
"Kita duduk di taman yuk! ajak Desta. Desta dan Khalisa duduk di taman sambil santai.
"Kak, mau permen?" Khalisa menyodorkan ke Desta.
"Wah kapan kamu beli? enak nih!" sahut Desta.
"Waktu nyari toilet, aku mampir langsung beli." Sahut Khalisa tersenyum.
"Mmm enak, manis, manis kaya kamu, ha-ha-ha." Jawab Desta sambil tertawa.
"Gombal," sahut Khalisa.
"Siapa yang gombal, aku gak pernah gombal sama kamu!" sahut Desta.
🍁🍁🍁
Gak lama ponsel Desta berbunyi, telepon dari Umi Sarah. Uminya menanyakan seperti biasa, masalah belah duren dan kapan pulang.
"Kenapa Kak?" tanya Khalisa.
"Umi senang banget lho kita udah ngelakuin, dan ia nanya kapan pulang gitu aja." Sahut Desta.
"Kapan kita pulang Kak?" tanya Khalisa.
"Nanti ah, kita aja belum semua muterin tempat wisata ini, aku juga masih pengen berdua sama kamu!" sahut Desta.
"Apa gak kelamaan pekerjaan Kakak di tinggal?" sahut Khalisa.
"Ssstt___ kita jalan lagi yuk!" ajak Desta.
🍁🍁🍁
Desta dan Khalisa jalan-jalan menyusuri pantai, Desta izin untuk membeli es kelapa ijo. Saat itu Khalisa duduk sendiri sambil memandangi indahnya pantai. Ada seseorang pemuda mencoba mendekati Khalisa.
"Permisi! boleh gabung? Kamu sendiri aja?" sahut pemuda yang tidak di kenal.
"Maaf Mas, saya sama suami saya! tolong anda pergi! gak usah modus yah!" sahut Khalisa.
"Wih, galak banget!" sahut pemuda itu.
"Pergi gak! kalau gak pergi saya lempar pasir nih!" Khalisa menggenggam pasir yang akan di lempar ke pemuda itu, Desta pun datang dengan berkata sopan dan dewasanya.
"Ada apa nih? Masnya ada apa dekatin istri saya? apa ada yang bisa saya bantu!" sahut Desta. Pemuda itu langsung pergi dan meninggalkan Khalisa dan Desta.
"Kenapa sayang? kok bawaanya kesal banget?" tanya Desta.
"Itu tadi cowok ngeselin, mau gabung di sini! di sangka aku sendirian, aku udah bilang sama suami saya, gak percaya, dasar tukang modus!" sahut Khalisa kesal.
"Sabar sayang, kayanya aku harus ekstra jaga kamu deh! jauh sedikit, udah ada yang deketin aja!" sahut Desta.
"Jangan jauh-jauh mangkanya!" Sahut Khalisa sudah mulai manja.
"Ha-ha-ha, udah mulai manja yah? aku suka!" sahut Desta.
"Serius aku!" sahut Khalisa.
__ADS_1
"Iya sayang, iya! minum nih, es kelapa ijo!" sahut Desta.
"Di sini lebih nikmat, di banding di Jakarta." Sahut Desta.
"Sini! jangan lihat arah sana!" perintah Khalisa yang melihat bule hanya memakai bra dan celana dalam saja.
"Apa sih? wow.." Desta meledek Khalisa.
"Ikh.." Khalisa terlihat kesal dan marah.
"Hey, aku gak lihat sayang, aku hanya meledek kamu saja lucu, lagian itu bukan selera aku, aku udah punya selera yaitu kamu, Ha-ha-ha." Sahut Desta sambil tertawa.
"Gombal mulu kerjaannya," sahut Khalisa sambil tersenyum.
"Tapi sayang kan? ha-ha-ha," sahut Desta.
"Gimana yah?" sahut Khalisa.
"Gimana apanya hayo?" sahut Desta sambil menggelitiki Khalisa.
"He-he-he, geli Kak, udah!" sahut Khalisa.
"Ha-ha-ha, aku mau tanya sama kamu sayang, boleh?" tanya Desta.
"Tanya Apa Kak?" tanya Khalisa tanya balik.
"Itu lho, kamu kok kalau manggil Mba Mirna, Mba sih? bukan ia Bibi kamu?" tanya Desta.
"Iya, Mba Mirna sendiri yang mau di panggil Mba, sejak aku kecil, dia itu anggap aku adik sendiri, aku pun sama udah anggap dia Kakakku sendiri." Sahut Khalisa.
