
Setelah minum obat, Khalisa kembali ke kamar. Khalisa melihat Desta sedang tertidur lelap. Khalisa menghampiri dan menatap wajah Desta sambil tersenyum.
Aku bersyukur punya suami yang sangat sayang sama aku, Ya Allah sembuhkan suamiku dari segala penyakitnya.
Dering telepon Desta berbunyi, bukan panggilan telepon, tapi chat seorang cewek, namanya Ines, Ines yang dulu bertemu di Bali, waktu itu Khalisa sempat menangis dengan ucapannya, dan Khalisa heran, kenapa bisa tahu nomor Kak Desta.
🍁🍁🍁
In Chat Ines.
Desta, kata Umi lo sakit? gue tahu dari Umi lo! apa gue sama Ririn boleh jenguk? alamat rumah lo di mana? Umi lo gak ngasih tahu soalnya, balas, Ines.
Kok Umi tega ngasih nomor ke Kak Desta yah, maksudnya apa coba? ah...
Khalisa melihat Desta masih tertidur lelap, ingin membangunkan tapi gak tega. Khalisa akhirnya duduk di samping Desta sambil melihat chat-chat Desta karena penasaran.
Maafin aku ya Kak, buka chat-chat Kakak, aku itu penasaran, Ines chat aja Kakak gak kasih tahu aku, apa lagi yang lainnya.
🍁🍁🍁
In Chat Pak Darma
Pak Desta, sering-sering main ke Jogja, entah kenapa Anak saya kagum melihat Pak Desta. Padahal sudah saya jelaskan, kalau Pak Desta punya istri.
Ini apa lagi coba? kenapa gak pernah mau jujur sih Kak, ya Allah.
Khalisa hanya bisa menangis tanpa membangunkan Desta, Khalisa menyangka Desta ada apa-apa dengan Anak Pak Darma. Khalisa hanya menunduk dan menangis.
"Sayang, kamu udah lama di sini, hey, kenapa nangis?" tanya Desta langsung bangun dari tidurnya.
"Ahh... hiks-hiks-hiks, maaf tadi aku lihat semua chat Kamu," sahut Khalisa menepis tangan Desta.
"Astaghfirullah, chat aku ada apa? oh, yang masalah Pak Darma, maaf, aku belum cerita sama kamu sayang," sahut Desta.
"Maksudnya apa? Dia kagum? Anaknya Pak Darma siapa? emang kamu udah ketemu sama dia? ada hubungan apa, dan kasih apa kamu sama dia?" tanya Khalisa.
__ADS_1
"Dia Anak Pak Darma, aku belum pernah ketemu dia, cuma Pak Darma banyak cerita sama Anaknya itu, kalau kinerja Aku di Jogya bagus, awalnya Pak Darma mau jodohin aku sama Anaknya, tapi kan aku bilang sama dia udah punya istri, aku gak ada apa-apa sayang, demi Allah, aku sayang sama kamu, waktu itu pengen ngomong kan aku lagi sakit, percaya yah!" sahut Desta memeluk Khalisa.
"Buat apa dia wa kamu kaya gitu? gak hargai istri kamu apa, terus kamu jawab makasih," sahut Khalisa.
"Kan dia rekan aku sayang, masa aku baca doang, maafin aku sayang, jangan nangis!" sahut Desta tetap memeluk Khalisa, tapi Khalisa memberontak.
"Itu gak pantas nanyain Kakak buat ke Jogja lagi, apa itu gak berharap? dia berharap Kakak ke Jogya, supaya ketemu anaknya, lepasin ah! lepasin! hiks-hiks-hiks," sahut Khalisa.
"Aku cuma hargai aja sayang, benaran, aku gak ada apa-apa, oke kamu mau blokir nomor Pak Darma silakan! tapi tolong jangan marah, jangan lepasin pelukan aku!" Desta berusaha menahan Khalisa.
"Satu lagi, Kakak gak jujur sama aku, namanya Ines Wa Kakak, dia dapat nomor Kakak dari Umi, Umi yang ngasih, kenapa sih semua tega nyakitin aku, kenapa? hiks-hiks-hiks, gak ada yang hargai perasaan aku," sahut Khalisa menangis.
"Aku belum baca itu sayang, aku baru tahu dari kamu, ini kamu lihat aku blokir yah, Pak Darma dan Ines, lagian Umi ngapain lagi ngasih-ngasih nomor aku," sahut Desta.
"Terserah, aku udah kecewa sama Kak Desta, katanya kita harus terbuka, tapi sama aku Kakak gak terbuka," sahut Khalisa memberontak untuk bangun, sampai Desta pura-pura kesakitan dan jatuh.
"Aduh.... aduh sakit... akhh..." sahut Desta pura-pura.
"Kak, gak apa-apa kan Kak? ya Allah, Kakak sih jahat sama aku, gak mau jujur, hiks-hiks-hiks," sahut Khalisa.
