Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 70


__ADS_3

"Iya sayang, aku rindu banget sama kamu, pengen peluk kamu, tunggu aku pulang ya sayang," sahut Desta.


"Sama Kak, aku juga, aku selalu menunggu Kakak, aku mengerti keputusan Kakak, kalau emang Kakak gak bisa pulang jumat aku mengerti, aku gak boleh egois kaya tadi," sahut Khalisa.


"Pokoknya kamu berdoa aja yah, semoga project gak diputus, aku tetap pulang jumat," sahut Desta.


"Iya Kak Aamiin, banyak yang aku pengen ceritakan sama Kakak di sini," sahut Khalisa.


"Cerita aja sayang," sahut Desta.


"Nanti aja kalau Kakak pulang," sahut Khalisa.


"Ya udah, sini aku mau ngomong sama dede yang ada di dalam perut kamu," minta Desta Khalisa mengarahkan perutnya ke layar handphone.


"Ini, he-he," sahut Khalisa.


"Dede, Assalamu'alaikum Nak, ini Papah sayang, kamu udah bobo ya Nak, kamu tunggu Papah pulang ya Nak, Papah kangen banget sama dede, meskipun dede masih dalam perut Mamah, dede jangan nakal-nakal ya Nak, jangan bikin Mamah mual, kasihan Mamah, semangatin Mamah biar kuat, muaccch, muaccch, Papah sayang Dede." Sahut Desta tersenyum.


"Sayangnya sama Dede doang nih, sama Mamahnya enggak?" Khalisa tersenyum.


"Mamahnya cemburu, sama Mamahnya juga dong, masa enggak sih, sini Mamahnya Papah cium, mmmuachh..." sahut Desta.


"Aku juga sayang sama Kakak, sama dede juga." Sahut Khalisa berlinang air mata.


"Kok kamu sedih sayang? jangan sedih dong, coba senyum ah, aku gak bisa hapus air mata kamu." Sahut Desta.


"Ini aku senyum Kak, cuma nangis bahagia aja, he-he." Sahut Khalisa tersenyum.


"Nah gitu dong, aku bakal tidur lelap ini, udah lihat senyum istriku, itu suara Syifa gede banget ngoroknya, ha-ha-ha." Sahut Desta.


"Sampai kedengaran ya Kak, he-he-he, ia emang kaya gitu Kak." Sahut Khalisa.


"Kamu bisa tidur gak, kalau dengar suara ngoroknyanya Syifa sayang? ke ganggu gak?" tanya Desta.


"Enggak kok Kak, udah biasa sama dia mah, dari kecil aku kenal dia, kalau udah lelap, ya begini ngorok," sahut Khalisa.


"Siap-siap aja suaminya Syifa nanti harus kuat kupingnya, ha-ha-ha, aduh, Syifa, Syifa," sahut Desta.

__ADS_1


"Oh, iya Kak, waktu aku nginap di rumah Bunda, Yuda sempat ke sini lagi, kata Pak Jamal, Kakak jangan percaya ia udah taubat, dia hanya taubat sambal Kak, masa narik-narik Syifa di kampus, untung kata Syifa ada Edwin," sahut Khalisa.


"Kenapa kamu baru bilang sayang, dia sempat chat aku, kalau udah benar-benar taubat, aku sih biasa aja, gak terlalu percaya, ya udah bilang sama Bodyguard kita sama Pak Jamal juga, suruh jaga ketat penjagaan, aku takut ia masuk, kamu hati-hati kalau gitu di rumah yah," sahut Desta.


"Aku kan baru tahu tadi dari Pak Jamal, iya udah Kak, kok teman Kakak nekat sih? apa maunya sih Kak, bukan ia tugas katanya, kok jadi horor sih?" sahut Khalisa.


"Dia itu penasaran sama Syifa sayang, aku takutnya ia penasaran sama kamu juga, pokoknya kemana-mana kamu gak boleh sendiri yah, harus didampingin Bang Joni atau lainnya." Sahut Desta.


"Iya Kak, aku jadi ngeri, Kakak udah jangan diladenin jangan percaya, nanti Kakak percaya malah suruh masuk lagi." Sahut Khalisa.


"Enggak sayang, kamu gak usah cemas yah, kalau ada aku, pasti aman, aku bakal selalu jaga kamu, lagian aku heran banget itu kenapa bisa kaya gitu yah? aku ngerinya ia ngobat sayang." Sahut Desta.


