
"Umi, jangan emosi gini ya Umi, kita cari jalan terbaiknya aja, solusi terbaiknya yah! sini tasnya!" sahut Umi Sarah.
"Prank semua... ha-ha-ha." Sahut Umi Sarah.
"Astaghfirullah, Umi, ini lagi genting juga, sempat-sempatnya Prank kaya gini!" sahut Desta kesal.
"Umi, gak akan salahin Besan, atau Khalisa, mungkin Mirna seperti itu, sedang banyak pikiran, Umi memaklumi dia ambil makanan, gak masalah, yang bikin Umi kesal hanya mendorong Khalisa aja, maafin Umi, Bunda Maryam dan Ayah Umar udah prank dengan kata-kata kasar." Sahut Bunda Maryam.
"Alhamdulillah, saya sempat syok lho, mau pingsan rasanya, kalau keluarga terpecah begini." Sahut Bunda Maryam.
"Sama, saya juga syok." Sahut Ayah Umar.
"Haduh... Umi." Sahut Desta.
"Maafin Umi ya Nak! Khalisa sudah tidur Nak?" tanya Umi Sarah.
"Iya, lagi istirahat, dia kepikiran lho Umi." Sahut Desta.
"Nanti, Umi bilang!" sahut Umi Sarah.
"Kita duduk aja yuk! ngobrolnya, kita cari solusi terbaiknya." Sahut Abi Mahmud.
☀☀☀☀
Mereka mendiskusikan masalah Mirna. Umi dan Abi Mahmud mengerti kesalahan Mirna. Umi menyarankan agar Ayah Umar mencari tahu ada masalah apa yang terjadi pada Mirna.
"Saya mewakili Mirna, sebagai Kakaknya meminta maaf pada Umi dan Abi, kalau Adik saya sudah lancang di rumah ini." Sahut Ayah Umar.
"Iya Umi, saya juga malu, dan saya meminta maaf pada Umi dan Abi." Sahut Bunda Maryam.
"Sudah lah, Besan yang udah terjadi udah! makanan bisa dibeli lagi, cuma kalau sampai cucu kita keguguran lagi, saya gak akan terima." Sahut Umi Sarah.
"Saya akan mencari tahu masalah Mirna, saya akan bawa Mirna untuk minta maaf." Sahut Ayah Umar.
__ADS_1
"Aneh, lho, Desta gak nyangka yah, emang dia sampai kekurangan makanan apa yah!" sahut Desta.
"Ayah juga gak tahu Desta, kan kita sudah gak serumah lagi sama Mirna." Sahut Ayah Umar.
"Gak usah bawa Mba Mirna ke sini Yah, aku gak mau Khalisa kenapa-kenapa lagi, atau masalah sama suaminya?" tanya Desta.
"Besok Ayah cari tahu, Ayah juga malu sama kamu, Khalisa, Umi, Abi Mahmud." Sahut Ayah Umar.
"Bi Aning, nanti seprei yang diompolin Anaknya Mirna, kamu laundry yah!" minta Umi Sarah.
"Maaf Mi, seprei dibawa sama Mba Mirna tadi." Sahut Bi Aning.
"Apa? dibawa? Astaghfirullah, sampai seprei dibawa?" tanya Umi Sarah.
"Udah gak beres kali, haduh, Desta jadi Was-was, kasihan Anaknya, Yah, apa kita panggil Ustadz Arif aja?" tanya Desta.
"Betul juga tuh, takutnya yang masalah suaminya selingkuh itu, takut Mirna dibuat kaya gitu lagi!" sahut Umi Sarah.
"Iya, apa salahnya coba, kan Ustadz itu, bukan dukun." Sahut Desta.
"Tapi, jangan bawa-bawa keluarga kami, itu Besan sendiri yang urus!" sahut Umi Sarah.
"Betul, kita gak mau sampai ikut kebawa-bawa, kita cukup kasih nomornya!" sahut Abi Mahmud.
"Siap-siap, ini kan masalah kita, masa kita libatkan Besan, ya gak mungkin lah!" sahut Ayah Umar.
"Semoga sih, gak ada apa-apa dengan Mirna." Sahut Bunda Maryam.
"Desta doain, semoga ada jalan terbaik buat Mba Mirna, tapi Desta betul-betul masih marah sama Mba Mirna, karena udah berani sakitin Khalisa, untung aja bayi Desta tidak terjadi apa-apa, kalau sampai kenapa-kenapa, sampai mati, Desta gak kan maafin!" Sahut Desta.
"Iya, Desta, maafin Adik Ayah yah, sekali lagi!" sahut Ayah Umar.
"Oke saya maafin, tapi saya gak mau Mirna injak rumah ini lagi Yah, bukan Desta kejam, pertama dia berani marah-marah sama Khalisa, kedua, dia dorong Khalisa, ketiga, dia kuras semua makanan di sini, itu yang buat Desta ilfil." Sahut Desta.
__ADS_1
"Iya, Desta, Ayah juga malu, Ayah juga sama, benar-benar kecewa, dulu dia gak seperti itu, semenjak pindah rumah, dia seperti itu, sama Anak juga galak." Sahut Ayah Umar.
"Mirna memang galak dari dulu kalau sama Anak Ayah, coba besok Ayah ke rumah Mirna yah!" sahut Bunda Maryam.
"Iya Bun." Sahut Ayah Umar.
"Desta, kayanya Ayah, sama Bunda pulang sekarang aja deh!" sahut Bunda Maryam.
"Iya, sekalian mau selesaikan masalah Mirna." Sahut Ayah Umar.
"Bareng kita aja! kita antar Besan dulu pulang, gimana Bi?" tanya Umi Sarah.
"Iya, ayo!" ajak Abi Mahmud.
"Abi dan Umi pulang juga?" tanya Desta.
"Iya Desta, Umi ada urusan lain, mau arisan besok!" sahut Umi Sarah.
"Ya udah, kalau gitu kita siap-siap dulu deh! Desta bangunin Khalisa yah!" sahut Abi Mahmud.
"Siap Abi." Sahut Desta.
☀☀☀☀
Desta kembali ke kamar, Desta membangunkan Khalisa yang sedang tertidur lelap. Khalisa pun terbangun dengan mata remang-remang.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu