Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 134


__ADS_3

"Jangan sayang, masa mau dikelitikin di depan umum malu sayang, nanti aja di rumah." Sahut Desta.


"Ikh, kok genit sih!" sahut Khalisa.


Khalisa dan Desta kembali pulang. Khalisa berharap selamanya akan seperti ini, walau ada rintangan dan masalah mereka bisa menghadapinya berdua. Akhirnya, mereka sampai rumah.


"Pak Jamal, tolong gembok lagi gerbangnya yah!" minta Desta.


"Siap Den!" sahut Pak Jamal.


"Assalamu'alaikum," salam Khalisa dan Desta masuk rumah.


"Wa'alaikumsalam, eh Den Desta sama Neng Khalisa sudah pulang, mau Bibi bantu apa Den, Neng?" tanya Bi Aning.


"Gak usah Bi, Bibi istirahat aja, masih beres-beres aja, istirahat yah!" sahut Desta.


"Tadi Bibi lihat, kotor Den, jadi Bibi bersihin." Jawab Bi Aning.


"Bibi jangan terlalu capek, istirahat, nanti sakit aja!" sahut Khalisa.


"Iya Neng, he-he-he." Jawab Bi Aning sambil tertawa.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Syifa. Syifa masih merenung dan kepikiran Khalisa, karena dirinya merasa bersalah karena bertengkar gara-gara Syifa.


"Kenape melamun Neng?" tanya Emaknya Syifa.


"Gak apa-apa Mak, Syifa kepikiran tadi, pas cetak undangan sama Khalisa, Khalisa jadi bertengkar sama suaminya gara-gara Syifa." Sahut Syifa.


"Kok bisa gitu? emang Neng lakuin ape, sampe mereka berantem?" tanya Emaknya Syifa.


"Khalisa lupa ngabarin suaminya, jadi suaminya marah-marah Mak." Sahut Syifa.


"Kok lakinye gitu ya, lagian lo, dikate Emak aja yang anter, malah gak mau!" sahut Emaknya Syifa.


"Terus gimana Mak?" tanya Syifa.


"Coba Syifa telepon besok, jangan sekarang, nanti malah ganggu!" sahut emaknya Syifa.


"Iya Mak." Sahut Syifa.


"Udah, sekarang tidur! nanti Neng sakit lagi!" sahut Emaknya Syifa mengelus rambut Syifa.


☀☀☀☀


Di kediaman Dokter Ari. Dokter Ari melamun, dia memikirkan kalau dirinya empat hari lagi akan menikah.



Semoga Syifa adalah pilihan yang terbaik, semoga aku gak salah pilih istri, karena aku lihat bukan karena kecantikan atau materi, tapi dari hati, aku tulus meminang Syifa.


"Ari, belum tidur?" tanya Bundanya Ari.


"Belum Bun, Ari sebentar lagi akan punya istri Bun!" sahut Dokter Ari.


"Iya Nak, sebentar lagi kamu akan punya istri dan hidup dengan keluarga baru kamu, tapi kenapa kamu sedih?" tanya Bundanya Ari.


"Enggak sedih, cuma terharu aja Bun, doakan Ari Bun, semoga pilihan Ari gak salah." Sahut Ari.


"Iya Nak, pasti!" sahut Bundanya Ari.

__ADS_1


"Makasih Bun!" sahut Dokter Ari.


☀☀☀☀


Keesokan harinya, Desta salat subuh, kecuali Khalisa. Karena Khalisa masih masa nifas jadi tidak bisa ikut salat berjamaah. Khalisa mempersiapkan sarapan pagi untuk Desta.


"Neng, mau dibantu!" minta Bi Aning.


"Bi Aning Ulek aja yah! he-he-he." Sahut Khalisa.


"Siap!" sahut Bi Aning.


"Semoga masakan aku enak ya Bi!" sahut Khalisa.


"Enak pasti Neng, emang masak apa ini Neng?" tanya Bi Aning.


"Masak soto daging, nanti Bibi cobain yah, buat Pak Jamal dan Bang Joni juga!" sahut Khalisa.


"Siap Neng, mantap deh! baunya aja harum banget." Sahut Bi Aning.


Masakan Khalisa pun sudah selesai dan matang. Bi Aning membantu menyiapkan ke meja makan. Khalisa tersenyum dan langsung memanggil Desta.


"Sayang, lagi apa sih? dandan mulu!" sahut Khalisa merangkul Desta dari belakang yang sedang bercermin.


