
"Raja, sini kakinya Nak! tahan yah!" minta istri si Marbut.
"Pelan-pelan Bu, perih pasti!" sahut si Marbut.
"Emang sebelah, banyak Preman Pak?" tanya istri si Marbut.
"Banyak Bu, suka mengandalkan Anak-anak seperti Rina dan Raja untuk mengemis, Raja, Bapak punya kabar gembira buat Raja!" sahut si Marbut.
"Apa Pak?" tanya Raja.
"Kamu lihat ini! ini kamu, tadi, saudara kamu ke sini, nanyain kamu, sebentar lagi Raja akan pulang ke keluarga Raja! hiks-hiks-hiks..." sahut si Marbut menangis karena sedih akan berpisah.
"Benar Pak? asik..." sahut Raja senang.
"Apa Pak? keluarga Raja sudah ketemu? hmmm..." Rina mojok dan menangis sambil menunduk.
"Kakak, Bapak, jangan sedih, meskipun Raja nanti pulang, Raja akan main ke sini, Raja gak lupa Bapak sama Kak Rina.
"Benar ya Raja, kamu gak boleh bohong sama Kakak!" sahut Rina.
"Raja gak bohong Kak, Kakak itu, Kakak terbaik Raja, Raja sayang sama Kakak!" sahut Raja memeluk Rina.
"Bapak sudah sayang sama kamu Raja, kamu jangan sungkan-sungkan kalau mau main ke sini, hiks-hiks-hiks..." sahut si Marbut menangis sedih.
"Bapak jangan sedih, nanti Raja ikut sedih, Bapak penolong Raja, Raja juga sayang sama Bapak!" sahut Raja menghapus air mata si Marbut itu.
"Raja, hiks-hiks-hiks....." sahut si Marbut memeluk Raja.
Ya Allah, kenapa aku jadi ikut sedih gini, Bapak udah sayang banget sama Raja, aku juga sebenarnya berat, tapi mau gimana lagi.
"Besok Bapak telepon yah Nak!" sahut si Marbut.
"Raja, juga jangan lupa sama Ibu yah!" sahut istri si Marbut.
__ADS_1
"Enggak Bu." Sahut Raja.
☀☀☀☀
Khalisa dan Desta telah sampai rumah Bunda Maryam.Khalisa dan Desta langsung mencium tangan Ayah Umar, Bunda Maryam dan Mirna. Bunda Maryam memeluk Khalisa karena sedih melihat terluka di lehernya.
"Assalamu'alaikum, salam Khalisa dan Desta.
"Wa'alaikumsalam. Jawab Ayah Umar, Bunda Maryam dan Mirna.
"Ya Allah Nak, kamu gak apa-apa? pasti sakit lehernya yah?" tanya Bunda Maryam.
"Bunda, Alhamdulillah, aku gak apa-apa, aku baik-baik aja, karena Allah sudah menolong Aku." Sahut Khalisa.
"Khalisa, Mba minta maaf yah, atas kelakuan Mba kemarin, dan kelakuan Jono, kamu jadi masuk rumah sakit, terluka gara-gara suami Mba!" sahut Mirna memeluk Khalisa.
"Gak apa-apa Mba, aku udah maafin Mba, Mba itu Tante aku, sekaligus Kakak aku juga, masa iya, Khalisa gak mau maafin, sebelum Mba minta maaf, Khalisa udah maafin, Khalisa minta sama Mba Mirna, Mba Mirna tegar, kuat menghadapi masalah ini yah!" sahut Khalisa tersenyum dan menghapus air mata Mirna.
"Bunda ambil air yah! Desta mau apa? teh, atau susu?" tanya Bunda Maryam.
"Ah, enggak!" sahut Bunda Maryam.
"Hiks-hiks-hiks, Mba sekarang sudah mau jadi janda Lis, orang sini menghina Mba." Sahut Mirna.
"Emang kenapa janda? emang kalau Mba janda, menyusahkan mereka? kan enggak, gak usah peduliin apa kata orang lain Mba, orang lain itu senang kalau kita sedih atau susah, yang sekarang Mba pikirin merawat kedua Anak Mba, dan fokus mencari Raja." Sahut Khalisa.
"Besok, Mba Mirna, Raja, Khalisa, Ayah dan Bunda, ikut persidangan yah! kita tentuin berapa tahunnya si Jono di penjara, aku juga punya rekaman ini, buat memberatkan Jono!" sahut Desta.
"Astaghfirullah, dia ngancam kamu sama Khalisa? emang benar-benar gak ada kapoknya tuh orang! semoga penjara seumur hidup yah! Mba, jadi ngeri kalau dia hanya beberapa tahun penjara." Sahut Mirna.
"Mba gak usah takut! kesalahan Jono udah fatal, dia harus dihukum seumur hidup, dia sudah menyiksa istri, Anak, menganiaya orang, merampok, dan menganiaya Khalisa, Ayah, saya boleh minta warga kampung sini, yang Jono timpuk gak? biar dia bicara juga di persidangan." Sahut Desta.
"Bisa Des, tapi kalau gak ada uangnya, mereka mana mau!" sahut Ayah Umar.
__ADS_1
"Tenang aja, Desta kasih uang, yang penting bukti-bukti banyak, Jono dipidana seumur hidup." Sahut Desta.
"Bisa, Desta mau Ayah antar?" tanya Ayah Umar.
"Ayah kondisinya masih sakit gak? Khalisa gak mau Ayah drop!" minta Khalisa.
"Gak akan drop, orang dekat, ini demi kebaikan kita!" sahut Ayah Umar.
"Kalau jauh, pakai mobil Desta aja Yah!" sahut Desta.
"Gak usah! dekat kok!" sahut Ayah Umar.
"Waduh, waduh, pada mau kemana ini?" tanya Bunda Maryam.
"Bun, saya pinjam Ayah boleh kan? soalnya saya butuh saksi dan bukti warga kampung sini juga, buat memberatkan Jono." Sahut Desta.
"Oh, boleh! silakan, tapi hati-hati ya Nak Desta." Sahut Bunda Maryam.
"Siap Bun." Sahut Desta.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1