Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-184


__ADS_3

"Saya gak bisa makan Mas, saya mikirin Raja, dia makan atau tidak, keadaannya gimana, sama siapa gitu dia sekarang, hiks-hiks-hiks." Sahut Mirna.


"Kalau kamu seperti ini, nanti kamu sakit, jangan terlalu dipikirkan, kalau kamu sakit, kamu gak cari Anak kamu, Dewa juga kasihan jadi gak terurus, ayo makan!" nasihat Ayah Umar.


"Iya Mirna, kamu emang gak kasihan sama Dewa, kalau kamu sakit, gak akan ketemu Anak kamu, Kita udah minta bantuan Desta, tapi sore dia ke sini dulu, kita jelaskan semua dulu, biar enak ngomong langsung." Sahut Bunda Maryam.


"Mba, Mas, saya minta tolong banget, ketemukan Raja, hiks-hiks-hiks, dia masih kecil, hiks-hiks-hiks." Minta Mirna sambil menangis.


"Iya, iya, sudah! makan dulu! nanti, kita ke kantor polisi! biar si Jono dipenjara seumur hidup!" sahut Ayah Umar kesal.


"Sekalian lapor Raja hilang juga yah, biar polisi juga bantu cari!" sahut Bunda Maryam.


☀☀☀☀


Di kediaman tempat berjualan istri si Marbut. Raja mengucek matanya sampai matanya kena air sabun bekas cucian mangkuk. Rina langsung mencari air bersih untuk membasuh mata Raja. Istri si Marbut malah marah-marah dengan Raja.


"Aduh, pelih, Kak pelih, uuuuhh..." sahut Raja mengucek matanya sambil menangis dengan suara cadelnya.


"Aduh, Raja, kamu sih, kenapa kamu kucek? jadi perih kan, tunggu yah, Kakak ambil air bersih!" sahut Rina.


"Aduh... hiks-hiks-hiks....." sahut Raja menangis.


"Sini! diam yah! kamu sih, jangan dikucek lagi yah! udah gak perih?" tanya Rina. Raja menggeleng kepala.


"Ada apa ini? Rina! ada apa sama Anak ini?" tanya Istri si Marbut.


"Ini Bu, matanya sakit, kena air cucian mangkuk dan, karena dikucek!" sahut Rina.


"Syukurin, syukurin, emang enak? mangkanya, jangan nangis mulu! nyusahin banget jadi Anak!" bentak istri si Marbut, sambil menjewer kuping Raja.


"Sakit.... Uuuhhh...." sahut Raja kesakitan.


"Bu, jangan Bu! kasihan Raja!" minta Rina.


"Biarin! itu tambahan buat Anak yang gak nurut! eh, cepatan bawa mangkuknya! cepat!" bentak istrinya Marbut.


"Rina aja Bu, Raja gak kuat!" minta Rina.


"Kamu jangan selalu belain Anak ini!" minta istrinya Marbut.


"Beli... mie ayam Bu!" ada seorang ingin membeli mie ayam.


"Rina! kamu urus Anak ini! Ibu mau layanin pembeli." Sahut istri si Marbut.


"Iya Bu." Sahut Rina.


"Kamu gak usah kerja yah! biar Kakak aja, kenapa? kupingnya sakit yah? sekarang kamu ikutin Kakak aja yah!" minta Rina.

__ADS_1


☀☀☀☀


Di kantor Desta, Desta penasaran dengan Ayah Umar di chat tadi. Sebenarnya, ada apa dengan Mba Mirna lagi. Desta berharap tidak ada masalah apapun lagi.


Ada apa yah, aku suruh datang ke rumah Ayah? Ayah minta tolong masalah Mirna. Semoga gak ada apa-apa dengan keluarga kami ya Allah.


Ponsel Desta berbunyi. Desta langsung mengangkatnya, ternyata Dokter Ari memberi tahu, kalau dia akan datang ke rumahnya sore. Desta langsung menjelaskannya.


"Assalamu'alaikum, Mas Desta, maaf ganggu nih! mau tanya sebentar, soalnya saya chat gak dibalas." Sahut Dokter Ari.


"Wa'alaikumsalam, ada apa Ri? gak ganggu kok, maaf baru bisa angkat telepon, tadi sibuk banget." Sahut Desta.


"Gini Mas, saya sama Mertua sama mau datang ke rumah, gimana? Mas ada waktu nanti sore?" tanya Dokter Ari.


