Ta'Aruf Cinta

Ta'Aruf Cinta
Part 129


__ADS_3

"Iya, enggak sayang, insya Allah." Sahut Desta tersenyum.


"Gitu dong senyum!" sahut Khalisa.


🌷🌷🌷🌷


Khalisa dan Desta telah sampai di rumahnya. Desta menyuruh Pak Jamal menggembok gerbangnya kembali.


"Pak, tolong gembok lagi yah!" minta Desta.


"Siap Den!" sahut Pak Jamal.


"Den, mobil-mobil semua udah beres, tadi manggil montir, pembayarannya kurang satu juta." Jawab Bang Joni.


"Oke! besok saya kasih yah!" sahut Desta.


"Den, baiknya transfer ke rekening toko montir nya aja! saya ngeri megang uang banyak, apa lagi ke tangan orang lain," sahut Bang Joni.


"Saya percaya sama Bang Joni kok!" sahut Desta.


"Saya gak mau Den, ngeri, sebaiknya langsung transfer aja!" sahut Bang Joni.


"Oke! nanti kirimin aja nomor rekeningnya yah!" sahut Desta.


"Oke, siap!" sahut Bang Joni.


🌷🌷🌷🌷


Desta dan Khalisa masuk ke dalam rumah, Bi Aning menyapa Khalisa dan Desta karena sama-sama luka di kepalanya.


"Neng, Den, kepalanya kenapa?" tanya Bi Aning.


"Gak apa-apa Bi, tadi main permainan kita, eh jatuh, ha-ha-ha," sahut Desta berbohong karena tidak mau orang lain tahu masalah keluarga Khalisa.


"Bi, kita tinggal dulu yah!" sahut Khalisa.


"Iya Neng, Den, mau dibikinin makanan atau minuman gak?" tanya Bi Aning menawarkan.


"Gak usah Bi, makasih yah!" sahut Desta tersenyum.


Suami-istri kompak banget yah, he-he-he so sweet, satu luka, satunya juga luka, semoga Neng Khalisa dan Den Desta selalu dalam lindunganmu ya Allah.


Khalisa dan Desta masuk kamar, dan berganti pakaian. Khalisa sibuk mencari nomor telepon Syifa di buku catatan. Khalisa fokus dengan handphonenya sampai Desta manggil tidak dengar.



"Sayang, baju aku mana? aku hari ini pakai baju tidur yang mana? sayang," panggil Desta sambil geleng-geleng kepala pada Khalisa dan menghampiri dan memeluknya.


"Astaghfirullah, sayang, aku kaget! ada apa?" tanya Khalisa.


"Lagian kamu sibuk ngapain sih, sampai suaminya nanya gak dijawab?" tanya Desta sambil mencium leher Khalisa sambil memeluk.


"Astaghfirullah, maaf ya sayang, aku lagi fokus cari nomor Syifa, pasti dia hubungin aku atau Chat gak bisa," sahut Khalisa.

__ADS_1


"Ya Allah, sayang tega banget sih, jadi pentingan Syifa dari aku nih!" sahut Desta cemberut.


"Iya, nih, aku taro lagi! aku ambilin baju tidur buat kamu ya sayang, maafin aku!" sahut Khalisa mencium pipi Desta dan beranjak dari kasur.


"Mmm..." Desta menarik Khalisa sampai Khalisa tertawa menibani dan membelakangi Desta, Desta sambil memeluk Khalisa.


"Aduh, he-he-he, sayang, katanya mau diambilin baju, kok aku malah ditarik?" tanya Khalisa.


"Gemes dan kangen! ha-ha-ha," sahut Desta tertawa.


"Sama, aku juga sayang, ya udah, lepas dulu! aku ambilin baju yah, nanti kamu masuk angin!" sahut Khalisa.


"Gak mau!" sahut Desta.


"Ih... kok gak mau? he-he-he," tanya Khalisa sambil tertawa.


"Orang belum dicium, ya gak mau!" sahut Desta.


"Kan tadi udah, pipinya!" sahut Khalisa.


"Masa pipinya doang!" sahut Desta.


"Apanya dong?" tanya Khalisa.


"Bibirnya, hidungnya, matanya, jidatnya belum!" minta Desta tersenyum.


"He-he-he, komplit banget!" sahut Khalisa sambil tertawa.


"Sini!" sahut Khalisa membalikan badannya dan mencium mesra Desta.


🌷🌷🌷🌷


Di kediaman rumah Bunda Maryam. Bunda Maryam menenangkan Mba Mirna, yang masih terus-menerus menangis.


"Mirna, kamu belum tidur? Anak-anak kamu udah tidur kamar Mas Umar." Sahut Bunda Maryam.


