Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 42


__ADS_3

Gak lama ponsel Desta berbunyi, ternyata dari Pak Riko rekan kerja bisnis bersama Desta, dia menghubungi Desta tidak jadi hari sabtu berangkat tapi besok jumat, karena mendadak penting project yang harus di kerjakan di Jogya.


"Kenapa Kak?" tanya Khalisa sedih dan memelas.


"Sayang, aku minta maaf banget sama kamu, aku gak jadi berangkat sabtu, tapi besok jumat sayang," Desta menatap wajah Khalisa.


"Kok mendadak sih Kak? hik-hiks-hiks," Khalisa berusaha menahan tangis, tapi ia tidak bisa.


"hust, kok nangis sayang? kata pak Riko tadi aku pulang gak jadi dua minggu, hanya seminggu, tapi besok aku berangkatnya, lihat aku sayang, lihat, aku gak akan macam-macam di sana sayang, aku bakal selalu rindu sama kamu, kan kita bisa video call, kalau sampai sana, aku secepatnya bakal kabarin kamu, yah, sayang yah, please, jangan kaya gini nanti aku di sana gak tenang," sahut Desta menghapus air mata Khalisa sambil menatapnya.


"Janji sama aku, kalau Kakak gak sibuk, kabarin aku yah," minta Khalisa, Khalisa langsung memeluk Desta dengan erat.


"Iya sayangku, hmmm, kalau kamu manja gini, aku jadi berat banget buat berangkat, sabar ya sayang, semua aku lakuin buat masa depan kita, apa lagi kalau kita sampai punya dede, kelengkapan dan kebahagiaan aku bertambah," sahut Desta menggenggam erat tangan Khalisa.


"Maafin aku ya Kak, sampai saat ini belum bisa ngasih kebahagiaan lengkap sama Kakak," sahut Khalisa.


"Kamu gak usah minta maaf sayang, mungkin belum waktunya kita dikasih sama Allah, aku yakin banget kalau Allah sayang sama kita, mungkin nunggu waktu yang tepat sayang, aku yakin kamu pasti hamil," sahut Desta mencium dan memegang perut Khalisa.


"Aamiin Kak, kenapa dicium Kak? kan belum ada dedenya juga," sahut Khalisa.


"Gak apa-apa sayang, siapa tahu nanti aku cium ada, ha-ha-ha, bukti sayang aku ke kamu, mau belum ada atau ada ya tetap aku cium," sahut Desta tersenyum dan menatap Khalisa.


Ya, Allah kasihan Kak Desta sudah berharap aku hamil, semoga engkau melihat kalau kita udah sama-sama siap memiliki seorang anak, aku ingin melihat suamiku bahagia.


"Tuh, kan kenapa lagi sayang? kok sedih mulu?" tanya Desta.


"Aku berdoa sama Allah, semoga semua keinginan kita tercapai buat milikin dede Kak, mangkanya aku sampai sedih gini," sahut Khalisa.


"Sayang, aku sabar kok nunggu, gak apa-apa, kamu jangan terlalu dipikirin yah, aku gak mau kamu sakit," sahut Desta.


"Iya Kak, Khalisa kuat dan sabar," sahut Khalisa.


"Harus dong, istri Desta pasti kuat dan sabar, gak boleh lemah, gak boleh sakit, gak boleh sedih dan gak boleh terluka," sahut Desta.


"Kakak juga yah, Kakak juga harus kuat, sabar, tangguh, gak boleh sakit, gak boleh terluka, satu lagi, hmmm," sahut Khalisa.


"Satu laginya apa?" tanya Desta.


"Gak boleh, hmmm, gak jadi," sahut Khalisa meledek Desta.


"Ngomong gak, gak boleh apa? kalau gak ngomong aku cium nih sampai ngomong," ledek Desta mencium Khalisa.


"Iya, iya aku ngomong nih," sahut Khalisa dengan raut wajah memerah karena ulah Desta.


"Apa?" tanya Desta.

__ADS_1


"Gak boleh telat makan," sahut Khalisa.


"Iya sayang, kan ada istri aku yang selalu mengingatkan," sahut Desta yang masih memeluk Khalisa.


"Kak, aku siap-siapin baju Kakak yah, yang buat besok," sahut Khalisa.


"Kita salat Asar dulu aja sayang, baru deh nyiapin buat aku, besok kamu antar aku aku ke Bandara yah, habis itu kamu pulang ke rumah Bunda, atau Umi," sahut Desta.


"Paling aku pulang dari Bandara, ke sini dulu aja Kak," sahut Khalisa.


"Ya udah, tapi kamu harus hati-hati yah, bodyguard nya juga baru datang besok, jadi salah satu bodyguard yang ngantar kita ke Bandara, jadi kamu pulang aman sama bodyguard yah, mau kemana pun kamu pergi, ia siap ngantar kamu dan jaga kamu," sahut Desta.


"Bodyguard itu pasti seram ya kak?" tanya Khalisa.


"Iya seram, tapi ia galak hanya pada sasaran, bukan sama kamu, tenang aja, aku udah kenal semua bodyguard, jadi mereka udah kaya sahabat aku sendiri, bukan bodyguard sembarangan yah," sahut Desta.


