
"Siap, tapi gue juga masih belajar lho Fa," sahut Khalisa.
"Yang lo bisa aja deh Lis, dari pada gue gak bisa sama sekali," sahut Syifa.
"Iya nanti gue ajarin, tapi gak sekarang yah, gue mau ke rumah Bunda dulu, kalau lo nginap aja yah Fa," sahut Khalisa.
"Kapan? lo berapa hari di rumah Nyokap lo?" tanya Syifa.
"Sampai suami gue balik kali, atau gini aja, lo masak di rumah Nyokap gue yah," saran Khalisa.
"Emang gak apa-apa sama Nyokap lo?" tanya Syifa.
"Ya gak apa-apa, masa gak boleh, nanti gue yang bilang," sahut Khalisa.
"Rame di rumah lo," sahut Syifa.
"Ya pasti rame dong, kan ada gue Fa, ntar lo nginap di rumah Nyokap gue aja," ajak Khalisa.
"Gak mau ah, gak enak gue," sahut Syifa.
"Gak enak kenapa sih? kasih kucing gak enak mah," sahut Khalisa.
"Rame Lisa, gue malu," sahut Syifa.
"Emang lo nyolong, ngapain malu sih, biasa aja, lo tuh harus terbiasa, nanti di Mesir gimana?" tanya Khalisa.
"Emang Kak Edwin punya Kakak, punya adik?" tanya Syifa.
"Punya lah, tapi udah pada nikah, ada satu adiknya cowok belum nikah," sahut Khalisa.
"Ada berapa saudara Lis?" tanya Syifa.
"Ada tujuh bersaudara, Kak Edwin anak pertama," sahut Khalisa.
"Banyak banget Lis," sahut Syifa.
"Gak apa-apa enak banyak saudara, gue aja gak punya Kakak ipar, adik ipar pun gak ada, Kak Desta anak satu-satunya," sahut Khalisa.
"Enak Lis, gak ribet," sahut Syifa.
"Kok ribet? justru ada saudara enak lho, kalau ada apa-apa, kita ada yang bantu," sahut Khalisa.
"Benar juga sih Lis," sahut Syifa.
"Lis, tadi gue ketemu Yuda, dia nekat ke kampus gue, dia narik gue maksa banget, untung ada Kak Edwin nolong gue," sahut Syifa.
"Serius? dia sampai ke kampus?" tanya Khalisa.
"Iya, tangan gue sakit ditarik sama dia," sahut Syifa.
"Dasar taubat sambal, mangkanya gue gak pernah percaya sama dia, pakai mamerin pakai baju koko ke Kak Desta, mulai sekarang, lo harus hati-hati, kalau lo mau pergi-pergi, sama Kak Edwin yah, gue ngeri lo malah diapa-apain sama dia!" saran Khalisa.
"Iya Lis, gue takut banget, takut dia nyamperin ke kampus," sahut Syifa.
"Sebelum Kak Edwin datang, lo jangan pernah keluar, ngerti kan?" sahut Khalisa.
"Iya ngerti Lis, makasih ya Allah gue punya sahabat perhatian banget," sahut Syifa.
__ADS_1
"Udah waktunya salat zuhur, kita salat dulu yuk!" ajak Khalisa.
"Gue lagi haid Lis, he-he," sahut Syifa sambil tersenyum.
"Oh, gitu, ya udah, lo tunggu sini yah, gue mau salat," sahut Khalisa.
"Salat di mana? yang tempat tadi?" tanya Syifa.
"Iya, kenapa emang? lo tunggu sini aja, sambil tiduran," saran Khalisa.
"Enggak ah! kenapa gak di sini aja sih?" tanya Syifa.
"Mukena dan sajadah ada di sana, kalau di sini gue bolak-balik ambil alat salat dong? capek gue," sahut Khalisa.
"Ya udah, gue ikut! bete di sini," minta Syifa.
"Astaghfirullah, ya udah ayo!" ajak Khalisa.
"He-he, salat aja jauh-jauh banget sama kamar sih, di kamar juga kan bisa," sahut Syifa.
"Bawel lo yah, gue sumpel sama cabe nih!" sahut Khalisa.
"Galak banget, Oh, iya, Bang Boro ngejar-ngejar gue mulu Lis, dia chat gue terus," sahut Syifa.
"Tunggu yah, gue salat dulu, nanti lanjut lagi ceritanya," sahut Khalisa.