"Mba, hiks-hiks-hiks, Mas Jono tega selingkuh dari saya! dia tega Mba!" sahut Mba Mirna.


"Kamu tahu dia selingkuh dari mana?" tanya Bunda Maryam.


"Saat Mas Jono mandi, aku buka handphonenya, karena handphonenya berdering, ternyata dari seorang cewek, cewek selingkuhan Jono bilang menunggu di rumah karena sudah rindu, mereka juga sudah berhubungan badan Mba!" sahut Mba Mirna.


"Dasar cowok gak tahu diri! udah tinggalkan cowok kaya gitu! jijik Mba dengarnya, kamu urus perceraian kamu! udah tahu suami selingkuh, masih aja ditahan-tahan! jangan pernah dia injak rumah ini lagi! dan rumah yang kamu beli sekarang atas nama kamu kan?" tanya Bunda Maryam.


"Atas nama Mas Jono, Mba gimana Mba?" tanya Mba Mirna.


"Aduh, Mirna, Mirna, kenapa kamu gak mikir panjang sih? ya, kamu gak ada hak buat ngambil rumah itu!" sahut Bunda Maryam.


"Tapi Mba, kan itu dia juga ikut nyicil rumah, Mirna bingung Mba, masa Mirna harus cerai, Anak-anak Mirna gimana?" tanya Mba Mirna.


"Pokoknya kamu harus cerai! kalau kamu gak sanggup buat ngurus Raja dan Dewa, Mba yang akan urus!" sahut Bunda Maryam.


"Tapi Mba," sahut Mba Mirna.

__ADS_1


"Kalau kamu balik sama dia, namanya bodoh!" sahut Bunda Maryam.


"Hiks-hiks-hiks," sahut Mirna menangis.


"Udah dong, Mirna! jangan nangis mulu! gak pantas laki-laki busuk itu kamu tangisin! amit-amit jabang bayi Mba dengarnya muak!" sahut Bunda Maryam kesal.


"Aku harus gimana?" tanya Mba Mirna.


"Kok nanya gimana? cerai lah, udah ikhlasin tuh rumah! kamu tinggal di sini, kamu bisa cari kerjaan, fokus ngurus Anak-anak kamu sampai besar dan sukses!" sahut Bunda Maryam.


"Bingung Mba!" sahut Mba Mirna.


"Pokoknya, kamu harus cerai!" sahut Bunda Maryam.


"Mba, Khalisa sudah pulang yah, aku belum sempat minta maaf, dia luka gara-gara suami Mirna." sahut Mba Mirna.


"Sudah dari tadi, kamu sih, nangis mulu! udah, gak apa-apa, dia bakal ngerti kok, gara-gara suami kamu, semua jadi korban!" sahut Bunda Maryam.


"Ya Allah, Khalisa, Desta, maafin Mba!" sahut Mba Mirna.


"Kamu telepon aja besok, atau chat minta maaf!" saran Bunda Maryam.


"Iya Mba," sahut Mba Mirna.


🌷🌷🌷🌷


Di kediaman rumah Syifa. Syifa mencoba menghubungi Khalisa dengan nomor lama, tapi gak aktif terus. Syifa mutusin besok ke rumah Khalisa. Syifa mau minta bantuan Khalisa untuk mencari percetakan undangan, karena Syifa lamarannya di percepat kemarin. Syifa berkali-kali menunggu Khalisa aktif, tapi gak aktif.


"Kenape Neng?" tanya Emaknya Syifa.


"Kok Khalisa gak aktif-aktif ya Mak?" tanya Syifa.


"Kaga aktif? lah, lo malah nanya gue, emang gue emaknya, gue kan emaknya lo! gimane sih lo Neng," sahut Emaknya Syifa.


"Handphone Khalisa dari kemarin susah dihubungin, biasanya low, tapi ini gak aktif-aktif," sahut Syifa.


"Lo samperin aje ke rumahnye besok, gitu aje bingung, kalau gak ada juga, lo datangin rumah mertuanya atau orangtuanye, suseh amat lo, jadi balau gini!" sahut Emaknya Syifa.


"Emak, bukan balau, tapi galau!" sahut Syifa.


"Apalah ntuh namenye gue kaga tahu, pokoknye ntuh deh!" sahut Emaknya Syifa.


"Iya Mak," sahut Syifa.


Bersambung...


Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰


Sambil nunggu cerita Ta'aruf Cinta, boleh nih mampir ke cerita teman Authorku, gak kalah seru nih ceritanya, penasaran cekidot 🥰🥰🥰


Tya Gunawan


__ADS_1


__ADS_2