Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 96


__ADS_3

"Ada apa lagi Umi?" tanya Abi Mahmud.


"Waktu Desta di rumah sakit, dan Umi masih kesal sama Khalisa, Umi kasih nomor Desta ke Ines," sahut Umi Sarah.


"Untuk apa? tujuannya apa?" tanya Abi Mahmud.


"Biar Desta balik aja sama Ririn atau pacaran sama Ines, dan ceraikan Khalisa, gitu Bi, maafin Umi Abi," sahut Umi Sarah.


"Astaghfirullah, ya Allah, dosa apa pada istriku, hamba tidak bisa membimbing istriku sendiri, setan apa yang merasuki Umi? Abi benar-benar kecewa!" sahut Abi Mahmud.


"Itu udah lama Abi, maafin Umi, hiks-hiks-hiks, Umi Khilaf," sahut Umi Sarah.


"Khilaf-Khilaf terus yang Umi ucapkan, pantas Desta marah besar sama Umi," sahut Abi Mahmud kesal.


"Abi! maafin Umi Abi, Abi mau kemana?" tanya Umi Sarah.


"Alah.. Abi mau ke kamar, Abi kesal sama Umi, Abi mau minta ampunan sama Allah, atas dosa-dosa Umi, Khalisa salah apa sih Umi, Astaghfirullah, jangan pegang tangan Abi! lepasin!" Abi Mahmud kesal dan marah.


"Abi, Umi taubat Abi! hiks-hiks-hiks, maafin Umi," sahut Umi Sarah menangis dan bersujud di kaki Abi Mahmud.


"Hiks-hiks-hiks, Abi bingung, Umi sejak dulu selalu menekan Desta, apa mau Umi, ya gusti! hiks-hiks-hiks," Abi bersujud dan menangis melihat kelakuan istrinya.


"Abi, jangan kaya gitu Abi, maafkan Umi Abi! hiks-hiks-hiks," sahut Umi Sarah.


"Umi itu, seperti orang yang gak punya pendidikan, Umi seperti orang yang tidak sekolah, gak punya otak!" Abi menunjukkan telunjuknya ke wajah Umi, dan berdiri masuk ke kamar.


"Abi! maafin Umi Abi!" Umi mengetuk pintu kamar, karena di kunci oleh Abi Mahmud.


Aku harus gimana? minta bantuan sama Desta, sama lagi marah, ya Allah, maafkan aku, maafkan kesalahanku ya Allah, Khalisa maafkan Umi, Umi udah salah.


🍁🍁🍁


Khalisa melamun sambil memikirkan Umi, sampai kapan Umi seperti itu pada Khalisa. Khalisa hanya bisa pasrah dan bersabar. Desta langsung menghampiri Khalisa dan tersenyum manis padanya.


"Sayang, kenapa sih? kok melamun aja? masih marah sama aku yah?" tanya Desta.

__ADS_1


"Enggak Yang, aku cuma mikirin Umi aja, maksud Umi kenapa yah, kok bisa-bisanya ngasih nomor telepon kamu ke Ines," sahut Khalisa.


"Ya Allah, kamu masih mikirin itu yah? sini, sini!" sahut Desta sambil menarik tangan Khalisa dan menggenggam tangan Khalisa.


"Aku cuma mikir, sampai kapan Umi bakal ikhlas menerima aku, salah aku apa? apa karena gak bisa masak, tapi sampai segitunya banget," sahut Khalisa.


"Sayang, aku mohon sama kamu buat sabar yah, maafin Umi aku, tapi demi Allah, aku gak akan pernah sakitin kamu, apa lagi yang namanya selingkuh, insya Allah, gak akan pernah terjadi padaku, beribu-ribu wanita cantik, beribu-ribu bidadari itu, gak bakal menggoda imanku, karena apa? nama kamu udah ada di hati aku selamanya, apa lagi sekarang udah ada Dedek bayi," sahut Desta mencium tangan Khalisa.


"Mulai gombal deh, kaya anak abg, gombal mulu," sahut Khalisa.


"Kata siapa anak abg, aku kan udah Om- Om, Om berasa anak abg, kata mantan kamu yang sakit," sahut Desta.


"Siapa Reza? orang sakit di dengarin," sahut Khalisa.


"Lucu aja, pas dia chat kamu, aku di bilang punya istri banyak, kamu jadi istri ke lima, itu lihat aku Om-Om dari mana yah? wajah aku tampan kan sayang? gak kaya Om-Om? gak apa-apa deh, aku jadi Om tampan untuk Nona Khalisa, hanya untuk Nona Khalisa, ha-ha-ha." sahut Desta sambil tertawa.


"Gombal terus, Dedek dalam perut aku ikut bergerak nih, udah mulai berasa he-he," sahut Khalisa bercanda seakan bergerak.