"Oh gitu? ha-ha-ha." Jawab Desta.
"Raja dan Dewa lucu yah? baru berapa hari aja, aku udah suka banget." Jawab Desta.
"Iya Kak, aku aja heran ngelihatnya, he-he-he." Sahut Khalisa.
"Mangkanya, aku ingin banget kamu cepat-cepat hamil, supaya kamu di rumah ada temannya, kalau aku kerja." Jawab Khalisa.
"Doain aku ya Kak, supaya cepat hamil." Jawab Khalisa sambil memegang tangan Desta.
"Aamiin ya Allah, terima kasih yah!" Sahut Desta mencium tangan Khalisa.
"Kak, aku lapar, cari makan yuk!" Khalisa memegang perutnya yang sudah berbunyi.
"Astaghfirlullah, kamu lapar yah? ya udah ayo! kita cari makan." Jawab Desta sambil memegang tangan Khalisa.
"Kamu mau makan apa sayang?" tanya Desta.
"Kayanya aku pengen seafood Kak, tapi kalau Kakak mau yang lain gak apa-apa." Jawab Khalisa.
"Kita cari seafood ya sayang, sabar yah!" sahut Desta.
🍁🍁🍁
Akhirnya Desta dan Khalisa sampai di tempat makan seafood. Desta dan Khalisa pun memesan makanannya, saat makanan sampai di meja, Khalisa memandanginya dengan lezat.
"Wah, enak banget ini Kak, makasih yah! Kak tolong fotoin aku dong!" minta Khalisa.
__ADS_1
"Bagus sayang, lucu." Sahut Desta.
"Mana?" tanya Khalisa.
"Ini!" sahut Desta.
🍁🍁🍁
Saat mereka makan berdua, Khalisa dan Desta melihat pasangan yang sedang bertengkar. Cowoknya tega berselingkuh dengan cewek lain.
"Itulah sayang, gak enaknya pacaran, berantem, ujungnya putus." Jawab Desta.
"Iya Kak, he-he." Sahut Khalisa.
"Aku bersyukur dengan Ta'aruf ini, aku bisa mengenal kamu, pacaran setelah menikah itu lebih indah." Jawab Desta.
"Tapi ada Kak, yang Ta'aruf hidupnya gak bahagia, itu kenapa ya Kak?" tanya Khalisa.
"Kamu mau tahu mereka tidak bahagia karena apa?" tanya Desta kembali.
"Kenapa Kak?" tanya Khalisa penasaran.
"Keikhlasan, mereka ngelakuin Ta'aruf karena sama-sama gak ikhlas jalaninnya, Ta'aruf mereka bukan karena Allah, tapi karena tekanan dari orang tua, mangkanya waktu itu, aku bilang ke kamu, kamu ikhlas gak, ada tekanan gak, karena nikah itu cuma satu kali seumur hidup.
"Benar Kak, aku baru ngerti sekarang." Sahut Khalisa.
"Beda dengan kita, karena kita ikhlas karena Allah, buktinya kita bisa jalanin semua, sampai-sampai kamu cemburu takut kehilangan aku, ha-ha-ha." Jawab Desta sambil meledek dan menyindir Khalisa.
"Dih, nyindir yah? awas yah!" sahut Khalisa mencubit pinggang Desta.
"Aduh, sakit sayang, genit banget nyubit-nyubit, ha-ha." Sahut Desta.
"Kakak yang genit kok, he-he-he." Sahut Khalisa.
"Biarin, genit sama istri sendiri kok, bukan sama orang lain ini!" sahut Desta.
🍁🍁🍁
Khalisa dan Desta akhirnya kembali ke vila. Setelah sampai di rumah, Khalisa benar-benar merasa lelah.
"Kamu capek yah?" tanya Desta.
"Iya Kak, capek banget, kaki aku pegal, linu semua badan aku." Jawab Khalisa.
"Kamu rebahan aja, aku urutin kaki kamu yah! biar enak." Sahut Desta.
"Emang Kakak bisa ngurut?" tanya Khalisa.
"Bisa dong! apa yang enggak sih, siapa dulu Desta." Jawab Desta.
Desta mengambil minyak zaitun dari tasnya, dan mengurut kaki Khalisa yang pegal, selain pinter mengaji, Desta bisa mengurut juga.
"Kak, maafin aku ngerepotin!" sahut Khalisa.
"Sssttt___ udah diam! kalau di urut jangan banyak gerak," perintah Desta.
__ADS_1
Bersambung...