
"Iya Umi, tapi kita gak boleh dendam sama orang yah, kita harus ikhlas memaafkan, jangan sampai hati kita kotor karena dendam, Khalisa mohon sama Umi, Kak Desta, Abi maafkan mereka yah!" sahut Khalisa.
"Ya Allah Neng, kamu benar-benar menantu idaman Umi, hati kamu bersih sekali, kamu benar-benar gak ada dendam sama sekali sama orang yang pernah nyakitin kamu, Umi tambah sayang sama kamu," sahut Umi Sarah memeluk Khalisa.
"Khalisa juga sayang sama Umi," sahut Khalisa.
Alhamdulillah, lihat begini hatiku jadi tenang, bahagia sekali rasanya istriku sudah baik sama Khalisa.
Gak lama, Syifa dan Emaknya datang menjenguk Khalisa. Emaknya Syifa agak sinis pada Umi Sarah. Karena kesal Khalisa pernah dijahatin.
"Assalamu'alaikum," salam Syifa dan Emaknya.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa, Desta, Umi Sarah dan Abi Mahmud.
"Khalisa, ya Allah, lo gak apa-apa kan? lo baik-baik aja?" tanya Syifa.
"Alhamdulillah, baik Fa, maaf kemarin gue agak cuek sama lo, karena gue masih syok." Sahut Khalisa.
"Hallo, Khalisa, Enak kangen banget sama kamu, semenjak nikah, kamu jarang main ke rumah!" sahut Emaknya Khalisa.
"Maaf ya Mak, Khalisa jarang main, soalnya sibuk ngurus suami!" sahut Khalisa.
"Lain deh, yang udah punya suami, he-he," sahut Emaknya Syifa.
"Sebentar lagi ada yang mau nyusul kok!" sahut Khalisa.
"Iya, Neng, pokoknya, Kamu harus datang! kalau Emak mah gak bakalan jahatin menantu!" sindir Emaknya Syifa.
Maksudnya Emaknya teman Khalisa apa yah? dia nyindir saya? gak sopan banget.
"Khalisa, Umi tunggu luar yah, panas banget, Desta Umi di luar dulu! ayo Bi!" sahut Umi Sarah.
Emak gue ngapain ngomong gitu sih? gue kan gak enak ini jadinya, Emak-emak, ada-ada aja sih, ah...
"Sayang, kamu ngobrol aja yah, aku keluar sebentar," sahut Desta.
"Mau kemana?" tanya Khalisa.
"Di depan sebentar, Ibu, Syifa, tinggal yah!" sahut Desta.
"Emak! Emak kok ngomong gitu sih, depan Mertuanya Khalisa? gak enak tahu!" sahut Syifa.
"Biar dia kesindir dan gak jahat lagi!" sahut Emaknya Syifa.
"Emak, Mertua aku udah baik kok, dia begitu karena diguna-guna sama mantan pacar suami aku, sekarang udah baik kok!" sahut Khalisa.
"Yah, salah dong! waduh, jadi gak enak!" sahut Emaknya Syifa.
"Emak sih, malu-maluin aja! ah..." sahut Syifa.
"Emak mana tahu kalau udah baik, kamu gak bilang!" sahut Emaknya Syifa.
"Lis maafin Emak gue yah!" sahut Syifa.
"Gak apa-apa Fa," sahut Khalisa tersenyum.
"Neng, kok bisa sampai keguguran sih Neng, Emak dengarnya sedih lho!" sahut Emaknya Syifa.
"Musibah Mak, mobil yang kita pakai blong, suami aku gak ngecek lagi," sahut Khalisa.
__ADS_1
"Ya Allah, sabar ya Neng, Emak doain, biar kamu cepat hamil lagi Neng, biasanya cepat kalau habis keguguran itu!" sahut Emaknya Khalisa.
"Aamiin... makasih Mak, he-he," sahut Khalisa tersenyum dan memegang perutnya.
"Lis, gue minggu dilamar, kalau bisa lo datang!" sahut Syifa.
"Insya Allah, selamat ya Fa!" sahut Khalisa tersenyum.
🌷🌷🌷🌷
Umi Sarah kesal dengan Emaknya Syifa. Datang-datang nyindir orang, ikut campur urusan orang lain, Abi Mahmud dan Desta menenangkan Umi Sarah agar tidak emosi.
"Desta, orang itu gak sopan sekali, nyindir-nyindir Umi! kesal Umi, kalau bukan Emaknya teman Khalisa, udah Umi jambak tuh!" sahut Umi Sarah.
"Jangan dong Umi, Umi yang sabar yah, tahan emosi Umi, Umi itu jangan pernah peduliin sindiran orang lain ke Umi, yang penting kan Umi udah benar-benar sadar, mungkin dia gak tahu cerita sebenarnya, sabar yah!" sahut Desta.
"Benar tuh, kata Desta Umi, Umi harus tahan emosi Umi, biarin aja orang mau ngomong apa juga, yang penting Umi udah jadi orang baik, Allah juga tahu!" sahut Abi Mahmud.
