
"Ya sudah, terserah kamu aja!" sahut Umi Sarah.
"Wah, enak banget sotonya, Bunda benar-benar top deh!" sahut Desta.
"Kalau Bunda nya aja pinter masak gini, apa lagi Anaknya, iya gak?" tanya Umi Sarah.
"Iya dong Umi, Khalisa itu pintar masaknya lho." Sahut Desta.
"Bagus deh, Umi senang dengarnya, istri kamu sudah makan kan?" tanya Umi Sarah.
"Sudah Umi, tadi Desta yang suapin." Sahut Desta.
"Syukur deh, kalau udah mah." Sahut Umi Sarah.
"Pak Dani, bisa ke sini sebentar!" minta Desta.
"Kamu gimana sih, orang lagi kerja dipanggil." Sahut Umi Sarah.
"Iya Pak, ada apa?" tanya Pak Dani.
"Pak Dani, saya minta dibuatkan wc jongkok sekalian yah! nanti bahan-bahan apa aja bilang sama saya!" sahut Desta.
"Buat apa lagi sih, Desta, kan wc duduk ada, ampun kamu mah!" sahut Umi Sarah.
"Prosesnya pasti lama Pak, butuh biaya besar buat belanja bahan-bahan." Sahut Pak Dani.
"Kamu sebutin aja berapa, gak masalah itu!" sahut Desta.
"Siap Pak kalau gitu, nanti saya catat berapa-berapanya ya Pak." Sahut Pak Dani.
"Oke, makasih!" sahut Desta.
"Permisi Pak!" sahut Pak Dani.
"Haduh, Desta." Sahut Umi Sarah.
☀☀☀☀
Kediaman rumah Bunda Maryam. Mirna sedang memasak di dapur. Raja dan Dewa sedang main di halaman luar. Ada suruhan Mamahnya Jono untuk mengambil Raja dan Dewa.
"Dewa! masuk? kata Mamah, jangan main di luar!" minta Raja.
"Sebental Kak, aku mau cali batu!" minta Dewa dengan suara cadelnya.
"Hmmm... gimana Bang, kayanya sulit buat bawa Anak itu!" sahut Suruhan Mamahnya Jono.
"Pakai ini! buat cari perhatian Anak itu, ini ada mobilan, biar mereka tertarik, cepat!" minta suruhan Mamahnya Jono.
"Oke, oke!" sahut suruhan Mamahnya Jono.
"Cepat! mumpung sepi!" sahut suruhan Mamahnya Jono.
Lalu, Anak buah Mamahnya Jono memakai costum badut. Anak buah Mamahnya Jono langsung menghampiri Dewa.
"Hai, Anak ganteng!" Sapa Anak buah Mamahnya Jono.
__ADS_1
"Ada Badut, Kakak, ada Badut!" sahut Dewa memanggil Raja Kakaknya.
"Ssssttt... jangan berisik! kamu mau hadiah dari Om Badut gak?" tanya Anak buah Mamahnya Jono.
"Mau." Sahut Dewa.
"Sini ikut Om!" sahut Anak buah mamahnya Jono.
"Dewa! mau kemana? sini! nanti Mamah marah!" sahut Raja.
Anak buah Mamahnya Jono langsung menggendong Dewa, dan membawa Dewa langsung ke dalam mobil. Dewa memberontak tapi sulit. Raja langsung berteriak hingga Mirna matikan kompor dan langsung menghampiri Raja, dan Ayah Umar pun langsung kaget mendengar Dewa diculik.
"Mamah! Dewa diculik! Mamah! Dewa!" teriak Raja.
"Raja! ada apa? Dewa mana? Dewa kenapa?" tanya Mirna panik.
"Dewa dibawa orang Mah, hiks-hiks-hiks... Dewa diculik, hiks-hiks-hiks...." Sahut Raja menangis.
"Apa? Dewa diculik? kamu gimana jagain adik kamu sih? hah? kamu gak bisa jaga Adik kamu yah!" bentak Mirna.
Gak lama, Ayah Umar sakit dadanya dan pingsan. Mirna bingung dan panik. Mirna meminta orang-orang untuk membawa Ayah Umar ke rumah sakit. Mirna langsung menghubungi Bunda Maryam setelah mengantar Ayah Umar ke rumah sakit. Ayah Umar gak sadarkan diri dan koma, karena penyakit jantungnya kumat.
"Assalamu'alaikum, hiks-hiks-hiks..." salam Mirna sambil menangis.
"Wa'alaikumsalam, Mirna, kamu kenapa menangis? hah? ada apa sebenarnya?" tanya Bunda Maryam kaget mendengar suara Mirna menangis.
"Mba, hiks-hiks-hiks, Mas Umar sekarang di rumah sakit, koma, rumah sakit tempat Dokter Ari." Sahut Mirna menangis dan sesak.
"Apa? hiks-hiks-hiks.... Ayah!" Bunda Maryam langsung mematikan telepon dan menangis di dapur.
"Hiks-hiks-hiks...." Bunda terus menangis.
"Permisi! Den Desta, Umi, Neng Khalisa, Bunda Maryam menangis." Sahut Bi Aning.
"Astaghfirullah, kenapa Bi?" tanya Desta.
"Sayang, kamu masih sakit, kamu di sini aja yah!" minta Desta.
"Sayang, aku khawatir, aku mau lihat!" minta Khalisa.
"Sayang tolong nurut!" sahut Desta langsung berlari ke arah dapur melihat Bunda Maryam.
"Besan, Besan kenapa? Astaghfirullah, istighfar!" sahut Umi Sarah.
"Bunda, Bunda kenapa?" tanya Desta.
"Ayah Umar sakit, penyakit jantungnya kumat, sekarang koma! hiks-hiks-hiks, Bunda harus ke sana Desta!" sahut Bunda Maryam.
"Astaghfirullah." Sahut Umi Sarah.
"Astaghfirullah, Bunda, jangan nangis yah, sabar dulu, Desta antar yah!" sahut Desta.
"Cepat Desta antar deh! biar Khalisa Umi ya g jagain!" minta Umi Sarah.
"Iya Umi, kalau Khalisa nanya gimana?" tanya Desta.
__ADS_1
"Sudah jujur aja, jangan pernah permasalahan sebesar ini ditutup-tutupi! sana!" minta Umi Sarah.
"Sebentar ya Bunda, aku siap-siap dulu!" minta Desta.
"Hiks-hiks-hiks... ya Allah, kenapa ujian bertubi-tubi padaku, Ayah..." sahut Bunda Maryam.
"Istighfar Besan, istighfar, kita gak boleh bicara seperti itu, itu kan cobaan dari Allah, yang gak bisa kita hindari, kita hanya bisa pasrah." Sahut Umi Sarah.
"Sayang, gimana Bunda? Bunda kenapa? kenapa kamu lemas begitu?" tanya Khalisa panik.
"Ayah Umar, Ayah Umar masuk rumah sakit sayang." Sahut Desta.
"Hiks-hiks-hiks... sayang, kamu bohong kan? itu gak mungkin, Ayah... hiks-hiks-hiks..." sahut Khalisa menangis dipelukan Desta.
"Sayang, sabar sayang, kamu harus kuat yah! kuat!" minta Desta menghapus air mata Khalisa.
"Kenapa Ayah bisa masuk rumah sakit? sebenarnya, ada apa dengan Ayah? hiks-hiks-hiks..." sahut Khalisa.
"Sabar, sabar, Astaghfirullah, sayang, aku mau siap-siap, mau antar Bunda ke rumah sakit, kamu di rumah aja sama Umi yah!" minta Desta.
"Enggak! aku ikut! dia Ayahku, aku gak mau terjadi apa-apa sama Ayah! aku ikut titik." minta Khalisa.
"Kamu lagi sakit sayang, wajah kamu pucat!" sahut Desta.
"Sayang, aku mohon! aku ikut! kan ada kursi roda, aku bisa pakai itu sayang, tolong, hiks-hiks." Minta Khalisa memohon.
"Aku gak mau kamu dan bayi kita kenapa-kenapa sayang, aku gak mau!" sahut Desta berlinang air mata.
"Sayang, kamu percaya aku kuat kan, insya Allah, aku akan baik-baik aja sayang, kamu tolong percaya sama aku!" minta Khalisa.
"Janji, kamu akan baik-baik aja?" tanya Desta.
"Aku janji sayang, aku mau lihat Ayah!" sahut Khalisa.
"Ya sudah." Sahut Desta tersenyum.
Akhirnya, Desta dan Khalisa sudah berganti pakaian. Desta mendorong Khalisa dengan kursi roda. Bunda dan Umi Sarah kaget, Khalisa ingin ikut.
"Bunda, ayo! kita sudah siap!" sahut Desta.
"Desta, Khalisa ngapain? Nak, kamu gak usah ikut, kamu di rumah aja! Bunda khawatir sama kondisi kamu Nak!" minta Bunda Maryam.
"Bunda, Umi, izinin Khalisa ikut! Khalisa gak mau terjadi apa-apa sama Ayah, insya Allah, Khalisa kuat dan gak akan kenapa-kenapa!" minta Khalisa.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- CINTA DAN DETIK TERAKHIR
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU
__ADS_1