"Duuuarrr____ aku gak apa-apa sayang, maafin aku! maafin aku sayang! please jangan tinggalin aku! aku gak akan berurusan lagi sama orang itu, aku cinta sama kamu, gak akan aku duain kamu, atau selingkuh sayang," sahut Desta memeluk Khalisa kembali.
"Enggak! aku bilang enggak-enggak! kamu boleh hukum aku, tapi please jangan tinggalin aku, maafin aku baru sekarang aku cerita, aku ngaku salah, tapi soal Ines aku benar-benar gak tahu sayang," Desta langsung berlinang air mata dan menetes air mata di tangan Khalisa. Khalisa langsung menangis dan memeluk Desta.
"Kakak jangan bohong lagi sama aku, kalau ada apa-apa terbuka, aku cemburu, aku takut kehilangan Kakak, hiks-hiks, maafin aku udah bikin Kakak sedih, aku benar-benar kecewa tadi Kak," sahut Khalisa.
"Gimana aku mau selingkuh, hati aku aja cuma milik kamu, mau secantik apa pun mereka, hati aku hanya ada kamu, bahkan aku bisa gila kalau kamu pergi dari aku, aku benar-benar tulus sayang, kamu marah kaya tadi aja buat aku sedih, jangan nangis lagi yah, maafin aku gak jujur, karena aku emang udah lupain chatan itu, gak penting buat aku, kalau aku salah, kamu boleh hukum aku sayang, aku janji gak akan kaya gini lagi sayang," sahut Desta menghapus air mata Khalisa.
"Enggak, aku gak akan hukum Kakak, tadi aku panik, cuma panik aku begini keterlaluan, semua itu karena aku takut kehilangan Kakak, maafin aku Kak, susah buat gak marah dan cemburu itu, jangan ulangin lagi, kalau ada chat aneh-aneh tolong kasih tahu aku Kak," sahut Khalisa.
"Kan aku udah pernah bilang sama kamu berulang kali, mau wanita cantik, atau bidadari sekali pun, aku tetap perjuangin kamu, jangan gitu lagi yah, kamu itu kalau cemburu pakai emosi, jadi bikin aku sedih," sahut Desta.
"Maafin aku Kak," sahut Khalisa.
"Senyum dong, jangan nangis lagi yah, mmmuacchh... I love you," sahut Desta tersenyum dan mencium kening Khalisa sambil menghapus air matanya.
"Love you too.." sahut Khalisa.
__ADS_1
"Sekarang, nomor yang gak penting udah aku blokir, jadi, kamu gak usah pikirin lagi ya sayang," sahut Desta.
"Tapi kalau Pak Darma marah gimana?" tanya Khalisa.
"Biar jadi urusan aku," sahut Desta mencium tangan Khalisa.
"Terus aku mau nanya, kok Umi tega ngasih nomor Kakak ke temannya mantan, itu kapan ngasihnya yah? jangan biarin mantan Kakak ke sini, aku gak mau, aku takut Kak," sahut Khalisa.
"Gak akan sayang, kamu tenang aja yah, nanti biar aku telepon Umi," sahut Desta.
"Katanya Umi udah sadar, kok malah kaya gitu Kak," sahut Khalisa penasaran.
"Biar gak penasaran aku telepon yah," sahut Desta.
🍁🍁🍁
Desta mencoba menghubungi Umi Sarah, takut Umi Sarah memberi alamat pada Ines. Umi Sarah langsung mengangkat telepon Desta.
"Assalamu'alaikum, Umi," salam Desta.
"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah, kamu telepon Umi, ada apa Nak?" tanya Umi.
"Maaf Umi, Desta mau tanya, apa benar Umi kasih nomor ke Ines? kok Umi tega banget sih? bikin Khalisa nangis dan cemburu, Umi kasih nomor Desta tanpa sepengetahuan Desta lagi," sahut Desta kesal.
"Itu udah lama Nak, sebelum Umi taubat, pas Umi masih kesal sama Khalisa, maafin Umi ya Nak, Umi gak akan kasih alamat kamu kok Nak," sahut Umi Sarah.
"Tujuan Umi apa? kasih-kasih nomor Desta? ini bisa menghancurkan hubungan Khalisa dan Desta, Umi mau Desta kembali lagi sama Ririn gitu?" tanya Desta.
"Maafin Umi Desta, maafin," sahut Umi Sarah.
"Gimana Desta mau percaya sama Umi, ini parah, Umi mau Desta hancur gitu, hah?" tanya Desta.
"Waktu itu Umi khilaf Desta, Umi kesal sama Khalisa," sahut Umi Sarah.
"Udahlah, Umi perbaiki aja dulu diri Umi, kalau sampai Umi kasih alamat Desta, itu tandanya Umi gak sayang sama Desta, Assalamu'alaikum." sahut Desta.
"Wa'alaikumsalam." Jawab salam Umi.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