"Aduh ngeri banget sih Kak, pokonya Kakak gak boleh dekat-dekat sama dia lagi, aku gak mau." Sahut Khalisa.


"Iya sayang, enggak kok, biar gimana pun ia itu teman aku juga, aku pengen cari tahu ke keluarganya supaya dia cepat sadar atau keluarganya ngurusin." Sahut Desta.


"Jangan Kak, aku gak mau Kakak kena masalah, pokoknya aku gak izinin titik." Sahut Khalisa.


"Iya sayang, kalau istriku gak izinin aku gak akan lakuin, sekarang istriku bawel yah, udah mulai perhatian sama aku," sahut Desta.


"Emang kemarin-kemarin aku gak perhatian apa," sahut Khalisa.


"Ih, ko Kakak begitu, awas nanti kalau pulang aku cubit, aku dibilang bawel," sahut Khalisa.


"Jangan dong sayang, masa dicubit, maunya dicium, dipeluk, dimanja, ha-ha-ha, sayang udah malam tidur gih! gak terasa kita video call sampai malam gini, saking rindunya," sahut Desta.


"Iya, Kakak juga yah, bobo yang nyenyak, kabar-kabarin aku kalau pulang," sahut Khalisa.


"Iya istriku sayang," i love you, mmuaachh, kamu juga bobo yang nyenyak, Assalamu'alaikum," sahut Desta.


"Iya Kak, i love you to, mmuaachh, Wa'alaikumsalam," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Hork-hork-hork-hork


Ya ampun Syifa, ngorok sampai kaya gitu, kasihan banget, lo sahabat terbaik gue.

__ADS_1


Khalisa menyelimuti Syifa yang tertidur lelap, sambil memandangi wajah Syifa. Khalisa langsung tidur disamping Syifa. Saat Khalisa tidur lelap, kaki Syifa mendorong Khalisa.


"Aduh, aduh, ih, ini anak jabrah banget sih tidurnya," Khalisa mengangkat kaki Syifa.


"Hah, siapa lo!" Syifa terbangun dan malu pada Khalisa.


"Heh! ngigo lo yah," sahut Khalisa.


"Eh, Lisa maaf Lis, gue ketiduran ya, lo udah selesai video call sama suami lo?" tanya Syifa.


"Udah dari tadi, tiga jam yang lalu, ini udah jam dua malam, kaki lo dorong gue, untung gue gak kenapa-kenapa," sahut Khalisa.


"Astaghfirullah, maaf ya Lis, kena perut lo gak?" tanya Syifa.


"Enggak, kan gue jaga sama dua bantal, biar kalau tidur jabrah, gak sampai kenain perut gue, soalnya gue tahu kalau lo tidur kaya gimana," sahut Khalisa.


"Maafin gue ya Lis," sahut Syifa.


"Gak apa-apa, udah tidur lagi, gue masih ngantuk banget Fa," sahut Khalisa.


"Maaf ya Lis," sahut Syifa.


"Iya, iya, udah tidur! oh, iya, ini gue batalin bantal yah, biar gak kenain gue ya Fa!" sahut Khalisa.


"Oke Lis, he-he," sahut Syifa.


Ya Allah, Lis lo kenapa baik banget sih Lis, gak ada marah-marahnya sama gue, sikap lo benar-benar sabar, ngahadapin gue yang norak dan kampungan ini, lo masih mau ngajarin gue, lo mau nasehatin gue, lo masih mau temanan sama gue, sahabat kaya lo akan pernah ada lagi Lis.


"Fa, belum tidur? kenapa lo masih melotot dan ngelihatin gue? gue aneh yah? tidur! tidur!" sahut Khalisa.


"Fa makasih yah, lo udah mau jadi sahabat gue, meskipun gue nyebelin, norak, kampungan, lo tetap mau temanan sama gue." Sahut Syifa.


"Iya Fa, sama-sama, gue bakal terus jadi sahabat lo, suka dan duka, kita harus bersama, kalau sahabat sedih, ya pasti gue sedih, kalau sahabat bahagia, gue bahagia, udah tidur Fa, udah malam, gue ngantuk banget Fa." Sahut Khalisa.


"Iya Lis, lo tidur-tidur aja sih, gue udah gak ngantuk." Sahut Syifa.


"Terserah lo deh, gue tidur yah, ngantuk Fa." Sahut Khalisa.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2