Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 81


__ADS_3

"Bangun Nak! Maafin Bunda udah egois, Bunda hanya gak ingin Khalisa sedih Desta, kamu gak perlu sujud seperti ini! Bunda mohon jaga Khalisa ya Nak dari Umi kamu itu! dan Bu Sarah yang terhormat, dengar perkataan saya yah, kalau sampai anda bersikap kurang ajar lagi sama Khalisa, saya gak akan biarkan Khalisa balik dengan Desta! dan kamu Khalisa jika kamu ada tekanan kamu bilang sama Bunda jangan pernah ada yang ditutupin!" sahut Bunda Maryam.


"Makasih Bunda, saya akan jaga Khalisa Bun," sahut Desta langsung sinis ke Uminya.


"Sudah ya Bunda, sekarang udah baik-baik aja kan? tolong Bunda juga jangan egois, kasihan Khalisa sama Destanya," sahut Ayah Umar.


"Bunda gak rela Ayah, Khalisa di bentak-bentak depan kita, gak menghargai ada kita ia tuh!" sahut Bunda Maryam.


"Khalisa, Bunda pamit yah, ingat Desta pesan Bunda! Assalamu'alaikum," langsung keluar ruangan dengan raut kesal tanpa menyapa Umi Sarah dan Abi Mahmud.


"Wa'alaikumsalam," serempak jawab salam Khalisa dan lainya.


"Besan, maafin atas kelakuan istri saya tadi yah, mungkin ia terlalu sayang pada Khalisa jadi seperti itu, mohon dimaklumi yah!" sahut Ayah Umar.


"Saya juga minta maaf atas kelakuan istri saya, yang penting persahabatan kita jangan sampai putus yah Besan, anggap tadi angin lalu," sahut Abi Mahmud.


"Khalisa, Ayah pulang yah, maafin Bunda tadi yah, Desta jaga istri kamu yah, Ayah doakan semua ini udah clear gak ada lagi yang namanya keributan, Besan Mahmud, Besan Sarah saya pamit yah! Assalamu'alaikum." sahut Ayah Umar.


"Wa'alaikumsalam. Serempak menjawab.


"Desta, Khalisa, maafin Umi yah, Umi janji gak akan ulangi lagi!" sahut Umi Sarah.


"Umi gak usah banyak janji, buktikan aja kalau Umi udah ikhlas nerima Khalisa, baru Desta percaya, Desta belum sepenuhnya percaya sama Umi," sahut Desta.


"Umi, sebaiknya kita keluar yuk!" biar Khalisa yang jaga Desta.


"Khalisa, Desta, Umi sama Abi pamit pulang dulu yah, mau ganti baju, nanti kalau ada apa-apa telepon aja!" sahut Abi Mahmud.


"Gak perlu Abi, kita berdua masih bisa kok! sekarang Abi sama Umi tolong keluar dari kamar Desta, karena Desta masih kesal dengan kejadian tadi, muak!" sahut Desta dengan raut wajah kesal.


"Desta, kamu masih marah sama Umi?" tanya Umi Sarah.


"Umi, biarkan Desta tenang dulu yah bersama Khalisa," sahut Abi Mahmud.


"Tapi Abi!" sahut Umi Sarah melirik ke Khalisa.


Semua gara-gara anak ini, anak saya jadi membenci saya! jahat kamu Khalisa udah ambil semuanya dari saya, anak saya lebih memilih kamu dibanding Ibunya sendiri.


"Kak, jangan begitu Kak, aku jadi gak enak!" sahut Khalisa.

__ADS_1


"Sayang udah, kamu jangan bela Umi lagi, biar ia sadar! yang kita pikirin sekarang masa depan kita, kesalahan harus ada hukumannya sayang, jadi jangan dibela, biar ia sadar! aku gak mau kamu terluka, atau kenapa-kenapa sayang, aku ini benar-benar ajaib yah, baru sadar aja aku udah dibuat begini sama Ibu aku sendiri," sahut Desta.


"Iya Kak, maafin Bunda juga ya Kak," sahut Khalisa.


"Iya sayang, biar bagaimana pun kita harus bersama, seberat apa pun rintangan kita," sahut Desta.


"Kakak tiduran lagi aja, kan masih sakit, aku takut jaitan Kakak lepas, aku gak menyangka Yuda sampai tega banget nusuk Kakak, bikin jantung aku berdebar-debar, udah panik duluan aku," sahut Khalisa.


"Alhamdulillah, aku masih bisa selamat, kita berterima kasih sama Allah ya sayang," sahut Desta.


