
"Adek Dewa, Om bukan penculik sayang, mau yah sama Om, kita naik kuda-kudaan," bujuk Yuda.
"Gak mau! hu-hu-hu," Dewa menangis dan membuang mainannya sambil cemberut.
"Sssttt___ kok jagoan Om nangis sih, mainannya kok di buang?" tanya Desta sambil memeluk Dewa.
"Gak mau sama Om itu!" minta Dewa sambil memeluk Desta.
"Iya, iya, enggak, Dewa gak sama Om itu!" Desta menghapus air mata Dewa.
"Wah, lo belum berhasil Bro buat tenangin anak kecil, harus belajar lagi yah, ha-ha-ha," sahut Desta.
"Ah, anak lain aja mau sama gue, emang aja ini anak, anak ajaib," sahut Yuda.
"Ya udah Kak, yang sabar yah," sahut Syifa.
"Ya Allah nih anak masih ngeliatin gue, sambil melototin gue lagi," sahut Yuda.
"Ha-ha-ha, besok muka lo vermak ya Bro, biar gak kelihatan jadi penculik, ha-ha-ha," sahut Desta meledek Yuda.
"Siaul lo!" sahut Yuda.
"Kak, udah dong jangan ngeledekin Kak Yuda terus, kan nanti mereka mau pendekatan sama Syifa malah gak jadi," sahut Khalisa.
"Bercanda sayang, tanya aja Yuda tuh aku sering bercanda," sahut Desta.
"Tenang aja Lis, gue mah udah biasa bercanda sama Desta, udah banyak makan garam," canda Yuda.
"Emang gue tukang garam apa," sahut Desta.
πππ
Hari pun semakin gelap, jam pun menunjukan pukul sepuluh malam, Desta, Khalisa dan kawan-kawan pun akhirnya putuskan untuk pulang, sebelum pulang, Desta dan Khalisa mengantar Dewa ke rumah Khalisa.
"Kayanya gue naik ojek online aja deh pulangnya, takut kemalaman," sahut Syifa.
"Jangan Dek, biar saya antar pulang aja Dek, tapi motor saya ada di rumah Desta, gak baik perempuan jalan sendiri," sahut Yuda.
"Tahu lo, jangan ah, gue juga ngelarang lo pulang sendiri!" sahut Khalisa.
"Pokoknya Bro, lo harus antarin sampai rumahnya, kalau terjadi apa-apa dengan sahabat istri gue, gue kejar lo!" sahut Desta.
"Tenang aja sama gue mah, aman dari ujung kaki sampai ujung kepala, ha-ha-ha," sahut Yuda.
"Apa aku gak ngerepotin Kak Yuda?" tanya Syifa.
"Gak sama sekali, malah aku senang Adek," sahut Yuda.
πππ
Desta melihat Khalisa mengusap kepala Dewa yang sedang tidur dipangkuan Khalisa, Desta tersenyum dan ingin sekali Khalisa cepat-cepat hamil, karena menjadi seorang Ibu Khalisa sudah sangat cocok.
"Kakak kenapa ngelihatin aku kaya gitu?" tanya Khalisa.
"Gak apa-apa sayang, aku hanya ingin kamu cepat-cepat hamil," sahut Desta.
__ADS_1
"Aamiin, iya Kak semoga doa kita terkabul yah!" sahut Khalisa.
"Gue doain biar lo cepat hamil ya Lis," sahut Syifa.
"Makasih Fa," sahut Khalisa sambil melihat Yuda sudah tertidur lelap di mobil.
"Kak, Kak Yuda ketiduran, kayanya capek," sahut Khalisa.
"Ya udah biarin aja, jangan dibangunin kasihan," sahut Desta.
πππ
Akhirnya, mereka sampai di rumah Khalisa, Yuda pun masih tertidur lelap, Desta melarang untuk membangunkan Yuda, biar sampai rumah Khalisa baru dibangunin perintah Desta seperti itu.
"Fa, lo diam di mobil dulu aja yah, kasihan Kak Yuda kalau di bangunin dan ditinggal," sahut Khalisa.
"Sini sayang, Dewa aku aja yang gendong, kasihan kamu," Desta langsung menggendong Dewa. Di rumah sudah pada tidur, hanya Bunda Maryam dan Mba Mirna saja, Mba Mirna tinggal di rumah Bunda Maryam hanya sementara karena rumah yang dia beli belum jadi, sambil menemani Bunda Maryam kalau kesepian.
"Maaf yah Desta, Mba jadi ngerepotin," sahut Mba Mirna sambil menggendong Dewa dan pamit membawa Dewa ke kamar.
"Gak apa-apa Mba," sahut Desta.
"Sudah malam, kalian sebaiknya menginap di sini! kamar Khalisa kosong, Bunda pakai buat tempat salat jadinya," ucap Bunda Maryam.