"Aduh, hari ini saya gak pulang sore Ri, saya mau ke rumah Mertua saya, soalnya lagi ada masalah, tapi, gak apa-apa, kan ada Khalisa, sama aja kan." Sahut Desta.


"Iya sih, tapi gak enak kalau gak ada Mas Desta, nanti aja deh, kalau Mas Desta pulang, saya baru ke sana!" sahut Dokter Ari.


"Lah, kenapa? sama istri saya juga gak apa-apa, gak kelamaan?" tanya Desta.


"Soalnya, Mertua ingin minta maaf sama Mas Desta dan Mba Khalisa, kalau gak ada Mas Desta, kayanya kurang Afdol." Sahut Dokter Ari.


"Ha-ha-ha, bisa aja, jadi kaya puasa dong!" sahut Desta tertawa.


"Ha-ha-ha, iya Mas." Sahut Dokter Ari.


"Oh, oke, oke, maaf nih Mas, saya jadi ganggu! semangat bekerja! Assalamu'alaikum." Sahut Dokter Ari.


"Gak apa-apa kok, Wa'alaikumsalam." Sahut Desta.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Khalisa. Jono sedang mengintai rumah Khalisa untuk aksinya nanti malam merampok. Kalau Jono merampok sekarang penjagaan ketat.


Hah, gue gak bisa ngerampok sekarang, penjagaan ketat banget kayanya. Apa nanti malam aja yah, gue beraksi. Gue kuras semua harta lo Desta Khalisa. Ha-ha-ha, gue bakal kaya, kaya.


"Bang Joni sini deh!" tanya Pak Jamal.


"Apa Pak?" tanya Bang Joni.


"Sepertinya, ada yang jahat mengintai rumah ini, sejak tadi saya perhatikan, orang itu melirik arah sini terus!" sahut Pak Jamal.


"Wah, kayanya saya kenal sama orang itu, waktu saya di rumah Bunda Maryam, oh... suaminya Mba Mirna, saya foto ah! Pak Jamal, tolong lapor Den Desta!" sahut Bang Joni.


"Siap! kok suaminya Mba Mirna gak masuk ya?" tanya Pak Jamal.


"Pak Jamal, jangan suruh masuk! kan Den Desta pesan, harus lapor dulu!" sahut Bang Joni.

__ADS_1


"Siap-siap!" sahut Pak Jamal.


Ah, kayanya curiga nih, mereka. Gue samperin aja ah, biar gak curiga.


"Permisi!" sahut Bang Jono.


"Iya, ada apa Mas?" tanya Pak Jamal.


"Saya Jono Pak! masa lupa? dulu kan pernah main ke sini sama Mirna." Sahut Jono.


"Oh, Mas Jono, ada apa Mas Jono?" tanya Pak Jamal.


"Kayanya sepi yah! pada kemana?" tanya Jono.


"Kita gak bisa kasih tahu Mas, maaf! rahasia pribadi keluarga!" sahut Bang Joni.


"Eh, kamu jangan macam-macam yah! saya termasuk keluarga Desta dan Khalisa, saya suaminya Mirna, mau saya pecat kamu gondrong!" sahut Jono.


"Anda jangan kurang ngajar! ngatain rambut saya gondrong! saya sudah lama jadi kepercayaan Den Desta! saya hajar kamu main-main!" sahut Bang Joni mencengkram tangan Jono yang megang pagar.


"Maaf bang, maaf!" sahut Jono.


"Pergi lo! Den Desta gak ngasih lo masuk!" sahut Bang Joni.


"Kenapa Bang?" tanya Jono.


"Alasan lo kemari ada apa? biar nanti gue sampaikan!" sahut Bang Joni.


"Saya mau main aja!" sahut Jono.


Gak masuk akal nih, jawabannya.


"Pak Jamal! jangan kasih masuk! Den Desta pesan jangan suruh masuk!" sahut Bang Joni.


"Siap-siap!" sahut Pak Jamal.


"Desta sama saudara gitu banget sih, baru kaya segini aja, udah diperketat, apa lagi dia jadi Gubernur, tolong bilang Desta gue sumpahin bangkrut jadi tahu rasa dia! permisi! ah..." sahut Jono menendang gerbang.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin

__ADS_1


- Cinta Gadis Bisu


__ADS_2