"Iya Kak, aku gak bisa bayangin, kalau harus kehilangan Kakak," sahut Khalisa.


"Ini berkat doa kamu, sama Dedek bayi kita, Dedek pasti doain Papah yah Nak? makasih Dek udah doain Papah, doain Papah juga biar cepat sembuh yah Dek, mmmuacch," sahut Desta mencium perut Khalisa.


"Kak, aku bau lho, seharian belum mandi, aku gak bawa baju, aku minta Bang Joni aja apa bawain yah, apa aku pulang dulu sebentar, aku ambil baju juga buat Kakak kalau misalkan udah pulang," sahut Khalisa.


"Masa iya Bi Aning buka lemari kita sayang, ya udah, kamu pulang aja dulu, ganti baju, makan, minum susu sama obat, sekalian bawa baju aku," saran Desta.


"Gak apa-apa kalau Kakak aku tinggal sendiri, aku sebentar kok kak," sahut Khalisa.


"Iya sayang gak apa-apa, telepon Bang Joni dulu, suruh ke sini!" suruh Desta.


"Iya Kak, ini aku chat, udah balas kok, ia mau ke sini," sahut Khalisa.


"Assalamu'alaikum, eh, Den Desta, gimana Den? udah sehat?" tanya Bang Joni.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Desta dan Khalisa bersamaan.


"Alhamdulillah baru baikan, Bang tolong antar istri saya pulang yah, buat ngambil baju," minta Desta.


"Siap! Bang Joni antar, Den Desta siapa yang nungguin?" tanya Bang Joni.


"Gak apa-apa aku sendiri juga," sahut Desta.


"Siap-siap! ayo Neng!" ajak Bang Joni.


"Hati-hati ya Bang! jaga istri saya!" minta Desta.


"Aku pulang dulu ya Kak, nanti aku balik lagi secepatnya," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Iya Sayang, sini keningnya aku cium dulu! sama Dedek bayinya! mmmuacch, mmmuacch, hmm, Mamahnya bau asem, ha-ha-ha," sahut Desta meledek Khalisa.


"Jangan cubit perut aku lagi sakit, ha-ha-ha," sahut Desta.


"Enggak kok, yeeee, pede banget, siapa yang mau cubit, aku pamit ya Kak, Assalamu'alaikum," sahut Khalisa.


"Wa'alaikumsalam." sahut Desta.


Terima kasih ya Allah telah izinkan aku hidup dan selamat, dan ngasih aku kesempatan buat bersama istri dan anakku nanti. Yuda, semoga lo sadar setelah keluar penjara.


🍁🍁🍁


Di kediaman rumah Bunda Maryam. Bunda Maryam masih kesal dengan kejadian di rumah sakit tadi, benar-benar aneh dan gak menyangka pada Umi Sarah.


"Bunda, kok tadi tega lakuin itu sama Khalisa dan Desta?" tanya Ayah Umar.


"Iya Mba, kasihan lho Khalisa," sahut Mba Mirna.


"Gregetan Bunda yah, Mir, rasanya pengen tarik Khalisa pulang, anak kita salah apa sih emang? kelakuan Ibu Mertua Khalisa itu seperti anak-anak, lebay, orang aneh yang baru Bunda lihat!" sahut Bunda Maryam.


"Udah ah Bun, sabar!" nasehat Ayah Umar.


"Ayah itu sabar-sabar terus, ia berani marahin anak kita depan kita Yah, gak menghargai kita sebagai orang tuanya, ia kan orang yang berpendidikan masa pikirannya cetek banget sih? heran Bunda," sahut Bunda Maryam.


"Untung aku gak punya Mertua kaya gitu," sahut Mirna.


"Ayah, Bunda takut Khalisa di apa-apain sama Ibu Mertuanya," Bunda Maryam Khawatir.


"Kok Bunda pikirannya buruk sih? Bunda harus berpikir positif dong! gak akan Bun," sahut Ayah Umar.


"Khalisa terlalu sabar Mba orangnya, lembek, kalau Mertua gitu, lawan aja!" sahut Mirna.


"Hustt__ hati-hati kamu kalau ngomong!" sahut Ayah Umar.


"Betul Mirna Yah, Khalisa lembek, gak bisa bela dirinya sendiri, pasrah aja dia mah!" sahut Bunda Maryam.


"Ya bagus dong! namanya anak kita adalah anak soleha," sahut Ayah Umar.


"Soleha, sih soleha, tapi kalau dia lembek, bakal diinjak-injak orang Yah," sahut Bunda Maryam.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2