
Persidangan pun di mulai. Jono sangat marah dan kesal melihat keluarga Desta apa lagi Mirna. Saat di persidangan perdebatan pun dimulai. Pangacara Desta dan Pangacara Jono saling berdebat.
"Pak Hakim, saya minta saudara Jono dihukum seberat-beratnya, kalau perlu seumur hidup! karena dia sudah menyiksa Anak kandungnya sendiri, istrinya dan merugikan orang lain, apabila dia dihukum hanya beberapa tahun penjara, tidak akan pernah membuatnya jera, justru saudara Jono mengancam apabila keluar atau bebas dari penjara dia akan balas dendam sama keluarga Desta, terima kasih." Sahut Pangacara Desta.
"Heh, lo jangan fitnah yah, jadi orang! semua gak benar Pak! saya akan berubah menjadi orang yang lebih baik!" sahut Jono.
"Saudari Jono! anda harap tenang! saya bisa lihat bukti-bukti semua atas tindakan saudari Jono!" sahut Pak Hakim.
"Silakan Pak! di sini, saudara Jono pun melakukan pencurian di rumah saudari Desta, dan hampir mencelakai istri saudari Desta, semua bukti ada semua dan rekaman CCTV sudah jadi satu di situ Pak Hakim!" sahut Pangacara.
Semua Desta dan Khalisa menjelaskan kronologisnya. Wajah Jono pucat dan ketakutan, pangacara Jono pun kalah dalam berbicara. akhirnya Hakim memutuskan Jono divonis hukuman seumur hidup dan denda delapan puluh dua juta, Hakim mengetuk palu. Persidangan selesai.
"Hakim memutuskan, atas pasal-pasal tersebut, saudari Jono telah melakukan penyiksaan kepada istri, Anak di bawah umur, menganiaya orang lain, melukai dan merampok, semua bukti-bukti tersebut telah jelas dan terbukti! saya memutuskan atas bukti-bukti tersebut saudari Jono akan divonis seumur hidup beserta denda delapan puluh dua juta! selesai!" sahut Hakim sambil mengetuk palu.
"Alhamdulillah." Desta dan yang lainnya mengucapkan Alhamdulillah begitu juga dengan Khalisa tenang dan tersenyum. Sedangkan Jono mengamuk dan menunjuk-nunjuk Desta.
"Ibu....... saya tidak mau dipenjara seumur hidup! Desta awas kamu!" sahut Jono berteriak.
Polisi langsung menyeret dan membawa Jono ke sel tahanan. Ibunya Jono langsung menjambak jilbab Mirna sampai terlepas dan mengancam-ngancam Mirna.
Keluarga Desta langsung meninggalkan Ibunya Jono, karena sangat berbahaya kalau sampai dekat-dekat dengannya. Polisi langsung menahan Ibunya Jono karena sudah berani menjambak Mirna.
"Sebaiknya, Pak Desta dan saudara-saudara Anda meninggalkan tempat ini, Ibu pelaku akan saya tahan dan proses!" sahut Pak Polisi.
"Terima kasih banyak Pak! saya gak mau, Ibu tadi datang ke rumah, dan membahayakan kami semua!" sahut Desta.
"Pak Desta tenang saja, itu sudah menjadi urusan kami!" sahut Pak Polisi.
"Terima kasih Pak!" sahut Desta.
Desta langsung masuk mobil dan menarik nafas. Khalisa langsung mengusap bahu Desta dan bertanya pada Desta.
__ADS_1
"Gimana sayang? kamu capek banget yah, nanganin ini?" tanya Khalisa.
"Gak capek sayang, cuma gak habis pikir aja, sama keluarga Jono itu, mengancam segala!" sahut Desta.
"Desta, maafin Mba yah, kamu jadi ikut terlibat sama masalah ini!" sahut Mirna.
"Gak apa-apa Mba, Mba gak apa-apa kan?" tanya Desta.
"Gak apa-apa, cuma kena cakaran sedikit." Sahut Mirna.
"Astaga, Ibu gosip tadi mana yah? kok dua-duanya gak ada?" tanya Bunda Maryam.
"Iya, Bun, kemana yah? jangan sampai mereka tahu, takut jadi gosip!" minta Ayah Umar.
"Betul tuh, kata Ayah, Khalisa takut sama Ibunya Jono, takut tiba-tiba ngancam ngelakuin yang enggak-enggak!" sahut Khalisa.
"Kamu jangan takut ya sayang, kita minta perlindungan sama Allah, insya Allah, gak ada apa-apa." Sahut Desta.
"Udah, kamu jangan dipikirin yah! buat Bunda, Ayah, Mba Mirna tenang yah! gak dibawa panik, bismillah aja, supaya kita terhindar dari kejahatan." Sahut Desta.
"Terima kasih banyak Desta, sudah bantu Mba!" sahut Mirna.
"Sama-sama." Sahut Desta.
"Desta, terima kasih yah!" sahut Ayah Umar.
"Bunda juga banyak makasih sama kamu, pesan Bunda, kalian hati-hati yah!" sahut Bunda Maryam.
"Insya Allah, Bun." Sahut Desta.
"Permisi! maaf ini lama, habis makan bakso!" sahut Ibu-ibu gosip tadi.
__ADS_1
Mereka akhirnya berangkat mengarah rumah Bunda Maryam. Desta menyetir sambil melamun karena ancaman Ibunya Jono.
"Sayang, kenapa?" tanya Desta.
"Gak apa-apa sayang, Alhamdulillah, masalah ini sudah selesai, tinggal satu masalah lagi, mencari Raja." Sahut Desta.
"Iya sayang." Sahut Khalisa.
Ya Allah, suami aku kasihan banget, kecapean gini, dia ikhlas banget membantu keluargaku, sehatkan suamiku ya Allah.
"Eh, Bun, dia denda delapan puluh dua juta dariana yah? kalau sampai gak bayar gimana itu?" tanya Ibu Ningsih.
"Gak tahu Bu, itu jadi urusan mereka!" sahut Bunda Maryam.
"Iya, juga sih, tapi Bun, gimana kalau dia gak bayar?" tanya Ibu Dini.
"Saya gak tahu juga deh!" sahut Bunda Maryam.
"Semuanya, kita cari makan dulu yuk! kalian semua pada lapar kan?" tanya Desta sambil melihat Dewa yang tertidur nyenyak di depan.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
- Cinta Gadis Bisu
- Cinta Cowok Dingin
__ADS_1