Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-191


__ADS_3

"Astaghfirullah, leher kamu berdarah sayang, kita ke rumah sakit yuk! Astaghfirullah..." sahut Desta.


"Perih sayang, hiks-hiks-hiks." Sahut Khalisa.


"Sekarang kita ke rumah sakit, tempat Dokter Ari!" minta Desta.


"Gak usah sayang, pakai alkohol aja! lagian udah malam juga!" sahut Khalisa.


"Kok gak usah sih?" tanya Desta.


"Aku mohon gak usah! di rumah aja!" minta Khalisa.


"Maaf Den! kita sudah berusaha buat nahan Jono! kejadiannya malah kaya gini!" sahut Bodyguard.


"Gak apa-apa, kalian tolong jaga-jaga aja yah!" minta Desta.


"Siap Den!" sahut Bodyguard, Bang Joni dan Pak Jamal.


"Biar Bibi bantu ambilin alkohol ya Neng!" sahut Bi Aning.


"Kan aku udah bilang sama kamu, kamu jangan keluar! kamu malah keluar!" sahut Desta.


"Aku gak mau kamu kenapa-kenapa sayang, sebenarnya ceritanya gimana sih?" tanya Khalisa.


"Aku gak apa-apa sayang, tadi aku ke rumah Bunda Maryam, katanya Mirna tekanan batin sama suami, dia nyolong makanan karena suaminya, sebenarnya dia sengaja mau cela kain kamu, agar semua pergi ke rumah sakit, dan ambil harta kita sayang, tapi Mba Mirna gak tega sama kamu, masih kasihan sama kamu, Mba Mirna hanya mengambil makanan dan sprei saja, saat gagal suaminya marah, Mba Mirna dipukulin begitu juga Anaknya, lebih parah lagi, Raja hilang dan kabur sayang, Ayah minta tolong aku untuk mencari Raja." Sahut Desta.


"Astaghfirullah, kok Mas Jono sampai segitunya sayang, Anak kecil dipukul, sayang bantu cari Raja, ya Allah, Raja di mana kamu Nak, hiks-hiks-hiks." Sahut Khalisa.


"Kamu gak usah khawatir yah, besok aku suruh orang untuk mencari Raja, polisi juga bantu mencari, aneh lho sayang, kenapa Jono bisa bebas oleh warga kampung di rumah Bunda, dia dikeroyok karena tidak bertanggung jawab nimpuk Ibu-ibu." Sahut Desta.


"Penjara seumur hidup aja sayang! Mba Mirna cerai aja dari si Jono itu! aku kesal, aaa..." Khalisa kesakitan lehernya terluka.


"Sakit banget ya sayang? ya Allah, sabar ya sayang, besok kita ke rumah sakit, aku takut leher kamu infeksi!" minta Desta.


"Kamu kan kerja sayang, udah, aku gak apa-apa, kan udah diobatin kamu, nanti juga sembuh, aku benar-benar gak nyangka aja sama Mas Jono itu! nekat banget pengen harta kamu!" sahut Khalisa.


"Itulah manusia sayang, tidak pernah puas apa yang sudah dia miliki, dan tidak pernah bersyukur!" sahut Desta.


"Iya sayang, Mas Jono itu udah terpengaruh sama setan, jadi otaknya udah seperti setan! aku hanya mikirin Raja, sedang apa dia sekarang? Raja, pasti kamu trauma sampai besar." Sahut Khalisa.


"Sabar ya sayang, besok aku tidak bekerja dulu! aku harus bawa kamu ke rumah sakit, dan fokus mencari Raja, sama menjadi saksi di kantor polisi, agar Jono langsung dijebloskan penjara aja, Mba Mirna juga sudah minta cerai, lagi proses." Sahut Desta.


"Nanti pekerjaan kamu berantakan sayang, kamu kerja aja sayang!" minta Khalisa.

__ADS_1


"Sayang, ada asisten aku yang handle, jadi kamu gak usah khawatir yah! sekarang, kita istirahat, biar luka kamu cepat kering, gak tega aku lihatnya sayang." Minta Desta.


"Iya sayang, perih banget." Sahut Khalisa.


"Perih yah, sini aku tiupin! ya Allah, ada-ada aja sih!" sahut Desta meniupi luka Khalisa sambil menetes air mata.


Ya Allah, kuatkan aku, hilangkan rasa perih dan sakit padaku, aku tidak mau suamiku sedih atau khawatir.


