Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 69


__ADS_3

"Dulu gue juga gitu Fa deg-degan, tapi bawa rileks aja," sahut Khalisa.


"Semoga gue bisa seperti lo yah Lis," sahut Syifa.


"Aamiin, kita salat magrib berjamaah dulu yah, abis itu kita karokean nanti," sahut Khalisa.


"Serius?" tanya Syifa.


"Serius," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Setelah selesai salat magrib, Desta mencoba menghubungi Khalisa, tapi ponselnya belum diangkat, Desta berpikir positif, mungkin sedang salat magrib atau baca Al-quran.



Gak diangkat, apa masih salat magrib yah, mungkin sedang baca Al-quran. Desta merenung gimana besok untuk bertemu Pak Jaya, kalau sampai aku menolak permintaan Pak Darma, project hilang, semoga Pak Jaya bisa mengerti dan gak memutuskan project.


"Fa, bentar yah, suami gue telepon," sahut Khalisa.


"Ya udah, telepon balik aja Lis," saran Syifa.


"Gak diangkat," sahut Khalisa.


"Terus aja telepon!" sahut Syifa.


"Assalamu'alaikum, Kak," sahut Khalisa.


"Wa'alaikumsalam, maaf sayang, aku baru selesai mandi," sahut Desta.


"Kirain aku kemana Kak," sahut Khalisa.


"Aku gak kemana-mana sayang, kamu lagi apa? sama siapa?" tanya Desta.


"Aku lagi sama Syifa Kak, dia temanin aku seharian dan nginap di sini, gak sabar nunggu Kakak pulang jumat," sahut Khalisa.


"Sayang, boleh aku bicara sama kamu?" tanya Desta.


"Mau bicara apa Kak?" tanya Khalisa.


"Sayang, sebenarnya aku disuruh nambah dua hari lagi di sini, jadi pulang minggu, di suruh Pak Darma, karena pekerjaan di sini masih banyak," sahut Desta.


"Kok begitu Kak? kan perjanjian Kakak pulang jumat, gimana sih? aku minggu mau USG Kak, terus Kakak mau gitu pulang minggu? ngebiarin aku USG tanpa Kakak?" sahut Khalisa kesal.

__ADS_1


"Kamu jangan gitu sayang, jumat aku pulang kok, besok aku mau bilang sama Pak Jaya, jika Pak Jaya gak setuju, project aku takut di batalin," sahut Desta.


"Jadi Kakak mentingan project dari pada istri sendiri? ya udah pulang minggu aja! gak usah ngantar aku USG!" sahut Khalisa langsung mematikan teleponnya.


Dih, kok malah dimatiin sih? belum aku jelasin aja udah marah.


Desta mencoba menghubungi kembali Khalisa tapi tidak diangkat, sampai akhirnya Desta video call Khalisa.


"Lis, angkat tuh, gak boleh kaya gitu, ayo angkat!" sahut Syifa.


"Dia gak ngerti apa, gue lagi butuh dia Fa, gue egois yah?" tanya Khalisa.


"Enggak egois, tapi lo harus ngerti suami lo lah, dia kan kerja buat lo juga, kalau sampai hilang project nya gimana? angkat aja dulu Lis!" sahut Syifa menasehati.



"Kenapa kok tadi dimatiin sayang?" tanya Desta.


"Habis aku kesal sama Kakak, kakak bilang takut project hilang, maafin aku Kak," sahut Khalisa.


"Kan belum aku jelasin sayang, aku tuh belum bertemu Pak Jaya, besok aku ngomong sama dia, aku lebih rela kehilangan project, dibanding kamu sayang," sahut Desta tersenyum.


"Tapi aku sadar Kak, gak apa-apa kalau emang itu lebih penting, aku USG bisa sama yang lain," sahut Khalisa.


"Aku serius Kak, dari pada project Kakak hilang," sahut Khalisa.


"Kamu gak rindu aku?" tanya Desta.


"Ya rindu Kak, mau gimana lagi, dari pada project Kakak hilang, rindunya nanti aja!" sahut Khalisa agak kesal.


"Kok begitu? jadi benar nih gak rindu sama aku? ya udah aku pulang minggu aja." Sahut Desta.


"Ya udah! sana pulang Minggu, gak usah mikirin aku sama anak kita, gak usah USG sekalian!" sahut Khalisa.


"Ha-ha-ha, kamu lucu banget sih kalau marah, aku bercanda sayang, jangan marah ah, mmmuachh, aku pulang jumat sayangku, udah emosi aja, senyum dulu ah!" sahut Desta meledek Khalisa dan tertawa.


"Kak, jangan cium-cium, malu ada Syifa, ia senyum-senyum gitu tuh!" sahut Khalisa tersenyum.


"Biarin aja, biar dia iri, ha-ha-ha," sahut Desta.


"Kak Desta kok jahat sama Syifa? sebal ah, udah nemenin istrinya juga," sahut Syifa.


"Kak, tahu gak? Syifa itu pengen nikah sama Edwin, minggu ia mau ke Mesir lho Kak," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Wah, serius? selamat yah, semoga dilancarin sampai hari-H, makasih juga udah nemenin istri aku ya Syifa, jagain istri aku jangan sampai ada apa-apa," sahut Desta.


"Aamiin Kak, siap, Syifa selalu jagain Khalisa kok, dia baik-baik aja, malah kalau ada Syifa dia ceria Kak." Sahut Syifa.


"Alhamdulillah, benar sayang? jangan sedih-sedih lagi yah, jangan banyak pikiran, susu dan obat jangan lupa diminum yah!" sahut Desta.


"Benar kok Kak, Syifa sahabat terbaik aku, aku udah minum kok Kak." Sahut Khalisa.


"Alhamdulillah." Desta tersenyum.


"Kak, gimana Umi? apa Kakak udah telepon Umi?" tanya Khalisa.


"Untuk apa? biarin aja ah, aku masih kesal sama Umi." Sahut Desta.


"Jangan gitu Kak, biar gimana pun sikap dia, dia tetap Ibu Kakak, orang tua aku juga, kalau bisa Kakak hubungi dia yah, aku gak mau gara-gara aku, hubungan Kakak jadi gak baik sama Umi." Sahut Khalisa.


"Masya Allah, baiknya istri aku, hati kamu benar-benar baik, gak menyimpan dendam sama sekali, makasih ya sayang, maafin atas kelakuan Umi aku sama kamu." Sahut Desta.


"Iya Kak, sebagaimana ia bawel, ngeselin, dia adalah orang tua kita yang harus kita hargai, karena ia yang udah melahirkan, mendidik, dan mengurus sampai Kakak seperti ini, jadi sedikit pun aku gak pernah menyimpan rasa benci dan dendam, karena orang tua Kakak, orang tua aku, orang tua aku, orang tua Kakak juga." Sahut Khalisa.


"Iya sayang, bersyukur aku punya istri baik hati seperti kamu, membuat aku tambah jatuh cinta sama kamu, makin sayang sama kamu." Sahut Desta.


"Kalau ada yang lebih baik hati dan cantik dari aku suka sama Kakak gimana?" tanya Khalisa.


"Kok ngomong gitu? ya aku tetap pilih istri aku lah, masa iya aku tinggalin istri aku kalau ada yang cantik, sebagaimana orang itu cantik, hati aku tetap milik Khalisa, gak ada yang bisa menukarnya dengan kecantikan atau apa, sampai akhir hayat aku tetap Khalisa, karena kamu udah menjadi tulang rusuk aku." Sahut Desta.


"Alhamdulillah, aku juga gitu Kak, meskipun ada yang lebih tampan dari Kakak, suka sama aku, hati aku tetap milik Kak Desta, sampai aku menutup mata Kak, ya ampun Kak, Syifa tidur nih, udah ngorok." Sahut Khalisa mendengar Syifa mengorok.


"Cepat banget tidurnya? sampai kedengeran gitu ngoroknya, biarin sayang kasihan, jangan dibangunin." Sahut Desta.


"Iya Kak, ia kecapean habis belajar renang tadi." Sahut Khalisa.


"Renang? siapa yang ajarin? kamu gak boleh renang dulu, aku gak mau kamu sampai kenapa-kenapa dan bayi kita." Sahut Desta.


"Enggak Kak, Syifa belajar sendiri kok." Sahut Khalisa.


"Jangan yang aneh-aneh ya sayang, apa lagi sampai kamu nekat ngajarin Syifa, saking kasihan, kamu kan terlalu baik." Sahut Desta.


"Enggak Kak, aku juga mikir kok, Kakak tenang aja yah." Sahut Khalisa tersenyum.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2