"Habis Umi kesal, hari ini dibuat kesal oleh dua orang!" sahut Umi Sarah.
"Coba kalau Umi kesal, baca istighfar!" minta Desta.
"Astaghfirullah," sahut Umi Sarah.
"Gimana sekarang? hilang kesalnya?" tanya Desta.
"Sedikit." Sahut Umi Sarah.
🌷🌷🌷🌷
Gak lama Bunda Maryam datang bersama Mirna. Bunda Maryam salaman dengan Umi Sarah. Desta mencium tangan Bunda Maryam.
"Assalamu'alaikum," salam Bunda Maryam dan Mba Mirna.
"Besan kok di sini? Desta juga? di dalam ada siapa?" tanya Bunda Maryam.
"Ada Syifa sama Ibunya Bun," sahut Desta.
"Besan, saya masuk dulu yah! Desta," sahut Bunda Maryam.
"Silakan Besan!" sahut Umi Sarah dan Abi Mahmud.
"Silakan Bun, Desta di sini dulu, gak enak soalnya!" sahut Desta.
Bunda Maryam dan Mba Mirna masuk ke ruangan Khalisa sambil mengucapkan salam.
"Assalamu'alaikum," salam Bunda dan Mba Mirna.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa, Syifa dan Emaknya Syifa.
"Bunda, Mba Mirna," sapa Khalisa.
"Sayang gimana keadaan kamu? kamu baik-baik aja kan?" tanya Bunda Maryam.
"Alhamdulillah, aku baik-baik aja Bun, meskipun rasanya berat!" sahut Khalisa.
"Kamu yang sabar ya Nak, Anak Bunda pasti kuat, tabah, dan sabar, Bunda selalu berdoa, supaya kamu cepat hamil lagi!" sahut Bunda Maryam memeluk Khalisa dan menciumnya.
"Aamiin, Bun, Khalisa kuat kok!" sahut Khalisa tersenyum.
__ADS_1
"Mba juga doain kamu Lis, semoga hamil lagi!" sahut Mba Mirna.
"Makasih ya Mba!" sahut Khalisa tersenyum.
"Ya Allah, sampai lupa ada tamu juga, Emak Jejen apa kabar? maaf yah Mak!" sahut Bunda Maryam.
"Gak apa-apa kok Bu, Alhamdulillah, saya baik, he-he," sahut Emaknya Khalisa.
"Syukur Alhamdulillah, oh, iya, Syifa kapan mau dilamar?" tanya Bunda Maryam.
"Minggu Bun, datang yah!" minta Syifa.
"Insya Allah," sahut Bunda Maryam.
"Ayah mana Bun?" tanya Khalisa.
"Ayah kamu ada pengajian, maaf yah, gak bisa datang," sahut Bunda Maryam.
"Iya Bun, gak apa-apa, kapan selesai arisan? kayanya arisan terus!" sahut Khalisa.
"Gak tahu deh, Bunda juga heran," sahut Bunda Maryam.
"Kalau gitu, Emak pamit pulang yah! soalnya belum masak, ntar Babe marah-marah," sahut Emaknya Syifa.
"Iya Emak, makasih yah, udah mau jenguk Khalisa," sahut Khalisa tersenyum.
"Sama-sama Neng!" sahut Emaknya Khalisa.
"Gue juga pamit Lis, mau kuliah! ntar gue balik lagi deh!" sahut Syifa.
"Gak mau ketemu Yayang dulu? ketemu Yayang dulu lah!" sahut Khalisa.
"Ah, lo mah!" sahut Syifa.
"Eh, iya, Ari di sini yah? ayo Emak mau ketemu sama Ari! kamu gak boleh dong cuek gitu! itu calon suami lho! ayo!" ajak Emaknya Syifa.
"Benar tuh Fa, gak boleh cuek! udah sana!" sahut Khalisa tersenyum.
"Emak, jangan malu-malu kenapa sih, dia sibuk kerja!" sahut Syifa.
"Kalau kerja ya gak usah! lihat aja dulu! ayo!" tarik Emaknya Syifa.
"Lisa! lo sih, tanggung jawab!" sahut Syifa.
"Udah sana! he-he," sahut Khalisa.
"Neng, Bu, saya permisi dulu yah, sekalian pamit, jadi gak ke sini lagi!" sahut Emaknya Syifa.
"Iya Mak, silakan!" sahut Bunda Maryam.
"Silakan Mak!" sahut Khalisa.
"Assalamu'alaikum," salam Syifa dan Emaknya.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Khalisa dan Bundanya.
🌷🌷🌷🌷
Syifa dan Emaknya keluar dari ruangan Khalisa. Emaknya Syifa dan Syifa pamit pada Desta, Umi Sarah, dan Abi Mahmud. Umi Sarah heran dan aneh pada Emaknya Syifa tadi marah, pas datang dan kesal, pas pulang, langsung baik.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