Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 92


__ADS_3

"Neng, paket makanan udah sampai, ini Pak Jamal chat Bibi, katanya go-food sudah ada di depan," sahut Bi Aning.


"Oh, gitu? ya udah, Bibi tolong terima yah, udah dibayar kok pakai aplikasi," sahut Khalisa.


"Siap Neng, Bibi ambil dulu yah!" sahut Bi Aning.


"Bi, kan ada enam, yang empat buat yang di depan, yang dua buat aku sama Bibi yah!" sahut Khalisa.


"Bibi dibeliin Neng? makasih atuh ya Neng!" sahut Bi Aning.


"Iya, sama-sama Bi," sahut Khalisa tersenyum sambil mengaduk bubur.


Nah, sekarang udah matang buburnya, tinggal tambahin topping aja, panggil Kak Desta ah, biar makan sama-sama.


"Kak, Kak Desta, Kak Desta, buburnya udah matang, ayo makan! Kak..." Khalisa melihat Desta berlinang air mata saat membalikan badannya.


"Iya sayang, udah matang yah!" sahut Desta menghapus air matanya dan tersenyum di depan Khalisa.


"Kakak kenapa? Kakak habis nangis yah? ih.. kenapa Kak Astagfirullah," tanya Khalisa khawatir.


"Aku gak apa-apa sayang, tadi ketiduran, jadi keluar air mata deh, tuh, aku gak apa-apa," sahut Desta berusaha menyakinkan Khalisa.


"Enggak, ini Kakak bohong sama aku, aku tahu Kakak habis nangis, coba ceritain ada apa? kalau gak ceritain, aku gak mau makan," sahut Khalisa cemberut.


"Tadi Umi telepon, dia marah-marah, gara-gara keputusan aku, aku dibilang anak durhaka, tapi gak apa-apa sayang, ini buat kebaikan dia agar berubah, kamu gak usah dipikirin yah," sahut Desta.


"Kan aku bilang Kak, jadinya ribet kalau kaya gini, gimana kalau Umi tambah benci aku? aku takut dipisahin sama Kak Desta," sahut Khalisa.


"Ssssttt___ jangan ngomong seperti itu yah, sampai kapan pun, sampai aku mati pun, gak akan ada orang yang bisa misahkan kita, walaupun itu orang tuaku sendiri, emang dia berjasa sama aku, karena sudah merawat dan membesarkan, tapi cara dia salah kalau menekan anak yang sudah berumah tangga, aku, kalau orang salah, ya tetap salah, meskipun orang tuaku, kalau benar pasti aku perjuangkan sampai kapan pun, jadi, kamu gak usah takut, jalanin apa adanya, biarin Umi kaya gitu sama kita, suatu saat dia pasti sadar," sahut Desta.


"Bismillah, aku kuat! aku kuat! gak boleh nangis, kuat!" sahut Khalisa ingin menahan tangisnya.


"Sini! lihat aku! istri aku kuat, istri aku gak boleh nangis! kuat ya sayang, menghadapi batu yang amat sulit dihancurkan!" sahut Desta sambil menatap Khalisa dan menempelkan keningnya agar Khalisa kuat dan tabah.


"Mmm..." sahut Khalisa manggut.


"Jangan nangis! sabar ya sayang!" sahut Desta langsung memeluk Khalisa.


"Makasih ya Kak," sahut Khalisa.


"Makasih untuk apa? suami-istri itu emang harus saling mendukung, suport, dan saling menenangkan, sekarang kita makan yuk! kasihan tuh, dedek bayinya lapar, ayo!" nasihat Desta sambil mengajak Khalisa untuk makan.


"Iya Kak," sahut Khalisa.


"Coba senyum! aku mau lihat!" minta Desta.


"Mmm... he-he," Khalisa berusaha tersenyum.


"Masya Allah, cantiknya," sahut Desta tersenyum memuji Khalisa.

__ADS_1


"Ayo Kak! sini aku bantu rangkul! gimana perut Kakak, masih sakit?" tanya Khalisa.


"Enggak sayang," sahut Desta sambil tersenyum.


🍁🍁🍁


Khalisa dan Desta menghampiri meja makan, soto dan bubur sudah disiapkan Bi Aning di meja makan. Ternyata bubur yang Khalisa masak keasinan, tapi Desta tidak mau bilang, Desta justru memakannya dan berbohong bilang enak. Desta langsung melirik bubur yang Khalisa masak.



"Kak, ini bubur buatan aku sendiri lho, waktu di Mesir, aku sering bikin bubur ini, cobain yah, enak atau enggak!" minta Khalisa.


"Wow, kayanya enak nih, aku cobain yah!" sahut Desta tersenyum.


"Gimana Kak? enak gak? he-he, Bi Aning, sini makan sotonya bareng kita!" sahut Khalisa.


"Iya Neng," sahut Bi Aning.


"Gimana Kak?" tanya Khalisa.


"Hmmm... enak-enak sayang, enak banget," sahut Desta berbohong padahal asin.


"Serius? jangan bohong Kak! coba Bibi cicipin, benar gak enak?" tanya Khalisa.


"Bibi coba yah!" sahut Bi Aning, melirik ke arah Desta, Desta memberi kode untuk bilang iya.


"Kalian gak bohong kan? sini aku coba!" sahut Khalisa.


"Mmm... ikh.. kalian bohong, buburnya asin, kenapa gak pada jujur sih? kenapa harus bohong? Bibi, kenapa bohong?" tanya Khalisa.


"Maaf Neng, disuruh Den Desta, maaf ya Neng!" sahut Bi Aning tersenyum.


"Semuanya pada jahat!" sahut Khalisa.


"Sayang, jangan gitu ah! meskipun asin, tetap aku makan, karena ini spesial buatan istri aku tercinta, nih, kamu lihat! mmm... aku makan kan, enak bagi aku," sahut Desta sambil menyuap bubur buatan Khalisa.


"Tapi asin Kak, aku buatin lagi yah!" minta Khalisa.


"Sayang, duduk! gak perlu, kan aku bilang sama kamu, ini bubur spesial buat aku, sekarang kamu makan sotonya, aku makan buburnya yah!" sahut Desta.


"Tapi Kak.." sahut Khalisa terdiam saat Desta menunjukan telunjuknya ke bibir Khalisa.


"Sssstttt____ jangan banyak bicara!" sahut Desta sambil tersenyum dan menyuap bubur buatan Khalisa.


Ya Allah, suami aku benar-benar menghargai masakan aku, padahal asin banget, tapi tetap dia bilang enak dan memakannya, aduh kenapa bisa asin sih.


"Kok kamu malah ngelihatin aku, makan sayang, dingin gak enak lho!" sahut Desta.


"Iya Kak, Kak makasih yah, udah mau makan masakan aku, padahal asin, tapi Kakak tetap makan," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Harus berapa kali aku bilang sama kamu, meskipun masakan kamu kaya gimana pun, itu spesial banget buat aku," sahut Desta.


"Bibi, waktu Bibi sama Pak Jamal gimana?" Bibi pernah gak masak yang pernah aku rasain?" tanya Khalisa.


"Pernah Neng, tapi sama kaya Den Desta, tetap dimakan kok," sahut Bi Aning.


"Sayang, kok nanyain Bi Aning sih? namanya suami masakan istri itu paling spesial, iya gak Bi?" tanya Desta tersenyum.


"Benar Neng, he-he," sahut Bi Aning sambil tertawa.


"Gitu yah?" tanya Khalisa.


"Ya begitu sayang," sahut Desta.


🍁🍁🍁


Gak lama, ponsel Khalisa berdering. Ternyata Syifa menghubungi Khalisa. Desta menyuruh jangan diangkat, karena sedang makan, dan mengambil handphone Khalisa.


"Sayang, udah kamu makan! biar aku yang angkat!" sahut Desta.


"Assalamu'alaikum, Lis lo dimana sekarang?" tanya Syifa.


"Wa'alaikumsalam, maaf Syifa, Khalisa sedang makan, ada apa emang?" tanya Desta.


"Oh, gitu, maaf Kak, cuma mau curhat aja kok," sahut Syifa.


"Nanti yah, Khalisa makan dulu! atau kamu chat aja yah!" sahut Desta.


"Iya Kak, gak apa-apa, nanti aja, salam buat Khalisa," sahut Syifa.


"Iya nanti disalamin," sahut Desta.


"Assalamu'alaikum," sahut Syifa.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Desta.


"Kenapa Kak?" tanya Khalisa.


"Dia mau curhat sama kamu, pasti masalah Dokter Ari, kamu jangan terlalu banyak ikut campur yah, aku gak mau kamu ada urusan sama Dokter Ari, terus kalau ada apa-apa sama Syifa, kamu yang kena!" nasihat Desta.


"Iya, dia kan cuma curhat kok Kak, kalau buat yang lain, aku gak mau kok," sahut Khalisa.


"Kan udah di bilangin sama dia kemarin, kalau nyari cowok jangan lihat tampang, karena sulit jodoh, karena Dokter Ari ganteng, dia jadi kepengen sama Dokter Ari, aku gak suka sifat teman kamu kaya gitu," sahut Desta.


"Mungkin dia mau minta solusi Kak, aku gak akan ikut campur lebih kok!" sahut Khalisa.


Bersambung....


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2