
"Wah Den, Non kadonya bagus-bagus yah!" sahut Bi Aning.
"Bibi mau jam dinding? buat di kamar." Tawar Khalisa.
"Mau Non, di kamar Bibi gak ada jam, tapi sama Aden boleh?" tanya Bi Aning.
"Kalau kata istri saya kasih ya kasih, kata istri saya enggak, ya enggak Bi, semua keputusan ada di istri saya." Jawab Desta sambil tersenyum.
"Makasih ya Non, Den." Sahut Bi Aning.
"Bi, besok kan saya sama Khalisa mau bulan madu ke Bali, kamu jaga rumah yah! kalau bukan keluarga sendiri datang, jangan dikasih masuk yah!" perintah Desta.
"Baik Den, siap!" sahut Bi Aning.
🍁🍁🍁
Gak lama ponsel Khalisa banyak spam chat, ternyata Reza. Reza masih saja mengganggu Khalisa. Akhirnya Desta membalas chatan Reza dan mematahkan kartunya, menyuruh Khalisa mengganti kartu lagi.
"Siapa sayang?" tanya Desta sambil mengambil ponsel Khalisa dan melihat spam dari Reza.
"Aku gak pernah balas kok Kak," sahut Khalisa.
"Sebaiknya kamu ganti kartu saja yah! udah kelewatan ia ganggu rumah tangga orang." Jawab Desta mematahkan kartunya.
"Tapi aku gak ngapa-ngapain Kak, Kakak marah sama aku?" tanya Khalisa.
"Enggak sayang, aku percaya sama kamu, maaf aku patahkan ya, supaya orang itu gak terus ganggu kamu!" sahut Desta sambil tersenyum.
"Iya Kak," jawab Khalisa.
"Bi," panggil Desta.
"Tolong belikan kartu untuk Khalisa yah! nomornya kamu mau kaya gimana sayang?" tanya Desta.
"Bebas, yang penting gampang di hafal aja," sahut Khalisa.
"Baik Den, Non!" sahut Bi Aning.
"Kamu kenapa sih, kok bisa kenal sama cowok aneh kaya gitu? untungnya kamu bisa lepas dari ia, coba kalau kamu masih sama ia, bisa-bisa ia kurang ajar sama kamu." Jawab Desta.
"Iya Kak, Kakak penolong Khalisa, sekaligus pangeran masa depan Lisa." Jawab Khalisa sambil memegang tangan Desta.
"Awal kita dipertemukan dengan orang yang salah, tapi tuhan baik sama kita, pada akhirnya berbuah kesabaran kita dipertemukan dengan cara ta'arufan, awal aku gak percaya namanya cinta, sejak mengenal kamu cinta ini tumbuh kembali, cinta yang sangat berbeda." Jawab Desta.
"Iya Ka, begitu juga dengan Khalisa." Sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Setelah beberapa lama Bi Aning kembali, membawa kartu untuk Khalisa, Desta pun memasangkannya ke ponsel Khalisa. Setelah selesai membuka kado, mereka kembali ke kamar, Desta memeluk kembali Khalisa dan membuka kancing baju Khalisa satu demi satu sambil tersenyum. Meskipun Khalisa belum bisa melayani sepenuhnya, Desta tetap menunggu sampai masa haidnya Khalisa selesai. Khalisa hanya pasrah dan menikmati setiap jemari tangan Desta dan lidah Desta memainkan kedua gunung kembar Khalisa.
__ADS_1
"Memang masa haid kamu berapa hari sayang?" tanya Desta.
"Gak tentu Kak, kadang tujuh hari, kadang tiga hari." Jawab Khalisa.
"Aku ingin kamu cepat hamil sayang, aku sudah kangen banget sama anak kecil, seperti Raja dan Dewa, apa lagi kalau sampai kembar bahagianya aku." Bisik Desta di telinga Khalisa sambil memeluk Khalisa.
"Iya Kak, sabar yah! kalau sudah selesai aku bilang kok." Jawab Khalisa.
"Iya sayang, love you sayang." Sahut Desta.
"Love you too Ka.." Jawab Khalisa.
🍁🍁🍁
Keesokan harinya, mereka bersiap-siap untuk berangkat. Sebelum berangkat Khalisa meminta izin untuk menghubungi orang tuanya, kalau Khalisa sudah ganti nomor.
Setelah satu jam, mereka akhirnya sampai Di Bandara, mereka berselfie bersama-sama. Khalisa memotret Desta yang membawa koper.
"Bagus gak fotonya? pinter banget sih viewnya kena." Desta melihat fotonya sambil tersenyum. Mereka melanjutkan perjalanan kembali. Mereka pun akhirnya sampai di pesawat, tapi belum berangkat. Desta tersenyum memotret Khalisa.
