
Khalisa yang sedang tertidur lelap, karena merasakan pusing hingga akhirnya ia terbangun mendengar ponsel berbunyi. Ia melihat Kak Desta belum kembali pulang.
Ini no siapa sih? Kak Desta kok belum pulang? aku angkat aja deh, siapa tahu penting.
"Assalamu'alaikum, ini siapa yah? salam Khalisa.
"Siang, kami dari kepolisian, apa benar ini dengan Ibu Khalisa?" tanya Pak polisi.
"Benar Pak, ada apa yah?" tanya Khalisa.
"Suami Ibu, Pak Desta, sekarang ada di rumah sakit, karena ada yang mencoba melakukan pembunuhan, apa anda bisa datang ke rumah sakit Meilia?" tanya Pak polisi.
"Apa Pak? suami saya di rumah sakit? hiks-hiks-hiks, Kak Desta!!!!" Khalisa menangis histeris.
"Astaghfirullah, ada apa Neng? Bibi lagi nyapu dengar Neng Nangis?" tanya Bi Aning.
"Hiks-hiks-hiks, Kak Desta ada di rumah sakit Bi, dia mau dibunuh orang, sekarang Bibi telepon Umi Sarah, dan keluarga saya yah, saya mau ke rumah sakit, hiks-hiks-hiks," sahut Khalisa keluar kamar sambil berlari tertatih-tatih menahan luka nya, dan lupa memakai kerudung saking paniknya ingin cepat ke rumah sakit.
"Neng! hijabnya!" teriak Bi Aning.
Astaghfirullah, Den Desta kenapa bisa dibunuh orang? semoga Den Desta baik-baik aja.
🍁🍁🍁
Bang Joni, Bang Slamet dan Boro kaget melihat Khalisa keluar tanpa hijab dan menangis meminta Bang Joni mengantar ke rumah sakit.
"Astaghfirullah, ada apa Neng?" tanya Bang Joni.
"Bang nanti aja ceritanya, saya harus cepat-cepat ke rumah sakit, Kak Desta di rumah sakit." Sahut Khalisa.
Pak Jamal membuka gembok gerbang yang dikunci. Khalisa dan Bang Joni langsung berangkat ke rumah sakit.
"Ada apa Aning, Neng Khalisa jadi seperti itu?" tanya Pak Jamal.
"Den Desta dibunuh orang!" sahut Bi Aning.
"Astaghfirullah." Sahut Pak Jamal, Bang Boro dan Bang Slamet.
"Kasihan yah saya sama Neng Khalisa, baru aja senang Den Desta pulang, udah ada aja lagi musibah." Sahut Bi Aning.
"Kita doakan buat orang baik seperti mereka, supaya gak terjadi apa-apa sama Den Desta." Sahut Pak Jamal.
"Aamiin..." sahut Bi Aning, Bang Slamet dan Bang Boro.
"Saya kabar-kabarin keluarga dulu yah, suruh Neng Khalisa." Sahut Bi Aning.
"Bang Joni bisa cepat sedikit gak!" minta Khalisa sambil menghapus air matanya.
"Kok bisa Den Desta dibunuh orang Neng?" tanya Bang Joni.
"Aku juga kurang tahu Bang, ya Allah Kak Desta, hiks-hiks-hiks..." sahut Khalisa sambil menangis.
"Sabar ya Neng, sabar! semoga Den Desta baik-baik aja." Sahut Bang Joni.
🍁🍁🍁
Umi Sarah mendengar Desta dibunuh orang langsung pingsan, dan melanjutkan telepon dengan Abi Mahmud. Keluarga Khalisa juga panik mendengar Desta dibunuh orang dan bersiap-siap ke rumah sakit.
__ADS_1
🍁🍁🍁
Akhirnya Khalisa sampai di rumah sakit dan ingin melihat keadaan Desta, tapi Dokter menghalanginya, karena masih ditanganin Dokter.
"Suster gimana suami saya? saya ingin melihatnya!" minta Khalisa.
"Sedang ditangani Dokter Ibu, Ibu istrinya?" tanya Suster itu.
"Iya saya istrinya suster, tolong saya mau lihat suami saya!" minta Khalisa.
"Anda menyetujui jika Pak Desta dioperasi? kalau anda setuju, tolong tanda tanganin ini! agar operasi cepat selesai, karena pisau yang menusuk Pak Desta, besi pisau masuk ke dalam perut Pak Desta Bu," sahut Suster.
"Ada apa ini?" seorang Dokter keluar dari ruangan.
"Ini keluarga dari Pak Desta Dok, istrinya!" sahut Suster.
"Hiks-hiks-hiks, Dokter, tolong suami saya Dok! lakukan yang terbaik buat suami saya! hiks-hiks..." minta Khalisa sambil menangis.
"Iya, ibu setuju jika Pak Desta dioperasi?" tanya Dokter.
"Setuju Dok! lakukan Dok! tolong suami saya! hiks-hiks-hiks..." sahut Khalisa menangis.
"Baik Ibu, silakan tanda tangan! saya akan memindahkan Pak Desta ke ruang operasi! Ibu banyak berdoa saja yah!" sahut Dokter.
🍁🍁🍁
Gak lama polisi datang menghampiri Khalisa dan menjelaskan semuanya pada Khalisa. Khalisa syok mendengar bahwa Yuda lah yang menusuk Desta. Yuda ada bersama polisi dan melihat Khalisa meminta maaf pada Khalisa sambil bersujud.
"Kamu jahat Kak Yuda! kamu jahat! kamu udah bunuh suami aku! kamu jahat! hiks-hiks-hiks..." Khalisa memukuli dada Yuda sambil menangis dan saat Yuda mau bersujud pada Khalisa, Khalisa langsung pingsan.
Saat Khalisa sadar! dia berada di ruangan, Khalisa terbangun dan memanggil nama Desta sambil menangis.
"Bu Khalisa, saya akan membawa langsung saudara Yuda! saudara Yuda ingin berbicara pada Anda!" sahut Pak polisi.
"Gak perlu Pak, bawa aja langsung! hukum seberat-beratnya ia!" sahut Khalisa.
"Lis, maafin gue yah, gue rela dipenjara, karena emang gue yang salah, gue udah ngasih kesaksian di kantor polisi, gue berdoa semoga Desta baik-baik aja ya Lis!" sahut Yuda, sedangkan Khalisa hanya diam tanpa membalas sepatah kata pun.
🍁🍁🍁
Gak lama, datang Umi Sarah dan Abi Mahmud. Umi Sarah melihat Yuda dibawa polisi, karena Umi Sarah sangat kenal dengan Yuda.
"Jadi ini Pak? pembunuh anak saya?" tanya Umi Sarah.
"Maafin Yuda Umi, Yuda khilaf!" sahut Yuda
"Umi gak nyangka yah, teman sejak SMP dan SMA Desta, berani membunuh Sahabatnya sendiri, bawa ia Pak! kalau perlu seumur hidup!" sahut Umi Sarah kesal.
"Khalisa, gimana Desta? kenapa kamu lepas hijab?" tanya Umi Sarah.
"Khalisa panik Mi, jadi Khalisa gak sempat pakai!" sahut Khalisa.
"Gak boleh kamu begitu! aurat kamu di umbar kemana-mana! Umi baru aja kemarin baik hati sama kamu, sekarang Umi udah kesal lagi sama kamu!" sahut Umi Sarah.
"Umi, jangan ulangin kesalahan Umi lagi! kasihan tuh Khalisa pucat, mana lagi hamil." Sahut Abi Mahmud.
"Abi, Umi, maafin Khalisa, Khalisa gak bisa jadi istri yang baik buat Kak Desta." Sahut Khalisa.
__ADS_1
"Bisanya maaf! maaf mulu kamu! kenapa Desta bisa ditusuk orang? kamu sebagai istri gak tahu apa? hah? gimana kamu mau ngurus diri kamu sendiri dan bayi kamu, ngurus suami aja gak bisa, kalau sampai ada apa-apa dengan Desta, awas kamu!" sahut Umi Sarah.
"Umi! cukup! semua bukan salah Khalisa, jangan suka nyalahin orang Umi gak baik!" sahut Abi Mahmud.
"Khalisa juga gak tahu Umi masalah ini, Kak Desta bilang sama Khalisa untuk olahraga, tapi dia malah mau temuin Yuda." Sahut Khalisa.
"Pasti kamu selingkuh sama Yuda yah? sampai Desta datang ke rumah Yuda, sampai Desta sahabatnya sendiri harus jadi korban! kamu selingkuh yah! ngaku kamu!" sahut Umi Sarah.
"Enggak Umi, enggak!" Khalisa berlari sambil menangis.
"Umi! keterlaluan! gak pernah berubah Umi yah! heran Abi." sahut Abi Mahmud.
🍁🍁🍁
Khalisa menangis sambil memegangi perutnya, Abi Mahmud langsung menghampiri Khalisa dan menenangkan Khalisa.
"Khalisa, Abi bingung harus bilang apa lagi sama Umi kamu, selalu kaya gini sama kamu, Abi hanya bisa maaf sama kamu Nak." Sahut Abi Mahmud.
"Khalisa salah terus di mata Umi Bi, Khalisa sedih Umi tuduh Khalisa selingkuh." Sahut Khalisa.
"Kamu jangan dengarin Umi, dia mulutnya memang suka seperti itu, beribu-ribu maaf Abi wakilin Umi." Sahut Abi Mahmud.
"Khalisa gak pernah marah Abi sama Umi, hati Khalisa hanya sakit Bi," sahut Khalisa.
"Iya Nak, Abi mengerti, Abi juga terkadang bingung harus dengan cara apa Abi nasehatin Umi kamu." Sahut Abi Mahmud.
"Assalamu'alaikum." Sahut Keluarga Khalisa berdatangan dan kompak mengucapkan salam.
"Wa'alaikumsalam." Sahut Khalisa dan Abi Mahmud.
"Bunda, hiks-hiks-hiks..." sahut Khalisa sambil memeluk dan menangis.
"Apa kabar besan!" sahut Ayah Umar.
"Alhamdulillah, baik, ha-ha.. udah lama sekali kita gak jumpa yah, semenjak anak kita nikah." Sahut Abi Mahmud sambil akrab mengobrol dengan Ayah Umar.
"Kamu kenapa nangis? kenapa gak pakai hijab Nak?" tanya Bunda Maryam menghapus air mata Khalisa.
"Aku panik Bunda, jadi aku gak sempat pakai kerudung, mata Khalisa udah gelap, sampai gak sempat pakai kerudung, hiks-hiks..." sahut Khalisa.
"Desta gimana?" tanya Bunda Maryam.
"Masih di operasi Bun, doain suami Khalisa ya Bun, hiks-hiks... sahut Khalisa.
"Kamu yang kuat yah sayang, sabar, kok kamu berdua Abi Mahmud aja, Umi Sarah mana?" tanya Umi.
"Ada di ruang depan ruang operasi Bun." Sahut Khalisa.
"Ayo kalau gitu!" ajak Bunda.
"Lisa, yang sabar yah!" minta Mba Mirna.
"Iya Mba, makasih yah." Sahut Khalisa.
"Ayo! ayo kita ke Umi Sarah! tunggu depan ruang operasi aja!" minta Bunda Maryam.
__ADS_1
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