
"Kapan acaranya mau dibuat?" tanya Umi Sarah.
"Minggu aja Mi." Sahut Desta.
"Iya Mi, minggu aja." Jawab Khalisa menambahkan.
"Oh, gitu, ya udah, nanti kalian persiapin aja semuanya yah!" sahut Umi Sarah.
"Iya Mi." Jawab Desta.
"Umi, Bang Boro masih kerja di sini?" tanya Khalisa.
"Masih Neng, sekarang rambutnya udah dipotong, udah bersihan." Sahut Umi Sarah.
"Oh, iya, Umi? syukur deh, kalau gitu, sama Bang Selamat juga?" tanya Khalisa.
"Iya, Selamat sama Boro, oh, iya, kan Umi habis beli handphone baru, Umi mau tes Kameranya, coba Khalisa fotoin Umi sama Desta dekat tangga." Sahut Umi Sarah.
"Siap Umi!" sahut Khalisa.
"Di sini Umi coba aja selfie, atau minta sama yang lain!" sahut Desta.
"Gak puas!" sahut Umi Sarah.
"Ayo sayang! gak apa-apa." Jawab dan ajak Khalisa.
"Mana Neng? bagus?" tanya Umi Sarah.
"Bagus Umi." Jawab Khalisa.
"Oh, iya, bagus." Jawab Desta sambil tersenyum.
"Ayo! kita bersama foto-foto!" ajak Umi Sarah.
☀☀☀☀
Setelah lama foto-foto, Khalisa dan Desta pamit pulang, pada Umi Sarah dan Abi Mahmud. Saat ingin pulang, Khalisa dan Desta melihat Bang Boro sudah rapi dan bersih, sama seperti Bang Selamat.
"Umi, kita pulang dulu yah!" sahut Desta.
"Kenapa gak nginap?" tanya Umi Sarah.
"Lain kali aja Umi, mau ngasih tahu Bunda Maryam dulu!" sahut Desta.
"Oh, gitu? oke, deh!" sahut Umi Sarah.
"Hati-hati Desta dan Khalisa!" sahut Abi Mahmud.
"Iya, Abi." Jawab Desta dan Khalisa.
"Assalamu'alaikum, Den Desta apa kabar?" sapa Bang Boro.
__ADS_1
"Wa'alaikumsalam, eh, Bang Boro, Alhamdulillah, baik, saya dan keluarga, Bang Boro sekarang gimana kabarnya? wuih, keren sekarang, potongan rambutnya, mantap!" sahut Desta sambil menepak pundak Bang Boro.
"Iya, keren Bang! Bang Selamat mana?" tanya Khalisa.
"Alhamdulillah, Den, Neng, tahu tuh, lagi tidur, kecapean!" sahut Bang Boro.
"Boro! suruh gantian dia kerja! jangan kamu terus, kalau Umi lihat, rajinan Boro dibandingkan Selamat!" sahut Umi Sarah.
"Umi, jangan gitu ah! ya udah, Bang, saya sama Khalisa pamit yah, jaga kesehatan, salam buat Bang Boro dan Bang Selamat!" sahut Desta memberikan uang dua ratus ribu berdua dengan Bang Selamat.
"Apa ini Den? gak usah Den! gak usah!" sahut Bang Boro.
"Udah, terima! terima Bang, buat beli rokok! berdua sama Bang Selamat yah!" sahut Desta.
"Alhamdulillah, makasih ya Den, makasih banyak! salam buat Bang Joni, saya kangen!" sahut Bang Boro.
"Sama-sama, iya, nanti saya sampaikan salamnya yah!" sahut Desta.
☀☀☀☀
Desta dan Khalisa akhirnya berangkat ke rumah Bunda Maryam. Khalisa dan Desta benar-benar kagum melihat Bang Boro berubah penampilan.
"Sayang, keren yah, Bang Boro!" sahut Khalisa tersenyum.
"Kamu naksir yah, sama Bang Boro? ha-ha-ha." Sahut Desta meledek Khalisa.
"Apaan sih, oh, rela gitu, aku sama Bang Boro?" tanya Khalisa.
"Bercanda sayang, gak rela lah, ha-ha-ha." Sahut Desta tertawa.
"Bercanda sayangku, senyum ah!" minta Desta.
"Biarin aja aku sama Bang Boro!" sahut Khalisa cemberut.
"Ya, ampun, bercanda sayang, mmmuacch..." sahut Desta mencium tangan Khalisa.
"Udah tahu kalau orang hamil sensitif, jangan bikin kesal deh!" sahut Khalisa.
"Ya ampun, begini yah, kalau hamil besar sensitif? ya udah, istriku, aku minta maaf ya sayang, jangan marah dong!" minta Desta.
"Ya udah, jangan bikin aku marah lagi!" sahut Khalisa.
"Iya, sayang, maaf yah!" sahut Desta.
☀☀☀☀
Di rumah sakit, Adhel sudah berhasil dioperasi. Alhamdulillah, operasi Adhel berjalan lancar, tapi Adhel masih koma, belum sadarkan diri. Kata Dokter Chandra, Adhel akan berhasil sembuh, karena berkat doa semua orang yang sayang padanya. Dokter Ari masih berbaring di rumah sakit, sehabis donor. Dokter Ari dan Syifa sangat senang, mendengar Adhel lancar operasi, hanya menunggu Adhel sadar.
"Alhamdulillah, Nak, kamu lancar operasinya, kamu ini, Anak yang kuat, Mamah bangga sekali sama kamu Nak, cepat sadar ya sayang, kita kembali pulang.
" Alhamdulillah, Emak senang dengarnya, cucu Nenek cepat sadar ya Neng!" sahut Emaknya Syifa.
"Alhamdulillah." Sahut Bunda dan Ayahnya Ari.
__ADS_1
"Emak, Bunda, Ayah, terima kasih yah, udah doain Adhel, berkat kalian Adhel lancar operasinya." Sahut Syifa.
"Sama-sama Nak." Sahut Bunda dan Ayahnya Ari.
"Sama-sama, Neng, sekarang mending Neng ke ruangan, jenguk Ari, kasihan dia sendirian, biar Adhel sama kita-kita, ya Besan!" sahut Emaknya Syifa.
"Iya Mak, Syifa nitip Adhel ya Mak, Bunda, Ayah!" minta Syifa.
☀☀☀☀
Syifa ke ruangan Dokter Ari. Dokter Ari sedang tertidur lelap. Saat Syifa masuk, Dokter Ari tersenyum.
"Mas, gimana keadaan Mas?" tanya Syifa.
"Aku baik-baik aja Dek, kamu gak usah khawatir, aku dengar dari Dokter Chandra, Adhel akan sembuh yah, Alhamdulillah, ya Allah, terima kasih atas doa-doa hamba, aku belum bisa ke ruangan Adhel Dek, masih sakit banget." Sahut Dokter Ari.
"Hiks-hiks-hiks, Alhamdulillah, Mas, banyak yang sayang sama Adhel, maaf ya Mas, kamu jadi seperti ini!" sahut Syifa menangis.
"Jangan Nangis Dek, Mas begini rela dan ikhlas, buat putri kita, bahkan nyawaku sekalian aku rela!" sahut Dokter Ari.
"Jangan ngomong seperti itu Mas, Mas tega ninggalin Adek?" tanya Syifa.
"Itu, kalau gak ada jalan lagi Dek sayang, oh, iya, Mba Khalisa sama Mas Desta mana? aku mau bilang makasih sama mereka, mereka adalah malaikat terbaik untuk Anak kita." Sahut Dokter Ari.
"Sudah pulang Mas, nanti kita telepon aja, atau kalau ada waktu, kita ke rumahnya ya Mas, iya mereka ada malaikat Anak kita Mas, gak ada orang sebaik mereka." Sahut Syifa.
"Aku akan cicil utang aku sama Mas Desta, meskipun aku gak bisa lunasin cepat, tapi aku akan tanggung jawab buat bayar." Sahut Dokter Ari.
"Iya Mas, tapi Mas jangan maksain kalau gak ada uang, Adek gak mau Mas sakit!" sahut Syifa.
"Iya Dek, tapi uang lima puluh juta itu, gak sedikit, tapi banyak, Mas malu sama Mas Desta, kalau sampai gak bisa bayar." Sahut Dokter Ari.
"Iya, sih, Mas, tapi Adek tahu sifat mereka, mereka pasti mengerti Mas." Sahut Syifa.
☀☀☀☀
Khalisa dan Desta sampai rumah Bunda Maryam. Yang ada hanya Bunda Maryam, Ayah Umar sedang ada arisan Rt.
"Assalamu'alaikum." Salam Khalisa dan Desta.
"Wa'alaikumsalam, eh, Anak Bunda datang, sama mantu, sini masuk!" ajak Bunda Maryam.
"Bun, sepi banget, Ayah kemana?" tanya Khalisa.
"Biasa, ikut arisan RT, sepi selalu, kan Mba Mirna udah gak di sini, sama suaminya." Sahut Bunda Maryam.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
__ADS_1
- Cinta Cowok dingin
- Cinta Gadis Bisu