"Wah cantik sekali istriku, masya Allah." Sahut Desta.
🍁🍁🍁
Pesawat pun akhirnya berangkat, di sepanjang jalan Khalisa tidur di bahu Desta, Desta memegangi Khalisa agar tidak jatuh kepalanya. Desta selalu siap siaga menjaga Khalisa. Setelah tiga jam lamanya, mereka pun sampai Bali, Khalisa masih terasa pusing kepalanya.
"Kita cari makan dulu yah!" ajak Desta sambil menggandeng tangan Khalisa. Setelah mereka selesai makan, mereka ke vila.
"Capek yah?" tanya Desta.
"Sedikit Kak," jawab Khalisa.
"Ya udah, istirahat dulu yah! nanti sorean kita jalan lagi." Sahut Desta.
"Kita berapa hari Kak di sini?" tanya Khalisa.
"Sampai haid kamu selesai, aku juga mau banyakin waktu buat kamu, kalau aku kerja, gak bisa dekat dengan kamu." Jawab Desta.
"Iya Kak, Kakak mau kemana?" tanya Khalisa.
"Ke depan, sambil lihat-lihat!" sahut Desta.
"Ikut Kak!" minta Khalisa.
"Kamu kan capek sayang, istirahat aja dulu yah! nanti sore kita jalan yah!" jawab Desta.
__ADS_1
"Gak mau Kak, ikut!" minta Khalisa.
"Istriku sudah mulai manja yah! gak apa-apa aku suka." Jawab Desta.
"Aku gak mau sendiri Kak," jawab Khalisa.
"Iya sayang," jawab Desta mencium kening Khalisa.
🍁🍁🍁
Khalisa dan Desta bersantai di depan, Desta lebih suka vila dibanding hotel, atau apartemen, Desta juga lebih suka sama alam. Setelah mereka bersantai, mereka kembali ke kamar, Desta langsung mandi, dan berganti pakaian, begitu juga dengan Khalisa.
"Kak, bisa keluar dulu, aku mau pakai baju." Perintah Khalisa.
"Kenapa emang sayang? aku udah lihat kok, kecuali mahkota kamu saja, aku kan suami kamu, pakai aja yah!" sahut Desta.
"Malu Kak," jawab Khalisa. Khalisa langsung melangkah ke kamar mandi dengan memakai setengah handuknya, tiba-tiba Desta menarik tangan Khalisa, dan jatuh kepelukan Desta sampai jatuh di kasur, handuk yang digunakan Khalisa terlepas, Khalisa berada di atas dada Desta.
"Wow..." Desta spontan meledek Khalisa.
"Kak lepasin Kak! aku malu," Minta Khalisa. Tapi Desta tidak mau melepaskan pelukannya.
"Gak mau ah, aku mau peluk kamu kaya gini! please aku gak mau!" sahut Desta menatap mata Khalisa dengan tajam. Perlahan Desta memegangi rambut Khalisa yang menutupi matanya, Desta perlahan mencium bibir merah muda Khalisa, Khalisa yang tadinya memberontak hanya bisa pasrah, karena Desta tidak mau melepaskan pelukan Khalisa.
"Tolong, jangan pernah tolak permintaan aku yah! aku benar-benar mencintai kamu." Jawab Desta.
"Maaf Kak, bukan aku nolak, aku hanya malu saja." Jawab Khalisa.
"Aku ngerti sayang, sekarang masih malu gak?" tanya Desta.
"Enggak Kak, Khalisa gak malu lagi." Sahut Khalisa.
"Nanti lama-lama juga kamu terbiasa kok, kamu istri aku, jadi hilangkan rasa malu kamu yah," Desta berbicara ke Khalisa sambil memandangi Khalisa dan masih dalam pelukan Desta.
"Iya Kak ,maaf yah!" sahut Khalisa kembali meminta maaf.
"Ssstttt... sudah yah, jangan minta maaf terus!" sahut Desta sambil melanjutkan aksinya ke Khalisa. Gak lama saat Desta asyik mengecap ujung kedua gunung kembar Khalisa, ponsel Desta berbunyi, ternyata dari Umi Sarah. Menanyakan kabarnya sudah sampai atau belum di Bali.
"Sebentar yah sayang, Umi telepon." sahut Desta.
"Gimana kamu sudah sampai?" tanya Umi Sarah.
"Sudah Umi, baru saja sampai." Jawab Desta.
"Syukur Alhamdulillah, jaga Khalisa yah! jangan lupa lho belah durennya!" sahut Umi Sarah.
"Iya Umi, siap!" sahut Desta sambil tersenyum ke Khalisa.
Bersambung...
__ADS_1