
"Iya Abi, bukan takabur, Umi hanya ingin menyenangkan Khalisa dan Desta aja Abi." Sahut Umi Sarah.
"Ya udah, terserah Umi lah." Sahut Abi Mahmud.
"Ya udah, Abi diam aja! tahunya beres aja, ini urusan perempuan!" sahut Umi Sarah.
☀☀☀☀
Untuk keesokan harinya, Anaknya Syifa sudah kembali pulang. Dokter Ari senang sekali Adhel pulang ke rumah, Dokter Ari menggendong Adhel sambil tersenyum.
"Dia tidur Dek, he-he-he, aku ajak ngobrol malah bobo!" sahut Dokter Ari.
"Iya, Mas, kecapean kali ya, he-he-he." Sahut Syifa.
"Kamu berangkat kerja lagi Mas?" tanya Syifa.
"Iya dong, kan aku cari uang buat Adek dan Adhel." Sahut Dokter Ari.
"Iya, Mas, kamu semangat yah, besok izin dulu Mas, kamu datang acara Khalisa, katanya jam 1 siang acara di mulai." Sahut Syifa.
"Itu pasti kok." Sahut Dokter Ari.
"Semoga Khalisa nanti lahiran lancar dan bayinya sehat ya sayang, senangnya punya Anak kembar." Sahut Syifa.
"Aamiin..." sahut sahut Dokter Ari dan Syifa.
☀☀☀☀
Di kediaman rumah Khalisa dan Desta. Umi dan Bunda belum datang ke rumah. Pagi-pagi sekali Desta sedang berenang sambil menyegarkan badan. Khalisa mencari-cari ternyata Desta ada di kolam renang.
"Sayang, aku cariin ternyata di sini!" sahut Khalisa.
"Aku gak kemana-mana sayang, mumpung libur, aku lagi segarin badan aja, biar gak kaku." Sahut Desta tersenyum.
"Sarapan dulu yuk sayang!" sahut Khalisa.
"Iya, sebentar lagi ya sayang." Sahut Desta sambil tersenyum.
"Handuknya di sini ya sayang!" sahut Khalisa.
"Makasih sayang, kamu duluan aja sarapan!" minta Desta.
"Aku sudah minum susu sama roti, nanti aja bareng kamu!" sahut Khalisa.
"Ya udah, tunggu aku ya sayang!" sahut Desta.
☀☀☀☀
Di kediaman Bunda, Bunda, Mba Maya, langsung berangkat ke rumah Khalisa. Ayah Umar nyusul pas acara.
"Ayah, ayo kita ke rumah Khalisa!" ajak Bunda Maryam.
"Ayah nyusul aja besok ya Bun, pagi, Ayah sudah di sana!" Ayah Umar.
"Kenapa gak sekarang sih?" tanya Bunda Maryam.
"Nanti, Ayah bareng Abi Mahmud." Sahut Ayah Umar.
__ADS_1
"Kompak banget." Sahut Bunda Maryam.
"Bunda aja sama Umi kompak, Ayah mau ada urusan juga sama Abi Mahmud." Sahut Ayah Umar.
"Ya udah, kalau begitu." Sahut Bunda Maryam.
☀☀☀☀
Setelah selesai renang, Desta mandi dan makan bersama Khalisa. Khalisa menyendokan Desta makanan.
"Makasih sayang." Sahut Desta.
"Sama-sama suamiku." Sahut Khalisa.
"Umi sama Bunda belum datang yah? katanya mereka mau nginap." Sahut Desta.
"Masih di jalan kali sayang." Sahut Khalisa.
"Mungkin sayang, nanti sama Mba Mirna juga sayang bawa Raja dan Dewa, gak apa-apa ya sayang." Sahut Khalisa.
"Oh, bawa Raja sama Dewa? ya gak apa-apa dong sayang, masa gak boleh, malah rame!" sahut Desta.
"Tapi mereka nakal lho sayang!" sahut Khalisa.
"Gak apa-apa, nanti biar sama aku, mereka nurut kalau sama aku." Sahut Desta.
Setelah selesai makan, Desta membantu Bang Joni dan Pak Jamal untuk merapikan acara besok. Umi Sarah langsung datang dengan Pak Mamah tidak dengan Abi Mahmud.
"Assalamu'alaikum," salam Umi Sarah.
"Wa'alaikumsalam, Umi, Abi mana? kok gak ikut?" tanya Desta.
"Oh, gitu! lho Bang Boro sama Bang Slamet ikut?" tanya Desta.
"Iya, mereka buat bantu kalian di sini, sama Bang Mamah juga." Sahut Umi Sarah.
"Makasih ya Bang!" sahut Desta.
"Sama-sama Den!" sahut Bang Selamat dan Bang Boro. Mereka berpelukan dengan Bang Joni dan ngobrol-ngobrol sambil ikut membantu.
"Khalisa mana? Bunda Maryam belum datang?" tanya Umi Sarah.
"Ada Umi, lagi motongin sayuran, Bunda Maryam belum datang." Sahut Desta.
"Assalamu'alaikum, salam Umi pada Khalisa dan Bi Aning.
" Wa'alaikumsalam." Jawab Khalisa dan Bi Aning.
"Neng, ngapain ikut bantuin, nanti kecapean aja!" sahut Umi Sarah.
"Enggak kok Umi, biar cepat aja gitu, Khalisa bete gak ngapa-ngapain, Umi kok sendiri?" tanya Khalisa.
"Abi besok bareng Ayah kamu, Umi sama Bang Boro, Bang Selamat dan Pak Mamad, biar mereka ikut bantu!" sahut Umi Sarah.
"Oh, gitu? BI Aning, tolong bawa tas Umi ke kamar yah!" minta Khalisa.
"Siap Neng!" sahut Bi Aning.
"Umi, Desta ke depan yah, bantuin yang lain!" sahut Desta.
"Iya Nak." Jawab Umi Sarah.
__ADS_1
"Neng, kamar kamu sekarang di bawah kan? gak di atas?" tanya Umi Sarah.
"Iya Umi, nanti Umi di atas aja yah, kalau mau barengan sama Bunda Maryam." Sahut Khalisa.
"Gampang Neng, di sini kan banyak kamar, Umi di mana aja!" sahut Umi Sarah.
"Umi udah makan? aku masak sayur asam, tadi Kak Desta minta masak sayur asam." Sahut Khalisa.
"Wah, boleh, kamu udah makan?" tanya Umi Sarah.
"Aku udah Umi, Umi aja yah!" minta Khalisa.
"Jangan ah! gak enak kalau makan sendirian, nanti aja deh, barengan sama Bunda Maryam, makan bareng-bareng kan enak." Sahut Umi Sarah.
"Benar Umi, enak bareng-bareng yah!" sahut Khalisa.
"Iya, kalau makan sendiri kaya gimana gitu, berasa hampa, Eh, Aning, motongnya jangan kaya gitu! sini Umi ajarin motong wortel, kalau di kampung mah biarin, ini buat acara lho! sini Aning!" sahut Umi Sarah.
"Salah ya Umi, he-he-he." Sahut Bi Aning.
"Kan udah pernah Umi ajarin, kaya gini Aning!" minta Umi Sarah.
"Iya, Umi maaf!" sahut Bi Aning.
"Lanjutin! bisa kan? sini kentangnya Neng! udah dikupas yah? kok ini sompal?" tanya Umi Sarah.
"Kemarin Kak Desta yang ngupas Umi, Khalisa udah larang, tapi tetap aja ngotot mau bantuin!" sahut Khalisa.
"Haduh, jangan di suruh bantu-bantu dia! yang ada ancur semua! masa kentang kaya di gigit tikus kaya bola gini sompal!" sahut Umi Sarah.
"Ada apa Mi?" tanya Desta sambil mengambil bangku.
"Eh, kamu ngupas kentang kok sompal gini? ada-ada aja kamu Desta! jangan sok-sok mau bantu deh, ini pekerjaan perempuan, kamu gak usah ikut campur!" sahut Umi Sarah.
"Ha-ha-ha, maaf Umi, Desta gak ngerti, Khalisa udah ajarin, tapi agak susah!" sahut Desta.
"Berapa aja Neng, yang sompal?" tanya Umi Sarah.
"Cuma dua Umi!" sahut Khalisa.
"Aning, wortel yang sudah kamu iris kaya gitu, gak usah dipakai jelek!" minta Umi Sarah.
"Maaf Umi, cuma tiga aja kok!" sahut Bi Aning.
Dasar Nenek cerewet banget, kalau bukan majikan saya timpuk wortel.
"Nah, kaya Khalisa tuh pintar motong wortel." Sahut Umi Sarah.
"Kan Umi yang ajarin! he-he-he." Sahut Khalisa.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- Cinta Dan Detik Terakhir
- Cinta Cowok Dingin
- Cinta Gadis Bisu
__ADS_1