
"Ya udah, sini sandaran! aku tumpukin bantal biar empuk yah, sini! sini!" sahut Desta.
"Makasih ya sayang, kamu kok malah nonton tv? kamu gak ngantuk?" tanya Khalisa.
"Enggak, sengaja aku mau tungguin kamu dulu!" sahut Desta.
__ADS_1
"Kok, aku di tungguin? kalau kamu ngantuk bobo aja!" minta Khalisa.
"Enggak kok, lihat nih mata aku melek!" sahut Desta.
"Sini boboan di paha aku!" minta Khalisa menarik Desta.
"Hmmm... Dedeknya sakit gak? kena kepala Papah? hmmm?" tanya Desta bercanda dan mencium perut Khalisa.
"Enggak Papah! he-he-he." Sahut Khalisa tertawa.
"Dedek lagi apa di sana nak? Dedek belum bobo yah? Papah bacaan sholawat ya Nak!" sahut Desta.
Desta mengusap perut Khalisa sambil membacakan Sholawat. Desta melihat Khalisa langsung ketiduran. Desta kasihan melihat Khalisa, Desta langsung merapikan bantal dan memindahkan badan Khalisa ke kasur. Desta mencium kening Khalisa sambil tersenyum manis.
Sayang, bobo yang nyenyak yah, kasihan kamu kecapean, aku bahagia banget kalau lihat istriku bobo, cantik dan manis. Ya Allah, terima kasih kau telah memberi bidadari cantik, soleha untukku, dan kau memberikan Dedek bayi kembar untuk hamba dan istri hamba. Aku sayang... banget sama kamu.
Gak lama, Dokter Ari chat Desta. Menanyakan acara besok jam berapa. Desta sangat senang besok Dokter Ari mau datang ke acara. Gak lama, Yuda pun menghubungi Desta. Yuda pun besok akan datang ke acara selamatan Khalisa.
"Assalamu'alaikum, Desta! apa kabar?" tanya Yuda.
"Wa'alaikumsalam, baik. Gimana kabar lo sendiri Yud?" tanya Desta.
"Alhamdulillah, baik Des, semenjak gue dipenjara, gue sudah mulai insyaf, gak seperti dulu, gue insyaf abal-abal, lo percaya kan Des?" tanya Yuda.
"Hmmm... gimana yah? gue sebenarnya percaya gak percaya sih, gue butuh bukti aja sih, kalau emang lo udah buktiin semua, baru gue percaya, masalahnya kesalahan lo besar, meskipun udah dipenjara juga kan siapa tahu lo dendam sama gue!" sahut Desta.
"Gue sungguhan Des! kan lo tahu, gue udah mulai kerja lagi, tapi bukan jadi pilot Des, hanya sales-sales biasa." Sahut Yuda.
"Sales apa?" tanya Desta.
"Sales peralatan untuk olahraga fitnes, wajar kalau lo belum sepenuhnya percaya sama gue! tapi gue bakal buktiin kalau gue udah berubah!" sahut Yuda.
"Iya, syukur deh, kalau gitu! besok Khalisa mau selamatan tujuh bulan, kalau bisa lo datang yah! jam satu siang udah di sini!" sahut Desta.
"Alhamdulillah, gue akhirnya, di undang juga! gak terasa Khalisa udah tujuh bulan ya Des? siap! gue pasti datang!" sahut Yuda.
"Iya, sekalian mau lihat perubahan diri lo sekarang." Sahut Desta.
"Gue kurus Des, semenjak dipenjara, insya Allah, hati gue udah bersih, gue juga udah jalanin salat lima waktu." Sahut Yuda.
"Bagus deh, kalau gitu! oke, kalau gitu gue tutup telepon yah, ngantuk! besok jangan lupa jam satu siang yah!" minta Desta sambil mengingatkan.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu