Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-146


__ADS_3

"Kamu sabar Ari, sabar! Mamah ada simpanan empat juta, kamu pakai ya Ri!" sahut Bundanya Ari.


"Jangan Bun, itu buat Bunda Umroh!" sahut Ari.


"Anak kamu lebih penting demi keselamatan Anak kamu!" sahut Bundanya Ari.


"Emak ada duit cuma lima ratus rebu, gimane Emak mau nolong, Besan maaf ini, saya gak bisa bantu!" sahut Emaknya Syifa.


"Gak apa-apa Besan, uangnya buat besan aja!" sahut Bundanya Ari.


"Nanti insya Allah, saya hubungi Khalisa dan Desta yah, siapa tahu Anak dan Mantu saya bisa bantu!" sahut Bunda Maryam.


"Ibu, jangan Ibu! saya gak enak Ibu!" sahut Dokter Ari.


"Dokter Ari, hilangkanlah gengsi, ini semua, demi Anak kamu, Bunda tahu Anak dan Mantu Bunda seperti apa." Sahut Bunda Maryam.


"Iya, Ari, ini semua demi keselamatan Anak kamu! ayo lah!" minta Bundanya Ari.


"Iya, Mantu, jangan gede gengsi, Adhel harus cepat di tanganin!" sahut Emaknya Syifa.


"Saya bukan gengsi Mak, saya malu jadi suami gak bisa apa-apa!" sahut Dokter Ari.


"Kenapa harus malu Kak, jangan lah, kasihan Adhel dan istri kamu!" sahut Bundanya Ari.


"Adhel, Adhel! hiks-hiks-hiks, Adhel gimana Mas! cepat lakukan tindakan Mas! cepat! hiks-hiks-hiks." Sahut Syifa yang terbangun dari pingsannya.


"Iya sayang, iya, sabar! hiks-hiks." Sahut Dokter Ari.


☀☀☀☀


Saat Itu Khalisa dan Desta ingin berangkat ke rumah sakit. Tiba-tiba Bunda Maryam telepon Khalisa. Khalisa langsung menjawabnya.


"Siapa sayang?" tanya Desta.


"Bunda." Jawab Khalisa.


"Ya udah, angkat aja!" minta Desta sambil menyetir mobil, ke arah rumah sakit.


"Assalamu'alaikum." Salam Bunda Maryam.


"Wa'alaikumsalam, iya Bun ada apa?" tanya Khalisa.


"Kamu di mana Nak? Bunda mau bicara sesuatu!" minta Bunda Maryam.


"Khalisa mau arah rumah sakit Bun, perut Khalisa agak kram, mau bicara apa Bunda?" tanya Khalisa.

__ADS_1


"Kebetulan, kamu mau ke rumah sakit, Bunda mau minta tolong kamu, tolongin Syifa Nak, Syifa Anaknya mau dioperasi transplantasi tulang sumsum belakang, dia butuh biaya besar Nak, kalau tidak segera ditolong, nyawanya bisa hilang!" sahut Bunda Maryam.


"Astaghfirullah, hiks-hiks, Bunda serius? kasihan sekali Syifa dan Dokter Ari, coba nanti Khalisa bicara sama Kak Desta Bun, emang biayanya berapa?" tanya Khalisa.


"Katanya sih, lima puluh juta bahkan bisa lebih, tapi kamu seadanya aja, kalau emang mau bantu, Bunda gak maksa kalian mau bantu atau tidak, cuma Bunda kasihan Nak!" sahut Bunda Maryam.


"Ya Allah, mahal banget Bun, Khalisa gak bisa ngasih keputusan, nanti Khalisa diskusikan dulu sama Kak Desta Bun!" sahut Khalisa meneteskan air mata.


"Iya Nak, gak apa-apa, sebaiknya kamu bilang dan izin suami yah, jika tidak diizinkan, gak apa-apa Nak." Sahut Bunda Maryam.


"Iya Bun, ya udah, Khalisa tutup teleponnya yah!" sahut Khalisa.


"Iya, Nak, silakan! Assalamu'alaikum." Sahut Bunda Maryam.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa.


"Sayang, gimana ini? kasihan Syifa dan Dokter Ari, Anaknya harus dioperasi transplantasi sumsum tulang belakang, biayanya mahal, itu sih, hak kamu kalau kamu mau bantu silakan, enggak juga gak apa-apa, aku ikut kata kamu sayang!" sahut Khalisa.


