
Sama-sama Ayah, Bunda." Sahut Desta.
Akhirnya, Desta dan Khalisa langsung berangkat ke rumah sakit. Desta meminta Khalisa untuk tidak usah ke rumah sakit. Tapi Khalisa marah dengan Desta.
"Sayang, kita pulang aja yah, gak usah ke rumah sakit!" sahut Desta.
"Kok gak usah? katanya mau nurut sama istri, enggak kamu ke rumah sakit! takut infeksi sayang!" minta Khalisa.
"Kan udah diobatin kamu, jadi gak apa-apa sayang." Sahut Desta.
"Terserah deh, terserah! susah kalau dibilangin!" Khalisa langsung cemberut.
"Ikh.. ngambek! iya, iya, ke rumah sakit, iya!" sahut Desta mencubit Khalisa.
"Mmm..." sahut Khalisa cemberut.
"Sayang, jangan ngambek dong!" sahut Desta.
"Udah kamu nyetir aja sayang, bahaya!" sahut Khalisa.
"Aku gak konsentrasi kalau kamu ngambek Yang, senyum dong!" minta Desta.
"Enggak ngambek!" sahut Khalisa.
"Itu main hp terus, gak mau lihat ke aku!" sahut Desta.
"Apa sih, enggak!" sahut Khalisa menatap ke Desta sambil cemberut.
"Senyum dong, kalau enggak!" minta Desta.
"Tapi kamu ke rumah sakit!" minta Khalisa.
"Iya, iya, aku ke rumah sakit, lihat nih, arahnya ke rumah sakit kok!" sahut Desta.
"Ya udah." Sahut Khalisa.
"Mana senyumnya?" tanya Desta.
"Mmmm..." sahut Khalisa langsung tersenyum.
"Aku tuh, paling gak bisa kalau istri marah, bisa-bisa aku galau terus!" sahut Desta.
"Lagian kamu bandel, kata aku ke rumah sakit, ya ke rumah sakit, aku gak mau tangan kamu infeksi Yang, lihat aja tuh, sampai kaya gini, emang gak sakit yang?" Khalisa memperhatikan tangan Desta.
"Sakit, tapi gak aku rasa, kaya leher kamu aja, padahal sakit, kamu bilang sama aku gak sakit." Sahut Desta.
"Maafin aku ya Yang, kamu pasti capek banget ngurusin keluarga aku, satu-persatu kamu selesain, sampai kamu luka kaya gini!" sahut Khalisa merangkul Desta.
"Gak apa-apa sayang, yang penting, semua selesai, Raja udah kembali, Jono udah masuk sel, cuma gak habis pikir sama Ibunya Jono itu, dia kayanya dendam sama kita!" sahut Desta.
__ADS_1
"Kenapa dia harus dendam, kan Anaknya salah, Aku jadi khawatir sama kamu sayang, Aku takut kamu dihadang lagi!" sahut Khalisa.
"Insya Allah, enggak, aku bakal usut masalah ini, kalau gak diusut, gak bakalan jera sayang!" sahut Desta.
"Tapi, kamu hati-hati ya sayang." Sahut Khalisa.
"Iya, kan kamu selalu doain aku, mangkanya Alhamdulillah, aku gak apa-apa sayang, kalau Allah itu, selalu ada buat kita, selagi kita ada di jalan yang benar." Sahut Desta.
"Maafin aku, udah marah-marah sama kamu." Sahut Khalisa.
"Gak apa-apa sayang, aku ngerti kamu kok, kamu ngambek gini, karena khawatir sama aku kan? tapi tadi kamu udah keterlaluan sama Mba Mirna lho, jangan gitu sayang, kasihan lho!" sahut Desta.
"Nanti aku minta maaf sayang." Sahut Khalisa.
"Sebaiknya, kamu telepon sekarang aja, kamu minta maaf sama dia yah, takut kepikiran dan tambah stres sayang." Sahut Desta.
"Iya sayang." Sahut Khalisa.
Khalisa langsung menghubungi Mirna. Mirna langsung mengangkat telepon dari Khalisa.
"Assalamu'alaikum, Mba." Salam Khalisa.
"Wa'alaikumsalam, ada apa Lis?" tanya Mirna.
"Mba, aku minta maaf soal tadi yah, aku khawatir banget Mba, jadi kebawa emosi, maafin Lisa ya Mba!" minta Khalisa.
