Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
S2-139


__ADS_3

"Sayang, kamu pakai baju ini aja! cepatan ganti!" minta Khalisa.


"Iya sayang, aku ganti! demi istriku." Sahut Desta.


Setelah ganti baju, Desta menghampiri Khalisa dengan senyuman manis. Khalisa tersenyum dan mencium leher Desta dan pipi Desta.



"Sayang, gimana? udah wangi belum?" tanya Desta.


"Nah, gitu dong! sini aku cium! mmm... wangi." Sahut Khalisa.


"Alhamdulillah, aku boleh peluk yah!" minta Desta.


"Boleh, maafin aku yah sayang, aku udah marah-marah terus sama kamu! aku juga gak tahu kenapa aku emosian!" sahut Khalisa.


"Gak apa-apa sayang, asalkan jangan lama-lama aku gak kuat! ha-ha-ha." Sahut Desta.


"He-he-he, kaya Dilan aja!" sahut Khalisa.


"Hmmm... Assalamu'alaikum, Dedek jangan bikin Mamah marah-marah lagi dong, jangan nakal ya Dedek, Papahnya gak bisa kalau gak meluk Mamah! Papah sayang banget sama kalian berdua, mmmuachh..." Sahut Desta mencium perut Khalisa.


☀☀☀☀


Gak lama, Umi Sarah menghubungi Desta. Menanyakan soal selamatan tujuh bulanan Khalisa. Desta benar-benar tidak tahu, sangka Desta gak ada selamatan lagi, ternyata pas tujuh bulan harus diselamatkan lagi.


"Assalamu'alaikum, Desta." Salam Umi Sarah.


"Wa'alaikumsalam, Umi, ada apa yah?" tanya Desta.


"Tujuh bulanan istri kamu kapan? kenapa gak bilang sama Umi?" tanya Umi Sarah.


"Hah? tujuh bulan? bukan waktu itu udah, empat bulanan Mi?" tanya Desta.


"Gimana sih, kamu! kalau kita mampu, ya selamatan lagi dong! pokoknya kamu harus selamatan di rumah Umi! kemarin Mertua kamu yang mau adain!" sahut Umi Sarah.


"Haduh, nanti Desta tanyain dulu deh, gimana enaknya!" sahut Desta.


"Pokoknya, Umi gak mau tahu, kalian harus di rumah Umi selamatan!" perintah Umi Sarah.


"Umi, gak boleh gitu juga dong, kita harus diskusiin dulu ya Umi!" sahut Desta.


"Ya udah, kalau udah, kabarin Umi yah!" minta Umi Sarah.


"Iya Umi, Desta tutup yah! Assalamu'alaikum." Sahut Desta.


"Wa'alaikumsalam." Jawab Umi Sarah.


"Kita harus selamatan lagi sayang?" tanya Khalisa.

__ADS_1


"Iya sayang, tujuh bulan kamu, kayanya Umi dan Bunda berdebat, sama-sama ingin ngadain selamatan." Sahut Desta.


"Haduh, gimana sayang, aku gak mau mereka bertengkar, cuma gara-gara rebutan buat acara." Sahut Khalisa.


"Nanti kita diskusikan dengan keluarga aku dan kamu gimana enaknya yah!" sahut Desta.


"Kalau diantara mereka gak ada yang mau mengalah, kita gak usah adain selamatan sayang." Sahut Khalisa.


"Gak boleh gitu sayang, kita harus tetap adain, kalau mereka gak ada yang mau mengalah, kita selamatan di rumah kita aja, jadi gak ada yang saling iri!" sahut Desta.


"Iya, sayang, gitu aja deh! biar sama-sama enak." Sahut Khalisa.


"Iya sayang." Sahut Desta.


"Besok kamu mampir aja pulang kerja, ke rumah Umi sama Bunda, kamu bicarain baik-baik, kita putusin buat selamatan di rumah kita aja ya sayang!" sahut Khalisa.


"Iya, istriku!" sahut Desta.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Bunda. Bunda kesal dengan Uminya Desta, Bunda juga ingin ngadain selamatan di rumahnya, tapi Uminya Desta tidak mau mengalah, kemarin empat bulanan, Bunda udah ngalah.


"Apa Yah, selamatan Khalisa mau diadain di rumah Umi Sarah? kan kita duluan! kemarin kan di rumah dia udah! gantian dong!" sahut Bunda Maryam.


"Yah, mungkin rumah Besan kita lebih besar, jadi biarlah Bunda!" sahut Ayah Umar.


"Bunda jangan gitu dong, kasihan Khalisa!" sahut Ayah Umar.


"Pokoknya titik, kali ini dia yang harus ngalah!" sahut Bunda Maryam meninggalkan Ayah Umar.


Haduh, dasar emak-emak, gak ada yang mau ngalah sama sekali, ribet kalau begini urusannya.


Bunda Maryam menghubungi Khalisa, meminta Khalisa untuk membujuk Umi Sarah. Bunda Maryam akan marah kalau Khalisa tidak menuruti Bundanya.


"Sayang, Bunda telepon lagi." Sahut Khalisa.


"Ya udah, kamu angkat aja, gak apa-apa!" minta Desta.


"Assalamu'alaikum, Bunda." Sahut Khalisa


"Wa'alaikumsalam, Neng, Neng kamu tahu yang masalah selamatan tujuh bulan kamu? kamu selamatan di rumah Bunda aja ya Neng!" Minta Bunda Maryam.


"Tahu, tadi Umi udah telepon, minta selamatan di rumah Umi Sarah, Khalisa sama Kak Desta bingung kalau kalian gak ada yang mau ngalah." Sahut Khalisa.


"Kan Kemarin di rumah Umi Sarah udah Neng, gantian sekarang di rumah Bunda, tolong kamu ngerti ya Neng! kalau kamu selamatan di rumah Umi Sarah, Bunda benar-benar kecewa sama kamu dan Desta." Sahut Bunda Maryam.


"Ya Allah, Bunda, jangan kaya gitu dong! besok Kak Desta ke rumah Bunda, buat jelasin semuanya!" sahut Khalisa.


"Ya udah, besok ke rumah aja Nak, Bunda sama Ayah gak kemana-mana." Sahut Bunda Maryam.

__ADS_1


"Iya, tapi Khalisa gak ikut ya Bun, soalnya Kak Desta pulang kerja katanya!" sahut Khalisa.


"Iya, Bunda tunggu Neng!" sahut Bunda Maryam.


"Iya Bun, tunggu aja besok." Sahut Khalisa.


"Ya udah, Bunda tutup yah, Assalamu'alaikum." Salam Bunda Maryam.


"Wa'alaikumsalam." Sahut Khalisa.


"Sayang, kayanya emang kita selamatan di rumah kita aja sayang, kedua keluarga kita, gak ada yang mau ngalah, harusnya Umi ngalah, kan waktu itu, Bunda udah ngalah!" sahut Khalisa.


"Ya udah, kamu gak usah dipusingin yah, besok pulang kerja, aku ke rumah Bunda dan Umi, kita putuskan selamatan di rumah kita aja." Sahut Desta.


"Iya sayang, oh, iya, rujak beubeuk jangan lupa sayang! kalau kamu gak tahu, tanya Bunda, Bunda tahu tempat rujak Beubeuknya, mau kan sayang!" sahut Khalisa menjadi pada Desta.


"Iya istriku!" sahut Desta, mencium kening Khalisa dan mengelus perut Khalisa.


"Sayang, gimana kabar Syifa yah? kok dia jarang telepon dan chat aku lagi?" tanya Khalisa.


"Sayang, Syifa udah punya kehidupan sendiri bersama keluarganya, mungkin, dia sibuk ngurus bayinya sayang." Sahut Desta.


"Iya, kali sayang." Sahut Khalisa.


☀☀☀☀


Di kediaman rumah Syifa. Syifa sedang menangis karena Anak perempuannya di rawat di rumah sakit, karena menderita penyakit leukimia. Anak perempuan Syifa dirawat di rumah sakit. Anak perempuan Syifa bernama Adhel Asriyani.


"Sayang, kamu sabar yah, Anak kita pasti sembuh, aku akan berusaha yang terbaik buat Anak kita!" sahut Dokter Ari.


"Hiks-hiks-hiks, tolong sayang, aku gak mau kehilangan Adhel, tolong sembuhkan dia!" sahut Syifa.


"Pasti sayang, aku akan berusaha!" sahut Dokter Ari.


"Hiks-hiks-hiks, kenapa Allah kasih cobaan begitu berat sama kita Mas!" sahut Syifa.


"Kamu gak boleh seperti itu, itu ujian buat kita sayang, jangan sedih yah," sahut Dokter Ari berlinang air mata.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰


- Cinta dan Detik Terakhir


- Cinta Cowok Dingin


- Cinta Gadis Bisu

__ADS_1


__ADS_2