"Astaghfirullah, kenapa berat banget ya cobaan mereka, aku sih ada uang, aku sih, mau aja bantu sayang, tapi apa Dokter Ari mau kita bantu?" tanya Desta.


"Benaran kamu mau bantu? sampai sebanyak itu? aku juga gak tahu, Dokter Ari mau atau tidak, kalau dia sayang sama Anaknya, pasti mau sayang." Sahut Khalisa.


"Kita lihat nanti yah! jika emang dia mau kita bantu, bakal aku bantu kok!" sahut Desta.


"Iya sayang, aku mikir aja, selagi kita bisa bantu orang lain ya kita bantu. Hidup gak selamanya di atas, ada saatnya kita akan merasakan susah atau cobaan, suatu saat kita susah, kita akan ditolong orang itu lagi sayang, kan berkah juga nolong orang lain yang kesusahan, semoga kita menolong orang lain, kamu jadi lancar lahirannya, dan selalu sehat selalu sayang." Sahut Desta.


"Iya sayang, Aamiin, semoga berkah menolong orang lain, Allah gak tidur, Allah akan menggantinya dengan berkelipatan ganda dan di akhirat nanti ya sayang." Sahut Khalisa.


"Iya sayang, kamu ingat? waktu aku ditusuk sama Yuda? dan kita kecelakaan? kita beruntung sayang, masih selamat, dan jauh dari apa yang gak kita inginkan, itu semua karena keajaiban Allah, di situ aku sujud syukur sama Allah, masih diberikan kesempatan untuk hidup, kamu juga, benar-benar berkah sayang, mangkanya setiap orang minta bantuan bantu sayang, jika kita ada dan berkecukupan, insya Allah, rezeki gak akan pernah habis." Sahut Desta.


"Iya sayang, benar, kenapa kita sepemikiran yah, kamu sama aku sama." Sahut Khalisa.


"Masa sih?" tanya Desta meledek Khalisa.


"Ih..." sahut Khalisa cemberut.


"Bercanda sayang, ha-ha-ha." Sahut Desta.


"Awas yah!" sahut Khalisa.


"Mau ngapain emang?" tanya Desta.


"Rahasia!" sahut Khalisa.


"Gimana kabar Yuda sayang?" tanya Khalisa.

__ADS_1


"Dia udah bekerja lagi seperti semula sayang, jadi pilot." Sahut Desta.


"Pasti dia udah benar-benar berubah ya Yang." Sahut Khalisa.


"Iya, ada berkahnya juga atas kejadian waktu itu, Yuda udah jadi orang baik sekarang." sahut Desta.


"Syukur Alhamdulillah, aku ikut senang kalau gitu ya Yang." Sahut Khalisa.


"Iya sayang." Sahut Desta tersenyum.


☀☀☀☀


Akhirnya, Khalisa dan Desta sampai di rumah sakit. Desta menuntun Khalisa berjalan pelan-pelan. Saat Desta dan Khalisa datang, mereka bertemu Dokter Ari dan Syifa, Dokter Ari dan Syifa bersujud di kaki Desta, untuk meminta bantuan untuk Adhel.


"Assalamu'alaikum." Salam Desta dan Khalisa.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Syifa, Dokter Ari dan lainnya.


"Khalisa, hiks-hiks-hiks, Anak gue Lis, harus dioperasi, hiks-hiks-hiks." Sahut Syifa menangis sambil memeluk Khalisa.


"Iya, gue udah tahu, tadi Bunda cerita, sekarang Bunda gue mana?" tanya Khalisa.


"Sudah pulang Lis!" sahut Syifa.


"Dokter Ari? gimana? sudah siap? Adhel harus cepat dioperasi!" sahut Dokter Chandra.


"Iya Dok!" sahut Dokter Ari.


"Kamu duduk aja sayang, biar gak capek!" minta Desta.


"Mas Desta, tolong saya Mas! saya rela sujud di kaki Mas! saya minta tolong bantu Anak saya Mas! hiks-hiks-hiks." Sahut Dokter Ari bersujud di kaki Desta.


"Kak Desta, Syifa juga sama, bersujud di kaki Kak Desta, hiks-hiks-hiks, tolong Anak kami Kak, bantu kami, kami akan menggantinya Kak, tolong!" minta Syifa sambil bersujud di kaki Desta.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2