
"Wah, udah mulai akrab nih, ha-ha-ha," sahut Desta meledek Yuda dan Syifa.
"Lo ngapain aja sih Bro di kamar, lama banget," sahut Yuda.
"Namanya juga pengantin baru, kita gak perlu tahu, tapi harus memahami Kak," sahut Syifa.
"Nah, masa lo kalah sama yang muda sih," sahut Desta.
"Udah, udah, ayok berangkat, keburu sore," ajak Khalisa.
"Bro naik mobil lo? ntar motor gue gimana?" tanya Yuda.
"Ya udah taro di sini aja dulu, kalau pulang lo ambil, gak bakal gue ngambil motor lo, gue banyak motor Bro," sahut Desta.
"Bukan gitu, gue kan cuma nanya aja," sahut Yuda.
🍁🍁🍁
Mereka pun akhirnya berangkat ke arah rumah Khalisa untuk menjemput Dewa.
"Lis, kok arah rumah lo sih?" tanya Syifa.
"Iya, ke rumah gue dulu ya buat jemput Dewa, soalnya keluarga gue mau arisan, ribet kalau aja Dewa, soalnya takut berantem sama Raja, gak apa-apa kan?" tanya Khalisa.
"Jadi lo bawa-bawa anak kecil gitu?" sahut Syifa.
"Ka Desta yang mau, iya kan Kak?" tanya Khalisa ke Desta.
"Iya, biar nanti sama aku, anteng kok anaknya," sahut Desta.
"Siapa dulu Desta, dia kan bekas perawat anak kaya baby sister gitu, ha-ha-ha," sahut Yuda meledek Desta.
"Benar Kak?" tanya Khalisa.
"Enggak, orang gila kamu dengarin, jangan sampai botol aqua melayang lo yah! sembarangan aja lo!" sahut Desta.
"Sabar," sahut Khalisa.
"Kamu gak usah kaget, aku sama dia emang kaya gini, kalau bercanda keterlaluan, tapi aslinya enggak kok, kita sama-sama saling menghargai, hanya sebatas bercanda." Jawab Desta tersenyum.
"Kalau gak bercanda gak enak Lis kaku, benar gak Dek Sifa?" sahut Yuda.
"Hah? oh iya, benar kok, he-he-he," sahut Syifa.
"Kamu lagi melamun apa sih? lihat kegantengan aku yah?" sahut Yuda.
"Apaan sih Kak, enggak," sahut Syifa.
"Kalau di gombalin jangan mau, tapi buktikan!" sahut Desta.
"Buktikan apa Bro?" sahut Yuda.
"Tanya hati lo sendiri lah, masa nanya gue, ha-ha-ha," sahut Desta.
🍁🍁🍁
__ADS_1
Akhirnya mereka sampai di rumah Khalisa, keluarga Khalisa mau ber siap-siap berangkat, Desta dan Khalisa mencium punggung tangan Ayah, Bunda, dan Mba Mirna dan suami Mba Mirna.
"Bun, Lisa kangen banget," sahut Khalisa memeluk Bunda Maryam.
"Sama sayang, Bunda juga kangen banget sama kamu, gimana bulan madu kalian?" tanya Bunda Maryam.
"Alhamdulillah menyenangkan Bun, Ka Desta baik banget sama Khalisa." Sahut Khalisa.
"Syukur Alhamdulillah, kalau gitu!" sahut Bunda Maryam.
"Mba, ayok berangkat, takut kesorean," ajak Mirna ke Bunda Maryam.
"Kangenannya besok lagi, kan mau buru-buru!" sahut Ayah Umar.
"Dewa ikut Tante Lisa sama Om Desta yah, jangan bandel kamu yah," sahut Mirna ke Dewa.
"Terus Kakak Raja Mah?" tanya Dewa.
"Kak Raja sama Mamah," sahut Mirna.
"Hiks-hiks-hiks, Dewa mau ikut Mamah sama Papah!" Dewa menangis minta ikut Mamahnya dan Papahnya.
"Kok jagoan Om nangis sih? Dewa ikut Om aja, nanti kita naik kuda-kudaan, kalau ikut Mamah Dewa gak bisa naik kuda-kudaan, Dewa mau kan naik permainan banyak?" sahut Desta membujuk Dewa.
