Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-157


__ADS_3

"Kan besok minggu, masa masih kerja aja sih, suami kamu?" tanya Bunda Maryam.


"Dia kan kerja bukan di kantor Mba, kerja lapangan, mana ada minggu libur!" sahut Mba Mirna.


"Oh, gitu, tapi di usahakan izin dulu, masa Bos gak ngerti!" minta Umi Sarah.


"Susah Umi!" sahut Mba Mirna.


"Ya udah, Mba, kalau emang gak bisa, gak apa-apa kok, nanti malah jadi berantem kalau dipaksa!" sahut Khalisa.


"Makasih Lis!" sahut Mba Mirna.


"Bang Boro, Bang Selamat, Pak Jamal, Pak Mamad ayo-ayo Makan! tambah lagi!" sahut Khalisa.


"Khalisa, Umi gak pernah masak sayur seenak ini, menantu Umi emang juara! kapan-kapan masak di rumah Umi yah!" sahut Umi Sarah.


"Siapa dulu Umi, gurunya Bunda! semua yang ajarin Khalisa itu Bunda!" sahut Khalisa.


"Oh, iya, Wah, besan saya ini memang keren!" sahut Umi Sarah.


"Ah, biasa aja Besan, masakan Besan pasti lebih enak dari masakan saya!" sahut Bunda Maryam.


"Kan Desta bilang Umi, Khalisa pintar masak, meskipun masakannya belum pernah kita makan, itu enak banget!" sahut Desta.


"Nanti Khalisa gantian ajarin Umi!" minta Umi Sarah.


"Siap!" sahut Khalisa tersenyum.


☀☀☀☀


Terdengar suara Dewa nangis sangat keras, Dewa minta keluar habis bangun tidur. Raja berusaha mendiamkan Dewa, tapi tidak bisa. Khalisa langsung menghampiri ruang tv.


"Lis, dengar gak? suara Dewa nangis!" sahut Mba Mirna.


"Iya Mba, aku susul yah!" sahut Khalisa.


"Iya Lis, tolong yah!" minta Mba Mirna.


"Nangisnya kencang juga yah!" sahut Umi Sarah.


"Hey, ada apa ini? Dewa kenapa nangis? hah?" tanya Khalisa.


"Dewa minta keluar Ante! tendang-tendang aku!" sahut Raja.


"Dewa, kamu gak boleh gitu Nak, ini Kakak kamu kesakitan tuh, Dewa gak boleh nakal sama Kakak, ayo, sekarang Dewa minta maaf sama Kak Raja, kalau gak minta maaf, Ante gak kasih es cream lagi!" sahut Khalisa.


"Kak, maaftin Ewa!" sahut Dewa cadel.


"Ayo, sekarang pelukan dong!" minta Khalisa.


"Nah, gitu dong! sekarang Raja sama Dewa emam dulu yah, sama Mamah Mirna." Sahut Khalisa.


Khalisa menggandeng kedua Anak Mba Mirna dan membawanya ke Mba Mirna. Mba Mirna langsung menyuapkan Raja dan Dewa makan.


"Ini, Anak-anak nya Mba!" sahut Khalisa.


"Kenapa Dewa nangis?" tanya Mba Mirna.


"Ewa tendangin kaki aku Mah!" sahut Raja.

__ADS_1


"Dewa, gak boleh kaya gitu lagi yah, ini Kakak kamu! gak boleh seperti itu! namanya bukan Anak Mamah kalau nakal kaya gitu!" sahut Mba Mirna.


"Udah Mba, jangan dimarahin lagi, tadi Dewa udah minta maaf sama Raja." Sahut Khalisa.


"Iya, namanya Anak-anak, wajar!" sahut Umi Sarah.


"Kalau dibiarin malah songong nanti!" sahut Mba Mirna.


"Iya Mba, tapi cara bilangin nya pelan-pelan, nanti malah trauma!" sahut Desta.


"Iya Des, geregetan Mba tuh!" sahut Mba Mirna.


"Udah, suapin Anak kamu tuh! emosi mulu!" sahut Bunda Maryam.


"Iya, Mba, kesal aku tuh!" sahut Mba Mirna.


"Om main yuk!" ajak Dewa.


"Iya, nanti kita main, Dewa makan dulu yah!" sahut Desta tersenyum.


"Aku makan Om!" sahut Raja.


"Anak pintar!" sahut Desta.


"Kalau gak mau makan, Umi sunatin!" sahut Umi Sarah.


Setelah selesai makan, Khalisa dan Desta izin salat zuhur, secara bergantian dengan Umi, Bunda, dan Mba Mirna. Setelah selesai salat Raja dan Dewa mengajak Desta dan menarik Desta untuk bermain. Sedangkan Khalisa membantu Bi Aning.


"Neng, udah, biarin! Bibi aja yang beresin!" minta Bi Aning.


"Udah, gak apa-apa Bi, biar aku gerak!" sahut Khalisa.


"Enggak, ini kan aku yang mau!" sahut Khalisa.


"Bibi malas Neng, kalau harus dengar ocehan Umi!" sahut Bi Aning.


"Bibi tenang aja, gak apa-apa kok! Bibi salat gih! biar gantian sama aku! pasti Bibi capek!" sahut Khalisa.


"Gak apa-apa Neng?" tanya Bi Aning.


"Ya gak apa-apa dong, sana! lagi pada salat jamaah di atas!" sahut Khalisa.


"Iya Neng, makasih yah! permisi dulu ya Neng!" sahut Bi Aning.


"Iya, Bi, sama-sama!" sahut Khalisa.


Desta, Raja dan Dewa datang sedang makan coklat. Desta melihat Khalisa menyapu dan mengepel lantai. Desta langsung ikut membantu Khalisa.


"Sayang, kok kamu sendirian? yang lain mana? Bi Aning mana? kamu jangan capek-capek!" minta Desta.


"Ante, aku dibeliin coklat sama Om!" sahut Raja.


"Aku juga!" sahut Dewa.


"Iya, ante bagi dong!" minta Khalisa.


"Ini.... sahut Dewa memberi coklat ke Khalisa.


"Makasih Dewa sayang, Raja juga makasih yah, sayang udah biarin aku yang ngepel yah, kamu ajak main Anak-anak aja!" minta Khalisa.

__ADS_1


"Enggak ah, tunggu yang lain aja! Raja sama Dewa sini sayang, naik ke atas bangku! Tante lagi nyapu!" Desta menaiki Raja dan Dewa ke bangku.


"Sayang, sini!" minta Desta.


"Apaan sih, udah aku aja!" sahut Khalisa.


"Sayang, tolong kasih aku!" minta Desta memegang gagang sapu.


"Jangan! aku aja sayang, biar aku gerak!" minta Khalisa.


"Sayang, kamu nurut deh, sama aku!" minta Desta.


"Sayang, ih... maksa banget sih!" sahut Khalisa.


"Kamu duduk, temanin Raja dan Dewa, aku yang nyapu dan ngepel!" Desta merebut sapu dan menduduki Khalisa di bangku dengan pelan-pelan.


"Astaghfirullah, maksa banget sih!" sahut Khalisa.


"Ssssttt, aku mau nyapu diam! nanti aku gak fokus!" sahut Desta.


"Om, kita ain tapal-tapalan!" ajak Dewa dengan suara cadel.


"Nanti yah, Om mau nyapu dulu! Dewa diam situ! Raja juga, mainnya nanti lagi!" sahut Desta.


"Dewa sama Raja, jangan turun yah, nanti jatuh!" sahut Khalisa.


Gak lama, Bunda, Umi, Mba Mirna dan Bi Aning turun. Bunda dan Umi menegur Desta kenapa jadi Desta dan Khalisa yang rapihin dan nyapu. Mereka turun sudah bersih dan rapi, tapi Desta ngepel tidak diperas lagi, jadi banjir. Khalisa langsung membantu Desta.


"Astaghfirullah, sayang, diperas dulu kalau ngepel, itu banjir, tuh, kan berantakan! sok tahu sih!" sahut Khalisa.


"Kelamaan sayang, kalau diperas! gimana dong!" sahut Desta.


"Ya udah, kamu minggir! becek semua kan! jadi dua kali kerjaan!" sahut Khalisa memeras kain pel.


"Kamu hati-hati, licin! maaf ya sayang!" sahut Desta.


"Mangkanya, jangan sok tahu!" sahut Khalisa.


"Galak banget sayang, ya ampun, istriku galak!" sahut Desta tersenyum.


"Kamu cuci tangan sana!" minta Khalisa.


"Iya, iya, cium juga nih! galak banget! ha-ha-ha." Sahut Desta.


"Khalisa, kok jadi kamu yang ngerjain? becek lagi!" sahut Umi Sarah.


"Ini kerjaan Kak Desta Mi, ngepel gak diperas lagi!" sahut Khalisa.


"Haduh, Desta, bikin kerjaan aja! udah! udah! kasih Bi Aning Neng!" minta Umi Sarah.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2