Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 66


__ADS_3

"Iya Kak, iya nanti aku bilang sama Bang Joni," sahut Khalisa.


"Ya udah, kalau gitu, jangan sampai enggak ya! aku udah mau sampai lokasi nih, nanti aku vc kamu lagi yah," sahut Desta.


"Iya Kak, hati-hati yah," sahut Khalisa.


"Iya istriku, kamu juga ingat pesan aku, jaga kesehatan, jaga dede kita dengan baik, jangan banyak pikiran, masalah Umi, jangan kamu pikirin yah, i love you sayang, Assalamu'alaikum," sahut Desta.


Iya Kak, i love you to, Wa'alaikumsalam," sahut Khalisa.


"Lis, lo mau kemana?" tanya Syifa yang memakai cerme dan membawa piring berisi makanan.


"Mau ke depan, nyamperin Bang Joni, kayanya gue nginap di sini dulu deh, mau minta tolong ambilin obat sama susu di rumah Bunda," sahut Khalisa.


"Oh, gitu, lo cobain dulu nih, masakan gue, enak atau gak? enggak pakai micin lho!" sahut Syifa.


"Gue cobain yah, mmmm, gimana yah?" tanya Khalisa.


"Gimana Lis? gak enak yah?" tanya Syifa.


"Mmm,, gimana yah? enak kok Fa, enak banget," sahut Khalisa.


"Serius?" tanya Syifa.


"Serius, he-he," sahut Khalisa.


"Yes-yes, Alhamdulillah, he-he, makasih ya Lis," sahut Syifa.


"Makasihnya jangan sama gue, tapi sama Bi Aning dong, kan Bi Aning yang ngajarin lo," sahut Khalisa.


"Kan berkat lo juga Lis, lo yang ngajarin gue buat mencoba hal baru, dan mengajarkan gue agar tidak pernah takut, gue banyak belajar dari lo Lis, makasih yah," sahut Syifa.


"Sama-sama, jangan lupa bilang makasih sama Bi Aning yah," saran Khalisa.


"Siap pasti!" sahut Syifa tersenyum.


"Ya udah, lanjutin sana! gue mau ke depan bentar yah," sahut Khalisa.


"Siap Nyonya Khalisa!" sahut Syifa.


🍁🍁🍁


"Khalisa langsung keluar ke rumah dan menemui Bang Joni, ternyata Bang Joni lagi ngopi bertiga dengan Bang Slamet dan Bang Boro.


"Permisi, Abang-abang, he-he," sapa Khalisa.


"Eh, Neng Khalisa, ada apa Neng?" tanya Bang Joni.


"Bang Joni, saya boleh minta tolong gak?" tanya Khalisa.


"Boleh Neng, apa sih yang enggak, buat Neng Khalisa," sahut Bang Joni.


"Minta tolong ambilin obat sama susu Khalisa dong di rumah Bunda, bisa gak? maaf Bang," minta Khalisa dengan sopan.


"Bisa Neng, Siap! sekarang?" tanya Bang Joni.


"Iya Bang, saya mau nginap di sini aja Bang," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Oh, gitu, siap!" sahut Bang Joni.


"Ini kunci mobilnya Bang, makasih banyak ya Bang, maaf ngerepotin nih, ngopinya ntar lanjutin lagi ya Bang, bikin yang baru," sahut Khalisa memberi kunci sambil memberi uang seratus ribu ke Bang Joni.


"Neng, apa ini, ih, gak usah Neng!" sahut Bang Joni.


"Gak apa-apa, rezeki Bang Joni, he-he," sahut Khalisa tersenyum.


"Kebanyakan ini Neng, ngasih upah sampai seratus ribu," sahut Bang Joni.


"Gak apa-apa Bang, he-he," sahut Khalisa.


"Bang, sini kalau gak mau buat saya, lumayan buat jalan sama gebetan saya si Unah," sahut Bang Boro.


"Enak aja lo! Wah, cepat banget lo udah ada gebetan aja," sahut Bang Joni.


"Ia mah siapa aja Bang, Nenek-nenek juga di gandeng sama dia, ha-ha-ha," sahut Bang Slamet.


"Sembarangan lo, kalau ngomong!" sahut Bang Boro.


"Bagus dong Bang Boro, udah bisa move on dari Syifa yah, he-he," sahut Khalisa.


"Ah, saya mah sama Syifa gak level Neng, jelek begini," sahut Bang Boro.


"Jangan gitu ah Bang," sahut Khalisa.


"Neng, Abang jalan ya, lo jaga rumah berdua, bantu Pak Jamal tuh!" sahut Bang Joni mengarah Pak Jamal yang menunjukkan jempol dan tersenyum.


"Pak Jamal, tolong dibukain gerbangnya yah," minta Khalisa.


"Siap Neng! kemarin teman Neng yang namanya Yuda datang lagi Neng, tapi ngelihat Boro sama Slamet kabur," sahut Pak Jamal sambil membuka gerbang.


"Enggak Neng, udah saya kasih tahu Boro sama Slamet kalau ia datang usir aja, saya bilang gitu," sahut Pak Jamal.


"Sip Pak!" sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Akhirnya, Bang Joni berangkat dan Pak Jamal menggembok kunci gerbangnya kembali.


"Saya masuk dulu ya Pak," sahut Khalisa.


"Siap Neng," sahut Pak Jamal.


"Bang saya masuk dulu, kalau ada yang datang namanya Yuda, jangan kasih masuk yah, tolong lihat-lihat, takut ia nekat manjat atau apa ya Bang," minta Khalisa.


"Siap Neng, aman, selalu waspada kok kita, tenang!" sahut Bang Slamet.


"Iya Neng, aman, tenang aja!" sahut Bang Boro.


"Makasih ya Bang," sahut Khalisa langsung masuk ke dalam rumah.


"Wah, udah disiapin di meja nih, mantap," sahut Khalisa.


"Iya dong, ayo makan Lis! lo mual gak?" tanya Syifa.


"Masih dikit, gue cobain dikit aja ya Fa," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Iya, gak apa-apa Lis, he-he," sahut Syifa.


"Neng Syifa pintar lho, sedikit diajarin langsung ngerti Neng," sahut Bi Aning.


"Bagus dong kalau gitu, he-he," sahut Khalisa.


"Bi Aning, bisa aja nih, makan juga ya Bi," sahut Syifa.


"Emang benar kok Neng," sahut Bi Aning.


"Lis, banyak banget sampai tiga piring, buat siapa?" tanya Syifa.


"Buat Bang Boro, Slamet, sama Pak Jamal, kita bawa buat mereka dulu ya Bi, bantu saya bawa ke depan," sahut Khalisa.


"Oh, iya, gue tunggu sini aja ya Lis," sahut Syifa.


"Iya Fa, ayo Bi!" ajak Khalisa.


Hati lo benar-benar baik Lis, peduli sama bawahan lo, gue bangga punya sahabat kaya lo Lis, pantas aja Kak Edwin tergila-gila sama lo, sampai bela-belain ke Indonesia, hanya buat ketemu lo.


"Bibi langsung kasih Pak Jamal ya Neng," sahut Bi Aning.


"Siap Bi, Abang-abang, ada makanan enak nih, bikinan cheef Syifa, dicoba yah," sahut Khalisa tersenyum.


"Wah, makasih ya Neng, ini yang buat Neng Syifa? mantap betul deh ah, makan Ro, Neng Syifa lho yang buat," sahut Bang Slamet.


"Saya tinggal yah, Abang-abang, selamat menikmati!" sahut Khalisa.


"Neng, makasih ya," sahut Pak Jamal.


"Sama-sama Pak," sahut Khalisa.


"Makasih Neng," sahut Bang Boro.


"Sama-sama, ayo Bi!" ajak Khalisa.


🍁🍁🍁


Saat Desta sedang foto-foto, Pak Darma Direktur perusahaan di Jogya memanggil Desta dan berbicara oleh Desta.


"Pak Desta, bisa bicara sebentar?" tanya Pak Darma.


"Bisa Pak, ada apa yah?" tanya Desta.


"Begini, saya sangat suka dengan kinerja anda di sini dan sangat membantu perusahaan di Jogya, saya udah bilang Pak Jaya untuk menunda kepulangan anda, jadi anda siap untuk tiga hari lagi di sini, banyak dokumen-dokumen yang harus diselesaikan," sahut Pak Darma.


"Mohon maaf nih Pak, kan perjanjiannya saya bakal pulang dua hari lagi, kalau harus tiga hari, istri saya sangat membutuhkan saya," sahut Desta.


"Oh, anda sudah berkeluarga rupanya, tidak kelihatan, sangka saya belum berkeluarga, baru saya mau jodohkan dengan anak saya, ha-ha-ha," sahut Pak Darma.


"Ha-ha-ha, Pak Darma bisa aja, saya udah berkeluarga, istri saya sedang mengandung, kasihan kalau harus saya tinggal lama-lama," sahut Desta.


"Yah, saya mengerti, nambah dua hari lagi yah, jadi anda bisa pulang hari Minggu, saya mohon Pak Desta!" minta Pak Darma.


Bersambung..


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, sambil nunggu episode Ta'aruf Cinta, silakan nih mampir ke ceritaku yang lainnya, bikin baper, kesal, dan romantis, cekidot 🥰🥰

__ADS_1




__ADS_2