"Oke! Gue di sini aja ah, gak ikut masuk, takut dosa," sahut Syifa.
🍁🍁🍁
Syifa menunggu di luar ruangan salat Syifa sambil chat Edwin. Edwin ingin melihat Khalisa, diam-diam Syifa memotret Khalisa yang sedang duduk dan melamun.
"Iya, lagu nunggu Khalisa selesai salat, lama banget, udah salat malah diam aja, melamun kaya gitu," sahut Syifa.
"Melamun kaya gimana? boleh gak aku lihat sekali aja wajah Khalisa, buat terakhir kalinya," minta Edwin dalam chat.
"Untuk apa? kamu masih suka sama dia? aku cemburu lho," sahut Syifa.
"Gak ada maksud apa-apa, please! abis itu aku hapus, nanti boleh kamu lihat di ponselku udah di hapus atau belum," sahut Edwin.
"Ya udah, janji!" minta Syifa.
"Iya janji!" sahut Edwin
"Makasih ya sayang, dia tambah cantik yah, gemukan, dan berseri," sahut Edwin.
"Tuh kan, muji-muji," Syifa cemburu.
"Ini aku hapus yah, cuma mau lihat aja kok, jangan cemburu ah," sahut Edwin.
"Tahu ah," sahut Syifa.
"Ini aku hapus sayang," sahut Edwin.
"Fa, kenapa? serius banget," tanya Khalisa.
__ADS_1
"Eh, lo udah selesai? Kak Edwin chat kok," sahut Syifa.
"Kenapa? dia mau ajakin jalan lo?" tanya Khalisa.
"Enggak kok Lis, cuma chat aja," sahut Syifa.
"Kalau mau jalan, jalan aja sih," sahut Khalisa.
"Enggak Lisa," sahut Syifa.
"Sory yah, kalau gue lama, tadi lo mau cerita apa tentang Bang Boro?" tanya Khalisa penasaran sambil berjalan ke arah kamar.
"Lo kasih nomor gue yah?" tanya Syifa.
"Iya, kan lo yang nyuruh gimana sih? kalau lo gak nyuruh gue mana mau ngasih," sahut Khalisa.
"Ia chat gue lagi Lis, kadang teleponin gue mulu," sahut Syifa.
"Ya udah, lo tinggal bilang aja sama dia, lo udah punya cowok, apa susahnya sih? emang ia gak boleh chat lo sebagai teman?" sahut Khalisa.
"Ya boleh, gue gak enak Lis, takut sakit hati," sahut Syifa.
"Gini ya Fa, mending ia sakit hati di awal, dibanding lo kasih harapan sama dia, PHP tuh lebih sakit Fa," sahut Khalisa.
"Gue bilang gimana?" tanya Syifa.
"Astaga, ya bilang maaf Bang Boro, saya sebenarnya udah punya pacar, jangan keseringan chat, nanti pacar saya marah, kita temanan atau sahabatan aja yah, gitu!" saran Khalisa.
"Sekarang nih?" tanya Syifa.
"Ntar aja pas kita mau pergi, gue tungguin lo kok yah," sahut Khalisa.
"Gue takut Lis," sahut Syifa.
"Tuh, kebiasaan, apa-apa takut terus, jangan gitu ah, lo tuh harus berani, jadi cewek tangguh, berani ambil keputusan meskipun berat, lawan Fa!" saran dan nasehat Khalisa.
"Iya, iya, ntar gue ngomong," sahut Syifa.
"Bagus! ntar lo antar gue ke apotik sama belanja ke supermarket yah, gue mau beli keperluan, sekalian makanan buat orang di rumah Bunda," sahut Khalisa.
"Mau, tapi gue jajanin yah, he-he," sahut Syifa tersenyum.
"Siap, nanti gue teraktir," sahut Khalisa.
"Makasih Nyonya Desta," sahut Syifa.
🍁🍁🍁
Tok-tok-tok
"Permisi Neng, makan siang udah siap, Bibi udah siapin Neng," sahut Bi Aning.
"Oh, gitu ya Bi, repot-repot, iya nanti aku turun, Bibi makan aja duluan yah," sahut Khalisa.
"Siap Neng, Bibi mah gampang, he-he, Bibi permisi ya Neng, kalau ada apa-apa panggil aja, mau nyapu taman depan," sahut Bi Aning.
"Siap Bi, makasih yah," sahut Khalisa.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