Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 52


__ADS_3

"Iya Lis maaf, he-he," sahut Syifa.


"Lo udah siap kan?" tanya Khalisa.


"Udah Lis," sahut Syifa.


"Sebelum berangkat, lo jelasin dulu yah, ke Bang Boro kasihan," sahut Khalisa.


"Bi, Khalisa nitip rumah yah, nanti Khalisa sering main kok ke sini, meskipun Nginap di rumah Bunda," sahut Khalisa.


"Siap Neng, jangan lama-lama yah, Bibi kesepian," sahut Bi Aning.


🍁🍁🍁


"Siap Bi," Khalisa dan Syifa keluar rumah, ada Bang Boro, Bang Joni, dan Bang Slamet, melihat ke Arah Khalisa dan Syifa.


"Wah, Neng mau berangkat sekarang?" tanya Bang Joni.


"Iya Bang, tolong bantu bawa koper ke bagasi ya Bang," minta Khalisa.


"Siap Neng!" sahut Bang Joni.


"Syifa udah ngomong!" perintah Khalisa sambil duduk.


"Bang Boro, boleh ngomong sebentar!" minta Syifa.


"Siap, buat Neng Syifa Abang siap mendengarkan," sahut Bang Boro.


"Gini Bang, mohon maaf sebelumnya yah, saya gak mau kasih harapan lebih ke Abang, saya udah punya pacar, Abang tolong jangan WA, atau telepon terus, takutnya pacar saya marah, kita temanan atau sahabatan aja yah," Syifa tersenyum.


"Oh, gitu Neng, ya udah Neng gak apa-apa, maaf Abang gak tahu, kalau Neng punya pacar, maaf ya Neng," sahut Bang Boro dengan raut wajah sedih sambil melihat ke Arah Slamet, Bang Joni, dan Pak Jamal pada ketawa.


"Bang, maafin Syifa yah, maaf yah Bang! Abang boleh chat, tapi sekedarnya aja yah," sahut Syifa.


"Sebenarnya hati Abang hancur Neng, tapi gak apa-apa, mungkin ini udah takdir Abang," sahut Boro sedih.


"Jangan sedih dong Bang, atau gini, teman Syifa tetangga ada yang jomblo, sampai sekarang belum nikah, Syifa kenalin yah," sahut Syifa.


"Sabar Boro! bukan jodoh lo, ha-ha-ha," sahut Bang Slamet.


"Gue ada noh, Nenek-nenek, mau?" ledek Bang Joni.


"Sabar Bang, saya juga ada noh, di kampung, cantik, nanti saya kenalin," sahut Pak Jamal.


"Kalian pada jahat banget sih, gue diobral di mana-mana, Ane sedih kalau begini, emang Ane baju diobral," sahut Boro.


"Nanti Syifa kenalin ya Bang, Syifa kirim fotonya, cantik kok," sahut Syifa.


"Terserah Neng aja deh, mau kaya gimana, hiks-hiks-hiks," sahut Bang Boro menangis.


"Bang Boro, tenang aja, kalau jodoh gak akan kemana? Bang Boro pasti dapat jodoh yang lebih baik dari Syifa, sabar yah, Fa ayo berangkat!" sahut Khalisa.


"Iya Neng, makasih yah," sahut Bang Boro.


Bang Slamet, sama Bang Boro jaga rumah, soalnya Bang Joni nganterin saya, Pak Jamal tolong jaga rumah yah," sahut Khalisa.


"Siap Neng, hati-hati ya Neng," sahut Pak Jamal.


"Siap Neng, hati-hati yah," sahut Bang Slamet.


"Udah biarin Neng, Bang Boro lagi sedih," sahut Bang Joni.

__ADS_1


🍁🍁🍁


Akhirnya, Khalisa dan Syifa berangkat. Sebelum ke rumah Bundanya, Khalisa mampir ke apotek untuk membeli alat kehamilan.


"Pak, berhenti dulu yah, saya mau ke apotek sebentar, lo sini aja ya Fa," sahut Khalisa.


"Ikut!" sahut Syifa.


"Ya udah, ayo!" ajak Khalisa.


"Hati-hati ya Neng!" sahut Bang Joni.


🍁🍁🍁


Khalisa dan Syifa keluar dari mobil dan melangkah ke Apotek.



"Gue masuk aja Lis?" tanya Syifa.


"Ya masuklah, tadi suruh tunggu di mobil gak mau," sahut Khalisa.


"Masa gue berduaan sama Bang Joni, kaku gue Lis," sahut Syifa.


"Ya gak apa-apa, lo kan bisa ngobrol, kenalan," sahut Khalisa.


"Malu ah," sahut Syifa.


🍁🍁🍁


Setelah membeli Alat tes kehamilan, Khalisa dan Syifa kembali ke mobil mereka melanjutkan perjalanannya untuk ke supermarket.


"Bang maaf yah, Abang jadi antar kita ke sana- sini," sahut Khalisa.


"Iya Bang, Abang mau nitip apa? nanti saya beliin," sahut Khalisa.


"Saya mah rokok aja Neng, pahit mulut kalau enggak ngerokok," sahut Bang Joni.


"Rokoknya apa Bang? saya gak tahu," sahut Khalisa.


"Sampoerna Mild menthol aja Neng, makasih ye Neng," sahut Bang Joni.


"Oke Bang," sahut Khalisa.



"Lis, emang Bang Joni udah nikah?" tanya Syifa.


"Udah kok Fa, kenapa emang? lo naksir sama Bang Joni?" tanya Khalisa.


"Sembarangan," sahut Syifa.


"Kirain, he-he," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Setelah lama belanja, Syifa melihat kosmetik, dan ingin membeli, tapi Syifa hanya menyengir saja pada Khalisa.


"Kenapa Fa? lo suka bedak itu?" tanya Khalisa.


"Iya Lis, he-he," sahut Syifa.

__ADS_1


"Ya udah, ambil, ambil!" Khalisa langsung mengambil bedak yang dipilih Syifa.


"Lis, gue kan udah dibeliin makanan, masa bedak juga, harganya mahal Lis, tiga ratus ribu," sahut Syifa.


"Hust, Syifa udah gak apa-apa, oke!" sahut Khalisa.


"Gak enak gue Lis," sahut Syifa.


"Kasih kucing aja gak enak mah," sahut Khalisa.


"Makasih ya Lis," sahut Syifa tersenyum.


🍁🍁🍁


Saat Khalisa dan Syifa berjalan arah kasir, troli Khalisa menabrak Reza, Reza dengan ceweknya tapi sedang memilih kosmetik dan tidak tahu Reza sedang mengobrol dengan Syifa dan Khalisa.


"Waw, Khalisa, hey apa kabar?" tanya Reza.


"Baik, ayo Fa, keburu antri banyak," ajak Khalisa.


"Utututu, tunggu dong! kita udah lama gak jumpa lho, masa mantan pacar gak disapa, gimana sih? waw, belanjaan banyak juga yah, udah jadi istri Om, om kaya, wah, ini apa? susu hamil? kamu udah hamil sama Om itu? ha-ha-ha," sahut Reza.


"Terserah lo mau bilang apa, gue gak ada urusan lagi sama lo! minggir!" perintah Khalisa.


"Minggir lo!" sahut Syifa.


"Lo diam jomblo, ini urusan gue sama Khalisa, minta satu tehnya yah, haus gue," sahut Reza.


"Reza taro gak! taro! gue teriak maling nih!" perintah Khalisa.


"Sayang, lagi apa? kok di sini? kamu ngapain sama mereka?" tanya pacarnya Reza merangkul dan memegang tangan Reza.


"Mba, bilangin sama pacar Mba ini, jangan suka ngambil barang orang, di lorong kan banyak," sahut Khalisa.


"Sayang," sahut pacarnya Reza.


"Aku gak ngambil kok sayang, benaran, ini cewek bohong," sahut Reza sambil meletakan minuman Khalisa dan mengangkat tangan ke atas.


"Gila! ayo Fa, permisi!" sahut Khalisa.


"Jelas-jelas minuman ia ada di tangan kamu, terus gak mau ngaku lagi, hah?" pacarnya Reza menjewer kuping Reza.


"Aduh, duh, sayang sakit, malu, malu, orang gak ngambil kok, perempuan itu yang gila," sahut Reza.


"Lis, lihat si Reza, ternyata ceweknya galak yah, ha-ha-ha," sahut Syifa.


"Biarin aja, syukurin, jewer aja tuh, kalau bisa sampai putus kupingnya, lagian cantik-cantik mau sama Reza," sahut Khalisa.


"Mungkin, duitnya doang kali Lis," sahut Syifa.


"Hust, jangan suhuzon Fa, gak baik ah," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Setelah itu, Khalisa menunggu cashier menghitung belanjaan, di belakang Syifa ada ceweknya Reza dan Reza, Reza mengedipkan mata ke arah Khalisa.


Astaghfirullah, amit-amit jabang bayi, stres itu orang.


Setelah selesai, Khalisa langsung membayar dengan uang tunai sebesar satu juta lima ratus. Syifa kaget mendengar semua belanjaan Khalisa.


Bersambung....

__ADS_1


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2