Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 61


__ADS_3

"Huwek-huwek-huwek, maaf Umi Khalisa gak kuat mual," sahut Khalisa dengan keringat yang bercucuran dan air mata yang menetes.


"Aduh Neng, Neng, capek-capek Umi masak, harusnya itu bisa ditahan, tadi mah gak usah dimasak, buang-buang uang aja kan, sekarang kamu pulang aja gih! minum obat mualnya sana! pusing Umi," sahut Umi kesal dan marah.


"Umi, jangan begitu dong sama Khalisa, dia bukan gak mau makan, tapi gak kuat sama rasa mualnya, wajar kan kalau orang hamil kaya gitu, Umi juga gitu kan?" tanya Abi Mahmud.


"Umi dulu gak kaya gitu kok, dia mah emang dasarnya manja, Umi mah waktu hamil, sering makan sayuran, gak pernah mual sampai buang makanan," sahut Umi Sarah.


"Kan setiap orang hamil, beda-beda Umi, kasihan tuh Khalisa nangis, udah pucat wajahnya, sini Nak!" sahut Abi Mahmud.


"Udah sana pulang, minum vitamin, sama obat mual, minum susu, Umi gak mau yah, kalau terjadi apa-apa sama cucu Umi, lagian gak dibawa, kemana-mana tuh obat atau susu dibawa," sahut Umi Sarah.


"Maafin Khalisa Umi, Khalisa benar-benar mual," sahut Khalisa sambil menghapus air matanya.


"Ya udah, sana pulang, kasihan itu bayi kamu," sahut Umi langsung pergi meninggalkan Khalisa dan Abi Mahmud


"Umi," panggil Khalisa.


"Udah, udah, biarin aja yah, wataknya emang kaya gitu, gak usah diambil hati yah, maafin Umi yah," sahut Abi Mahmud.


"Khalisa sebaiknya pamit pulang Abi, takut Umi tambah marah, tapi Khalisa mau pamit sama Umi," sahut Khalisa.


"Iya, Abi antar keluar yah, tapi kamu apa gak istirahat dulu aja? kan habis muntah, nanti pusing di jalan lho," saran Abi Mahmud.


"Enggak Abi, Khalisa gak apa-apa," sahut Khalisa lemas sambil menahan tangis.


"Benaran? Umi, Umi! ini Khalisa mau pamit pulang," panggil Abi Mahmud.


"Ya udah, pulang aja! Umi sibuk, jaga tuh cucu Umi, jangan sampai kenapa-kenapa," sahut Umi Sarah tidak mau menemui Khalisa karena masih kesal.


"Abi, kok Umi gak mau nemui Khalisa yah, Umi marah yah Abi?" tanya Khalisa.


"Enggak, udah biarin Neng, emang kaya gitu dia kalau kesal, nanti baik sendiri," sahut Abi Mahmud.


"Khalisa samperin aja ya Abi," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Khalisa menghampiri Umi Sarah, dan pamit pulang, Khalisa tidak mau berlaku tidak sopan, saat Khalisa pamit, Umi malah menyuruh cepat Khalisa pulang. Membuat hati Khalisa semakin terpukul dan sedih.


"Umi, Khalisa pamit yah," sahut Khalisa ingin mencium tangan punggung Umi Sarah tapi malah ditangkis.


"Gak usah, kotor, udah sana pulang! sibuk Umi," sahut Umi Sarah.

__ADS_1


"Assalamu'alaikum," sahut Khalisa berjalan pelan sambil memandangi Umi dengan raut wajah sedih.


"Wa'alaikumsalam." sahut Umi datar.


"Udah Neng? maafin Umi ya Neng, Abi jadi gak enak sama kamu," sahut Abi Mahmud.


"Gak apa-apa Abi, Khalisa pamit yah, Assalamu'alaikum," sahut Khalisa membuka pintu mobil.


"Wa'alaikumsalam, Neng, salam buat Bunda sama Ayah, yah Neng, Abi mohon banget maafin kelakuan Umi," sahut Abi Mahmud.


"Iya Abi gak apa-apa, nanti Khalisa sampaikan salamnya," sahut Khalisa.


"Makasih ya Neng, Joni hati-hati yah," sahut Abi Mahmud.


"Siap Abi," sahut Bang Joni.


🍁🍁🍁


Akhirnya Khalisa dan Bang Joni kembali pulang, saat di mobil, Bang Joni melihat Khalisa menangis dan menegurnya.


"Ya Allah, Neng kenapa nangis gitu? sampai sesak gitu? pasti gara-gara Umi yah?" tanya Bang Joni perihatin melihatnya.


"Hiks-hiks-hiks, gak apa-apa Bang," sahut Khalisa.


"Khalisa itu merasa serba salah Bang, hamil salah, belum hamil salah, Umi maksa Khalisa makan salad sayur, Khalisa emang gak suka, mangkanya mual, ditambah Khalisa lagi mual-mual gini, akhirnya Khalisa muntahin di wastafel, Umi gak terima, kecewa banget sama Khalisa, hiks-hiks-hiks," sahut Khalisa bercerita sambil menangis.


"Astaghfirullah, yang sabar ya Neng, kan Abang bilang, wataknya emang kaya gitu, sabar Neng, udah Neng jangan nangis lagi, saya gak tega lihatnya," sahut Bang Joni.


"Hiks-hiks-hiks, tadi Khalisa mau pamit aja gak mau nengok sama sekali, Khalisa salaman katanya kotor, Khalisa sedih Bang," sahut Khalisa.


"Iya Neng, Abang ngerti, udah Neng, gak usah ke rumah Umi lagi, kalau ada Den Desta baru deh, kalau sendiri mah jangan!" saran Bang Joni.


"Iya Bang, niat saya itu buat kejutan, supaya Umi senang, tahunya hanya sesaat aja, kalau Khalisa hamil gak bilangin, nanti malah kesalahan lagi," sahut Khalisa.


"Iya juga sih Neng, sabar ya Neng, kuat-kuat hadapin mertua yang kaya gitu, mangkanya istri saya gak saya kasih kerja di situ, ntar batin malah kesal saya," sahut Bang Joni.


"Bang wajah saya sembab yah? saya gak mau pulang ke rumah Bunda dulu, saya mau ke rumah aja dulu Bang, saya gak mau Bunda tahu wajah saya begini kelihatan abis nangis, tolong Bang Joni jangan pernah bilang apa-apa sama Ayah, sama Bunda yah, biar saya simpan sendiri aja, paling saya nanti bilang ke Kak Desta," sahut Khalisa.


"Siap Neng, kemana Neng pergi, Abang siap ngantar," sahut Bang Joni.


"Makasih ya Bang," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Khalisa langsung menghubungi Syifa, dan tidak kuat malah nangis di telepon, hanya Syifa sahabat satu-satunya Khalisa yang mengerti.


"Assalamu'alaikum, sahut Khalisa.


" Wa'alaikumsalam, ada apa Lis? masih di rumah mertua?" tanya Syifa.


"Hiks-hiks-hiks, Fa lo bisa ke rumah gue Gak? bukan rumah Bunda, rumah gue, gue lagi butuh lo, hiks-hiks-hiks," sahut Khalisa.


"Lis, ya Allah, kok lo nangis? sambil sesak gitu? lo kenapa? bisa-bisa, ini baru pulang ngampus," sahut Syifa.


"Nanti aja gue ceritain, gue gak kuat cerita di telepon, gue tunggu lo yah," sahut Khalisa.


"Iya Lis, pasti gue datang, sabar yah, tunggu gue," sahut Syifa.


"Assalamu'alaikum," sahut Khalisa.


"Wa'alaikumsalam," sahut Syifa.


Nak, kuatkan Mamah Nak, supaya hati Mamah tenang, Mamah berusaha buat menahan air mata tapi gak bisa, selalu menetes, ya Allah, sabarkan hatiku, tenangkan hatiku, jangan kau buat hati ini semakin sakit, Kak Desta aku kangen Kak, saat sedih gini aku ingin Kak Desta ada di dekat aku.


"Neng, udah dong, jangan nangis terus, bengkak tuh matanya," sahut Bang Joni.


"Aku mencoba buat nahan Bang, tapi gak bisa, kalau dengar kata-kata Umi tadi, aku rasa pengen netes terus air mata Bang, apa emang karena aku cengeng?" tanya Khalisa.


"Enggak cengeng, wajar Neng sedih segitu sesaknya, wanita juga bakal sedih kalau punya Mertua kaya Umi Sarah batin, Neng ini contoh menantu sabar, kalau yang lain mah udah gak sabar Neng," sahut Bang Joni.


"Khalisa ikhlas kalau sikap Umi kaya gitu, tapi Khalisa gak ikhlas kalau sampai pisah sama Kak Desta Bang, hiks-hiks-hiks," sahut Khalisa.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


Teman-teman dan readersku, sambil menunggu episode Ta'aruf Cinta, kalian bisa mampir ke cerita romantis dari sahabat Author Author ku yang keren keren ini, yang ceritanya juga gak kalah menarik, penasaran langsung aja baca ya, cekidot 😍


Linanda Anggen



Duwi Sukema



Risma Ayu

__ADS_1



__ADS_2