
"Sekali lagi maafin saya ya Den," sahut Bang Joni.
"Bang Joni, itu bukan salah Bang Joni atau yang lain, kan saya yang nyuruh, doakan saja yah, semoga saya sama Khalisa bisa cepat dapat Anak lagi," sahut Desta sambil berlinang air mata.
"Neng Khalisa, makan dong, Bibi suapin yah!" sahut Bi Aning.
"Makasih Bi, hiks-hiks, Anak saya pergi Bi," sahut Khalisa.
"Neng, Neng Khalisa yang sabar, yang kuat! siapa tahu Neng Khalisa bisa cepat hamil lagi, ikhlasin ya Neng," sahut Bi Aning ikut sedih melihat Khalisa sambil memegangi perutnya.
"Iya sayang, hiks-hiks, benar Bi Aning, kamu harus ikhlas, siapa tahu kita cepat dapat Dedek lagi, aku mohon makan yah! jangan bikin aku sedih sayang," sahut Desta.
🌷🌷🌷🌷
Akhirnya, Khalisa mau makan dan disuapin Desta. Sambil makan, Khalisa memandangi foto USG kemarin, Khalisa berlinang air mata sambil memeluk foto USG kemarin.
"Maafin Mamah ya sayang, hiks-hiks-hiks, Mamah tidak bisa menjaga kamu, harusnya Mamah bisa menjaga kamu, Mamah malah bikin kamu pergi, hiks-hiks," sahut Khalisa.
"Sayang, sekali lagi maafin aku yah, harusnya aku teliti lagi, maafin aku sayang, hiks-hiks," sahut Desta memeluk Khalisa.
"Semua udah terjadi, tapi air mata aku sulit berhenti sayang, hiks-hiks," sahut Khalisa masih memeluk Desta.
"Iya sayang, aku mengerti, sulit buat kita nerima semua, tapi demi kebahagiaan dia di sana kita ikhlasin yah, aku janji sama kamu, kedepannya aku akan selalu berhati-hati dan teliti, sekali lagi maafin aku yah," sahut Desta.
"Semoga di tempatkan di surga ya sayang, dan dia selalu ingat sama kita, hiks-hiks," sahut Khalisa.
"Iya sayang, pasti kok, dia kan belum ada dosanya, pasti dia di tempatkan di surga, dia pasti selalu ingat sama kita sayang di sana, kita doakan ya sayang, senyum dong, jangan nangis lagi," sahut Desta.
"Kamu juga senyum!" minta Khalisa.
"He-he, ini aku senyum," Desta tersenyum meskipun rasanya berat.
"Permisi! saya boleh periksa Bu Khalisa!" sahut Dokter Ari tersenyum.
"Silakan Dok!" sahut Desta.
"Bu Khalisa, gimana badannya? udah enakan? saya turut berduka yah, semoga Bu Khalisa tabah dan kuat!" sahut Dokter Ari.
"Baik, Dok, apa saya nanti bisa hamil lagi?" tanya Khalisa.
"Bisa, gak ada masalah sama kandungannya, saya doakan semoga Bu Khalisa cepat-cepat hamil lagi yah," sahut Dokter Ari.
"Aamiin..." sahut Khalisa dan Desta.
"Alhamdulillah, sayang, aku bisa hamil lagi," sahut Khalisa.
"Iya sayang, Alhamdulillah," sahut Desta tersenyum.
__ADS_1
"Kalau misalkan Bu Khalisa hamil lagi, daftar ke sini aja yah! saya akan kasih yang terbaik buat Bu Khalisa," sahut Dokter Ari.
"Siap! doakan ya Dok!" sahut Desta.
"Pasti!" sahut Dokter Ari.
"Oh, iya, kapan nih, acara lamaran buat Syifa? kami tunggu Dok!" sahut Desta.
"Minggu depan, datang yah, Pak Desta, Bu Khalisa!" sahut Dokter Ari.
"Insya Allah," sahut Khalisa dan Desta tersenyum.
"Nah, gitu dong tersenyum, jangan sedih lagi ya sayang," sahut Desta.
"Insya Allah, sayang, aku bahagia Syifa sebentar lagi mau dilamar, Dokter jangan panggil saya Bu, panggil aja Khalisa, tapi kalau suami saya gak tahu deh, mau gak dipanggil Pak," sahut Khalisa.
"Siap!" sahut Dokter Ari.
"Saya cukup Desta aja! muka saya belum Bapak-bapak kan?" tanya Desta tersenyum.
"Oke, oke! saya juga minta satu permintaan boleh?" tanya Dokter Ari.
"Apa?" tanya Desta dan Khalisa bersamaan.
"Panggil saya Ari aja, gak usah Dokter, biar akrab aja!" sahut Dokter Ari.
"Saya gak enak Dong manggil Ari, Ari aja!" sahut Desta.
"Oke deh, kalau begitu!" sahut Desta.
Alhamdulillah, istriku sudah mulai tersenyum, ya Allah, beri istriku kesabaran dan ke tabahan, aku bahagia kalau lihat dia tersenyum.
"Kapan istri saya sudah boleh pulang Ri?" tanya Desta.
"Dua hari lagi yah, soalnya Mba Khalisa masih lemah, dan kemarin kuretan diperut Mba Khalisa belum kering, karena kami jahit, pasti Mba Khalisa masih merasa kram perutnya yah? saya minta dua atau tiga hari yah istirahat di sini!" sahut Dokter Ari.
"Oke, siap!" sahut Desta.
"Saya permisi yah, Mas, Khalisa," sahut Dokter Ari.
"Makasih ya Ari!" sahut Desta.
"Permisi!" sahut Dokter Ari.
"Sayang, kok Dokter Ari, gak mau di panggil Dok yah? terus lucu manggil kamu Mas lagi, manggil aku Mba, he-he," sahut Khalisa mulai tertawa kecil.
"Alhamdulillah, istriku sudah mulai tertawa, gak apa-apa sayang, ikutin aja mau dia, kalau aku di panggil Mas, gak apa-apa, siapa tahu besok aku jualan bakso, bakso Mas Desta, ha-ha-ha," sahut Desta tertawa.
__ADS_1
"He-he-he, emang kamu bisa bikin bakso?" tanya Khalisa.
"Yang bikin Mba Khalisa lah, iya toh Mba Khalisa, besok bikinin bakso buat Mas jualan yo! ha-ha-ha," sahut Desta tertawa dan bisa membuat Khalisa tertawa lepas.
"He-he-he, apaan sih, gak bisa bahasa Jawa juga," sahut Khalisa tertawa mendengar lawakan Desta.
"Alhamdulillah, ya Allah, istriku udah mulai tertawa, aku berhasil, ha-ha-ha," sahut Desta.
"Sayang, makasih yah, udah jadi suami yang baik buat aku, kamu bisa bikin aku tertawa seperti tadi, padahal kamu lagi sedih, tapi bisa bikin hati istrinya tersenyum lagi," sahut Khalisa.
"Sayang, aku gak mau buat kamu sedih, kalau kamu nangis, aku juga bakal nangis, hati aku yang sakit, meskipun masalah kita berat, aku ingin kamu tetap senyum, karena janji aku buat bahagiakan kamu, bukan buat kamu nangis, atau sedih," sahut Desta.
"Makasih ya sayang, aaw..." sahut Khalisa merasakan sakit dan kram di perut.
"Kenapa sayang?" tanya Desta.
"Sakit sayang, perih, perut aku sakit," sahut Khalisa menahan sakit.
🌷🌷🌷🌷
Desta memanggil Dokter Ari dengan tombol gawat darurat. Desta juga chat Dokter Ari. Dokter Ari langsung datang dan menangani Khalisa secara sigap.
"Gimana Ari? istri saya?" tanya Desta.
"Mba Khalisa mengalami kram di bagian perut, wajar ini terjadi, karena akibat kuret, Mba Khalisa, jangan banyak gerak yah, banyak-banyak istirahat," sahut Dokter Ari.
"Makasih Ari, tadi benar-benar sakit banget, perih," sahut Khalisa.
"Iya, pasti Mba, yang sabar yah, jangan banyak pikiran juga, Mas Desta, ini obat penghilang rasa sakit, kalau berasa tolong beri yah!" sahut Dokter Ari.
"Siap, makasih Ari." Sahut Desta.
"Sayang, kamu banyak istirahat yah, jangan banyak gerak!" sahut Desta.
"Saya permisi yah Mas, Mba, kalau ada apa-apa pencat bel darurat aja atau Chat saya yah, saya masih banyak pasien!" sahut Dokter Ari.
"Sip! makasih ya Ari." Sahut Desta.
Khalisa pun tertidur lelap, Desta memandanginya sampai berlinang air mata, Desta mengusap wajah Khalisa dan menciumnya.
Sabar ya sayang, kalau saja, rasa sakit kamu bisa pindah ke aku, biar aku aja yang merasakan sakit kamu.
Bersambung...
Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰
Sambil nunggu kelanjutan cerita Ta'aruf Cinta Boleh nih intip novel sahabat Authorku, ceritanya menarik gak kalah seru, penasaran cekidot ya🥰🥰🥰
__ADS_1
Linanda Anggen