
"Gitu ya Bang, ya kalau Bang Joni berubah pikiran yah," sahut Khalisa.
"Siap Neng, makasih tawarannya," sahut Bang Joni.
🍁🍁🍁
Akhirnya, Khalisa dan Bang Joni sampai di rumah Umi Sarah, rasa deg-deg-degan Khalisa mulai timbul.
"Assalamu'alaikum, Umi, Abi," Khalisa langsung mencium tangan punggung Umi Sarah dan Abi Mahmud.
"Wa'alaikumsalam," sahut Umi Sarah dan Abi Mahmud.
"Maaf Umi, Abi, Lisa baru ke sini," sahut Khalisa.
"Gak apa-apa Neng, kamu sehat? kok sedikit pucat? sama Joni kamu ke sini?" tanya Umi Sarah.
"Iya Umi," sahut Khalisa.
"Pagi Umi, Abi," sahut Bang Joni.
"Gak berubah-ubah ya kamu, gini gini aja," sahut Umi Sarah.
"Harus gimana Umi saya? Umi mah suka gitu sama saya," sahut Bang Joni tersenyum.
"Kemana aja kamu baru kelihatan? sehat kamu?" tanya Abi Mahmud.
"Alhamdulillah, sehat Abi," sahut Bang Joni.
"Masuk Neng, dari kemarin Umi tungguin kamu, gak datang-datang, Irna, bikin minum buat Menantu saya, sama kopi buat Joni!" sahut Umi Sarah.
"Siap Umi," sahut Irna pembantu di rumah Umi.
"Umi, Khalisa mau ngomong," sahut Khalisa.
"Ngomong apa Neng?" tanya Umi Sarah.
"Khalisa hamil Umi, he-he," sahut Khalisa tersenyum.
"Serius Neng?" tanya Umi Sarah.
"Iya Umi, serius," sahut Khalisa.
"Alhamdulillah, ya Allah Umi punya cucu dari Desta, Abi, Abi, sini Abi!" teriak Umi sambil menghampiri Abi Mahmud yang sedang ngobrol dengan Bang Joni.
"Ada apa Umi, kok teriak-teriak segala sih? senang banget," tanya Abi Mahmud.
"Khalisa hamil Abi, kita punya cucu," sahut Umi Sarah.
"Alhamdulillah, ya Allah, benar Neng kamu hamil?" tanya Abi Mahmud.
"Benar Abi," sahut Khalisa.
"Alhamdulillah, udah periksa belum? periksa sama Umi yah," minta Abi Mahmud.
"Iya ayo Neng, Umi antar," sahut Umi Sarah.
"Maaf Umi, Abi, Khalisa udah periksa, diantar Bunda kemarin, soalnya Khalisa gak bisa pakai alat tes kehamilan," sahut Khalisa.
"Yah, kok Umi tahu belakangan sih? kenapa kamu gak ke sini sih? Umi ngerti pakai gituan mah, kamu mah gitu, rumah sakit mana kamu periksa?" tanya Umi Sarah agak kesal.
__ADS_1
"Maaf Umi, bukan Khalisa gak mau kasih tahu Umi duluan, Khalisa takut hasilnya negatif, malah kecewain Umi, rumah sakit Ananda Umi, maafin Khalisa ya Umi," sahut Khalisa.
"Ya udah Umi, gak apa-apa sih, harusnya Umi bersyukur Khalisa udah periksa, dan memberi kejutan buat kita," sahut Abi Mahmud.
"Ya udah, tapi kalau sama Umi kan bisa lebih bagus pilih rumah sakitnya," sahut Umi Sarah.
"Rumah Sakit semua sama Umi, gak ada yang beda kok," sahut Abi Mahmud.
"Benar Abi, rumah sakit Ananda juga bagus kok, kan dulu Khalisa lahir di situ," sahut Khalisa.
"Iya Nak, gak apa-apa kok," sahut Abi Mahmud.
"Sini Neng, Umi mau peluk kamu," minta Umi Sarah, Umi Sarah langsung memeluk Khalisa.
"Umi bahagia sekali Neng, kamu jaga anak ini, jangan banyak capek, apa lagi pikiran, kalau kamu mau minta apa aja bilang sama Umi dong, mau kemana pun mengenai bayi ini, Umi gak mau sampai terjadi apa-apa sama cucu Umi," sahut Umi Sarah.
"Iya Umi, makasih yah," sahut Khalisa.
"Kamu udah beli susu sama vitamin belum? kalau belum kita ke supermarket yuk!" ajak Umi Sarah.
"Susu Khalisa udah beli Umi, vitamin ada dari Dokter," sahut Khalisa.
"Oh, syukur deh kalau gitu, Umi mau masak dulu yah, mau masak sayur buat kamu, kamu harus banyak makan sayur yah, jangan sampai enggak, kamu kalau mau istirahat di dalam, istirahat aja, kamar Desta selalu Umi bersihin," sahut Umi Sarah.
"Umi, mau Khalisa bantu masak? Khalisa gampang istirahatnya bisa nanti kok," sahut Khalisa.
"Gak usah Neng, biar Umi aja yang masak, kamu gak boleh capek-capek, oke!" sahut Umi Sarah langsung keluar meninggalkan Abi dan Khalisa.
"Maklum Nak, Umi lagi senangnya jadi kaya gitu, agak bawel sedikit," sahut Abi Mahmud.
"Iya Abi, gak apa-apa kok," sahut Khalisa tersenyum.
"Desta pulang kapan? bilang sama dia, jangan lama-lama pulang, ninggalin istri lagi hamil," saran Abi Mahmud.
"Waduh, lama banget si Desta pulang, kamu kalau mau nginap di sini silakan, dari pada iseng sendiri di rumah," saran Abi Mahmud.
"Khalisa nginap di rumah Bunda, Abi," sahut Khalisa.
"Oh, gitu, bagus kalau gitu Nak, gimana Ayah sama Bunda, sehat?" tanya Abi Mahmud.
"Alhamdulillah, sehat Abi, sama dari Ayah sama Bunda," sahut Khalisa.
"Salam balik yah, suruh main ke sini," sahut Abi Mahmud.
"Itu si Joni tidur di depan, emang dia belum tidur Neng?" tanya Umi Sarah yang membawa sayuran.
"Tidur kok Umi, ya Allah ngantuk mungkin Umi," sahut Khalisa.
"Ya udah biarin Umi, kasihan gak usah dibangunin, ngantuk kali dia," sahut Abi Mahmud.
"Umi tinggal masak ya Neng, kalau mau istirahat, istirahat aja, nanti kalau udah matang Umi panggil buat makan, Irna, tolong bawa sayuran ke belakang!" sahut Umi Sarah memanggil pembantunya.
"Baik Umi," sahut Irna.
"Umi, Khalisa bantu yah," sahut Khalisa.
"Gak usah Neng, gak apa-apa, nurut sama Umi yah," sahut Umi Sarah.
"Kalau gitu Khalisa ke kamar Kak Desta ya Umi," sahut Khalisa.
__ADS_1
"Iya Neng, tapi jangan bersih-bersih yah, nanti sorean ikut Yoga yah, biar sehat," saran Umi.
"Yoga di mana Umi?" tanya Khalisa.
"Di sini, ntar Umi yang manggil, sekarang kamu istirahat aja," sahut Umi Sarah.
"Iya Umi, Abi, Khalisa tinggal ke kamar yah," sahut Khalisa.
"Iya Nak, silakan," sahut Abi Mahmud.
"Irna, Irna," panggil Umi Sarah.
"Iya Umi, ada apa?" tanya Irna.
"Antar Neng Khalisa ke kamar Desta," sahut Umi Sarah.
"Siap Umi, ayo Neng!" ajak Irna.
🍁🍁🍁
"Ini Neng, kamar Den Desta, saya tinggal ya Neng, kalau ada apa-apa panggil aja yah," sahut Irna.
"Terima kasih ya Mba, maaf yah, saya ngerepotin," sahut Khalisa.
"Sama-sama Neng, enggak kok Neng, saya tinggal yah," sahut Irna.
"Iya Mba, silakan," sahut Khalisa.
Kamarnya bersih, wangi, meskipun jarang di tempatin, terima kasih ya Allah, aku melihat Umi bahagia sekali mendengar aku hamil, dek, Terima kasih yah, kehadiran kamu membuat orang sangat bahagia, Mamah sayang banget sama kamu.
Gak lama, Syifa chat Khalisa, menanyakan apa Khalisa di rumah Bundanya atau tidak, soalnya Syifa ingin lebih banyak curhat sama Khalisa.
"Assalamu'alaikum, Lis lo sekarang ada di mana?" tanya Syifa dalam chat.
"Wa'alaikumsalam, Gue di rumah Mertua, kenapa emang?" tanya Khalisa.
"Gue mau banyak curhat sama lo," sahut Syifa.
"Ya udah, curhat aja di chat yah," sahut Khalisa.
"Gak mau ah, gue mau langsung aja," sahut Syifa.
"Gue lagi di Mertua, lo mau ke sini?" tanya Khalisa.
"Yah, kapan pulang Lis?" tanya Syifa.
"Gue juga gak tahu nih, gak enak kalau pulang cepat, lo ke sini aja sih!" minta Khalisa.
"Gak enak sama Mertua lo, takut gue," sahut Syifa.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Teman-teman dan readersku, sambil menunggu episode Ta'aruf Cinta, kalian bisa mampir ke cerita romantis dari sahabat Author Author ku yang keren keren ini, yang ceritanya juga gak kalah menarik, penasaran langsung aja baca ya, cekidot 😍
__ADS_1
Happy Reading guys🥰🥰🥰