
"Kak, pijatan Kakak benar-benar enak banget tahu, makasih ya Kak!" sahut Khalisa.
"Badannya sini!" sahut Desta.
"Badannya?" tanya Khalisa.
"Iya punggung kamu, biar badan kamu enak." Jawab Desta.
"Kakak gak capek? nanti gantian mau?" sahut Khalisa.
"Gak usah! nanti capek lagi abis di urut percuma dong, kan aku mah strong, ha-ha-ha." Jawab Khalisa.
"Kak benaran?" tanya Khalisa kembali.
"Benaran sayang, abis di urut kamu tidur aja istirahat yah! malam kita perang lagi!" sahut Desta.
"Perang? perang apaan?" tanya Khalisa penasaran.
"Perang bikin dedek lah, ha-ha-ha." Sahut Desta meledek Khalisa.
"Ikh.. genit," sahut Khalisa.
"Tapi mau kan? ha-ha-ha." Desta meledek Khalisa. Khalisa menutupi wajahnya dengan bantal karena malu.
🍁🍁🍁
Setelah lama Desta mengurut Khalisa, Khalisa sudah tertidur lelap. Desta menyelimutinya dan mencium kening Khalisa dengan lembut dan kasih sayang. Gak lama ponsel Khalisa berdering, nomor yang tidak dikenal, Desta langsung mengangkatnya.
"Asslamu'alaikum." Sahut Syifa di telepon.
"Wa'alaikum salam, ini siapa?" tanya Desta.
"Syifa Kak, maaf ganggu! Syifa dapet nomor Khalisa dari Bunda Maryam." Jawab Syifa.
"Oh Syifa, gak ganggu kok, kirain siapa." Jawab Desta.
"Boleh bicara dengan Khalisa Kak?" tanya Syifa.
"Boleh, tapi lagi tidur, perlu banget yah? kalau perlu saya bangunin!" jawab Desta.
"Eh gak usah deh Kak, nanti aja Syifa chat, makasih ya Kak!" sahut Syifa.
"Sama-sama." Jawab Desta.
"Assalamu'alaikum Kak," salam Syifa di telepon.
"Wa'alaikum salam." Jawab Desta.
Sehabis telepon, Desta membawa handphone Khalisa, sambil ke supermarket, dan setelah tiba di rumah, Desta melihat-lihat galeri di ponsel Khalisa. Ternyata, masih banyak foto-foto Khalisa dengan Reza. Desta langsung sigap menghapusnya dengan bersih. Dan melihat instagram Khalisa, banyak foto-foto yang belum di hapus. Desta pun melihat dm chat Reza banyak sekali, Desta membacanya satu persatu sambil tersenyum.
__ADS_1
Handphone aku mana? tadi di sini, kok gak ada?
"Kak di sini? itukan handphoneku Kak, kok bisa sama Kakak?" tanya Khalisa.
"Iya tadi teman kamu Syifa telepon, aku gak tega bangunin kamu, ya udah aku angkat." Jawab Desta.
"Terus kenapa? kok senyum-senyum gitu?" tanya Khalisa.
"Sini duduk! foto-foto belum kamu hapus yah?" tanya Desta.
"Foto siapa Kak?" tanya Khalisa penasaran.
"Mantan kamu Reza, di instagram kamu juga banyak chat dari Reza." Jawab Desta tersenyum.
"Maafin aku Kak, aku belum sempat hapus, sini biar aku hapus!" sahut Khalisa.
"Fotonya sudah aku hapus, aku lagi lihat chatan dm kamu sama dia, dia ngatain aku seperti ini, Khalisa ngapain sih nikah sama Om-Om jelek gitu, jangan mau di bohongin sama Om itu, dia sudah punya istri, paling kamu bakal di jadikan istri ke empat atau ke lima, eh kamu bakal di tinggalin deh, kaya gak ada cowok lain aja, orang tua kamu aja gak ngotak banget, nikahin anaknya sama Om- Om gak jelas gitu." Sahut Desta sambil tersenyum menatap Khalisa.
"Kakak marah yah? hapus aja Kak, itu anak emang gila." Sahut Khalisa.
"Buat apa aku marah sayang, anak ini pemikirannya belum dewasa, kecuali dia macam-macam sama kamu, baru aku marah, aku izin sama kamu buat blokir orang ini yah!" sahut Desta.
"Iya Kak, blokir aja! kan aku sekarang istri Kakak, aku bakal nurut apa kata Kakak!" sahut Khalisa.
"Kakak kok rapi, pake jaket segala, abis keluar?" tanya Khalisa.
"Aku keluar sebentar, ke indomaret, beli cemilan ini, kamu mau?" sahut Desta.
"Gak mau Kak, aku pengen siomay ya Kak, di sini gak ada yang lewat apa?" tanya Khalisa.
"Oh,, kamu mau siomay? aku beliin keluar yah!" sahut Desta.
"Jangan Kak, aku takut sendirian, aku ikut!" minta Khalisa.
"Enggak, enggak! udah malam gini, anginnya gak bagus, baru aja di urut." Jawab Desta.
"Pesan go-food aja Kak, jangan tinggalin aku, yah!" Khalisa manja dengan Desta.
"Iya, iya, aku pesan go-food, udah mulai manja ya istri aku, Mmm..." Desta mencubit pipi Khalisa dengan gemas.
"Makasih ya Ka, maaf aku sudah merepotkan!" sahut Khalisa.
"Sssttt___ jangan ngomong gitu! bagi aku, gak ada yang merepotkan, kamu istri aku, wajar kalau aku bahagiakan kamu." Jawab Desta mencium punggung tangannya Khalisa.
🍁🍁🍁
Setelah dua puluh menit, siomay pesanan Khalisa sampai. Khalisa membukanya dan ingin cepat-cepat melahapnya.
__ADS_1
"Kakak gak pesan?" tanya Khalisa.
"Enggak sayang, buat kamu aja!" Desta tersenyum.
"Aku suapin yah!" minta Khalisa.
"Nanti kamu gak kenyang sayang, makan yang banyak biar sehat." Jawab Desta.
"Enggak, Kakak juga harus nyobain!" Paksa Khalisa menyodorkan sendok.
"Iya deh istriku, suapan dari istri tercinta lezat banget, ha-ha-ha." Jawab Desta mengunyah dan tersenyum sambil memandangi Khalisa.
"Kak, kok lihatin aku kaya gitu sih?" tanya Khalisa menunduk malu.
"Aku bahagia sayang, punya istri soleha, cantik, manis, gak jemu aku mandang istri aku ini, masya Allah indahnya anugerahmu yang kau berikan padaku." Jawab Desta tersenyum dan memandangi Khalisa.
"Sama Kak, aku juga bahagia punya suami soleh kaya Kakak, aku ini seperti mimpi Kak, saat patah hati, Kakak datang buat aku, menyembuhkan lukaku, aku sangat bersyukur Kak dengan Ta'aruf kita ini, semula aku takut seperti yang di flm-flm, bakal disiksa jika nikah dengan seperti ini, tapi Allah maha adil, aku dipertemukan dengan pria yang sangat baik dan mengerti aku." Khalisa meneteskan air mata.
"Sssttt___ kok jadi nangis sih? jangan ah! kamu itu sudah ditakdirkan Allah buat aku, begitu juga sebaliknya sayang." Desta menghapus air mata Khalisa yang hampir menetes.
"Aku cengeng ya Kak, maaf ya Ka!" sahut Khalisa.
"Janji sama aku mau?" tanya Desta.
"Janji apa?" tanya balik Khalisa.
"Janji jangan pernah menangis lagi, janji gak akan ada air mata lagi yang keluar dari mata kamu, aku hanya ingin kamu bahagia dan tersenyum, janji!" minta Desta.
"Janji Kak" Jawab Khalisa.
"Udah makan lagi! dingin nanti." Perintah Desta.
"Setelah selesai makan, Khalisa duduk di shofa bersama Desta. Khalisa bersandar sambil memeluk Desta.
"Kak, kalau Kakak kerja, aku sendiri di rumah yah?" tanya Khalisa.
"Enggak kok, kan ada Bi Aning, ada Pak Jamal, mereka suami-istri yang sangat baik kok." Jawab Desta.
"Iya sih, tapi kan gak selalu di temanin mereka Kak." Sahut Khalisa.
"Kalau aku seandainya Dinas ke luar kota lama, kamu boleh kok main ke rumah Bunda, atau Bunda kamu suruh main ke rumah kita." Jawab Desta.
"Boleh Kak? kalau Kakak hanya kerja gimana? apa aku boleh main juga?" tanya Khalisa.
"Ya boleh dong sayang, masa aku larang sih." Jawab Desta.
Bersambung....
__ADS_1