
"Sabar Umi! sekarang masuk yuk!" minta Abi Mahmud.
"Iya Umi, masuk yuk!" ajak Desta.
"Assalamu'alaikum," sahut Abi dan Umi Sarah.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Khalisa, Bunda Maryam dan Mba Mirna.
"Besan, kok Ayah Umar gak ikut? kenapa?" tanya Abi Mahmud.
"Biasa, ada arisan katanya!" sahut Bunda Maryam.
"Tadi Syifa sama Ibunya mau kemana sayang?" tanya Desta.
"Mau ke Dokter Ari, he-he," sahut Khalisa.
"Ada-ada aja, ha-ha-ha," sahut Desta.
"Kamu jangan gitu sayang, kan Emaknya Syifa mau lihat menantunya!" sahut Khalisa.
"Emang calonnya Syifa Dokter Neng?" tanya Bunda Maryam.
"Yang tadi periksa kamu Neng?" tanya Umi Sarah.
"Iya Umi, Bunda, hebat ya Syifa," sahut Khalisa.
"Emang aku gak hebat apa?" tanya Desta cemberut.
"Kamu hebat sayang, kalau kamu hebat hanya di hati aku, kalau Dokter Ari ya di hati Syifa," sahut Khalisa.
"Pintar banget sih, istri aku ini!" sahut Desta.
"Hayo! hayo! ciumnya nanti aja, ada kita-kita di sini lho! ha-ha-ha," ledek Bunda Maryam.
"Kayanya kita harus kabur Besan, biar gak ganggu mereka, he-he-he, Besan udah makan siang belum? saya traktir yuk!" ajak Umi Sarah.
"Boleh!" sahut Bunda Maryam.
"Saya boleh ikut kan Umi?" tanya Mba Mirna.
"Semua ikut! kecuali Desta sama Khalisa, biarin dia gak mau diganggu! he-he," sahut Umi Sarah.
Alhamdulillah, Umi Sarah sudah mau menerima Anakku sebagai menantunya. Aku bahagia sekali melihatnya.
🌷🌷🌷🌷
Umi Sarah, Bunda Maryam, Abi Mahmud, dan Mba Mirna makan siang bersama di kantin. Khalisa menyuruh Desta untuk makan, tapi Desta tidak mau kalau Khalisa tidak ada yang menjaga.
"Sayang, kamu gak makan siang? makan gih!" minta Khalisa.
"Gak mau! masa aku makan, istriku enggak, lagian kamu gak ada yang jagain! aku udah pesan lauk sama Umi, jadi aku makannya di sini sama kamu!" sahut Desta.
"Makasih ya sayang, kamu udah mau nemanin aku, oh, iya, mantan kamu Ririn kasihan gila, apa sebaiknya kita bantu sayang?" tanya Khalisa.
__ADS_1
"Jangan sayang! nanti aku takut dia mengulanginya lagi, keluarganya aja gak mau minta maaf ke kita, malah gak ngerasa bersalah kata Ines, udah, kamu jangan pikirkan itu yah!" sahut Desta.
"Kita jangan suhuzon gitu sayang, kasihan dia janda, Anaknya masih kecil, aku mohon bantu yah, oke, kita gak usah datang, tapi Umi aja sama Abi gimana?" tanya Khalisa.
"Sayang! harusnya dia yang datang minta maaf! masa Abi sama Umi, emang kita yang salah, kali ini aku gak setuju!" sahut Desta.
"Aku cuma gak tega aja sayang," sahut Khalisa.
"Sayang, udah! cukup! jangan bahas dia! biarkan dia rasain akibatnya udah bermain sama setan, kalau keluarganya sayang sama Ririn, pasti bakal minta maaf, keluarganya aja gak peduli!" sahut Desta.
"Iya sayang," sahut Khalisa.
🌷🌷🌷🌷
Emaknya Syifa dan Syifa ada di ruangan Dokter Ari. Dokter Ari mencium tangan Emaknya Syifa dengan sangat sopan.
"Assalamu'alaikum," salam Syifa dan Emaknya.
"Wa'alaikumsalam." Jawab Dokter Ari bangun dan kaget ada calon Mertuanya, Dokter Ari mencium tangan Emaknya Syifa.
"Maaf Ari, Emak maksa ke sini!" sahut Syifa.
"Gak apa-apa kok, malah Ari senang, silakan duduk, nanti biar Ari suruh Ob sediakan minum yah!" sahut Dokter Ari.
"Tuh, kan, orang gak apa-apa kok ke sini ya Ri? Syifa ketakutan ganggu kamu!" sahut Emaknya Syifa.
"Gak apa-apa Mak, he-he," sahut Dokter Ari sambil tersenyum ke Arah Syifa dan Emaknya.
"Emak, apaan sih?" tanya Syifa.
