Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 15


__ADS_3

"Siap Kak." sahut Khalisa sambil tersenyum.


"Alhamdulillah, abis makan kita jalan-jalan dulu aja yah!" Sahut Desta tersenyum.


"Kemana Kak?" tanya Khalisa.


"Nanti kamu lihat sendiri." Sahut Desta.


🍁🍁🍁🍁


Ternyata pesanan makanan Desta sampai, Khalisa langsung menyiapkan piring, sendok dan gelas ke dapur.


"Kamu suka kan?" tanya Desta.


"Suka kok Kak, ayam bakar favorite aku." Sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Setelah mereka selesai makan, mereka pun bersiap-siap untuk berangkat. Hobi Desta adalah traveling, jadi kemana pun ia tidak pernah merasakan capek sedikit pun. Desta dan Khalisa sampai di tujuan, pemandangannya sangat indah. Khalisa memotret Desta yang sedang tersenyum manis memandangi Khalisa.




Hari semakin sore dan hampir magrib, saat ingin kembali pulang, Desta bertemu dengan seorang wanita, yaitu sahabatnya Ririn. Sahabatnya Ririn membuat Khalisa menangis dan marah ke Desta.


"Desta? lo Desta kan?" tanya dan sapa sahabatnya Ririn.


"Lo siapa ya?" tanya Desta.


"Masa lo lupa sih? gue Ines, sahabatnya Ririn." Sahut Ines sahabatnya Ririn.


"Oh iya, gue baru ingat, kenalin istri gue!" sahut Desta.


"Oh, ini istri lo Des? masih imut, lo tahu gak Des, Ririn nangis pas lo nikah tahu, lo di kasih kesempatan buat balik malah gak mau, ia cinta banget sama lo tahu gak, sampai sekarang aja ia masih harapin lo Des!" sahut Ines tidak memikirkan perasaan Khalisa sebagai istrinya Desta.


"Aku permisi Kak!" sahut Khalisa berlari dan menangis.


"Lis, Khalisa! lo hati-hati dong kalau ngomong, jaga perasaan istri gue, dengar yah! gue sama Ririn cuma masa lalu, dia yang udah pergi ninggalin gue, begitu menyesal dia tinggalin gue, sekarang giliran menyesal minta balik sama gue, gak ada sejarah balikan, karena gue udah punya masa depan gue, ngerti!" sahut Desta langsung berlari ke arah Khalisa pergi. Desta melihat Khalisa menangis.



"Sayang, maafin aku yah! ini gak seperti yang kamu pikirkan sayang, dia itu cuma masa lalu aku!" sahut Desta.

__ADS_1


"Hiks.. hiks.. hiks, aku mau pulang! kalau Kakak masih cinta sama mantan Kakak, Kakak ceraikan saja aku! biar Kakak bisa balikan sama yang namanya Ririn itu!" sahut Khalisa kesal.


"Astaghfirlullah al adzim, hati-hati sayang kamu kalau ngomong! itu kata-kata yang dibenci Allah, demi Allah sayang, aku gak ada rasa ingin balikan sama dia! dia hanya memanfaatkan aku saja, dia sudah membuat luka yang begitu sakit buat aku, aku sudah lupakan masa lalu aku!" sahut Desta.


"Akh.." Khalisa menempis tangan Desta.


"Tolong lihat mataku, jangan tinggalkan aku sayang! jangan! aku mencintai kamu, kamu adalah masa depan aku, aku bisa hancur kalau kamu pergi, masa lalu aku sudah musnah dan gak akan pernah kembali, sekarang aku hanya punya kamu masa depan aku, yang akan aku perjuangkan sampai kapan pun!" Desta menangis sambil melihat mata Khalisa. Khalisa akhirnya percaya dan tidak tega melihat Desta menangis. Khalisa langsung memeluk Desta sambil menangis.


"Maafin aku Kak! aku salah, aku terlalu cemburu, aku hanya takut kehilangan Kakak, maafin aku dengan kata-kataku tadi, hiks- hiks-hiks." Khalisa menangis memeluk Desta sambil mengusap air mata Desta yang menetes.


"Jangan tinggalin aku yah, aku mencintai kamu, saat aku bertemu kamu pertama kali, melamar kamu, itu aku sudah mencintai kamu, karena aku tahu kamu adalah istri yang baik buat aku." Desta pun menghapus air mata Khalisa.


"Iya Kak, aku gak akan tinggalin Kakak, aku juga mencintai Kakak, aku janji gak akan berkata seperti itu lagi!" Khalisa memegang kepala Desta dan menempelkan hidungnya ke hidung Desta.


