
"Udah semua Neng, gimana rasanya?" tanya Umi Sarah.
"Alhamdulillah, Umi jadi enteng badan, tadi leher, punggung, pinggul, sakit banget Mi, makasih banyak ya Mi." Sahut Khalisa.
"Alhamdulillah, ya udah, Umi ke dapur yah, mau lihat Bunda sama Aning masak, kamu istirahat aja, tunggu Desta datang." Sahut Umi Sarah.
"Iya Umi, makasih banyak." Sahut Khalisa.
"Assalamu'alaikum, lho, udah ngurutnya?" tanya Desta masuk kamar.
"Astaghfirullah, nih, Anak kagetin aja, Wa'alaikumsalam, eh, ada Bunda Maryam lho, kamu salam dulu, sekalian ambil bubur Khalisa, terus minum obat tuh Khalisa." Sahut Umi Sarah.
"Iya Umi, makasih yah, udah urutin istri Desta!" sahut Desta tersenyum.
"Sama-sama, lain kali, kalau ada apa-apa, panggil Umi, Umi kan bisa urut!" sahut Umi Sarah.
"Desta takut ganggu Umi." Sahut Desta.
"Enggak lah, udah, kamu ambil tuh, makanan Khalisa!" sahut Umi Sarah langsung keluar.
"Iya Mi." Sahut Desta.
"Sayang, gimana rasanya sekarang? badan kamu udah enak? kaki kamu masih bengkak gak?" tanya Desta.
"Jangan dibuka! aku malu!" sahut Khalisa yang hanya memakai kain saja.
"Kenapa emangnya sayang? aku kan suami kamu, kamu ada-ada aja deh!" sahut Desta.
"Perut aku lagi jelek, pipi aku tembem, buncit pada mekar semua sayang, kaki aku juga bengkak kaya gajah!" sahut Khalisa.
"Sayang, dengar aku, mau kondisi kamu seperti apapun, mau buncit, bengkak, mekar, aku gak peduli sayang, aku gak lihat itu, kamu tetap wanita terindah dan tercantik yang aku cintai, kan kamu begini karena lagi mengandung, mengandung buah cinta kita, aku sayang sama kamu walau keadaan apapun!" sahut Desta langsung memeluk Khalisa.
"Makasih ya sayang, hiks-hiks-hiks..." sahut Khalisa menangis.
"Ssssttt... kok nangis? jangan nangis ah, senyum-senyum!" sahut Desta menghapus air mata Khalisa.
"Baru begini aja, udah repot dan damai, apa lagi kalau aku lahiran!" sahut Khalisa.
"Gak apa-apa ramai, dari pada sepi gak ada momen, ha-ha-ha." Sahut Desta tertawa.
"Ha-ha-ha." Sahut Khalisa tertawa.
"Nah, gitu dong, cantiknya masya Allah, istriku, bersyukur banget aku sayang." Sahut Desta memegang wajah dan rambut Khalisa.
"Makasih ya sayang." Sahut Khalisa.
"Sama-sama istriku, kamu sekarang makan yah, aku ambilin dulu ke dapur, makan di sini aja! aku suapin!" sahut Desta.
"Sayang, aku boleh minta tolong! ambilin baju aku yah, masa aku makan begini!" sahut Khalisa.
"Gak apa-apa sayang, kan jadi seksi!" sahut Desta.
"Ih... mau kamu!" sahut Khalisa.
"Biarin, orang milik aku semua kok!" sahut Desta.
__ADS_1
"Ambilin sayang, tolong!" minta Khalisa.
"Iya, iya, ini!" sahut Desta.
"Mau aku bantu pakaiin?" tanya Desta.
"Gak usah sayang, aku bisa, bismillah!" sahut Khalisa bangun dengan pelan-pelan.
Kata Dokter Ari, kalau usia delapan bulan itu suka nangis, sedih mulu, bawaan bayi, terus harus banyak dimanja, biar gak stres.
"Sayang, kok melamun?" tanya Khalisa.
"Hah? enggak sayang, udah? sebentar, bantalnya aku rapihin dulu sama seprei biar rapi, kata Dokter Ari, kaki kamu harus diganjal bantal dan banyak bersandar di bantal yah! oke, udah rapi!" sahut Desta menumpukan bantal untuk kaki Khalisa dan menumpukan bantal untuk Khalisa bersandar.
"Makasih sayang." Sahut Khalisa.
"Sudah rileks kan?" tanya Desta.
"Sudah sayang." Sahut Khalisa.
"Alhamdulillah, sayang, aku ambil bubur dulu yah, kamu tunggu!" Sahut Desta.
"Sayang, maaf, aku jadi ngerepotin kamu!" sahut Khalisa.
"Ssssttt... tunggu yah!" sahut Desta.