"Iya Kak, itu hanya sementara kan Kak? kalau Kakak pulang, gak usah sewa lagi?" tanya Khalisa.


"Iya sayang, cuma seminggu doang kok, sampai aku pulang," sahut Desta tersenyum.


"Aku selalu nunggu Kakak sampai pulang," sahut Khalisa.


"Iya sayang, Alhamdulillah, jaga kesehatan kamu yah, selama aku pergi, jangan banyak melamun dan sedih, aku gak mau aku jauh, kamu malah sakit," sahut Desta.


"Iya enggak Kak, kalau aku bete di rumah, boleh kan aku main sama Syifa kak?" tanya Khalisa.


"Enggak Kak, aku gak sama Edwin, Kakak percaya kan sama aku?" sahut Khalisa tersenyum.


"Percaya sayang," sahut Desta.


🍁🍁🍁


Syifa dan Edwin sangat akrab dan mulai pendekatan, tapi hati Edwin masih ada Khalisa, jadi Edwin belum bisa menerima cewek lain.


"Edwin kenapa? kok sedih?" tanya Syifa.


"Makasih ya kamu temanin saya ngobrol dan jalan-jalan, tapi kamu jangan baper sama saya yah, saya belum bisa menerima cewek lain, hati saya masih ada Khalisa, saya tuh pengen ketemu untuk terakhir aja," sahut Edwin.


Kasihan banget sih Edwin, masih berharap sama Khalisa, kenapa sih Win? buka hati lo dong buat gue, Khalisa itu udah bahagia sama suaminya.


"Saya mau tanya sama kamu boleh? kamu kan lama di Jakarta, apa kamu tidak kenal dengan Khalisa?" tanya Edwin.


"Enggak, saya gak kenal Edwin," sahut Syifa.


Maafin gue ya Win, Khalisa yang gak mau ketemu sama lo, maafin gue udah bohong sama lo, padahal Khalisa sahabat gue.

__ADS_1


"Sory ya, aku kira kenal, aku hanya ingin ucapin rasa bahagia aja, gak lain-lain, tapi Bundanya melarang," sahut Edwin.


"Mungkin takut rumah tangga Khalisa hancur, namanya orang kan beda-beda," sahut Syifa.


"Kamu sendiri belum punya pacar?" tanya Edwin.


"Belum, pacaran aja gak pernah," sahut Syifa.


"Oh, iya? sama seperti Khalisa, tapi Khalisa bilang sudah punya pacar, tapi tidak pernah bertemu, apa itu ia menikah dengan cowok itu?" tanya Edwin.


Ini orang belum paham bahasa Indonesia kali ya, ngomongnya kaya belum lancar begitu? lucu, tapi gue gak mungkin bisa dapetin ia, mana mau ia sama gue.


"Saya perhatiin, kamu hanya melamun sejak tadi? Why?" tanya Edwin.


"Gak apa-apa, maaf yah, saya agak ngantuk jadi begini, saya tidak tahu, cowoknya Khalisa yang menikah, karena saya tidak kenal ia," sahut Syifa.


"Ke cafe yuk! saya teraktir kamu yah, biar hilang ngantuk kamu," ajak Edwin.


"Boleh, boleh," sahut Syifa.


🍁🍁🍁


Khalisa dan Desta telah salat Asar berjamaah, setelah selesai salat berjamaah dengan Desta, Khalisa mengambil koper dan menyiapkan semua keperluan Desta. Desta tersenyum memperhatikan Khalisa.


Bersambung...


Hay teman-teman dan readersku tercinta gimana ceritanya seru kan? Terima kasih buat kalian semua yang udah setia menunggu dan ikutin terus cerita Ta'aruf Cinta, semoga gak bosan dan bisa menghibur yah, ikutin terus ceritanya yah🥰🥰🥰


Oh iya teman-teman dan readersku mampir ke cerita sahabat- sahabat Author hebatku yuk,, ceritanya menarik, romantis dan keren-keren lho,, kalau penasaran mampir dan baca langsung ya, selamat membaca 🥰🥰🥰



Sinopsis : Ansel Mahardika adalah seorang aktor dan penyanyi terkenal namun dia dijebak oleh seseorang yg tidak diketahui, dia terlibat skandal dengan artis muda wanita yg tengah naik daun Angela Rose. Akhirnya Ansel dan Angela terpaksa menikah untuk meredam skandal tersebut.



HanDita..


Dia seorang gadis lugu yang sangat mencintai kedua orangtuanya dan juga kekasihnya.


Namun, kenyataan tidak sesuai dengan apa yang diharapkannya.


Dia dihadapkan pada pilihan yang sulit.


Karena kebodohannya dalam bertindak tanpa berpikir, dia kehilangan segalanya untuk kesekian kalinya.

__ADS_1


Bagaimana cara dia menghadapi rasa sakit dari kehilangan sesuatu yang berharga baginya untuk kesekian kalinya?


Akankah HanDita mendapatkan kebahagiaan yang diinginkannya?


__ADS_2