Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-206


__ADS_3

"Ya udah, hati-hati Bang!" sahut Pak Jamal dan yang lainnya.


Desta dan Khalisa siap-siap untuk ganti pakaian. Dan menyiapkan semua bukti-bukti untuk di persidangan.


"Kok aku jadi dag-dig-dug gini ya sayang." Sahut Khalisa.


"Santai aja sayang, rileks!" sahut Desta mencium kening Khalisa.


"Iya sayang." Sahut Khalisa.


"Coba sini, aku mau ngomong sama Dedek kembar, Assalamu'alaikum, Dek, lagi apa sayang, kok nendang-nendang sih, sayang, kamu girang yah, ikut pergi lagi sama Mamah dan Papah? sayang, doain Mamah dan Papah ya sayang, supaya lancar semua sayang, supaya kita bisa bebas dari orang-orang jahat sayang, do'ain ya sayang, mmmuuuaacchhh... Papah sayang kalian berdua." Sahut Desta mencium perut Khalisa.


"Aku berdua sayang Papah juga, he-he-he." Sahut Khalisa tertawa memegang wajah Desta.


"Mamahnya sayang Papah kan?" tanya Desta.


"Hmmm... gimana yah, sayang enggak yah?" sahut Khalisa meledek Desta.


"Hmmm... kamu meledek aku yah, hmmm...." Desta gemes mencium Khalisa sampai Khalisa jatuh di kasur.


"Aduh... sayang, ah!" sahut Khalisa tersenyum malu-malu.


"Sakit gak sayang? mmmm..." tanya Desta sambil memegang perut Khalisa.


"Enggak sayang, kaget aja!" sahut Khalisa.


"Maafin aku ya sayang, Maafin Papah sayang, Dedek kembar kesayangan Papah, mmmuuuaacchhh..." sahut Desta mencium perut Khalisa kembali.


"Bangunin sayang, hmmm...." manja Khalisa pada Desta.


"Ayo, pelan-pelan, buat bangun berat banget ya sayang?" tanya Desta.


"Berat sayang, mmmm..." sahut Khalisa memeluk Desta.


"Sabar ya istriku, semua demi si kembar kita." Sahut Desta tersenyum.


Khalisa dan Desta langsung menyiapkan semua. Setelah semua ke bawa, Khalisa dan Desta bersiap-siap langsung berangkat.

__ADS_1


"Bismillah, kita berangkat! semoga lancar!" sahut Desta.


"Aamiin..." Sahut Desta dan Khalisa.


"Sudah mau berangkat Den, Neng?" sapa dan tanya Bi Aning.


"Iya Bi, doain yah, biar lancar semua, supaya Jono benar-benar di penjara seumur hidup." Sahut Desta.


"Aamiin... Bibi do'ain selalu Neng, Den." Sahut Bi Aning.


"Ya udah, kita berangkat ya Bi, Bibi kalau mau masak-masak aja yah, secukupnya, soalnya kita pasti malam pulangnya." Sahut Khalisa.


"Siap Neng, hati-hati ya Neng, Den!" sahut Bi Aning.


"Assalamu'alaikum." Salam Desta dan Khalisa sambil membuka pintu.


"Wa'alaikumsalam." Jawab salam Bi Aning.


Desta dan Khalisa akhirnya berangkat juga. Tidak lupa, Desta selalu berpesan pada Bodyguard dan Pak Jamal agar berhati-hati jaga rumah.


"Lagi istighfar aja sayang, aku deg-degan." Sahut Khalisa.


"Iya sayang, kamu baca-baca istighfar aja, semoga semua berjalan lancar, tapi saat di persidangan, kamu jangan tegang yah!" minta Desta.


"Iya sayang, insya Allah." Sahut Khalisa.


"Sayang, Ibu tukang mie ayam kayanya chat deh, coba tolong bacain sayang!" minta Desta.


"Iya sayang, aku bacain yah, Assalamu'alaikum, Mas, ini gimana? jadi kesini atau tidak? Anak ini masih bersama saya, saya tunggu kedatangannya yah! kaya gitu doang sayang." Sahut Khalisa.


"Itu Ibu-ibu gak ngerti chat aku pagi apa, kan aku bilang sore, sore, gak ngerti apa, kayanya dia mengharapkan uang lima juta itu sayang." Sahut Desta.


"Kayanya sayang, lagian sih, kamu udah nyebutin aja nominalnya, harusnya jangan, ini gimana? aku balas apa?" tanya Khalisa.


"Aku kan kaya gitu, supaya dia itu, kalau ketemu benar-benar peduli dan mau menghubungi kita, kalau gak aku gituin dia ketemu Raja, paling di masa bodoin, uang gak seberapa sayang, yang penting, Raja sama kita! kamu balas aja, nanti sore!" sahut Desta.


"Oke!" sahut Khalisa.

__ADS_1


☀☀☀☀


Di kediaman rumah si Marbut. Istri si Marbut kesal kenapa hanya dibalas nanti sore. Istri si Marbut langsung ngoceh lagi pada si Marbut.


"Bu, gak jualan?" tanya istri si Marbut.


"Hari ini gak usah jualan dulu deh Pak, kan kita mau dapat uang!" sahut istri si Marbut.


"Astaghfirullah, Ibu, kenapa pikiran Ibu uang-uang terus sih Bu? Bapak gak mau terima uang lima juta itu!" sahut si Marbut.


"Terserah, pokoknya Ibu tetap mau terima! Raja, kamu jangan kemana-mana yah, nanti kamu bakal pulang!" sahut istri si Marbut.


"Iya Bu." Sahut Raja.


"Bapak kenapa lagi? gak ikhlas Raja pulang?" tanya istri si Marbut.


"Bapak sama Kakak, jangan sedih, Raja sayang sama Bapak dan Kakak." Sahut Raja.


"Iya Raja, kamu akan pulang Nak, kamu bakal ketemu orang tua kamu, Bapak cuma kesepian aja Nak, gak ada kamu nanti, hiks-hiks-hiks." Sahut si Marbut menangis.


"Raja, hiks-hiks-hiks... Kak Rina sedih Raja, Kak Rina gak ada teman bermain lagi, hiks-hiks-hiks." Sahut Rina.


"Kak Rina jangan sedih, nanti Raja main ke sini kok, minta antar Mamah." Sahut Raja sambil menghapus air mata si Marbut dan Rina.


"Haduh... lebay Bapak sama Rina!" sahut istri si Marbut.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2