Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-140


__ADS_3

"Ya udah, sekarang kita ke rumah sakit yuk!" ajak Syifa.


"Iya sayang." Sahut Dokter Ari.


☀☀☀☀


Syifa menerima chat dari Khalisa. Khalisa menanyakan kabar Syifa, tapi Syifa belum membalasnya.


"Sayang, kok Syifa gak balas chat aku yah, aku khawatir tahu!" sahut Khalisa.


"Sabar sayang, nanti juga dibalas, Syifa sibuk kali sayang." Sahut Desta.


"Sayang, aku ingin banget ke rumah Syifa!" minta Khalisa.


"Sabar dulu sayang, kita urusin masalah kita dulu yah, kalau masalah kita udah clear aku antar kamu ke rumah Syifa." Saran Desta.


"Iya sayang." Sahut Khalisa.


Ada apa ya dengan lo Fa, apa lo baik-baik aja, chat gue gak lo balas-balas.


☀☀☀☀


Keesokan harinya, seperti biasa Khalisa dan Desta salat subuh berjamaah. Setelah salat subuh, Khalisa menyiapkan semua kebutuhan Desta, dari sarapan, baju dan lain-lain.


"Sayang, sarapan udah siap! makan dulu yuk! eh-eh, jangan pakai farfum itu! ini aja!" minta Khalisa.


"Kenapa sayang?" tanya Desta.


"Bau, aku gak suka! farfum ini aja!" minta Khalisa.


"Ini kan farfum cewek, nanti aku diketawain pake farfum kaya gini, baunya cewek banget sayang!" sahut Desta.


"Mau nurut gak? kalau gak mau nurut, jangan dekat-dekat aku!" minta Khalisa.


"Astaghfirullah, iya, iya." Sahut Desta.


"Gak ikhlas gitu, lagian farfumnya gak ketahuan bau cewek kok, baunya enak, segar!" sahut Khalisa.


"Iya, istriku, iya." Sahut Desta.


Khalisa dan Desta langsung ke bawah untuk makan pagi. Khalisa hari ini masak nasi goreng kesukaan Desta, tapi buat kali ini masakan Khalisa asin, tapi, biar bagaimana pun, Desta tetap memakannya.


"Gimana sayang? enak?" tanya Khalisa.


"Mmm... enak banget sayang." Sahut Desta berbohong.


"Bi Aning, ayo ambil! yang banyak! sekalian buat Bang Joni dan Pak Jamal yah!" sahut Khalisa.


"Siap Neng!" sahut Bi Aning.


Gimana ini, nasi gorengnya asin banget, kalau gak dimakan, gak enak sama Neng Khalisa.


"Bi, kenapa melamun? ayo makan! yang banyak!" minta Khalisa.


"Makan Bi, enak kok nasi goreng istri saya! kamu gak makan sayang?" tanya Desta.


"Aku mual sayang, mulut aku pahit!" sahut Khalisa.


"Makan sayang, walaupun sedikit!" minta Desta.


"Enggak mau sayang! nanti aku malah muntah!" sahut Khalisa.

__ADS_1


"Terus kamu makan apa?" tanya Desta.


"Aku roti aja sama selai." Sahut Khalisa.


"Tapi, nanti kamu makan yah!" minta Desta.


"Iya sayang." Sahut Khalisa.


"Bi, kenapa? nasi gorengnya gak enak yah?" tanya Khalisa.


"Enak kok Neng!" sahut Bi Aning.


"Tadi udah di kasih kan Pak Jamal, sama Bang Joni?" tanya Khalisa.


"Udah Neng, lagi pada makan!" sahut Bi Aning.


"Sayang, kamu tahu gak, Bang Boro dan Bang Selamat, sekarang udah gak gondrong lagi, dia udah rapi, kata Umi." Sahut Desta.


"Oh, iya, syukur kalau gitu, aku ikut senang, dia betah sayang, kerja di rumah Umi Sarah?" tanya Khalisa.


"Betah, kata Bang Joni." Sahut Desta.


"Alhamdulillah, kalau gitu!" sahut Khalisa.


"Iya, sayang, aku dengarnya senang kok!" sahut Desta.


"Sama, aku juga!" sahut Khalisa.


☀☀☀☀


Syifa di kaca sedang memandangi Anaknya, sambil menangis, hingga pesan dari Khalisa, Syifa abaikan. Dokter Ari menghampiri Syifa agar terus bersabar dan berdoa, agar Adhel cepat diangkat penyakitnya.



"Kamu harus sembuhkan Adhel, jangan biarkan dia pergi Mas, aku mohon! hiks-hiks-hiks." Sahut Syifa menangis.


"Iya, sayang, iya, hiks-hiks." Sahut Dokter Ari.


"Aku gak tega Mas, melihatnya, aku ingin cepat bawa pulang!" sahut Syifa.


"Pasti kita bawa pulang, sabar ya sayang." Sahut Dokter Ari.


Nak, Mamah di sini, sembuh ya Nak, Mamah selalu temanin kamu, kamu yang kuat ya Nak, untuk Mamah dan Papah kamu, kita pulang bersama lagi.


"Kamu kenapa chat Khalisa gak dibalas?" tanya Dokter Ari.


"Aku gak mau buat dia Khawatir, Khalisa lagi hamil besar, kalau ke sini, aku takut dia kenapa-kenapa, pasti sama suaminya gak boleh!" sahut Syifa.


"Astaghfirullah, kamu gak boleh berpikiran seperti itu sayang, justru kalau kamu gak ada kabar gini, malah bikin Khawatir, aku balas yah!" sahut Dokter Ari.


"Iya, kamu aja balas!" sahut Syifa.


☀☀☀☀


Desta sudah berangkat bekerja, saat Khalisa duduk, ada chat dari Syifa. Memberi tahu, kalau Syifa Anaknya sakit dan dirawat, Dokter Ari menjelaskan kalau Anaknya terkena penyakit Leukimia. Khalisa kaget dan berlinang air mata, Khalisa menghubungi Desta dan meminta sore untuk menjenguk Syifa.


Astaghfirullah, kasihan Syifa. Kenapa dia gak mau bilang sama aku, biasanya kalau ada apa-apa cerita. Syifa, gue sedih banget dengarnya.


"Assalamu'alaikum, sayang, aku ganggu yah?" tanya Khalisa di telepon.


"Enggak sayang, kenapa?" tanya Desta.

__ADS_1


"Kamu gak usah nyari rujak beubeuk deh, habis pulang kerja langsung pulang aja!" minta Khalisa.


"Kok langsung pulang, kenapa?" tanya Desta.


"Syifa Anaknya dirawat sayang, menderita leukimia, kamu antar aku jenguk yah!" minta Khalisa.


"Astaghfirullah,Tapi kan kita udah janji sama Bunda kamu, terus kamu lagi hamil besar lagi!" sahut Desta.


"Sayang aku mohon! ke rumah Umi atau Bunda, bisa habis dari rumah sakit, mau yah!" minta Khalisa.


"Iya udah, iya sayang," Sahut Desta.


"Alhamdulillah, makasih ya sayang." Sahut Khalisa.


"Sama-sama." Sahut Desta.


"Ya udah, aku lanjut masak yah, buat kamu, semangat sayang, kerjanya!" sahut Khalisa.


"Iya sayang, kamu jangan terlalu capek yah, ingat Dedek kembar kita! aku sayang kamu! Assalamu'alaikum." Sahut Desta.


" Aku juga sayang kamu! Wa'alaikumsalam." Sahut Khalisa.


☀☀☀☀


Di rumah sakit, datang emaknya Syifa yang menjenguk cucunya. Emaknya Syifa menangis sambil mencium Anaknya Syifa.


"Assalamu'alaikum." Salam Emaknya Syifa.


"Wa'alaikumsalam, Emak! hiks-hiks-hiks." Sahut Syifa memeluk Emaknya.


"Yang sabar ye Neng, Neng sama Ari, harus kuat! Emak yakin Cucu Emak bakal sembuh! hiks-hiks." Sahut Emaknya Syifa.


"Syifa gak tega Mak, Bayi sekecil itu, harus merasakan sakit!" sahut Syifa.


"Emang udah takdirnye, Ari, Cucu emak bakal sembuh kan?" tanya Emaknya Syifa.


"Insya Allah, Mak!" sahut Dokter Ari.


"Ya Allah, Neng, napa nasib Eneng kaya begini, Eneng harus sembuh ye, ada Nenek di sini! Nenek sedih Neng!" sahut Emaknya Syifa.


"Sampai besar, Adhel harus terus ikutin pengobatan Mak, hiks-hiks-hiks." Sahut Syifa.


"Sampai gede? emang gak bisa, langsung sembuh napa Ari? kasihan bener, cucu Emak sakit sampai gede, hiks-hiks-hiks." Sahut Emaknya Syifa.


"Insya Allah, kalau rutin pengobatan akan sembuh!" Sahut Dokter Ari.


"Gak ada namanya ntuh operasi kan?" tanya Emaknya Syifa.


"Insya Allah gak ada Mak, Ari akan berusaha buat mengobati Adhel dengan baik." Sahut Dokter Ari.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2