
"Iya sayang, Emaknya Syifa emang kaya gitu, kalau udah ngomong dan benci sama orang pasti nyerocos, dimaklumin ya sayang." Sahut Khalisa.
"Iya, kan aku gak enak sama Yuda, Yuda udah benar-benar taubat, sama tamu-tamu lain juga jadi gak enak!" sahut Desta.
"Iya sayang, sabar yah! sayang, kalau besek kita kasih sore basi gak sih?" tanya Khalisa.
"Kamu mau kasih mereka? nanti disangka kita ngasih makanan basi, udah gak usah ah!" minta Desta.
"Iya, iya, maafin aku sayang." Sahut Khalisa.
"Kok minta maaf? emang kamu salah? kamu gak salah sayang, kita menjaga aja, supaya gak jadi omongan, aku takut ngasih besek besok, mereka gak terima, jangan yah!" sahut Desta.
"Iya sayang, enggak! sayang, Syifa chat aku, katanya minta maaf, besok Emaknya sama Dokter Ari, agak siangan mau datang, Emaknya Syifa hanya salah paham." Sahut Khalisa.
"Bilang aja, gak usah ke sini, kita aja ke rumah dia, sekalian jengukin Anaknya Adhel." Sahut Desta.
"Oke, sayang!" sahut Khalisa.
"Lagian kalau ke sini juga, aku gak ada kerja, besok sore gitu yah, bilang sayang!" sahut Desta.
"Iya sayang, udah kok!" sahut Khalisa.
"Ya udah, sekarang kita istirahat yuk!" minta Desta.
"Katanya malam! ya udah, deh!" sahut Khalisa manja.
"Dih, aku senang dengarnya sayang, yang minta duluan sekarang kamu yah! sekarang kamu udah mulai berani yah, ada apa gerangan sayang? tumben manja!" sahut Desta.
"Aaaa... ya udah, kalau gak mau!" sahut Khalisa.
"Eh... mau!" sahut Desta mulai mencumbu Khalisa.
☀☀☀☀
Setelah lama bercinta, Khalisa dan Desta tertidur dan sangat lelah, apalagi Khalisa yang sudah terbaring tidak berdaya, akibat permainan Desta. Gak terasa hari sudah pagi, Desta membangunkan Khalisa dengan menciumnya.
"Sayang, istriku, selamat pagi sayang, bangun yuk! kita salat subuh!" minta Desta.
__ADS_1
"Sudah subuh ya sayang, ya Allah, sayang bisa tolong ambilin handuk, aku malu!" minta Desta.
"Malu sama siapa? masa masih malu aja! ikut aku yuk!" ajak Desta langsung menggendong Khalisa ke kamar mandi.
Desta mengulanginya lagi di kamar mandi. Meskipun Khalisa hamil di mata Desta, Khalisa tetap cantik meskipun buncit sedang mengandung.
"Aku buncit, gemuk, terlihat jelek ya sayang?" tanya Khalisa.
"Kata siapa? kamu tetep cantik istriku, meskipun orang lain berkata tidak, di mata aku kamu adalah bidadari aku, anugerah terindah aku." Sahut Desta.
"Makasih ya sayang." Sahut Khalisa tersenyum.
Setelah selesai mandi bersama dan mandi besar, Desta menyelimuti Khalisa dengan handuknya, Khalisa berwudhu bergantian dengan Desta. Mereka salat berjamaah bersama, sambil melantunkan ayat-ayat Al-Quran, Khalisa di belakang Desta mengikuti Desta mengaji di dalam hatinya.
"Ayah, suaranya Desta bagus dan merdu sekali, Bunda bangga memiliki menantu yang pintar mengaji, bisa membimbing Khalisa dan Anak-anak nya.
"Iya Bun, Ayah, gak salah pilih kan? Khalisa beruntung punya suami seperti Desta." Sahut Ayah Umar.
"Besan, kalian sudah salat jamaah? ada apa nih? kayanya pada senang sekali?" tanya Umi Sarah.
"Alhamdulillah, kita sudah salat Umi, lagi dengar Desta mengaji, suaranya merdu, adem banget Mi." Sahut Bunda Maryam.
"Iya, silakan Umi, tadi Abi juga lagi wudhu sih, di atas!" sahut Bunda Maryam.
☀☀☀☀
Desta mengakhiri membaca Al-Quran, Khalisa langsung mencium tangan Desta. Desta tersenyum pada Khalisa.
"Sayang, kamu sarapan besek yang kemarin aja yah, kamu mau kan? sayang soalnya, biar habis dimakan." Sahut Khalisa.
"Iya sayang, gak apa-apa, biar gak mubazir juga." Sahut Desta.
"Alhamdulillah, suami aku pengertian, sebentar, aku ambilin baju kerja kamu ya sayang." Sahut Khalisa.
"Iya istriku." Sahut Desta melepas baju kokoh nya.
Setelah Khalisa menyiapkan baju kerja untuk Desta, Khalisa menggantung baju kokoh Desta dan mukena. Khalisa merapikan baju kerja yang dipakai Desta.
__ADS_1
"Masya Allah, istriku, makasih ya sayang." Sahut Desta tersenyum.
"Sama-sama sayang." Sahut Khalisa.
☀☀☀☀
Desta dan Khalisa keluar kamar, Khalisa membawa tas kerja Desta. Di meja makan, sudah ada keluarga, kecuali Mba Mirna dan Anaknya masih tertidur. Makanan semua sudah dihidangkan.
"Pagi semua..." Sahut Desta dan Khalisa.
"Pagi, pasangan teromantis." Sahut Umi Sarah.
"Umi bisa aja, lho, Mba Mirna mana yah?" tanya Khalisa.
"Biasa dia mah, kalau jam segini bangun siang." Sahut Bunda Elsa.
"Lho, emang gak salat subuh?" tanya Umi Sarah.
"Salat mungkin, tapi tidur lagi." Sahut Ayah Umar.
"Desta sama Khalisa, biar Umi yang nyendokin kalian yah!" minta Umi Sarah.
"Makasih Umi." Sahut Khalisa tersenyum.
"Makasih Umi." Sahut Desta.
"Kalian makan yang banyak, biar sehat!" sahut Umi Sarah.
Bunda Maryam dan Ayah Umar senang melihat Khalisa bahagia dan diperhatikan oleh Mertuanya. Mereka berharap keluarga mereka akan utuh selamanya, sampai menutup mata.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu