
"Mandi sana Kak, pulang dari Jogya genit banget sih!" sahut Khalisa tersenyum.
"Biarin aku genit, orang sama istri sendiri kok, bukan sama orang lain!" sahut Desta tersenyum.
"Kak, aku dapat balasan, Dokternya ada sampai jam sembilan malam." Sahut Khalisa.
"Oh, Alhamdulillah, ya udah kamu siap-siap aja!" perintah Desta.
"Tapi USG gak bisa hari ini Kak, kalau cek kandungan bisa, gimana dong?" sahut Khalisa.
"Ya udah, gak apa-apa sayang, aku pengen tahu kandungan kamu aja, sama luka kamu soalnya dagingnya sampai kelihatan gitu, takut infeksi." Sahut Desta.
"Iya Kak, aku siap-siap yah!" sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Khalisa siap-siap berganti pakaian, saat Khalisa bangun sudah mulai nyeri dan badan mulai gak enak.
Aduh, kok mau bangun pusing banget yah, mulai terasa perih banget, ya Allah, kuat-kuat, Khalisa kuat, Bantu Mamah biar kuat ya Nak, jangan bikin pusing dan lelah.
Khalisa sudah rapi berganti pakaian dan dandan, Khalisa hanya menunggu Desta sampai selesai salat asar selesai.
Tadi perasaan baik-baik aja, gak terasa perih, kok sekarang malah perih sih? uhhh__ kenapa baru sekarang terasanya yah.
"Sayang, udah rapi? ayo berangkat! kok pucat gitu?" tanya Desta.
"Gak apa-apa Kak, ayo!" sahut Khalisa merasakan linu di kakinya.
"Kenapa sayang? sakit banget yah?" tanya Desta langsung memperhatikan kaki Khalisa.
"Perih Kak, tadi padahal gak apa-apa, kok terasanya sekarang, perihnya kaya terbakar, hiks-hiks..." sahut Khalisa.
"Ya Allah sayang, tapi kuat gak? kalau gak kuat besok aja yah," sahut Desta meniupi luka Khalisa.
"Aku kuat Kak, tapi gak bisa tegak Kak, sakit, linu banget!" sahut Khalisa.
"Sini-sini! aku gendong aja yah sampai depan, turun tangga pasti sakit." Sahut Desta langsung menggendong Khalisa ke bawah.
"Kak, ih... malu aku Kak!" sahut Khalisa.
"Sssttt___ aku bawa kamu sampai mobil yah!" sahut Desta.
Gue benar-benar gak rela Yuda, istri gue jadi menderita begini, meskipun gak seberapa luka, tapi bikin hati gue sakit, lo udah sentuh istri gue! besok gue kasih perhitungan sama lo! gak terima gue.
"Neng, Khalisa kenapa di gendong Den?" tanya Bi Aning.
"Dia luka Bi, Bi tolong buka pintu depan yah! saya mau ke rumah sakit!" perintah Desta.
"Siap Den! Ya Allah, Bibi gak lihat tadi, soalnya Neng langsung ke atas, cepat sembuh ya Neng!" sahut Bi Aning.
"Pak Jamal tolong bukain pintu mobilnya dong!" perintah Desta.
"Siap Den!" sahut Pak Jamal.
"Den, mau kemana? Neng Khalisa sakit?" tanya Bang Joni.
"Iya mau periksa, Bang Joni, Bang Slamet, Bang Boro, tolong jaga rumah yah, bantu Pak Jamal, kalian di sini seminggu lagi aja, buat Jaga-jaga yah!" perintah Desta.
"Oh, gitu Den? siap kalau gitu mah, he-he..." sahut Bang Joni.
__ADS_1
"Siap Den!" sahut Bang Slamet.
"Siap Den!" sahut Bang Boro.
"Makasih yah, udah buka gembok-nya Pak?" tanya Desta.
"Sudah Den, hati-hati ya Den!" sahut Pak Jamal.
"Hati-hati Den!" sahut Bang Joni, Slamet, dan Boro kompak.
"Wow! kompak banget, ha-ha-ha... sahut Desta.
🍁🍁🍁
Khalisa dan Desta akhirnya berangkat. Khalisa banyak cerita tentang Bang Boro dan Syifa, sampai akhirnya Desta tertawa lepas.
"Gimana sayang? kakinya masih sakit?" tanya Desta.
"Masih Kak, linu, Kakak aku malu lho, aku digendong sama Kak Desta kaya tadi." Sahut Khalisa.
"Kenapa harus malu? santai aja sayang," sahut Desta.
"Kak, aku mau cerita, boleh?" tanya Khalisa.
"Cerita apa sayang?" tanya Desta.
"Bang Boro suka sama Syifa, tapi Syifa tolak, sekarang Bang Boro marah sama Syifa, gak mau negor gitu." Sahut Khalisa.
"Ha-ha-ha... serius kamu? kenapa Syifa nolak?" tanya Desta sambil tertawa.
"Ha-ha-ha... ada-ada aja, Bang Boro baik lho, aku kenal ia udah lama, ia kalau pacaran mau ke bioskop gak ada uang, sampai rela jual handphone-nya, tahu-tahu pacarnya ninggalin dia, kasihan sayang." Sahut Desta.
"Serius Kak? ya Allah, aku jadi gak tega." Sahut Khalisa.
"Ya begitu sayang, lagian Syifa kenapa gak mau sih? kalau nyari pacar jangan lihat tampang, pasti karena tampangnya seram, jadi gak mau, iya kan?" tanya Desta.
"Bisa jadi Kak." Sahut Khalisa.
"Coba cerita sama aku, kemarin kenapa bisa Yuda datang? dan yang tolongin kamu sama Syifa selain Bang Joni siapa lagi?" tanya Desta.
"Tapi Kakak jangan marah yah?" tanya Khalisa.
"Kenapa harus marah? emang kamu salah?" tanya Desta.
"Tiba-tiba aja Yuda datang, terus narik Syifa, aku refleks keluar sama Bang Joni, hentiin Yuda, Yuda tetap narik Syifa, aku langsung narik tangan Syifa biar lepas, tapi Yuda dorong aku kencang banget, pas aku jatuh, dengkul aku nancap batu besar tajam Kak, kepentok yang lancipnya, terus Bang Joni teriak maling, Yuda baru lepasin tangan Syifa, pas itu aku lagi luka berdarah, tiba-tiba Edwin datang Kak, kaget lihat aku, mau bantuin aku, tapi aku gak mau, Edwin manggil-manggil aku, kaya mau ngobrol, tapi aku tinggal Kak, Kak benaran kok aku gak dibantu Edwin, yang bantu Aku Bang Joni." Sahut Khalisa.
"Hmm, gitu?" tanya Desta.
"Kakak marah yah? aku gak sengaja kok Kak ketemu Edwin!" sahut Khalisa.
"Iya sayang gak apa-apa, aku percaya sama kamu, perhatian Edwin mau bantu kamu, dia masih naro harapan sama kamu, masih cinta sama kamu sayang, aku takutnya Syifa gak bahagia kalau sama Edwin itu!" sahut Desta memegang kepala Khalisa sambil tersenyum.
"Aku gak bisa larang Syifa Kak, karena emang Syifa udah ke cantol sama Edwin, jangan marah ya Kak." Sahut Khalisa.
"Enggak sayang." Sahut Desta tersenyum.
*Gimana cowok itu gak suka dan gak cinta sama kamu, karena kamu punya hati yang tulus, baik, lebih mementingkan orang lain dibanding diri sendiri, Ya Allah, terima kasih engkau beri istri soleha seperti Khalisa, melihatnya terluka aja aku sampai mau nangis, baru ini aku seperti ini, walau luka gak parah, secuil luka dari orang lain atau membuat ia menangis seperti Umi menyakiti nya, hati aku sakit, seperti gak rela di*a tersakiti.
__ADS_1
"Kak, kenapa melamun? pasti marah yah?" sahut Khalisa.
"Apaan sih sayang, enggak!" tangan Desta satunya menggenggam tangan Khalisa dan menciumnya sambil menyetir.
🍁🍁🍁
Akhirnya, Khalisa dan Desta sampai di rumah sakit. Desta merangkul Khalisa dengan erat sambil berjalan perlahan.
"Aku gendong aja ya sayang!" sahut Desta.
"Jangan Kak, banyak orang malu ah!" sahut Khalisa.
"Tapi kuat jalannya gak?" tanya Desta.
"Kuat kok Kak," sahut Khalisa.
🍁🍁🍁
Setelah lama menunggu, Khalisa dan Desta langsung masuk ke ruangan.
"Wah, Non Khalisa, ini suaminya? enak yah di dampingin suami." Sahut Bu Dokter Susi.
"Iya Dok, Alhamdulillah." Sahut Khalisa tersenyum.
"Masnya, duduk aja yah, saya mau periksa Non Khalisa." Sahut Dokter Susi.
"Dok, saya minta tolong yah, sekalian periksa kaki istri saya, takut infeksi!" sahut Desta.
"Oke, siap! wah, Non suaminya perhatian banget yah, he-he, bersyukur ya Non, punya suami perhatian, ganteng lagi," sahut Dokter Susi.
"Bu Dokter bisa aja." Sahut Khalisa.
"Kaki kamu kenapa sampai begini Non, sampai kaya gini, saya kasih obat nanti sekalian yah!" sahut Dokter Susi.
"Kena batu lancip Dok! kepeleset." Sahut Khalisa.
"Waduh, hati-hati Non, untung bayinya gak apa-apa, kuat kok bayinya, sehat, minggu jangan sampai gak ke sini yah, kita USG!" sahut Dokter Susi.
"Alhamdulillah, saya udah takut banget Dok, takut kenapa-kenapa." Sahut Khalisa.
"Wajar, namanya hamil muda, dulu saya juga pas hamil muda seperti kamu was-was, tapi Alhamdulillah anak saya sehat, udah pada nikah semua, udah ada cucu lagi, he-he..." sahut Dokter Susi.
"Wah, hebat ya Dok, udah punya cucu." Sahut Khalisa.
"Iya, he-he, maaf nih jadi curhat, tapi enak kan kalau ngobrol kaya gini? dari pada kaku kita, saya mah gak mau kaku-kaku." Sahut Dokter Susi.
"Benar Dok, he-he..." Sahut Khalisa dan Desta.
"Sini kakinya biar saya perban dan kasih obat alkohol yah, tapi tahan yah, karena alkohol nya beda, tapi cepat kering luka kamu! tahan yah!" sahut Dokter Susi.
"Aaaaaaa!" teriak Khalisa menahan perih dari alkohol biasanya.
"Dokter, kenapa istri saya?" tanya Desta.
"Gak apa-apa kok, gak saya apa-apain, habis saya obati lukanya biar cepat kering, udah selesai, sini dulu yuk! saya tulis resep buat obatnya yah!" ajak Dokter Susi.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
__ADS_1