🍁🍁🍁


Desta dan Khalisa akhirnya saling memaafkan, dan mereka kembali ke vila. Mereka salat berjamaah bersama dan mengaji bersama. Karena Khalisa sudah bersih dan mandi wajib. Setelah dua jam mereka mengaji, mereka masuk kamar dengan raut wajah sama-sama kaku.


"Sayang, sekali lagi aku minta maaf yah!" minta Desta sambil memegang tangan Khalisa.


"Aku juga minta maaf Kak, aku yang salah juga terlalu cemburu." Sahut Khalisa.


"Mmm.. Tadi siang gimana?" tanya Desta memberi kode.


"Katanya siap?" sahut Desta memandangi Khalisa dengan mata genitnya.


"Ikh.. genit banget sih Kak," Khalisa menutupi mukanya sambil tersenyum.


🍁🍁🍁


Desta memegang tangan Khalisa yang menutupi wajahnya, pelan-pelan Desta menghampiri Khalisa dan mencium Bibir pink Khalisa sambil mengecapnya perlahan, gak lama, Desta semakin bergairah dan membuka kancing dan busana yang dipakai Khalisa, begitu pun Desta. Desta langsung mengecap setiap aroma tubuh Khalisa dari atas sampai bawah dengan lembut, Khalisa pun menikmatinya setiap jemari Desta memainkannya sampai ke Mahkotanya.


Gak lama, Khalisa merasakan perih di Mahkotanya saat Desta perlahan mendorong juniornya, akhirnya keperawanan Khalisa sudah Desta nikmatinya. Desta melihat darah di seprei akibat perbuatannya, tapi mereka tidak peduli dan menikmati malam yang indah, yang selama ini di nantikannya.


"Sayang, bangun udah pagi!" Desta membangunkan Khalisa yang masih tanpa busana.


"Udah pagi ya Kak? aaw.." Khalisa mulai merasakan perih di mahkotanya.


"Kenapa sayang?" tanya Desta.


"Gak apa-apa Kak, perih aja sedikit." Jawab Khalisa.


"Maafin aku ya sayang, kamu jadi kesakitan gitu!" sahut Desta.

__ADS_1


"Gak apa-apa Kak, ini sudah tugas istri berbakti sama suami." Sahut Khalisa. Desta berbisik ke Khalisa, bahwa Desta ingin lagi, tapi di bathup. Khalisa menurutinya meskipun perih masih ia rasakan, Desta tidak pernah memaksa Khalisa jika memang masih perih. Tapi Khalisa tidak mau berdosa, jika keinginan Desta tidak terpenuhi. Akhirnya sekitar jam 04.03 mereka melakukannya kembali di bathup. Keringat yang mengalir dari tubuh Desta bercampur dengan keringat Khalisa.


🍁🍁🍁


Setelah selesai, Desta menggendong Khalisa ke kasur dan menutupinya dengan handuk. Mereka tidak lupa untuk salat subuh berjamaah bersama. Setelah selesai salat, Desta mengajak Khalisa ke restoran, untuk sarapan pagi.


"Kak, mau sarapan apa? aku coba beli bahan ke supermarket yah!" sahut Khalisa.


"Gak usah sayang! aku mau ajak kamu ke restoran aja! masaknya nanti saja kalau kita sudah pulang yah!" jawab Desta.


🍁🍁🍁


Mereka akhirnya, makan di restoran sambil jalan-jalan pagi.


"Kamu kenapa sayang?" tanya Desta.


"Gak apa-apa Kak, cuma badan aku pada pegal aja!" sahut Khalisa.


"Gara-gara aku yah?" sahut Desta.


"Enggak kok Kak, aku senang ngelakuinnya." Jawab Khalisa.


"Alhamdulillah, aku pengen cepat-cepat kamu hamil sayang, aku udah kangen sama anak kecil." Sahut Desta.


"Aamiin Kak, doain yah!" sahut Khalisa.


"Kak, aku boleh minta sesuatu?" tanya Khalisa.


"Apa sayang?" tanya Desta.


"Kalau nanti aku kerja boleh gak?" tanya Khalisa.


"Kerja? enggak, enggak! kamu gak boleh kerja, gak boleh capek, tugas kamu hanya mengurus aku, dan anak kita saja nanti, biar aku yang usaha kerja, bukan kamu!" sahut Desta.


"Ya sudah Kak, kalau gak boleh." Jawab Khalisa.


"Aku gak mau kalau kita sama-sama kerja. nanti aku, anak kita, gak ke urus, biar aku yang kerja ya sayang, kalau kamu butuh apa pun aku kasih, asal kamu tidak capek, gak pusing nantinya." Sahut Desta.


"Iya Kak, maaf yah!" sahut Khalisa.


"Gak apa-apa sayang," Desta mencium punggung tangan Khalisa.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2