"Mau deh Om, Dewa mau naik kuda-kudaan, ya Kakak Raja gak naik kuda-kudaan," sahut Dewa meledek Kakaknya Raja.
"Biarin, weeekk... Om besok Raja ajak ya Om!" sahut Raja.
"Iya sayang," sahut Desta.
🍁🍁🍁
"Bro, gue ajak Syifa dulu ya mau jalan-jalan sambil pedekatean," sahut Yuda.
"Iya gak apa-apa Bro, silakan!" sahut Desta menepuk pundak Yuda.
"Lis, gak apa-apa kan kalau gue tinggal?" sahut Syifa.
"Iya gak apa-apa Fa, lo senang gue senang juga kok," sahut Khalisa tersenyum.
🍁🍁🍁
Syifa dan Yuda akhirnya jalan-jalan berdua sambil menaiki Kincir angin berdua sambil pendekatan. Mereka naik Kincir angin sambil melambaikan ke bawah.
"Kamu mau naik itu?" tanya Desta.
"Enggak sayang, aku cuma bahagia lihat Syifa, he-he," sahut Khalisa.
"Iya sayang," sahut Desta.
"Om, Dewa mau gula itu!" minta Dewa.
"Kak, biar aku aja yang beliin yah, Kakak di sini aja temanin Dewa," minta Khalisa.
"Gak apa-apa?" tanya Desta.
__ADS_1
"Gak apa-apa kok, Dewa kan gak mau kalau gak sama Kakak, maunya nempel terus," sahut Khalisa.
"Hati-hati ya sayang," sahut Desta.
🍁🍁🍁
Khalisa pergi membeli gulali, sambil menunggu Khalisa datang Desta selfie-selfie dengan Dewa, sambil bermain mainan Dewa yang baru saja di beli. Desta sangat sayang pada anak kecil, sampai Dewa pun memeluk dan mencium Desta, seperti Bapak dan anak.
*Ya Allah, Kak Desta benar-benar sayang banget sama anak kecil, seperti anaknya sendiri aja, apa lagi kalau aku hamil, di*a sayang banget.
"Ini gulalinya," Khalisa datang membawa dua gulali.
"Kok dua? kamu mana?" tanya Desta.
"Aku berdua sama Dewa aja Kak, takut gak habis dia, biasanya anak ini mintanya doang, mangkanya aku gak beli banyak-banyak," sahut Khalisa.
"Oh ya udah, kalau kurang sama aku yah, jadi inget kecil dulu aku kalau makan ginian, Ha-ha-ha." Sahut Desta.
"Sama Kak, aku juga," sahut Khalisa.
"Syifa sama Yuda kemana yah? kok belum nongol," tanya Desta.
"Lagi pendekatan kali Kak, he-he." Sahut Khalisa.
"Mmm,, udah Tante," sahut Dewa memberi gulalinya.
"Tuh kan benar Kak, gak di habisin," sahut Khalisa.
"Namanya anak kecil, mintanya aja, udah kamu abisin," perintah Desta.
"Wah, abis dari mana aja nih?" tanya Khalisa ke Yuda dan Syifa.
"Lis lo harus cobain naik Kincir, itu enak banget kencang Lis," sahut Syifa.
"Masa sih?" tanya Khalisa.
"Benar, itu Kincir gak kaya Kincir angin lainnya, kencang banget, dada gue aja sampai bergetar, lo mau naik?" tanya Syifa.
"Gue mau naik sama siapa? kalau ajak Kak Desta, Dewa minta ikut, nanti nangis ia ketakutan naik gituan!" sahut Khalisa.
"Titip aja sama Kak Yuda, Kak Yuda mau kan?" tanya Syifa.
"Iya boleh, sama gue aja, Bro naik gih sama Khalisa, Dewa sama gue sama Syifa," sahut Desta.
"Dewa, Om sama Tante mau naik Kincir itu yah, Dewa sama Tante Syifa sama Om Yuda yah," sahut Desta.
"Gak mau! nanti aku diculik," sahut Dewa memegang tangan Desta kencang.
"Ha-ha-ha," Desta, Khalisa dan Syifa tertawa bersama.
"Kalian malah ketawa semua, emang tampang gue, tampang penculik apa, ganteng gini juga, coba gue bujuk yah," sahut Yuda.
Bersambung...
__ADS_1