
Umi Sarah menghampiri Desta yang sedang menangis, begitu juga dengan Bunda Maryam ikut menghampiri Desta.
"Desta, kamu tabah ya Nak, ini ujian buat kamu, mungkin bukan rezeki kamu sayang, hiks-hiks, meskipun berat, tapi kamu harus ikhlas!" sahut Umi Sarah.
"Iya Nak, kamu harus tabah, mungkin belum saatnya kalian punya Anak sekarang, Allah lebih sayang sama dia, doakan dia semoga tenang di syurga ya Nak, buat penolong kalian di syurga nanti!" sahut Bunda Maryam.
"Aku sudah menanti-nanti sejak lama Umi, Bunda, tapi dia pergi meninggalkan kami, aku sangat berharap kehadirannya, gimana kalau Khalisa sadar, tahu bahwa dia keguguran, pasti hatinya hancur! ya Tuhan, dosa apa aku ini, hiks-hiks-hiks," sahut Desta.
"Kamu gak boleh menolak takdir Nak, dosa! kamu harus terima kenyataan, kamu, Khalisa, harus kuat dengan cobaan ini!" sahut Bunda Maryam.
"Seandainya, aku teliti cek mobil itu, mungkin gak akan seperti ini, semua salahku! hiks-hiks-hiks," sahut Desta.
"Sudah Desta! kamu tidak boleh menyalahkan diri kamu sendiri, doakan supaya Khalisa cepat sadar Nak! ikhlas Nak!" sahut Abi Mahmud.
"Kita semua sudah ikhlas Desta, kamu juga harus ikhlas, memang berat, tapi sudah takdir, kita hanya pasrah, berdoa, usaha!" sahut Ayah Umar.
Mata Desta berlinang, kepala Desta pusing habis benturan yang keras, mata Desta gelap, gak lama, Desta pingsan.
"Astaghfirullah, ayo! ayo! bawa!" sahut Ayah Umar.
🌷🌷🌷🌷
Desta dibawa ke ruang rawat inap. Dokter Ari memeriksa kondisi Desta. Desta sangat lemah dan syok.
"Dokter, gimana Anak saya? apa baik-baik saja?" tanya Umi Sarah.
"Alhamdulillah, baik-baik saja Bu, Pak Desta hanya Syok, untungnya kecelakaan tidak membuat fatal, Allah Maha baik, Pak Desta masih selamat, tidak lumpuh atau lupa ingatan, saya berharap Khalisa pun seperti itu!" sahut Dokter Ari.
"Terima kasih Dok! Aamiin..." sahut Umi Sarah.
"Aamiin..." serempak keluarga Desta dan Khalisa.
"Besan, saya ke kamar sebelah yah, lihat Khalisa," sahut Bunda Maryam.
"Iya, Besan!" sahut Umi Sarah.
__ADS_1
Di ruangan Khalisa, Khalisa masih koma, Khalisa di temani Syifa. Karena tidak boleh banyak-banyak yang masuk ruangan Khalisa, hanya boleh dua atau tiga orang saja.
"Khalisa, bangun! hiks-hiks, ini gue Syifa, sahabat lo! bangun Lis, gue kangen sama lo, nasihat lo, semuanya, semua nunggu lo sadar! gue kaget banget pas dengar lo kecelakaan dan keguguran, hiks-hiks, semoga lo kuat dan ikhlas ya Lis, hiks-hiks," sahut Syifa menangis melihat Khalisa masih terbaring koma.
"Syifa, makasih udah jenguk Khalisa, doain Khalisa ya Syifa, semoga sehat lagi," sahut Bunda Maryam.
"Iya Bunda, maaf Emak gak bisa jenguk, karena masih sakit Bun," sahut Syifa.
"Gak apa-apa Nak, salam buat Emak kamu yah! Khalisa, sayang, ini Bunda sayang, bangun hiks-hiks, Anak Bunda yang kuat ya Nak, yang tabah, tolong bangun Nak! hiks-hiks," Bunda Maryam menangis dan mencium kening Khalisa.
"Sabar Mba, yang kuat Mba, Mirna yakin, Khalisa pasti sembuh dan sadar!" sahut Mba Mirna.
"Kasihan Mir, Kasihan dia, selalu banyak cobaan, hiks-hiks, dia kehilangan bayinya Mir, hiks-hiks," sahut Bunda Maryam memeluk Mirna.
"Saya permisi keluar yah, Mba, Bun," sahut Syifa keluar dari ruangan Syifa tidak kuat menahan air mata.
"Syifa, kamu kenapa nangis?" tanya Dokter Ari.
"Aku gak kuat Ari, lihat Bunda Maryam, Khalisa, tolong bantu Khalisa Ari, agar dia cepat sadar! kamu harus selamatkan Khalisa! hiks-hiks," sahut Syifa.
🌷🌷🌷🌷
Akhirnya Desta siuman dari pingsannya, Desta beranjak bangun dan ingin melihat keadaan Khalisa.