"Masih perih gak sayang?" tanya Desta.


"Enggak kok sayang, kamu kenapa berlinang gitu? aku gak apa-apa, nanti sembuh!" sahut Khalisa berbohong, padahal dia merasakan perih dilehernya.


"Neng, gimana lehernya? masih sakit yah? kebangetan banget sih, suami Mba Mirna itu!" sahut Bi Aning.


"Gak apa-apa Bi, Alhamdulillah, aku masih selamat!" sahut Khalisa.


"Iya Neng, Alhamdulillah, kalau ada apa-apa, panggil Bibi aja ya Neng, Bibi istirahat dulu!" sahut Bi Aning.


"Siap Bi! makasih yah!" sahut Khalisa dan Desta.


"Sama-sama Neng!" sahut Bi Aning.


"Sayang, kita istirahat aja yuk! kamu juga harus istirahat!" minta Desta.


☀☀☀☀


Di kediaman Bunda Maryam warga ramai berdatangan dan marah-marah. Jono kabur dari jangkauan Warga, Warga meminta Ayah Umar dan Bunda Maryam membayar ganti rugi dan rumah sakit tetangganya.


"Ayah Umar! keluar Ayah Umar!" teriak warga.


"Ada apa ini? Bapak-bapak dan Ibu-ibu." Tanya Ayah Umar.


"Jono kabur dari kejaran masa, sekarang saya gak tahu dia di mana? tolong anda sebagai kakak ipar Jono, harap membayar ganti rugi! kalau tidak, saya akan bawa Ayah Umar ke polisi!" sahut Warga.


"Astaghfirullah, Jono sudah tidak ada urusan sama saya! jadi saya minta bubar!" minta Ayah Umar.


"Gak bisa gitu Ayah Umar, istri saya bocor kepalanya karena ulah Adik ipar Anda! saya akan laporkan ini kepolisi! jika Ayah tidak mau bayar ganti rugi!" minta Warga.


"Betul, mata istri saya juga kena tanah, karena ulah Adik ipar Anda! untung saja tidak buta! saya minta pertanggung jawaban!" sahut Warga lagi.


"Betul, kita mau minta sama siapa lagi? kalau bukan sama Anda, yang Kakak iparnya!" sahut Warga.


"Betul! betul!betul!" teriak Warga.

__ADS_1


"Berapa saya harus ganti rugi?" tanya Ayah Umar.


"Dua juta Ayah Umar! sekalian sama ongkos ke rumah sakit pulang pergi!" sahut Warga.


"Astaghfirullah, besar sekali? masa sampai segitu?" tanya Bunda Maryam.


"Bayar Dokter aja, buat dijahit lima ratus ribu! belum ongkos pulang-balik, betul gak?" sahut Warga.


"Betul! betul! betul!" teriak Warga.


"Mirna! gimana ini? ini ulah suami kamu yang gila!" sahut Bunda Maryam kesal.


"Mirna hanya ada lima ratus ribu Mba!" sahut Mirna.


"Iya, iya, sebentar! saya ambil uangnya!" sahut Ayah Umar.


"Mas, saya ada lima ratus ribu! buat nambah-nambah!" sahut Mirna.


"Sudah, jangan! kamu pegang saja, buat urusan kamu nanti, bulak balik ke pengadilan, untuk perceraian kamu! kamu simpan yah!" sahut Ayah Umar.


"Tapi semua salah suami Mirna, masa Mas yang bayar, saya gak enak sama Mba Maryam." Sahut Mirna.


"Udah! udah! pegang!" sahut Ayah Umar.


"Untuk Warga ini saya sudah lunasi, atas kesalahan Adik ipar saya! mohon dimaafkan yah! mohon maaf sudah merepotkan semua!" sahut Ayah Umar.


"Oke! terima kasih Ayah Umar! jangan sampai dia injak kaki di kampung ini lagi, kita semua bakal gebukin lagi tuh, orang!" sahut Warga.


"Iya, iya, terserah mau diapakan dia! sekarang saya sudah ganti rugi, jadi gak ada urusan lagi sama dia!" sahut Ayah Umar.


Warga pun bubar, kembali ke rumah masing-masing. Bunda Maryam kesal melihat Mirna, Bunda Maryam ngoceh-ngoceh sampai Ayah Umar pingsan.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2