☀☀☀☀
Desta langsung keluar kamar dan menghampiri dapur. Desta melihat keakraban Bunda Maryam dan Umi Sarah. Desta bersyukur mereka bisa rukun sambil bercanda.
"Wah, Wah, Mertua aku sama Umi rukun banget, Desta senang lihatnya! Bunda." sahut Desta dan salam Desta mencium tangan Bunda Maryam.
"Kamu lama banget sih, ngapain aja di kamar, dia kalau sudah sama Khalisa, gak mau pisah!" sahut Umi Sarah.
"Iya Dong, Bi Aning, ambilin Bubur Khalisa dong!" minta Desta.
"Siap Den!" sahut Bi Aning.
"Bunda sama Umi masak apa?" tanya Desta.
"Umi lagi bantu Bunda Maryam masak soto." Sahut Umi Sarah.
"Wah, mantap!" sahut Desta.
"Den Desta mau juga gak?" tanya Bi Aning.
"Gak usah Bi, aku berdua sama Khalisa aja!" sahut Desta.
"Nanti Khalisa gak kenyang!" sahut Umi Sarah.
"Aku takut Khalisa gak habis Mi." Sahut Desta.
"Ini Den! mau Bibi bantu bawa ke kamar?" sahut Bi Aning.
"Gak usah Bi, saya aja yah! makasih Bi. Sahut Desta tersenyum.
__ADS_1
"Sama-sama Den." Sahut Bi Aning.
"Hallo sayang, bubur sudah datang, sekarang kamu makan yah!" sahut Desta.
"Sayang, aku belum lihat kamu sarapan, kamu juga yah!" minta Khalisa.
"Aku gampang, kamu dulu ya sayang, ayo Aaaa..." minta Desta menyuruh Khalisa membuka mulutnya.
"Mmm... pahit! udah ah!" minta Khalisa.
"Astaghfirullah, baru tiga suap, jangan gitu sayang ah!" minta Desta.
"Pahit sayang!" sahut Khalisa cemberut.
"Mana pahit sih, mmmm... enggak! manis sayang." Sahut Desta.
"Apa mulut aku gak enak?" tanya Khalisa.
"Mulut kamu gak enak sayang, jangan gitu sayang, mubazir, kasihan Dedek kembar kita, kalau kamu makannya dikit, mereka kan berdua, kalau gak kebagian gimana?" tanya Desta meledek Khalisa agar tertawa.
"He-he-he, kamu ada-ada aja, pahit sayang!" sahut Khalisa.
"Sayang, kamu gak kasihan sama aku yah!" sahut Desta cemberut.
"Iya, iya, aku mau lagi!" sahut Khalisa.
"Nah, gitu dong sayang, aku juga deh! nih!" sahut Desta menyuap bubur ke mulutnya.
Ya Allah, perhatiannya suami aku, tulusnya suami aku, sabar banget ngurusin aku yang manja ini, dia sampai bela-belain gak kerja demi aku.
"Sekarang udah habis, Alhamdulillah, minum dulu obatnya yah!" minta Desta.
"Makasih ya sayang." Sahut Khalisa.
"Sama-sama istriku, nanti sore, kamu mau renang apa mau jalan tanpa sendal?" tanya Desta.
"Kayanya, jalan tanpa sendal aja sayang, tapi hari ini aku lemas banget sayang, besok aja yah!" minta Khalisa.
"Oh, gitu? ya udah, sekarang, kamu istirahat yah! biar badan kamu enakan, cepat sembuh istriku sayang." Sahut Desta.
"Makasih suamiku sayang, aku mau peluk!" minta Khalisa.
"Sini, sini!" sahut Desta.
"Aku sayang sama kamu, maafin aku, udah banyak nyusahin kamu sayang, sampai kamu gak kerja buat aku, kamu sabar merawat aku saat kondisi kaya gini!" sahut Khalisa berbicara sambil memeluk Desta.
"Gak boleh ngomong nyusahin ah, semua tanggung jawab aku, jadi apapun itu yang terjadi sama kamu, tanggung jawab aku, kamu berjuang selama delapan bulan ini, buat si Dedek kembar, aku minta, sehat terus, semangat sampai Dedek keluar dan sampai dia hadir di kehadiran kita!" sahut Desta sambil membelai Khalisa dengan kasih sayang.
Bersambung...
Terima kasih teman-teman dan readersku atas dukungan kalian, sudah setia ikutin cerita Ta'aruf Cinta, semoga ceritanya bisa menghibur dan gak ngebosenin yah, di tunggu episode selanjutnya makasih 🥰🥰🥰🥰
Sambil menunggu cerita Ta'aruf cinta boleh yuk mampir ke ceritaku yang lainnya yuk, gak kalah seru dan romantis banget cekidot 🥰🥰🥰
- CINTA DAN DETIK TERAKHIR
__ADS_1
- CINTA COWOK DINGIN
- CINTA GADIS BISU