"Desta, kamu mau kemana? kamu baru siuman, tadi kamu pingsan, sebaiknya kamu di sini dulu!" minta Umi Sarah.
"Enggak Umi, aku mau melihat keadaan Khalisa," sahut Desta langsung keluar dan menghampiri ruangan Khalisa.
"Biarkan saja Umi!" minta Abi Mahmud.
"Iya Abi." sahut Umi Sarah.
"Dokter Ari! gimana keadaan istri saya! gimana!" Bentak Desta.
"Sabar Desta, sabar!" sahut Ayah Umar.
__ADS_1
"Bu Khalisa masih koma, dia belum melewati masa kritisnya, sabar yah, Pak Desta!" sahut Dokter Ari.
"Astaghfirullah," sahut Desta langsung ke ruangan Khalisa.
Bunda Maryam dan Mba Mirna langsung keluar dan membiarkan Desta bersama Khalisa.
"Sayang, kenapa belum bangun, jangan buat aku sedih sayang, ayo bangun! saat aku koma, aku nurut langsung sadar, kenapa kamu enggak sayang? hiks-hiks, aku mohon sadar sayang! Dedek bayi udah pergi ninggalin kita, kamu juga jangan ninggalin aku! bangun sayang! hiks-hiks-hiks, bangun!" sahut Khalisa.
Umi Sarah masuk ruangan dan memenangkan Desta yang menggoyang-goyangkan badan Khalisa supaya bangun.
"Astaghfirullah, Desta, jangan seperti itu Nak, kasihan Khalisa, sabar Nak, sabar, Umi yakin, Khalisa pasti sadar!" sahut Umi Sarah.
"Hiks-hiks-hiks, aku gak mau kehilangan Khalisa Umi, aku gak mau!" sahut Desta mencium kening Khalisa.
"Iya, Nak, sebaiknya kamu salat yah! minta sama Allah, supaya Khalisa cepat sadar! ayo Nak!" ajak Umi Sarah untuk salat.
Desta, Umi Sarah, Bunda Maryam, Abi Mahmud, Ayah Umar pergi untuk salat berjamaah. Sedangkan yang menunggu Khalisa Mba Mirna dan Syifa.
"Khalisa, bangun Khalisa, Mba yakin kamu wanita kuat, kamu pasti bisa melewati masa kritis Kamu, semua pada nunggu Khalisa, ayo bangun! kasihan suami kamu, Mba sedih jadinya!" sahut Mba Mirna.
"Iya Khalisa, semua pada nungguin lo sadar, bangun!" sahut Syifa.
🌷🌷🌷🌷
Desta berdoa dan bersujud untuk meminta sama Allah, supaya istrinya sadar. Tak berhenti Desta istighfar dalam hati agar Khalisa membuka matanya. Yang lainnya pergi meninggalkan Desta di musholah.
Ya Allah, hamba meminta padamu, jangan ambil nyawa istriku juga ya Allah, sadarkan dia, pulihkan dia, jangan biarkan dia sakit, biar hamba yang menggantikan rasa sakitnya, sadarkan istri hamba dari komanya, hamba mohon! dan hamba titip Anak hamba pada engkau, jaga dia, hamba sangat sayang padanya ya Allah, hiks-hiks-hiks.
Setelah Desta selesai salat, Desta kembali ke ruangan Khalisa. Mba Mirna dan Syifa keluar dari ruangan. Desta menciumnya, membelainya sambil berlinang air mata dan menetes di wajah Khalisa.
"Sayang, kok kamu belum bangun-bangun? bangun sayangku, aku rindu sama canda kamu, cemburu kamu, manja kamu, aku rindu semuanya, kalau begini, aku ingat waktu pertama kita bertemu, aku nabrak kamu, kamunya saat itu sedang nangis, karena patah hati sama cowok kamu yang sakit dan gila itu Reza, kamu ingat kan sayang? hiks-hiks, gak menyangka aku, cewek yang mau aku Ta'aruf itu, cewek yang aku tabrak, kamu cerita masalah kamu ke aku, kamu nangis, sampai akhirnya kamu mau terima aku, padahal waktu itu kita belum ngerasain apa-apa, cinta aja enggak, tapi kita berdua sepakat buat ikhlas, lama-lama kita timbul rasa cinta, kamu ingat waktu di Bali, kamu cemburu, sampai mau bilang cerai sama aku, hiks-hiks-hiks, kalau kamu sudah cemburu itu susah dibujuk, kita jalanin bersama dengan ikhlas, rintangan kita hadapin, sampai kamu hamil, dan sekarang dia pergi ninggalin kita sayang, hiks-hiks-hiks, aku berdoa, supaya Dedek di alam sana bahagia di syurga, bangun sayang! hiks-hiks-hiks." Sahut Desta menunduk dan mencium tangan Khalisa.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
__ADS_1