"Bun, maaf bukan gak mau nginap di sini, tapi teman Khalisa kasihan nunggu di mobil, kendaraannya di rumah," sahut Khalisa bergelendot dengan Bunda Maryam.
"Oh gitu, kenapa gak disuruh masuk? malah nunggu di mobil," sahut Bunda Maryam.
"Soalnya gak enak Bun, bangunin teman Desta, ada yang ketiduran di mobil," sahut Desta menambahkan.
Akhirnya, Desta dan Khalisa pamit pulang ke Bunda Maryam. Setelah sampai mobil, Desta masih melihat Yuda tertidur lelap.
"Maaf Syifa kelamaan yah?" tanya Khalisa.
"Gak apa-apa Lis," sahut Syifa.
πππ
Akhirnya Desta dan yang lainnya berangkat untuk pulang, sampai akhirnya Khalisa dan Syifa pun tertidur lelap.
Ya Allah, pada tidur semua, aku udah kaya supir mereka aja, ha-ha-ha.
Akhirnya, mereka sampai rumah. Desta membangunkan Khalisa, dan Khalisa meminta maaf udah ketiduran disepanjang jalan.
"Sayang, bangun sayang, udah sampai nih," sahut Desta membangunkan Khalisa.
"Mmm... udah sampai ya Kak? ya Allah, maafin aku Kak, aku ketiduran benaran," sahut Khalisa memegang tangan Desta.
"Gak apa-apa sayang, aku ngerti kok, bangunin teman kamu tuh," minta Desta sambil tersenyum dan membangunkan Yuda.
πππ
Akhirnya Syifa dan Yuda terbangun dengan segarnya, dan Desta meledek Yuda.
"Wah Bro, sory ya gue ketiduran, udah sampai mana nih?" tanya Yuda.
__ADS_1
"Udah di Eropa, segar lo yah, gue udah kaya supir," sahut Desta.
"Sory Bro, ngantuk banget gue, sory ya, ha-ha-ha," sahut Yuda meminta maaf.
πππ
Akhirnya Yuda dan Syifa pamit pulang, Yuda mengantar Syifa sampai rumahnya.
"Hati-hati lo yah!" perintah Yuda.
"Oke siap!" sahut Yuda.
"Lis, Kak makasih yah," sahut Syifa.
"Sama-sama Fa, pegangan dong! nanti lo jatuh," ucap Khalisa, Syifa memegang pinggang Yuda dengan malu-malu.
"Sukses yah semoga kalian bisa jadian," sahut Desta.
"Kak, besok Kakak mulai kerja yah?" tanya Khalisa.
"Iya sayang, gak apa-apa kan? aku pulang jam lima sore kok," sahut Desta sambil merangkul Khalisa.
"Iya Kak, semangat yah besok kerjanya, kalau Khalisa bete boleh main kan ke rumah Bunda?" sahut Khalisa.
"Boleh banget sayang, tapi aku gak mau kamu capek, kalau bisa kamu istirahat aja di rumah, tapi kalau emang bete ya gak apa-apa, pulang kerja aku jemput," sahut Desta tersenyum.
"Jangan deh Kak, aku di rumah aja dulu, kasihan Kakak, masa pulang kerja jemput aku," sahut Khalisa.
"Gak apa-apa sayang, kalau emang itu mau kamu, aku bukan ngelarang, tapi aku takut kamu capek sayang," sahut Desta.
"Iya Kak, makasih yah," sahut Khalisa.
"Permisi Aden, Non, mau makan malam gak? kalau mau Bibi siapkan," sapa Bi Aning.
"Kamu mau makan gak sayang?" tanya Desta.
"Besok aja deh Kak aku, Kakak aja yah aku temanin," Minta Khalisa.
"Gak usah deh sayang, besok aja yah," sahut Desta.
"Bi, besok pagi saja yah, soalnya saya sama Khalisa capek banget, takut besok kesiangan kerja, biar gak kebuang makanannya, buat Bibi aja sama pak Jamal yah," sahut Desta.
"Benaran Den, kalau gitu makasih ya Den, Non," sahut Bi Aning.
"Sama-sama Bi," sahut Desta dan Khalisa kompak bersamaan.
Bersambung...
Makasih ya teman-teman dan reader ku yang udah ikutin ceritaku sampai sini, semoga kalian suka dan gak bosan yahππ Terima kasih untuk dukungan kalian yahππ
Oh iya teman-teman dan reader ku, sambil menunggu up ceritaku, kalian juga boleh nih mampir ke cerita temanku yang gak kalah menariknya, pokoknya seru banget deh ceritanyaππ
Sinopsis : Ansel Mahardika adalah seorang aktor dan penyanyi terkenal namun dia dijebak oleh seseorang yg tidak diketahui, dia terlibat skandal dengan artis muda wanita yg tengah naik daun Angela Rose. Akhirnya Ansel dan Angela terpaksa menikah untuk meredam skandal tersebut.
__ADS_1