Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-226


__ADS_3

"Gimana aku gak sedih, kaki kamu bengkak, terus leher, punggung, pinggul kamu sakit, aku khawatir sayang." Sahut Desta sambil memijat-mijat leher Khalisa.


"Permisi Den, Neng, ini air putihnya!" Bi Aning memberi air putih hangat ke Khalisa.


"Makasih ya Bi." Sahut Khalisa.


"Makasih Bi, Bibi bisa tungguin Dokter Ari gak di depan, nanti kalau udah sampai, suruh masuk sini!" Minta Desta.


"Siap Den!" sahut Bi Aning.


"Makasih Bi." Sahut Desta.


Ya Allah, semoga Neng Khalisa gak apa-apa, bayinya juga ya Allah.


"Sabar ya sayang." Sahut Desta.


"Iya sayang, kamu belum sarapan yah, gimana sama kerjaan kamu, kamu kerja aja ya sayang, aku gak mau pekerjaan kamu jadi terbelangkalai." Sahut Khalisa.


"Pekerjaan gampang, yang penting kamu dan bayi kita!" Desta memijat Khalisa sambil membacakan sholawat untuk Khalisa.


"Sayang, aku mau ke toilet lagi!" minta Khalisa.


"Iya, ayo! aku bantu sayang, pelan-pelan yah!" sahut Desta menuntun Khalisa.


"Dokter Ari lama banget sih, ya Allah." Sahut Desta.


Desta menelepon Uminya kalau Khalisa sakit dan menelepon Bunda Maryam. Desta gak mau kesalahan kalau tidak mengabari orang tuanya.


"Kamu telepon siapa sayang?" tanya Khalisa.


"Telepon Umi dan Bunda, biar gak kesalahan." Sahut Desta.


"Aku gak mau merepotkan mereka sayang, aku gak apa-apa." Sahut Khalisa.


"Enggak, kamu pucat begini, kaki kamu pada bengkak, aku gak mau kesalahan kalau gak ngabarin mereka sayang." Sahut Desta.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Umi Sarah. Umi Sarah berteriak memanggil Abinya. mengabarkan Khalisa sakit. Umi Sarah hanya berangkat sendiri, karena Abi sedang ada urusan.


"Abi!" teriak Umi Sarah.

__ADS_1


"Astaghfirullah, ada apa sih Mi?" tanya Abi Mahmud.


"Umi gak bisa ikut acara kondangan, Khalisa sakit, wakilin sama Abi sendiri aja gak apa-apa kan?" tanya Umi Sarah.


"Astaghfirullah, sakit apa Mi? udah dibawa ke rumah sakit?" tanya Abi Mahmud.


"Gak tahu, katanya kakinya bengkak, pada sakit, kaya mau kontraksi Bi." Sahut Umi Sarah.


"Kan baru delapan bulan, masa kontraksi, dulu Umi gak gitu kan?" tanya Abi Mahmud.


"Umi enggak, mereka masih di rumah, ya udah, Umi mau langsung ke rumah mereka Bi, mau siap-siap, bilang sama mereka maaf, Umi gak bisa hadir di acara mereka." Sahut Umi Sarah.


"Iya, nanti Abi sampaikan, semoga gak terjadi apa-apa sama Khalisa ya Mi." Sahut Abi Mahmud.


"Aamiin..." sahut Umi Sarah.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Bunda Maryam. Bunda Maryam juga ingin bersiap-siap ke rumah Khalisa. Ayah Umar gak bisa ikut, takut ada apa-apa dengan Mirna. Jadi hanya Bunda Maryam yang pergi.


"Bun, berangkat sendiri gak apa-apa yah, naik taksi aja!" sahut Ayah Umar.


"Gak apa-apa Yah, jagain Mirna aja sama Anak-anaknya, takut terjadi apa-apa kalau kita tinggal semua!" sahut Bunda Maryam.


"Mba, Mirna juga titip pesan yah, buat Khalisa, mohon maaf gak bisa jenguk, semoga Khalisa dan bayinya, gak ada apa-apa yah!" sahut Mirna.


"Iya Mirna, Yah, Aamiin... Bunda juga berharap begitu, jantung Bunda bergerak kencang gini, khawatir sama Khalisa." Sahut Bunda Maryam.


"Insya Allah, gak ada apa-apa." Sahut Ayah Umar.


