Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 79


__ADS_3

"Besan, yang sabar yah, kita berdoa yang terbaik buat Desta." Sapa Bunda Maryam.


"Ini semua kan gara-gara anakmu, anakmu yang suka bikin ulah, anak saya yang jadi ketiban sial!" sahut Umi Sarah.


"Maksudnya Besan apa yah? saya gak ngerti, Khalisa maksudnya apa Nak?" tanya Bunda Maryam.


"Kamu tanya aja sama anakmu sendiri!" sahut Umi Sarah.


"Kenapa Nak?" tanya Bunda Maryam.


"Bun, Khalisa aja gak tahu kalau Kak Desta ke rumah temannya, temannya itu pacar Syifa, yang mendorong Khalisa kemarin, Kak Desta mungkin kesal lihat Khalisa terluka, jadi mau kasih pelajaran buat Yuda, hiks-hiks..." sahut Khalisa.


"Besan dengar sendiri kan dari anak saya, jangan asal tuduh gitu dong!" sahut Bunda Maryam.


"Alah, anaknya dibelain terus!" sahut Umi Sarah.


"Bun, udah!" Khalisa menarik Bundanya agar tidak meladeni Umi Sarah.


"Kok dia kayanya benci banget lho sama kamu Lis? jangan ada yang di tutupin Lis! cerita aja!" sahut Mba Mirna.


"Mirna, udah Mirna! sekarang kita tunggu Desta saja, berdoa yang terbaik yah!" sahut Bunda Maryam.


Ya ampun Nak, kasihan banget nasib kamu, ada apa sebenarnya sama Ibu Mertua kamu? seperti membenci kamu sekali, Bunda jadi sedih.


🍁🍁🍁


Setelah lama, Dokter pun keluar dari ruangan, dan beberapa Suster membawa Desta ke ruangan rawat, karena Desta masih belum sadar operasi.


"Dokter! gimana anak saya?" tanya Umi Sarah.


"Alhamdulillah, operasi berjalan lancar, pisau yang masuk ke dalam perut Desta, sudah keluar semua, saya akan membawa Desta ke ruangan inap, karena Desta masih belum sadar, untuk keluarga jangan sekaligus menjenguk ke dalam ruangan, cukup dua atau satu orang saja, terima kasih!" sahut Dokter yang operasi Desta.


🍁🍁🍁


Setelah Desta sudah dipindahkan, Umi Sarah masuk dengan Khalisa, tapi Umi malah buang muka dengan Khalisa dengan raut wajah kesal. Khalisa terus menangis melihat Desta berbaring, air matanya terus berderai apa lagi Umi selalu menyalahkan Khalisa.


"Silakan, yang masuk hanya boleh dua orang! bergantian yah!" sahut Suster.


"Ya udah Umi sama Khalisa aja dulu!" sahut Abi Mahmud.


Ya Allah Kak, kenapa jadi seperti ini? Kakak udah bohongin aku, Kakak bilang olahraga, ternyata temuin Yuda, biar aku yang ngerasain sakit Kak, biar aku yang terluka, jika Kakak yang terluka banyak orang yang menyalahkan aku dan sedih, tapi jika aku yang terluka mungkin gak banyak orang yang sedih.

__ADS_1



"Desta! bangun Nak! ini Umi, harusnya dulu Umi ngelarang pernikahan kamu dengan ia! semua salah Abi kamu, udah jodohin kamu dengan ia! kamu lihat Khalisa! anak saya belum sadar!" bentak Umi dan menyindir Khalisa.


"Hiks-hiks-hiks..." Khalisa hanya bisa menangis dan memegang tangan Desta.


"Udah sana sebaiknya kamu pulang! kasihan tuh bayi kamu! biar Desta Umi yang jaga!" sahut Umi Sarah.


"Enggak Umi, Khalisa gak akan pulang, Khalisa mau terus di sini temanin Kak Desta sampai sadar, Kak, bangun Kak ini aku, hiks-hiks-hiks..." sahut Khalisa.


"Susah ya dibilangin! hah!" Umi Sarah langsung keluar ruangan meninggalkan Khalisa dan Desta.


"Kak, aku akan tetap di sini buat Kakak, aku gak akan tinggalin Kakak sampai sadar, bangun Kak, hiks-hiks, Kakak harus kuat buat aku, buat dedek bayi kita Kak, hiks-hiks, kalau perlu biar aku yang gantiin rasa sakit Kakak, bangun Kak!" Khalisa memegang tangan Desta dan mencium kening Desta sambil menangis.


"Khalisa! sabar Nak! sebaiknya kamu pulang dulu istirahat, kasihan bayi kamu!" sahut Bunda Maryam yang masuk ke ruangan menenangkan Khalisa.