"Gak apa-apa Lis, kamu gak salah, jadi gak usah minta maaf, wajar kamu seperti itu, karena kamu sangat sayang sama suami kamu, yang harusnya minta maaf itu Mba, udah banyak nyusahin kamu dan suami kamu." Sahut Mirna.
"Enggak Mba, jangan bilang kaya gitu, kita kan saudara, Mba itu, Tante aku, selagi aku dan suami masih mampu buat bantu, insya Allah, aku bantu, maafin Khalisa ya Mba." Sahut Khalisa.
"Iya Mba, Alhamdulillah, semoga surat cerai Mba cepat keluar yah, supaya Mba udah benar-benar resmi bercerai sama Jono itu!" sahut Khalisa.
"Aamiin... kamu sekarang di mana?" tanya Mirna.
"Masih di jalan Mba, mau ke rumah sakit!" sahut Khalisa.
"Ya udah, kamu hati-hati ya Lis, makasih buat Desta juga!" minta Mirna.
"Iya Mba, sama-sama, aku tutup yah, Assalamu'alaikum." Sahut Khalisa.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Mirna.
"Gimana? lega kan? kalau udah minta maaf." Sahut Desta.
"Iya sayang, Makasih yah, kamu udah nasehatin aku!" sahut Khalisa.
"Sama-sama istriku." Sahut Desta.
☀☀☀☀
Akhirnya, Desta dan Khalisa sampai di rumah sakit. Mereka turun dari mobil, Desta menggandeng pelan-pelan tangan Khalisa yang sedang hamil. Desta dan Khalisa langsung mendaftar Administrasi, setelah beberapa lama Dokter Ari memanggil Desta.
__ADS_1
"Mas Desta, Mba Khalisa, kenapa ini? Astaghfirullah, kenapa lagi Mas?" tanya Dokter Ari.
"Biasa, ada rampok tadi dijalan, jadi begini." Sahut Desta sedikit berbohong.
"Astaghfirullah, sudah lapor polisi Mas? mangkanya hati-hati banget kalau di jalan!" sahut Dokter Ari.
"Tapi tangan suami saya gak apa-apa kan Dok?" tanya Khalisa.
"Gak apa-apa Mba, hanya luka ringan, saya kasih cream buat infeksi yah, nanti dipakai pagi sama malam aja!" saran Dokter Ari.
"Alhamdulillah, iya Dok!" sahut Khalisa.
Setelah selesai diperiksa, Desta dan Khalisa kembali pulang. Khalisa lega tangan suaminya tidak apa-apa.
"Benar kan, tangan aku gak apa-apa." Sahut Desta.
"Iya sayang, aku lega, kan biar aku gak penasaran, kan dikasih cream juga sama Dokter Ari, kalau gak ke rumah sakit, aku khawatir." Sahut Khalisa.
"Iya sayang, makasih yah, istri aku udah perhatian banget sama aku." Sahut Desta.
"Sama-sama sayang." Sahut Khalisa.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Bang Joni. Bang Joni sudah pulang mengantar istri dan Anak-anak nya pulang. Anak dan istrinya ketagihan naik mobil Desta.
"Bapak, mau pulangin mobilnya yah?" tanya istrinya Bang Joni.
"Iya dong Bu, kalau enggak, disangka mencuri Bapak, kapan-kapan, kita jalan-jalan lagi yah!" sahut Bang Joni.
"Iya Pak, mobilnya keren banget, orang-orang sampai merhatiin kita tadi di wisata." Sahut istrinya Bang Joni.
"Bapak-bapak, kita naik mobil lagi!" sahut Anak-anaknya Bang Joni.
"Eh, eh, jangan digetok-getok! nanti lecet! iya, nanti kita jalan-jalan lagi!" sahut Bang Joni.
"Asik...." sahut ke-empat Anaknya Bang Joni.
"Aduh, dalam mobil sampah mulu, gak enak ini, Ibu, tolong bersihin sampah-sampah, gak enak sama majikan Bapak!" sahut Bang Joni.
"Iya Pak, mangkanya, Bapak punya mobil sendiri, jadi gak minjam-minjam lagi, kapan Bapak bisa beli mobil kaya gini Pak!" sahut istrinya Jono.
"Dikira duit metik pakai daun! kalau kita bisa beli, gak kaya gini juga Bu!" sahut Bang Joni.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta dan Detik Terakhir
__ADS_1
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu