
"Lo tahu dari mana mertua gue bawel?" tanya Khalisa.
"Dari Bi Aning, dia kasihan sama lo di omel-omelin kemaren, lo cerita aja sih sama gue Lis," sahut Syifa.
"Iya, kemaren ia minta masakin steak, gue gak pernah masak gituan Fa, kalau emang mau ke restorannya aja, dia ngomelin gue karena gue lelet, dan bandingin gue sama mantannya Kak Desta itu!" sahut Khalisa.
"Belagu banget sih mertua lo yah, pake minta masakin steak segala, kok bandingin lo sama mantan sih? aneh banget, bukannya lo dijodohkan karena ia yah?" tanya Syifa penasaran.
"Iya, mungkin nyesel jodohin anaknya sama gue, sampai mantan anaknya di bawa-bawa, cuma gara-gara lihat gue lelet gak bisa masak," sahut Khalisa.
"Nyokap, Bokap lo tahu gak?" tanya Syifa.
"Jangan sampai tahu lah, bisa-bisa marah, malah putus persahabatan Bokap gue sama Bokapnya Kak Desta, jadi kacau nanti, gue mohon lo gak usah ngomong kemana-mana yah, cukup gue dan lo yang tahu," sahut Khalisa.
"Iya gak akan gue bilang-bilang kok, harusnya dia gak boleh ikut campur rumah tangga lo yah, kan anaknya udah ada yang ngurus, apa mungkin, dia masih belum rela anaknya nikah?" sahut Syifa penasaran.
"Bisa jadi, Kak Desta itu anak kesayangannya, anak satu-satunya, kalau belum ikhlas ngapain jodohin anaknya segala," sahut Khalisa.
"Pantesan lo tadi bukain pintu kaya tegang gitu, ternyata lo takut mertua lo yang datang yah?" ledek Syifa.
"Kan gak biasanya lo datang pagi, gue cuma takut aja apa yang gue kerjain salah di mata dia," sahut Khalisa.
"Mudah-mudahan nanti gue punya mertua gak kaya gitu, langsung nyesek gue kalau kaya lo mah," sahut Syifa.
"Apalagi, Kak Desta minggu besok mau Dinas ke Yogya, dua minggu gue ditinggal, lo mau gak temanin gue di sini? nanti kemana kek kita gitu, biar gue ada teman," minta Khalisa.
"Ada Mertua lo gak?" tanya Syifa.
"Gue gak tahu dia kesini apa enggak, please dong temanin gue!" minta Khalisa.
"Iya, iya, tapi gue harus izin sama Nyokap, Bokap gue dulu Lis, boleh apa enggaknya, nanti gue kabarin deh!" jawab Syifa.
"Oke, gue tunggu infonya yah!" jawab Khalisa kembali.
🍁🍁🍁
Gak lama, Desta video call Khalisa. Khalisa langsung mengangkatnya.
"Assalamu'alaikum, istriku lagi apa?" tanya Desta sambil tersenyum.
"Wa'alaikumsalam, aku lagi ngobrol aja sama seseorang, he-he-he," jawab Khalisa meledek.
__ADS_1
"Siapa? Bi Aning?" tanya Desta penasaran.
"Kasih tahu gak yah?" tanya Khalisa.
"Awas kamu ngeledek aku, aku kelitikin nanti! siapa aku mau lihat!" minta Desta.
"Ini orangnya!" jawab Khalisa sambil menampakan wajah Syifa agar Desta percaya.
"Oh Syifa? kapan main? kirain aku siapa," sahut Desta.
"Tadi pagi Kak, ia gak ada kelas jadi kesini, gak apa-apa kan?" tanya Khalisa.
"Hmm,, gimana yah?" Desta sambil berpikir sambil meledek Khalisa.
"Gimana apanya Kak?" Khalisa dan Syifa tegang takut Desta marah, karena Syifa main.
"Duuaarrr__ ha-ha-ha, kebiasaan tegang mulu sih kalau ada apa-apa, ya gak apa-apa lah, masa aku larang sih," sahut Desta sambil tertawa lepas meledek Khalisa dan Syifa.
"Kakak ini, kebiasaan juga selalu kaya gitu, bikin orang jantungan tahu gak, lihat Syifa nih udah merah wajahnya," sahut Khalisa.
"Ha-ha-ha, kan aku udah pernah bilang, yang terbaik buat kamu lakukanlah, tapi kalau sampai teman kamu cowok, aku baru marah," sahut Desta.