"Enggak Bun, tolong jangan paksa Khalisa, Khalisa ingin menemani Kak Desta sampai sadar Bun." Sahut Khalisa.


"Ya udah, kita salat dulu yuk! isi dulu perut kamu biar ada energinya!" minta Bunda Maryam.


"Kak, aku tinggal salat dulu yah! nanti aku balik lagi ke sini." Sahut Khalisa.


"Ayo Nak!" ajak Bunda Maryam.


🍁🍁🍁


"Neng, ini Bunda di tas ada jilbab sama manset, kamu pakai yah! jangan seperti itu ya Nak! meskipun kamu panik atau apa, kamu harus tetap pakai jilbab gak boleh sampai lupa!" sahut Bunda Maryam menasehati Khalisa dengan lembut.


"Maafin Khalisa Bun, maafin! Khalisa bodoh banget! hiks-hiks," sahut Khalisa sambil menangis.


"Sekarang kamu minta ampunan sama Allah, atas ke khilafan kamu yah! Allah itu maha pengampun hambanya, asalkan satu, jangan pernah kamu ulangin ya Neng!" nasehat Bunda Maryam.


"Makasih Bunda!" sahut Khalisa.


"Terkadang, dalam rumah tangga gak ada yang berjalan mulus Neng, bakal selalu ada rintangan dan cobaan, kita itu harus kuat, tabah, semua cobaan yang Allah berikan pada kita, mana Khalisa yang selalu tegar dan kuat? Bunda mau kamu seperti Khalisa yang dulu, selalu ceria, semangat! Bunda gak mau kamu selalu ada tekanan batin Neng!" sahut Khalisa.


"Iya Bunda, maafin Khalisa!" sahut Khalisa.


"Bunda mau kamu jujur sama Bunda! sebenarnya ada apa kamu dengan Umi Sarah? Bunda gak akan marah." Tanya Bunda Maryam.


"Gak ada apa-apa Bun, mungkin anaknya celaka, jadi ia nyalahin Khalisa, gak ada apa-apa benaran!" sahut Khalisa.

__ADS_1


"Lis kamu jujur aja deh! jangan ada yang di tutupin!" sahut Mba Mirna.


"Gak ada apa-apa Mba, Bun." Sahut Khalisa menunduk.


Anak ini belum mau cerita, aku biarkan saja dulu, sampai hatinya tenang.


🍁🍁🍁


Setelah selesai salat dan makan, Khalisa, Bunda Maryam dan Mba Mirna, kembali ke ruangan Desta.


"Belum pulang juga kamu Lis?" tanya Umi Sarah.


"Belum Umi, tadi abis salat ashar, sama makan dulu." Sahut Khalisa.


"Di suruh pulang gak mau, saya gak mau terjadi apa-apa sama bayinya yah!" sahut Umi Sarah.


"Umi!" teriak Abi Mahmud mencolek Umi Sarah untuk jaga mulutnya.


"Apa sih Abi!" sahut Umi Sarah.


"Besan! izinkan anak saya tetap di sini yah, sampai suaminya sadar, Khalisa sudah makan, salat, dan istirahat banyak, jadi Besan gak usah Khawatir sama bayinya Khalisa yah!" sahut Bunda Maryam.


"Terserah!" sahut Umi Sarah langsung meninggalkan mereka mengarah ke musholah.


"Besan! maafkan istri saya yah! adatnya emang suka begitu, tolong dimaklumi yah! maaf sekali ini!" sahut Abi Mahmud meminta maaf.


"Tidak apa-apa, kami semua memaklumi kok! namanya juga udah tua, pikirannya seperti Anak-anak." sahut Ayah Umar tersenyum.


"Saya permisi ke musholah dulu yah, sekalian aja, saya juga belum salat ashar." Ajak Ayah Umar.


"Bunda, Khalisa, Mirna, Ayah tinggal salat yah! kamu yang sabar ya Nak!" sahut Ayah Umar.


"Iya Ayah!" jawab Khalisa.


🍁🍁🍁


Khalisa masuk ke ruangan kamar Desta, Khalisa mencoba buat kuat dan tersenyum, dan yakin kalau Desta pasti sadar. Bunda memberi Al-Quran kecil pada Khalisa dengan senyuman, Khalisa langsung membacakan lantunan ayat-ayat Al-Quran dekat Desta, sambil sedikit meneteskan air mata.


"Ini Bunda ada Al-Quran kecil, kamu bacakan dekat Desta, yah!" Bunda Maryam tersenyum dan memegang kepala Khalisa sambil keluar kamar.


Bunda selalu ada buat aku, Bunda sangat mengerti perasaanku, andaikan Ibu Mertuaku seperti Bunda, alangkah senangnya hatiku, tapi Kak biar bagaimana pun keadaannya, aku harus kuat semua demi kamu Kak.

__ADS_1


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰


__ADS_2