Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 51


__ADS_3

"Kita makan dulu yuk, abis makan baru kita berangkat," ajak Khalisa.


"Ayo Lis, Lis gue nginap nya kalau lo di sini aja deh, jangan di rumah Bunda lo," sahut Syifa.


"Kok berubah pikiran lagi sih? kenapa sih?" tanya Khalisa.


"Gak apa-apa, gue main aja yah," sahut Syifa.


"Takut rame yah? kan cuma keluarga gue sama Mba Mirna, dia itu lagi bangun rumah, mangkanya sementara tinggal di rumah Bunda, seru lho ada Raja, ada Dewa," sahut Khalisa.


Aduh gimana yah, kalau gue nolak gak enak sama Khalisa. Gue mau aja deh.


"Woy, kenapa melamun sih?" tanya Khalisa.


"Ya udah, gue mau deh, tapi gak bawa baju, gimana dong?" tanya Syifa.


"Ya ampun, ngapain dipusingin masalah baju, baju gue masih banyak yang tersisa di sana, ntar lo pilih aja," sahut Khalisa.


"Iya Lis, he-he," sahut Syifa.


"Kan lo mau belajar masak, jadi harus berjuang, emang Nyokap lo gak mau ngajarin masak Fa?" tanya Khalisa.


"Boro-boro, enggak Lis," sahut Syifa.


"Lo gak minta kali yah?" tanya Khalisa.


"Udah Lis, tapi ribet ngasih tahu nya, marah-marah mulu," sahut Syifa.


"Ya udah, ntar di rumah Bunda, sepuasnya lo mau masak apa aja bebas," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Setelah selesai makan, Khalisa siap-siap berganti pakaian dan dandan, Syifa ikut ke kamar Khalisa sambil menunggu.


"Lo gak mandi dulu Fa?" tanya Khalisa.


"Mandi?" tanya Syifa.


"Iya, biar segar dan gak bau matahari, lo kan habis dari mana-mana, lo mandi aja gih!" saran Khalisa.


"Benar juga Fa, gak apa-apa nih Fa, gue mandi di sini?" tanya Syifa.


"Ya gak apa-apa lah, sana mandi, handuknya ada di kamar mandi," sahut Khalisa.


"Iya Fa, tapi tungguin gue yah," minta Syifa.


"Iya, sana gih!" suruh Khalisa.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Syifa langsung masuk ke kamar mandi Khalisa, Syifa terkejut baru pertama kali masuk kamar mandi mewah, ia bingung menggunakan airnya, dan bingung mencari gayung dan ember untuk mandi.



Ini kamar mandi apa kamar, gede, wangi, bak nya gede banget, mana gayung sama embernya, gue mandi di mananya, gak ngerti gue, baru pertama kali kan gue masuk rumah gedongan, biasanya tuh gue mandi, ada ember sama gayung, airnya pake kran, lah ini gimana cara gue mandinya.


"Khalisa! Lis," panggil Syifa.


"Ada apa sih teriak-teriak? kok belum mandi juga Fa?" tanya Khalisa.


"Gue gak ngerti cara mandinya Lis, ini bakal gede banget, mana gayung sama embernya?" tanya Syifa.


"Hadeuh, kirain gue lo ngerti, ini bukan bak Fa, tapi bathup, di sini kita mandi gak ada gayung, gak ada ember, jadi pake shower, di sini showernya, nyalahinnya kaya gini, nah, keluar kan airnya, kalau mau hangat juga bisa, lo tinggal putar, jangan ke sini yah, nanti airnya semakin panas, nah, ini bathup, kalau lo mau berendam, bisa di sini, ini ada sabun buat mandi susu, tinggal pilih, ada wangi vanila, coklat, permen karet, dan bunga-bungaan, tinggal pilih," sahut Khalisa.


"Enggak lengket Lis?" tanya Shifa.


"Ya enggak dong, ini kan sabun, cuma aromanya aja, bikin kulit lo putih, halus, dan wangi, apa lagi kalau habis renang, gue biasa pakai vanila, ini enak banget Fa, mau coba?" sahut Khalisa.


"Mau Lis, gue mau coba ini aja, aroma permen karet, gimana cara nyalahin airnya?" tanya Syifa.