☀☀☀☀


Gak lama, Dokter Ari dan Bi Aning datang menghampiri Khalisa dan Desta dan mengucapkan salam. Alhamdulillah, setelah Dokter Ari periksa, ternyata tidak terjadi apa-apa, ini hal biasa pada Ibu yang mulai usia delapan Bulan. Khalisa hanya mengalami kontraksi palsu saja dan tekanan darah Khalisa rendah. Khalisa kekurangan darah sehingga menjadi pembengkakan pada kaki.


"Assalamu'alaikum." Salam Dokter Ari.


"Wa'alaikumsalam, Alhamdulillah, ya Allah, akhirnya, datang juga." Sahut Desta.


"Maaf Mas, macet, jadi agak lama, coba Ari periksa, tapi Mba Khalisa sepertinya kecapean, apa bisa dibangunkan!" minta Dokter Ari.


"Sayang, bangun sayang, sayang, ada Dokter Ari sudah datang!" sahut Desta.

__ADS_1


"Mmm... maaf sayang, aku ketiduran, dipijat kamu jadi ketiduran, Dokter Ari, maaf yah!" sahut Khalisa.


"Gak apa-apa Mba, coba bisa bangun sebentar! biar sandaran nya enak, bantalnya dirapatkan aja! Mas, tolong kaki Mba Khalisa diganjal bantal aja, biar rileks!" minta Dokter Ari.


"Oke, oke!" sahut Desta.


"Coba saya mulai periksa, maaf ya Mba, mmmm... tekanan darah Mba Khalisa rendah sekali, nanti saya kasih obat penambah darah, tapi diminum hanya malam saja, saat mau tidur." Sahut Dokter Ari.


"Dok, saya merasa pinggul, leher sakit, perut kram, seperti mau melahirkan, terus sudah berkali-kali buang air kecil, kaki juga bengkak Dok!" sahut Khalisa.


"Gak ada apa-apa sama Mba Khalisa, Mba Khalisa hanya mengalami kontraksi palsu saja, yang Mba Khalisa sebutkan tadi itu normal pada Ibu hamil saat usia kandungan delapan bulan, bengkak di kaki itu karena tekanan darah rendah, jadi terjadi pembengkakan pada kaki, pipi, itu wajar, gak apa-apa kok, nanti saya kasih vitamin yah, biar bengkak pada hilang, dan Mba bertenaga, badan pasti lemas yah!" sahut Dokter Ari.


"Alhamdulillah, kalau gak terjadi apa-apa, saya takut Khalisa melahirkan diusia delapan Bulan, saya sudah panik aja Dok!" sahut Desta tersenyum dan memegang kepala Khalisa.


"Saran saya, pagi Mba Khalisa sering-sering jalan pagi yah, jalan pagi tanpa menggunakan sandal, nyeker aja, renang juga boleh, asal, didampingi, banyak minum air putih, itu aja sih, dari Ari. Dulu Syifa, sering Ari bilangin." Sahut Dokter Ari.


"Oh, renang itu gak apa-apa Dok?" tanya Khalisa.


"Gak apa-apa Mba, justru bagus, tapi didampingin yah, obatnya Ari tulis yah, biar Bisa ditebus nanti di apotik, kalau vitamin, itu khusus dari Ari." Sahut Dokter Ari.


"Makasih banyak Dok, maaf pagi-pagi sudah buat repot Dokter, Bi Aning, bikinin minum buat Dokter Ari, sama kue-kue." Sahut Khalisa.


"Iya, maafin kita ya Di, udah buat panik, Ari ngopi dulu yah, pasti belum sarapan!" sahut Desta.


"Gak usah repot-repot Mba, Mas, Mba sama Mas kan sering bantu Ari, jadi gantian, he-he-he, salam dari Syifa, semoga selalu baik-baik aja!" sahut Dokter Ari.


"Aamiin... makasih ya Dok, salam balik, makasih juga!" sahut Khalisa.


"Sayang, obatnya nanti biar aku yang tebus di apotik, aku ajak Dokter Ari buat sarapan dulu yah! kamu istirahat lagi yah!" minta Desta.


"Sayang, emang kamu gak kerja? kerja sayang, aku gak apa-apa!" minta Khalisa.


"Enggak, nanti biar dihandle Darto aja, yang penting kesehatan kamu, nanti kita coba renang yah, aku mau dampingin kamu, karena aku, mau kamu sehat!" sahut Desta tersenyum.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- CINTA DAN DETIK TERAKHIR

__ADS_1


- CINTA COWOK DINGIN


- CINTA GADIS BISU


__ADS_2