"Dandan dong, biar ganteng! ha-ha-ha." Sahut Desta.


"Jangan ganteng-ganteng, nanti banyak yang naksir!" sahut Khalisa.


"Biarin banyak yang naksir, yang penting, hati aku cuma milik kamu!" sahut Desta.


"Gombal lagi deh, kok dasinya miring, sini aku benarin!" sahut Khalisa.


"Oh, iya, aku kan habis masak sayang, bau banget yah?" tanya Khalisa.


"Enggak apa-apa kok sayang, sini! meskipun bau masakan, aku tetap cinta, kan kamu masak buat aku!" sahut Desta tersenyum dan memeluk Khalisa.


"Jangan meluk sayang, nanti baju kamu ikutan bau!" sahut Khalisa.


"Kan ada minyak wangi, kalau bau aku bisa semprot!" sahut Desta.


"Ya udah, sekarang makan yuk!" ajak Khalisa.


"Iya sayang!" sahut Desta.


☀☀☀☀


Khalisa dan Desta ke bawah dan ke meja makan. Desta sangat senang dengan masakan Khalisa, meskipun simple tapi rasanya enak banget. Desta mencicipinya dengan senyuman.



"Wow, enak banget sayang!" sahut Desta


"Iya dong! kan khusus buat suami tercinta." Sahut Khalisa.


"Makasih ya sayang!" sahut Desta.


"Sama-sama, Bi Aning, ayo ambil buat Pak Jamal dan Bang Joni yah! Bi Aning makan di sini aja bersama kita!" minta Khalisa.


"Siap Neng!" sahut Bi Aning.


"Umi harus tahu nih, masakan kamu!" sahut Desta.

__ADS_1


"Jangan sayang! aku takut gak enak!" bantah Khalisa.


"Kata siapa gak enak! enak banget kok!" sahut Desta.


"Kamu mau bawa sekalian gak? biar di kantor gak beli-beli lagi!" tawar Khalisa.


"Mau dong sayang!" sahut Desta.


"Sebentar aku siapin yah!" sahut Khalisa.


Gak lama, Syifa chat Khalisa. Syifa chat masalah kemarin. Kerena Khalisa sibuk di dapur menyiapkan bekal untuk Desta, Desta yang membalas chat Syifa.


"Assalamu'alaikum, Lis." Salam Syifa.


"Wa'alaikumsalam, ada apa Syifa?" tanya Desta dalam Chat.


"Lis, lo gimana sama Kak Desta? masih marahan yah! gue minta maaf banget sama lo, minta maaf juga sama Kak Desta, gara-gara gue, lo jadi bertengkar!" sahut Syifa.


"Syifa, gak usah pikirin itu yah! Khalisa dan Desta sudah maafkan! udah gak ada masalah kok, justru saya yang minta Maaf." Sahut Desta dalam chat.


Hah, chat annya beda? jangan-jangan Kak Desta lagi.


"Sayang, kenapa? siapa yang chat?" tanya Khalisa.


"Syifa, mau minta maaf! kamu baca aja, maaf yah, aku wakilin buat ngebalas!" sahut Desta.


"Hmmm... makasih ya sayang, ini bekalnya udah aku siapin, sotonya ada di pelastik! jangan sampai gak makan yah! awas!" ancam Khalisa.


Iya istriku, pasti aku makan!" sahut Desta.


"Kamu pulang kerja, jadi mau temuin pengacara?" tanya Khalisa.


"Jadi sayang! nanti aku kabarin kamu yah!" sahut Desta.


"Iya, kamu hati-hati yah!" sahut Khalisa.


☀☀☀☀


Di rumah sakit Meilia, Bunda Maryam dan Ayah Umar masih menunggu Mirna. Gak lama suaminya Mba Mirna datang, membawa Anak-anaknya. Mirna, Bunda Maryam, dan Ayah Umar kaget Jono datang.


"Mas Jono! Raja, Dewa, Mamah kangen Nak! hiks-hiks-hiks." Mba Mirna memeluk kedua Anaknya.


"Buat apa kamu ke sini! pergi!" sahut Ayah Umar.


"Mas, izinkan saya untuk bicara sama Mirna, Mba!" sahut suaminya Mba Mirna.


"Gak perlu, pergi! belum puas kamu sakitin Adik saya! belum puas!" usir Ayah Umar.


"Mas! Mas! jangan usir Mas Jono! biarkan dia bicara sama saya Mas, saya mohon!" sahut Mba Mirna.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Buta

__ADS_1


__ADS_2