"Oke, lo tinggal putar ke kanan, itu air standar dingin, kalau ke tengah hangat, ke kiri panas, jadi hati-hati yah, ngerti kan?" tanya Khalisa.


"Ngerti, ngerti, gue pakai dingin aja Lis, kalau mau shampoan gimana?" tanya Syifa.


"Keren banget ya Fa, gak pernah gue, he-he," sahut Syifa.


"Iya, nanti lo kan terbiasa, nanti kalau di rumah Kak Edwin, lo gak perlu minta ajarin lagi, jadi tahu semua, handuknya di sini yah, gue jarang pakai handuk ini, gue pakai handuk gue sendiri," sahut Khalisa.


"Bersih gak?" tanya Syifa.


"Bersih lah, setiap tiga hari sekali selalu di cuci," sahut Khalisa.


"Mmm, wangi banget Lis, ini mah semua serba wangi ya he-he," sahut Syifa.


"Iya, udah cepat mandi, gue tunggu di kamar yah, kalau ada apa-apa panggil gue aja," sahut Khalisa tersenyum.


"Lis, nanti kalau udah selesai, gimana cara buang airnya?" tanya Syifa.


"Hmm, tinggal pencet ini aja yah, pelan-pelan, nanti airnya otomatis kebuang sendiri," sahut Khalisa.


"Mantap banget, ya kali, gue angkat beginian berat banget," sahut Syifa.


"Ya enggak lah, lo lihat ini, udah digabung sama semen tuh, udah nyatu sama ubin, lo mau ancurin, ha-ha-ha," sahut Khalisa tertawa.


🍁🍁🍁

__ADS_1


Syifa pun langsung membuka pakaiannya, dan melihat-lihat kaca jendela ada kolam renang di bawah.



Wah, ada kolam renangnya, gue baru tahu, he-he, jadi pengen coba gue, tapi gue gak bisa renang, kok gue jadi orang nora banget yah, ampun deh.


🍁🍁🍁


Setelah selesai mandi dan berendam Syifa menggunakan handuk yang telah disiapkan dan memakai bajunya.


"Syifa, udah belum yah?" panggil Khalisa.


"Udah nih, lagi mau pakai baju," sahut Syifa.


"Gimana? segar kan?" tanya Khalisa.


"Enak banget Lis, badan gue wangi banget, wangi permen karet," sahut Syifa.


"Kapan-kapan kalau lo mau mandi susu, bilang gue yah, nanti lo gak usah sungkan-sungkan ke sini," sahut Khalisa.


"Kalau ada suami lo gak mau gue," sahut Syifa.


"Kenapa emang? kalau lo malu di sini, ada suami gue, di bawah kan ada Fa," sahut Khalisa.


"Di bawah ada juga Lis?" tanya Syifa penasaran.


"Iya ada, tapi itu jarang gue pakai, paling kalau Bi Aning mau, ya pakai aja, sama kok sabunnya ada juga, kalau di sini khusus gue sama Kak Desta," sahut Khalisa.


"Hmm, modelnya sama kaya gini Lis?" tanya Syifa.


"Kalau di bawah agak lebar dan luas Fa, mau lihat?" tanya Khalisa.


"Mau Lis, oh, iya, gue baru tahu rumah lo ternyata ada kolam renangnya yah?" tanya Syifa.


"Iya ada, tapi gue belum pernah coba," sahut Khalisa.


"Gue baru tahu Lis, he-he, jadi pengen renang, tapi gue gak bisa," sahut Syifa.


"Lo mau juga? tapi nanti yah, gue kan mau ke rumah Bunda dulu, kalau lo gak bisa renang lo bisa pakai ban, atau pelampung biar lo belajar, ingat kata gue Fa, jangan pernah takut oleh apa pun, kalau ada hal baru, itu cari tahu dan pelajari," sahut Khalisa.


"Iya Lis, gue jadi banyak tahu hal dari lo Lis, dari kamar mandi, semua, gue bodoh banget yah," sahut Syifa.


"Hust, jangan ngomong kaya gitu, gue gak suka, lo itu bukan bodoh, tapi kurang mencari tahu hal baru, sekarang lo harus belajar mencari hal-hal baru yang belum pernah lo rasain dan pelajarin, oke! gue gak mau lo bilang diri lo bodoh," sahut Khalisa.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2