"Ini, artinya dia senang dan setuju sayang, kalau aku bilang Om tampan, Dedek gerak-gerak setuju ya Dek? Papah tampan kan Dek, bergerak sayang, ngerti banget Dedek bayinya, masya Allah," sahut Desta membalas candaan Khalisa, Desta membayangkan perut Khalisa sudah besar dan bergerak, meskipun belum ada tanda-tanda bergerak, Desta hanya ingin Khalisa tetap tersenyum.


"Ha-ha-ha," sahut Desta tertawa.


🍁🍁🍁


Ternyata Dokter Ari, mencoba chat Syifa, dan ingin mengenal lebih dekat lagi dengan Syifa. Niat Dokter Ari tidak ada maksud apa pun, dia tulus, ingin mengenal Syifa lebih dekat lagi, tapi pesan chat Dokter Ari belum sama sekali di baca Syifa, karena Syifa takut Dokter Ari seperti Edwin atau Yuda.


Gue harus gimana nih, balas gak yah? cuma gue takut disakitin lagi, gue coba telepon Khalisa dulu deh.


Syifa langsung menghubungi Khalisa dan meminta pendapat harus bagaimana, dan meminta saran pada Khalisa. Tapi Syifa menghubungi Khalisa gak diangkat, karena Khalisa dan Desta sedang salat berjamaah dan membaca Al-Quran sampai isya tiba.


Khalisa kemana sih? di teleponin gak diangkat, apa tidur? atau lagi sama Kak Desta, ayo dong Lis angkat telepon gue, gue butuh saran Lisa.


🍁🍁🍁


Setelah selesai salat berjamaah, Khalisa diajari mengaji oleh Desta, agar lebih mendalami lagi tentang Al-Quran, Khalisa sangat senang dan sangat bersungguh-sungguh untuk belajar pada Desta.

__ADS_1



Satu jam Desta mengaji sambil mengajari Khalisa, setelah selesai, Khalisa menutup Al-Quran dan sebagai penutup Desta membaca Al-Fatihah.


"Alhamdulillah, pengajiannya selesai sayang, mulai besok dan seterusnya, sehabis aku pulang kerja, kita mengaji lagi ya sayang, kamu senang kan sayang? meskipun ilmu aku gak seberapa besar ustad-ustad, ilmu yang aku punya, aku turunin ke kamu dan Anak-anak kita nanti.


"Alhamdulillah, aku senang banget Kak, aku bisa mendapatkan ilmu dari Kakak, makasih ya Kak, udah mau ajari aku, ilmu Tajwid nya, panjang- pendeknya, aku jadi sedikit paham dan mengerti," sahut Khalisa tersenyum.


"Sama-sama sayang, kan aku wajib mengajari istri, karena aku imam kamu, Alhamdulillah, Allah mengizinkan aku untuk membimbing kamu, sekaligus jadi kepala keluarga, semoga pelajaran yang aku berikan bermanfaat kelak buat kamu dan kamu bisa mengajari Anak-anak kita kelak," sahut Desta.


"Aamiin...." sahut Khalisa mengusap wajahnya.


"Sekarang udah isya, kita wudhu lagi yah, kita salat berjamaah lagi," sahut Desta.


"Iya Kak," sahut Khalisa.


🍁🍁🍁


Khalisa dan Desta berwudhu kembali, untuk melakukan salat Isya berjamaah, setelah selesai wudhu, mereka langsung salat berjamaah dan selesai salat tidak lupa berdoa untuk keselamatan mereka dan rezeki, dan meminta ampunan pada Allah. Setelah selesai berdoa, Khalisa langsung mencium tangan punggung Desta.


"Alhamdulillah, gimana perasaan kamu selesai mengaji dan salat isya?" tanya Desta.


"Alhamdulillah, tenang Yang, maafin kesalahan aku tadi ya Yang, udah marah-marah, udah cemburu, aku jadi malu," sahut Khalisa.


"Gak apa-apa, sayang, wajar kamu kaget, karena melihat Pak Darma chat seperti itu? salahnya aku lupa mau ngasih tahu kamu, aku yang harusnya minta maaf, udah buat istri aku menangis," sahut Desta.


"Gak apa-apa Yang, kita saling mengingatkan, kalau diantara kita salah, tapi aku benar-benar terbakar api cemburu banget, udah mau suhuzon sama kamu Yang," sahut Khalisa.


"Iya sayang, tapi aku mohon untuk ke depannya, tolong emosi kamu diredam dulu, kalau kamu panas kaya tadi, gak akan selesai masalahnya, janji yah," sahut Desta.


"Iya sayang, janji," sahut Khalisa.


Bersambung...


Terima kasih atas dukungan kalian semua, readersku dan teman- teman udah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin ya, di tunggu episode selanjutnya 🥰🥰🥰

__ADS_1


__ADS_2