"Ari senang gak ketemu Syifa?" tanya Emaknya Syifa.
"Senang Mak, he-he," sahut Dokter Ari.
Dokter Ari, Syifa dan Emaknya akrab berbincang-bincang. Emaknya Syifa kalau sudah ngobrol gak ada bosannya, terus-menerus ngobrol.
"Enak, kita pulang yuk! Syifa mau kuliah, Ari mau kerja juga!"
"Iya, iya," sahut Emaknya Syifa.
Emaknya Syifa dan Syifa pamit pulang. Dokter Ari menyuruh supirnya untuk mengantar Syifa dan Ibunya pulang. Dokter Ari benar-benar tulus sama Syifa, Syifa gak salah pilih memilih Dokter Ari sebagai pasangan hidupnya nanti.
🌷🌷🌷🌷
Umi, Bunda Maryam, Mba Mirna dan Abi Mahmud kembali ke ruangan Khalisa. Umi membelikan makanan untuk Desta dan Khalisa. Umi Sarah, Bunda Maryam, Mba Mirna, dan Abi Mahmud pamit pulang.
"Sayang ini Umi beliin makanan buat Desta sama Khalisa, dimakan yah! Umi sama Abi mau pamit pulang, Besan biar sekalian bareng kita yah!" sahut Umi Sarah.
"Bunda mau pulang juga?" tanya Khalisa.
"Iya Nak, soalnya banyak kerjaan, kasihan Ayah, kalau pulang gak ada lauk, Mba Mirna juga kasihan ninggalin Anaknya sama suaminya takut nangis! maaf ya Neng!" sahut Bunda Maryam.
__ADS_1
"Ya udah, Bunda, Umi, Abi, Mba Mirna, hati-hati yah, salam buat Ayah Bun!" sahut Khalisa.
"Iya Nak, yang sabar yah, mmmuacchh..." Bunda mencium kening Khalisa dan memeluk Khalisa begitu juga Umi dan Mba Mirna.
"Desta! jaga istri kamu! kalau pulang, kabar-kabarin kita yah!" sahut Abi Mahmud.
"Siap Bi!" sahut Desta tersenyum.
Akhirnya, mereka pamit pulang. Hanya Khalisa dan Desta yang di ruangan, Desta menyuapi Khalisa, Khalisa pun menyuapi Khalisa makan.
"Kamu, harus makan banyak, biar cepat sehat lagi ya sayang," sahut Desta.
"Kamu juga dong! sini!" Khalisa menyuapi Desta, Desta sambil berlinang air mata saat disuapin Khalisa.
"Sayang, kok kamu berlinang gitu? kamu kenapa?" tanya Khalisa memegang wajah Desta.
"Gak apa-apa sayang, aku bahagia aja, punya istri yang perhatian," sahut Desta.
"Aku juga bahagia sayang," sahut Khalisa mencium tangan Desta sambil tersenyum.
"Makan lagi yuk!" ajak Desta.
🌷🌷🌷🌷
Saat Syifa sampai di kampus, seperti ada yang memanggil Khalisa. Syifa kaget ternyata Edwin, Edwin tersenyum pada Syifa dan meminta untuk bicara sebentar.
"Kak Edwin! mau ngapain ke sini?" tanya Syifa.
"Kamu udah jam masuk belum? aku mau bicara!" minta Edwin.
"Sebentar lagi masuk! mau bicarakan apa lagi Kak? belum puas udah nyakitin aku, dan hampir persahabatan aku sama Khalisa hancur!" sahut Syifa.
"Justru itu, aku mau minta maaf sama kamu Fa, mau ajak balikan kamu lagi, iya, waktu itu aku salah, aku khilaf Fa, kamu mau yah!" minta Edwin.
"Dasar, cowok gak punya perasaan! sudah hancurkan hati wanita, sekarang mau minta balikan lagi, dengar Kak Edwin, semuanya udah telat! aku mau nikah, sama orang yang benar-benar tulus sama aku! gak kaya Kakak cuma mempermalukan keluarga aku aja, bilang mau ngelamar, tahunya omong kosong!" sahut Syifa.
"Aku serius Fa sama kamu, benar-benar mau balikan, kamu batalin yah, kita balikan lagi, dan kita menikah!" sahut Edwin.
"Ngomong nih, sama batu! minggir!" sahut Syifa mengambil batu dan memberikan ke Edwin.
"Syifa! aku serius sama kamu sekarang! aku menyadari semuanya Syifa!" teriak Edwin.
"Bodo amat!" sahut Syifa.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil nunggu kelanjutan cerita Ta'aruf Cinta Boleh nih intip novel sahabat Authorku, ceritanya romantis menarik gak kalah seru, penasaran cekidot ya🥰🥰🥰
Emekama
__ADS_1