"Ya enggak lah Kak, masa cowok aku bawa ke kamar, gila kali aku," sahut Khalisa.
"Alhamdulillah baik Kak," sahut Syifa.
"Oh iya Kak, aku nanti mau ngomong sama Kakak boleh?" tanya Khalisa.
"Boleh dong, mau ngomong apa? kenapa harus nanti?" tanya Desta.
"Gak enak di telepon mah, enaknya secara langsung Kak," sahut Khalisa.
"Oh gitu, emangnya masalah apa nih?" tanya Desta penasaran.
"Masalah Syifa dan Desta Kak," sahut Khalisa.
"Oh gitu, ya udah sekarang aja, biar aku gak penasaran, lagian aku lagi santai kok," sahut Desta.
"Gimana Fa? sekarang aja yah, mumpung ada lo juga yah," sahut Khalisa.
"Ya udah, bebas," sahut Syifa.
__ADS_1
"Gini lho Kak, Syifa pengen banget kaya kita Ta'arufan, dari pada pacaran lama, mendingan ia cepat menikah kaya kita, tapi Yuda belum ngomong apa-apa, kayanya gak peka si Yuda itu! aku mau minta tolong sama kakak, bisa gak bujuk Yuda buat ngomong ke Syifa buat di Ta'aruf, Syifa nya udah siap kok Kak," sahut Khalisa.
"Oh gitu, yang gak sabar pengen nikah yah! ha-ha-ha," ledek Desta kembali.
"Kakak, aku serius! bisa bantu gak? bercanda mulu," sahut Khalisa.
"Kok galak banget sih? ya udah, nanti aku coba ngomong sama ia," sahut Desta.
"Makasih Kak, tapi jangan bilang ini suruh Syifa atau Khalisa, itu atas dasar niatnya sendiri Kak, pura-pura aja Kakak ledekin ia yah!" sahut Khalisa.
"Siap istriku, siap! nanti yah tapi nya, soalnya belum sempat chat ia lagi," sahut Desta.
"Iya Kak makasih yah," sahut Khalisa.
"Makasih Kak Desta," sahut Syifa.
"Sama-sama, ya udah aku mau lanjut kerja lagi yah, kamu jangan lupa makan, jaga kesehatan kamu yah," sahut Desta tersenyum.
"Kakak juga yah, jangan lupa makan siang, vitaminnya diminum ya Kak," nasehat Khalisa.
"Iya istriku sayang, love you!" sahut Desta.
"Love too," sahut Khalisa.
"Assalamu'alaikum." Sahut Desta mengucapkan salam.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Khalisa.
"Gue pengen deh kaya lo Lis, punya suami baik, sayang, dan cinta sama lo," sahut Syifa.
"Nanti Yuda juga kaya gitu kok, lo sabar yah!" sahut Khalisa.
"Gak nyangka yah, padahal dulu lo takut banget Bokap lo jodohin sampai kabur, nyatanya benar kan apa yang gue bilang, yang lo pikirin salah, nyatanya Kak Desta ganteng, baik, soleh, ha-ha-ha," sahut Syifa.
"Gue juga waktu itu agak takut Fa, tapi gue jalanin dan menerima ikhlas, kalau Reza gak ketahuan selingkuh, mungkin gue bakal ngeberontak ke Bokap gue, dan menolak orang yang benar-benar tulus, Allah Maha adil dan sayang sama gue, dia tunjukan cowok yang gak baik depan mata gue, sampai akhirnya gue jijik sama Reza dan gue berusaha menerima Ta'arufan Kak Desta," sahut Khalisa.
"Benar Lis, Allah benar-benar sayang sama lo, maafin gue yah, waktu itu gak jujur kalau Reza sering selingkuh, gue berpikir kalau lo tahu lo bakal gak percaya sama gue, yang ada lo malah marah sama gue, gue juga gak mau lo sampai kenapa-napa di Mesir dan kuliah lo bisa terganggu," sahut Syifa.
"Tapi akhirnya, gue sendiri yang melihat dengan mata gue sendiri, tanpa lo yang ngomong, makasih ya, lo emang sahabat terbaik gue, yang bisa ngertiin gue saat gue susah, lo selalu ada buat gue," sahut Khalisa.
Bersambung...
__ADS_1
Terima kasih teman-teman dan readersku yang udah setia mampir sampai part ini, semoga suka dan gak bosan ya ceritanya dan bisa menghibur yah, di tunggu kelanjutannya yah🥰🥰🥰