
"Oh, istrinya lagi hamil ya Mas, Mbak, saya doakan supaya Mbak lahiran lancar dan selamat ya Mbak, Ibu dan bayinya sehat, terima kasih banyak, semoga kebaikan Mas dan Mbak dibalas Allah SWT." Sahut pengemis itu sambil meneteskan air mata.
"Aamiin..." Sahut Khalisa dan Desta tersenyum.
"Buat Abang, lain kali jangan suka menghina orang lain, sedikitnya uang kita, separuhnya adalah hak orang yang tidak mampu, kalau gitu, tolong bungkusin bakso lima bungkus yah! kasih Ibu dan Anak ini dia bungkus!" sahut Desta.
"Siap Mas, maafin saya Mas!" sahut tukang bakso itu dengan senang hati Desta membeli baksonya.
"Terima kasih, sekali lagi Mas, Mbak! ayo Nak, ucapin terima kasih!" sahut pengemis itu.
"Terima kasih Om, Tante!" sahut Anaknya pengemis.
"Sama-sama." Sahut Desta dan Khalisa.
"Permisi! ini jagung bakarnya Mas, Mba!" sahut si tukang jagung bakar.
"Oke! terima kasih ya Bang!" sahut Desta.
"Maaf Mas, ini kelebihan?" tanya si tukang jagung bakar.
"Rezeki kamu Bang!" sahut Desta.
"Alhamdulillah, makasih Mas, Mba!" sahut si tukang jagung bakar.
Ya Allah, beri perlindungan pada Mba, dan Mas ini, hati mereka sangat mulia, mau membantu orang susah, semoga istrinya lahiran lancar dan bayinya sehat.
Si tukang bakso selesai melayani Desta dan Khalisa, dua bungkus diberi ke pengemis itu, tiga bungkus, Desta beri ke Bi Aning, Pak Jamal dan Bang Joni.
"Sayang, kenapa kita ikut beli baksonya? bukan hanya untuk Ibu-ibu tadi?" tanya Khalisa.
__ADS_1
"Sekalian kita kasih rezeki sama tukang bakso itu sayang, kalau kamu gak mau, nanti aku kasih yang ada di rumah yah!" sahut Desta.
"Aku lagi gak ingin bakso, kan ada jagung bakar." Sahut Khalisa.
"Iya, buat yang di rumah aja yah!" minta Desta.
"Iya sayang, aku kasihan sayang, sama Ibu dan Anak tadi, kita harus bersyukur ya sayang, apa yang kita miliki, mereka makan aja susah." Sahut Khalisa.
"Iya sayang, harusnya ini buat pelajaran Mba Mirna, yang gak pernah bersyukur sama hidupnya dia, yang aku dengar ngeluh terus, bilang Anak bandel lah, apa lah, harusnya Mba Mirna syukurin nikmat yang udah diberikan Allah, punya Anak ganteng-ganteng, tapi yang aku lihat dia gak pernah bersyukur." Sahut Desta.
"Benar sayang, coba kaya Ibu tadi, dimaki-maki orang, hanya sekedar buat makan, Anaknya juga masih kecil, hanya mengharap belas kasihan orang lain." Sahut Khalisa.
"Iya sayang, aku sebagai suami, gak akan membiarkan kamu menderita, apa lagi kalau sampai Anak tidak punya pendidikan, ya Allah, besarnya gimana? Aku akan berusaha kerja buat Anak kita dan kamu, aku gak mau sampai kaya gitu." Sahut Desta.
"Iya sayang, begini lah lingkaran hidup sayang, ada miskin, ada kaya, ada yang sombong ada yang baik hati, roda akan berputar, gak selamanya hidup kita enak dan di atas, pasti ada waktunya kita di bawah, mangkanya, selagi kita bisa ada dan berkecukupan, kita bantu orang-orang yang susah sayang, banyakin amal, nanti saat kita susah, kita udah sulit buat bantu orang lain, buat diri kita aja susah, apa lagi bantu, iya kan?" tanya Desta.
"Iya sayang, tapi meskipun susah, aku gak mau ngemis kaya tadi, lebih baik tangan di atas dari pada di bawah, selagi kita masih mampu bekerja, ya kita bekerja apa pun." Sahut Khalisa.
"Aamiin..." Sahut Desta dan Khalisa bersamaan.
"Ih... barengan, ha-ha-ha." Sahut Desta.
"Iya dong, dalam hal apa pun kita harus kompak! He-he-he." Sahut Khalisa.
"Iya sayang." Sahut Desta tersenyum sambil mendorong roda Khalisa.
☀☀☀☀
Akhirnya, Desta dan Khalisa sampai rumah. Pak Jamal membuka kunci gerbang rumah. Desta memberikan bakso pada Pak Jamal dan Bang Joni, buat Bi Aning.
__ADS_1
"Wah, habis jalan-jalan sore nih, Den Desta dan Neng Khalisa." Sapa Bang Joni.
"Iya, Bang, ini ada bakso, buat Kalian!" sahut Desta.
"Alhamdulillah, satunya lagi, buat siapa Den?" tanya Pak Jamal.
"Oh, iya, Bi Aning, nanti saya panggil yah, sekalian dia bawakan mangkok buat kalian!" sahut Desta.
"Makasih Den, Neng!" sahut Pak Jamal.
"Makasih ya Den, Neng!" sahut Bang Joni.
"Sama-sama." Sahut Khalisa dan Desta.
"Saya sama istri masuk dulu ya Pak, Bang!" sahut Desta.
"Silakan!" sahut Bang Joni dan Pak Jamal.
"Assalamu'alaikum." Salam Khalisa dan Desta.
"Wa'alaikumsalam, eh, Neng dan Aden, asyik nih, jalan-jalan sorenya, he-he-he." Sahut Bi Aning.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu