
"Emang kenapa kalau yang muda Lis?" tanya Syifa.
"Gak mau, nanti bisa genit-genit sama dia!" sahut Khalisa.
"Ya ampun sayang, enggak lah!" sahut Desta.
"Kamu bilang enggak, tapi kalau naksir sama kamu gimana? nanti bawaan aku gondok terus!" sahut Khalisa.
"Emak aje deh, Emak mau jadi baby sister Neng, Emak kan berpengalaman ngurus bayi." Sahut Emaknya Syifa.
"Enggak Mak, Syifa gak setuju!" sahut Syifa.
"Ngapa emang? Emak kan jadi ade tambahan uang buat biaya rumah sakit Bapak, Emak aje Neng, gak apa-apa." Sahut Emaknya Syifa.
"Nanti, Bapak gak ada yang ngurus Emak! dih, Bapak mau dibawa-bawa ke rumah Khalisa, otomatis Emak kan harus nginap!" sahut Syifa.
"Gak harus nginap kok Fa, kalau emang Emak mau, gak apa-apa, jam lima pulang." Sahut Khalisa.
"Iya, dari pada kita cari orang lain, hanya buat bantu-bantu Khalisa aja pagi sampai jam lima, nanti kan saya sudah pulang jam lima bisa gantian sama saya, Emak rundingin aja dulu yah, boleh apa enggaknya sama Syifa atau Dokter Ari." Sahut Desta.
"Oh, pulang gak ape-ape ye, mau kalau gitu mah, nanti Emak bilang Bapak dulu izin." Sahut Emaknya Syifa.
"Fa, lo tenang aja sih, Emak lo gak akan dibuat kaya pembantu, izinin yah!" minta Khalisa.
"Ya udah, tapi keteteran gak Mak, kerjaan di rumah?" tanya Syifa.
"Enggak, kan ade Kakak lo si Syafi'i, ade Rifeh, ade Maye, Kakaknya Syifa banyak." Sahut emaknya Syifa.
"Syifa gak masalah, cuma Syifa takut Emak kecapean aja!" sahut Syifa.
"Gini aja Fa, lo rundingin dulu aja yah, kalau gak jadi juga gak apa-apa, gue bisa cari yang lain." Sahut Khalisa.
"Iya Lis." Sahut Syifa.
☀☀☀☀
Gak lama, Khalisa dan Desta pamit pulang. Khalisa dan Desta mampir ke toko supermarket, untuk membeli keperluan makanan. Saat di supermarket, Desta dan Khalisa bertemu Yuda.
"Sayang, kayanya segini aja deh, udah cukup!" sahut Khalisa.
"Serius? biar gak bulak balik sekalian aja dus aja, jadi gak bulak-balik." Sahut Desta.
__ADS_1
"Iya sayang." Sahut Khalisa.
"Desta, Khalisa, ngapain? belanja?" tanya Yuda.
"Wah, Yuda, iya nih! lo ngapain? sendiri?" tanya Desta.
"Beli minum, iya lah sendiri, sama siapa lagi coba." Sahut Yuda.
"Cari dong! lo kerja atau gimana?" tanya Desta.
"Libur, gue kan libur itu, hari Weekday Des, lo sendiri gak kerja?" tanya Yuda.
"Enggak, lagi sedikit ada masalah, main yuk!" ajak Desta.
"Gak apa-apa emang, kalau gue main? gue kan bekas napi, lo gak takut apa?" tanya Yuda.
"Tapi lo udah berubah kan? ngapain gue takut, gue percaya kok, kalau lo itu, udah insyaf." Sahut Desta.
"Ha-ha-ha, Khalisa diam aja, masih takut sama gue yah, maafin gue yah, selama ini udah buat lo susah!" sahut Yuda.
"Enggak, suhuzon aja!" sahut Khalisa.
"Sayang, kamu gak usah takut sama dia, dia sudah sadar kok, kalau macam-macam, tinggal gebukin aja, kan kita punya Bodyguard." Sahut Desta.
"Ya elah, udah, slow aja, wajar dia marah sama gue, gue maklumin kok." Sahut Yuda.
Setelah membayar ke kasir, Yuda membantu membawa barang-barang Desta sampai mobil dan dua orang orang karyawan supermarket.
"Lo belanja dusan gini, banyak banget lagi." Sahut Yuda.
"Biar gak bulak-balik ke supermarket, istri gue suka ngemil." Sahut Desta.
"Oh, gitu, semoga kandungan Lisa baik, lahir lancar yah!" sahut Yuda.
"Aamiin..." sahut Desta dan Khalisa.
"Bang, ini buat tips, makasih yah, udah bawain." Sahut Desta.
"Banyak banget Pak?" tanya karyawan supermarket.
"Udah, ambil, buat berdua!" sahut Desta.
__ADS_1
"Makasih ya Pak." Sahut dua karyawan supermarket.
"Yuda, ayo naik! ke rumah!" minta Desta.
"Kayanya, gue gak bisa deh, lain kali aja deh, pasti gue main." Sahut Yuda.
"Lah, kok gitu?" tanya Khalisa.
"Soalnya, gue harus banyak istirahat, besok udah masuk kerja lagi, libur gue cuma sehari doang, takut kecapean." Sahut Yuda.
"Ya elah, emang main ke rumah gue pakai tenaga apa, tinggal istirahat di rumah, kalau emang begitu, ya udah, tapi lain kali main yah!" minta Desta.
"Siap-siap! lo berdua hati-hati yah!" minta Yuda.
☀☀☀☀
Akhirnya, Khalisa dan Desta kembali pulang. Gak lama, Bi Aning telepon Khalisa, ada yang mau pasang Bak mandi dan kran di rumah. Bi Aning tidak enak kalau asal nyuruh masuk.
"Assalamu'alaikum." Salam Bi Aning.
"Wa'alaikumsalam, ada apa Bi?" tanya Khalisa.
"Ada yang mau pasang Bak Mandi sama kran, ini gimana Neng?" tanya Bi Aning.
"Ya udah, suruh langsung kerja aja Bi, kita juga mau sampai kok!" sahut Khalisa.
"Siap Neng." Sahut Bi Aning.
"Bi Aning, tolong Bi Aning selalu perhatikan gerak-geriknya yah, jangan sampai dia lancang di rumah saya!" minta Desta.
"Siap Den, ya udah, Assalamu'alaikum." Sahut Bi Aning.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Desta.
"Kok kamu curigaan gitu sayang?" tanya Khalisa.
"Iya lah, kita kan harus selalu waspada, apa lagi dia orang yang gak kita kenal, meskipun ada CCTV di rumah kita." Sahut Desta.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
__ADS_1
Sambil nunggu up boleh mampir ke cerita islami karya sahabat author aku, penasaran cekidot ya🥰🥰🥰🥰